NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.1 — Anak Tanpa Qi Dan Bayangan Hutan Terlarang

Kabut pagi menyelimuti Desa Kabut seperti selimut putih tipis yang menggantung di antara rumah-rumah kayu tua. Udara pegunungan yang dingin merayap perlahan menembus pakaian, sementara suara ayam berkokok dan langkah para pemburu yang bersiap memulai hari mulai menghidupkan jalan-jalan sempit desa yang masih basah oleh embun.

Di ujung paling terpencil desa itu berdiri sebuah rumah kayu tua yang tampak rapuh dimakan usia. Beberapa bagian dindingnya telah retak, sementara atapnya terlihat seolah bisa runtuh kapan saja diterpa badai besar. Ketika cahaya matahari pertama menyentuh halaman rumah tersebut, pintunya perlahan terbuka dan seorang bocah kecil melangkah keluar sambil membawa ember kayu berisi air sumur.

Bocah itu bernama Xiao Yun.

Rambut hitamnya kusut dan berantakan karena baru bangun tidur. Pakaian yang dikenakannya sudah lusuh dan penuh tambalan, namun ia tetap merawatnya sebaik mungkin karena tidak memiliki pakaian lain yang lebih layak. Meski usianya baru lima tahun, wajah kecilnya menyimpan ketenangan dan kedewasaan yang jarang terlihat pada anak seusianya. Tidak ada keceriaan khas masa kanak-kanak dalam sorot matanya. Yang ada hanyalah ketabahan yang tumbuh dari kesepian dan perjuangan hidup yang terlalu cepat datang.

Setelah meletakkan ember di dapur kecil rumahnya, Xiao Yun segera menyalakan tungku menggunakan ranting-ranting kering yang telah dikumpulkannya sehari sebelumnya. Api kecil mulai menyala perlahan, menerangi ruangan sederhana yang hampir kosong. Dari sebuah kantong kain usang, ia mengambil sedikit beras dan menuangkannya ke dalam panci tanah liat.

Jumlahnya tidak banyak.

Hanya segenggam kecil yang tersisa.

Persediaan makanan di rumah itu kembali menipis, dan Xiao Yun tahu ia harus segera mencari cara untuk mendapatkan penghasilan sebelum semuanya habis.

"Asal hari ini bisa menemukan beberapa tanaman obat yang bagus, setidaknya aku masih bisa membeli beras untuk beberapa hari ke depan," gumamnya pelan.

Tak lama kemudian bubur tipis mulai matang. Aroma sederhana yang hangat memenuhi ruangan, tetapi tidak mampu mengusir kesunyian yang telah lama menetap di rumah itu. Xiao Yun duduk di depan meja kayu tua sambil memandangi kursi kosong di hadapannya.

Dahulu, kursi itu selalu ditempati seorang lelaki tua yang tersenyum hangat setiap pagi. Sosok yang akan tertawa mendengar cerita-ceritanya, mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang, dan memastikan ia tidak pernah merasa sendirian.

Namun kini kursi itu kosong.

Kosong seperti rumah itu.

Kosong seperti hidupnya.

Tatapan Xiao Yun perlahan meredup ketika kenangan itu kembali muncul di benaknya.

"Kakek..."

Suara kecil itu nyaris tak terdengar, larut bersama asap tipis yang mengepul dari tungku.

Beberapa bulan sebelumnya, kakek angkatnya meninggal dunia akibat penyakit paru-paru yang telah lama dideritanya. Sejak hari itu, Xiao Yun harus menjalani hidup seorang diri. Ia tidak memiliki keluarga lain. Tidak memiliki kerabat yang datang membantu. Bahkan teman dekat pun nyaris tidak ada. Rumah tua peninggalan kakeknya menjadi satu-satunya tempat yang masih memberinya sedikit rasa aman di dunia yang terasa semakin asing.

Setelah menghabiskan sarapannya, Xiao Yun berdiri dan mengambil sebuah keranjang bambu dari sudut ruangan. Di dalamnya tersimpan beberapa peralatan sederhana yang selalu ia bawa saat memasuki hutan, seperti pisau kecil, tali, dan sejumlah tanaman obat kering hasil pencariannya beberapa hari sebelumnya.

Sejak kecil, kakeknya telah mengajarinya banyak hal tentang tanaman obat. Lelaki tua itu mengenalkan berbagai jenis akar, daun, bunga, dan jamur yang tumbuh di sekitar pegunungan. Xiao Yun diajari membedakan mana yang bernilai tinggi, mana yang beracun, dan mana yang dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang dalam keadaan darurat. Pengetahuan itulah yang kini menjadi satu-satunya cara baginya untuk bertahan hidup.

Dengan keranjang di punggung, Xiao Yun meninggalkan rumah dan berjalan menyusuri jalan desa yang mulai ramai oleh aktivitas penduduk. Namun seperti biasa, kehadirannya segera menarik perhatian.

Beberapa anak yang sedang bermain di tepi jalan menghentikan permainan mereka dan memandangnya dengan tatapan mengejek.

"Itu si anak tanpa Qi."

"Hahaha... mungkin dia pergi mencari rumput buat dimakan lagi."

"Aku heran kenapa dia masih terus mencoba."

Tawa mereka terdengar nyaring di udara pagi.

Salah seorang bocah bertubuh gemuk sengaja berjalan ke arahnya dan menabrakkan bahunya dengan keras.

Bruk!

Tubuh Xiao Yun sedikit terhuyung, sementara keranjang bambu di punggungnya hampir jatuh ke tanah.

Bocah itu tertawa puas sebelum berkata dengan nada menghina, "Kalau aku jadi dia, lebih baik mati saja daripada hidup seperti itu."

Anak-anak lain langsung ikut tertawa.

Xiao Yun tidak membalas.

Ia hanya menundukkan kepala sambil mengepalkan tangan di samping tubuhnya.

Di Benua Tianxu, hampir setiap anak mulai merasakan keberadaan Qi ketika menginjak usia empat atau lima tahun. Qi adalah fondasi seluruh jalur kultivasi dan menjadi penentu masa depan seseorang. Anak yang mampu menyerap Qi akan dihormati dan memiliki kesempatan mengubah nasibnya. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki bakat sering kali dipandang rendah.

Dan Xiao Yun termasuk yang paling buruk di antara semuanya.

Tubuhnya seolah menjadi ruang kosong yang menolak segala bentuk energi langit dan bumi. Berulang kali ia mencoba bermeditasi mengikuti petunjuk para tetua desa, tetapi hasilnya selalu sama. Tidak ada Qi yang masuk ke tubuhnya. Tidak ada perubahan sedikit pun.

Karena itulah penduduk desa memberinya julukan yang menyakitkan.

Anak tanpa Qi.

Sampah kultivasi.

Seorang wanita yang sedang membawa anaknya bahkan segera menjauh ketika melihat Xiao Yun lewat.

"Jangan terlalu dekat dengannya," katanya dengan suara pelan namun cukup keras untuk didengar. "Anak itu ditemukan di dekat Hutan Terlarang. Siapa yang tahu nasib buruk apa yang dibawanya."

Xiao Yun menggigit bibirnya dan mempercepat langkah.

Ucapan seperti itu sudah terlalu sering ia dengar selama bertahun-tahun.

Sebagian orang menyebutnya bayi tak dikenal.

Sebagian lagi menyebutnya pembawa sial.

Namun apa pun julukan yang diberikan orang-orang, hanya ada satu orang yang selalu memperlakukannya seperti manusia biasa.

Kakeknya.

Dan kini orang itu telah tiada.

Tak lama kemudian, rumah-rumah kayu Desa Kabut mulai menghilang dari pandangan. Di hadapan Xiao Yun terbentang lautan pepohonan yang diselimuti kabut abu-abu pekat.

Hutan Terlarang.

Tempat yang menjadi sumber berbagai legenda menyeramkan di desa.

Konon banyak pemburu yang memasuki bagian terdalam hutan itu tidak pernah kembali. Sebagian ditemukan tewas, sementara sebagian lainnya hilang tanpa jejak seolah ditelan kegelapan.

Namun Xiao Yun tidak memiliki banyak pilihan.

Tanaman obat yang bernilai tinggi hanya tumbuh di dalam hutan tersebut.

Menarik napas panjang untuk menenangkan diri, ia melangkah melewati batas pepohonan.

Kabut dingin segera menyelimuti tubuh kecilnya.

Suara ranting patah, gemerisik dedaunan, dan lolongan samar binatang buas terdengar dari kejauhan. Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi seperti bayangan monster yang mengawasi setiap langkahnya dari balik kegelapan.

Meski wajahnya tampak pucat, Xiao Yun tetap berjalan maju tanpa ragu.

Namun tepat ketika ujung jari Xiao Yun hampir menyentuh bunga itu, sebuah geraman rendah tiba-tiba terdengar dari balik kabut yang menyelimuti hutan.

GRRRRRRR...

Suara tersebut tidak keras, tetapi cukup dalam hingga membuat udara di sekeliling terasa bergetar. Tubuh Xiao Yun langsung menegang, seolah nalurinya memperingatkan bahaya yang mendekat. Dengan gerakan perlahan, ia mengangkat kepala lalu menoleh ke arah datangnya suara itu.

Di balik kabut putih yang tebal, perlahan muncul sepasang mata merah darah yang memancarkan cahaya menyeramkan. Tatapan itu tidak berkedip sedikit pun, terus mengunci tubuh kecil Xiao Yun. Beberapa detik kemudian, seekor serigala raksasa melangkah keluar dari balik pepohonan dengan gerakan tenang namun penuh tekanan.

Tubuh binatang itu hampir dua kali lebih tinggi daripada Xiao Yun. Bulu hitam legam yang menutupi seluruh badannya berdiri tegak menyerupai duri, sementara sepasang taring panjang mencuat dari mulutnya, tampak masih menyisakan noda darah yang telah mengering. Setiap langkah yang diambilnya memancarkan aura haus darah yang begitu pekat hingga membuat suasana hutan berubah semakin mencekam.

Serigala Iblis.

Wajah Xiao Yun seketika memucat. Ia memang belum pernah melihat makhluk itu secara langsung, tetapi kisah mengenainya sudah berkali-kali didengar dari para pemburu Desa Kabut. Mereka selalu mengatakan bahwa bahkan pemburu dewasa yang bersenjata lengkap pun bisa kehilangan nyawa apabila bertemu dengan binatang iblis tersebut.

Sedangkan dirinya...

Ia hanyalah seorang bocah berusia lima tahun yang bahkan tidak memiliki Qi.

Serigala Iblis itu tetap menatap Xiao Yun tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun. Lidah panjangnya perlahan menjilat taring tajam yang masih berlumuran darah kering, seolah sedang menikmati bayangan mangsa yang akan segera disantap.

GRRRRRRR!

Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, binatang iblis itu tiba-tiba melompat ke depan.

"Lari!"

Hampir secara naluriah Xiao Yun membalikkan tubuhnya, lalu berlari sekuat tenaga meninggalkan tempat itu. Kedua kakinya menghantam tanah berlumpur tanpa henti, sementara napasnya mulai memburu akibat rasa takut yang terus mendesak dadanya. Di belakangnya terdengar derap langkah berat Serigala Iblis yang semakin lama semakin mendekat.

BRAK!

Sebuah pohon kecil roboh begitu saja ketika tubuh besar Serigala Iblis menerjangnya tanpa mengurangi kecepatan sedikit pun. Jarak di antara mereka terus menyusut dengan cepat.

"Tolong..."

Xiao Yun menggertakkan giginya sambil memaksa kedua kakinya terus bergerak. Ia tahu bahwa tubuh seorang anak berusia lima tahun tidak mungkin mampu mengungguli kecepatan seekor Hewan Iblis.

Benar saja, belum lama kemudian kakinya tersangkut akar pohon yang mencuat dari tanah.

BRUUK!

Tubuh kecilnya terhempas keras ke permukaan tanah berbatu. Lengan kirinya menghantam sebuah batu tajam hingga robekan panjang terbuka di kulitnya. Rasa sakit langsung menjalar, disusul darah segar yang perlahan menetes membasahi tanah di bawahnya.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
🔵Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!