NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Diselingkuhi saat hamil besar, ia hampir kehilangan segalanya, termasuk anak yang belum sempat ia peluk.

Di titik terendah hidupnya, seorang pria asing menyelamatkannya.
Berbahaya. Dingin. Dan tidak pernah memberi tanpa imbalan.

Satu syarat.
Satu ikatan yang tak bisa ia tolak.

Demi bertahan… demi anaknya, ia menerima.
Lima tahun berlalu.

Hidup yang ia bangun perlahan terasa utuh, hingga masa lalu datang kembali, menuntut apa yang dulu ia abaikan.

Namun kali ini, ia bukan wanita yang sama.
Dan pria di sisinya…
bukan seseorang yang bisa disentuh tanpa konsekuensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Aroma masakan hangat memenuhi dapur.

Di tengah kesunyian rumah besar itu, Alyssa Liu berdiri di depan kompor, satu tangannya menopang pinggangnya yang mulai pegal, sementara tangan lainnya perlahan mengaduk sup di dalam panci.

Perutnya yang membesar membuat setiap gerakan terasa lebih berat.

Namun ia tetap bertahan.

Sesekali, ia berhenti, menarik napas pelan, lalu mengusap perutnya dengan lembut.

“Sebentar lagi selesai…” gumamnya lirih, seolah berbicara pada bayi dalam kandungannya.

Di atas meja makan, berbagai hidangan sudah tertata rapi.

Semua itu… untuk satu orang.

Matanya sesekali melirik ke arah jam di dinding.

Sudah lewat dari waktu makan malam. Namun pria yang ia tunggu belum juga pulang.

Alyssa tersenyum tipis, meski ada kelelahan yang tak bisa disembunyikan.

“Mungkin dia masih sibuk…” bisiknya, mencoba menenangkan diri sendiri.

Ia berjalan perlahan menuju meja, langkahnya hati-hati. Kursi ditarik pelan, lalu ia duduk, satu tangan tetap berada di perutnya.

Rumah itu terlalu sepi.

Tak ada suara selain detak jam yang terasa semakin keras.

Ting tong.

Suara bel memecah kesunyian rumah itu.

Alyssa yang sedang duduk perlahan mengangkat kepalanya. Wajahnya sedikit berbinar, tangannya refleks mengusap perutnya yang membesar.

“Sepertinya papa sudah pulang,” ucapnya lembut pada bayi dalam kandungannya.

Dengan hati-hati, ia bangkit. Langkahnya pelan, satu tangan menopang pinggangnya yang terasa pegal, menuju pintu utama.

Klik.

Pintu terbuka.

Namun senyum di wajahnya perlahan memudar.

“Ma…” ucap Alyssa pelan.

Di hadapannya berdiri seorang wanita paruh baya dengan tatapan tajam,Jean Lin, ibu dari Darius.

Tanpa menunggu dipersilakan, wanita itu langsung melangkah masuk dengan angkuh, sepatu haknya berbunyi nyaring di lantai.

“Darius belum pulang?” tanyanya dingin, matanya menyapu seisi rumah.

Alyssa menunduk sedikit.

“Mungkin masih sibuk di perusahaan, Ma. Aku sudah menyiapkan makan malam… bagaimana kalau Mama makan dulu?”

Jean berhenti. Ia menoleh tajam pada menantunya.

“Makan?” ulangnya sinis. “Selain makan, apa lagi yang bisa kau lakukan?”

Alyssa terdiam.

“Suamimu bekerja keras di luar sana, sementara kau hanya duduk diam di rumah. Bahkan tidak tahu bagaimana membantu suamimu sendiri,” lanjut Jean tanpa ampun.

“Ma, aku—”

“Cukup!” potong Jean tegas.

Ia melangkah mendekat, tatapannya penuh penilaian.

“Kalau suamimu belum pulang, bukankah seharusnya kau yang mengantarkan makanan ke kantornya? Bukan hanya duduk menunggu seperti wanita tak berguna.”

Napas Alyssa tertahan.

“Anakku menikahimu bukan untuk dijadikan beban,” lanjut Jean dingin. “Semua yang kau miliki sekarang adalah pemberian anakku. Kalau bukan karena pernikahan itu, dia sudah bersama wanita dari keluarga terpandang.”

Kata-kata itu menghantam tanpa jeda.

Alyssa menunduk, tangannya tanpa sadar menggenggam perutnya.

“Ma… bukan aku tidak mau,” ucapnya pelan. “Darius yang tidak mengizinkanku pergi ke perusahaan.”

“Jangan mencari alasan,” balas Jean tajam.

Wanita itu melipat tangan, menatap Alyssa dari ujung kepala hingga kaki.

“Masih berdiri saja? Apa kau pikir melahirkan tidak butuh biaya? Membesarkan anak tidak butuh uang?” suaranya semakin keras.

Alyssa terdiam, tak mampu membalas.

“Pergi,” perintah Jean dingin. “Antarkan makanan itu ke suamimu.”

Beberapa saat kemudian.

Alyssa duduk di dalam taksi, tangannya memeluk kotak makan yang ia siapkan sendiri. Perutnya yang membesar membuatnya sulit bergerak, bahkan untuk sekadar menarik napas panjang pun terasa berat.

Sesekali ia meringis, menahan nyeri di pinggang dan kakinya yang mulai lelah.

Namun ia tetap bertahan.

Demi suaminya.

Mobil berhenti di depan gedung perusahaan.

Dengan hati-hati, Alyssa turun. Langkahnya pelan, nyaris tertatih, satu tangannya menopang pinggang, sementara tangan lainnya menggenggam erat kotak makan itu.

Ia masuk ke dalam gedung, menuju lift.

Tangannya menekan tombol lantai 20.

Di dalam lift, ia mencoba menghubungi nomor suaminya.

Sekali.

Dua kali.

Tidak ada jawaban.

“Kenapa Darius tidak mengangkat teleponku…?” gumamnya pelan. “Apa dia sedang rapat? Lebih baik aku langsung ke ruangannya saja…”

Ding.

Lift terbuka.

Lantai itu terasa sepi. Lampu-lampu sebagian redup, menciptakan suasana sunyi yang aneh.

Alyssa melangkah perlahan menuju ruang kerja suaminya.

Namun langkahnya terhenti.

Suara asing terdengar dari dalam.

Pelan… namun cukup jelas untuk membuat jantungnya berdegup tak karuan.

Alyssa menahan napas. Perlahan, ia mendekat.

Tangannya gemetar saat menyentuh kaca besar di depan ruangan itu.

Dan di sanalah...dunianya runtuh.

Di balik kaca, seorang pria yang sangat ia kenal…

Darius Fan...sedang bersama wanita lain. Sedang melakukan hubungan badan di sofa. Keduanya sedang menikmati sehingga mengeluarkan suara desahan.

Wanita itu… bukan orang asing. Itu adalah sekretarisnya.

Mata Alyssa membesar. Tangannya refleks menutup mulutnya sendiri, menahan suara tangis yang hampir pecah.

Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

“Darius… kapan kau akan menceraikan istrimu?” suara wanita itu terdengar jelas. “Aku tidak ingin hubungan kita terus disembunyikan. Sudah enam bulan kita seperti ini…”

Tubuh Alyssa membeku.

"Enam bulan…?

“Setelah anak itu lahir,” jawab Darius santai, tanpa sedikit pun rasa bersalah. “Aku akan mengambil anak itu… lalu menceraikannya.”

Kotak makan di tangan Alyssa hampir terjatuh.

“Tenang saja,” lanjutnya dingin. “Posisi Nyonya Fan hanya untukmu.”

Wanita itu tertawa kecil.

“Benarkah? Kalau tidak cinta, kenapa kau menikahinya?”

“Aku tidak punya pilihan,” jawab Darius singkat. “Hanya untuk keturunan. Lagi pula, Mama lebih menyukaimu dibanding dia.”

Darius bergerak dengan liar di atas tubuh wanita itu.

Kalimat itu… seperti pisau.

Menusuk lebih dalam dari apa pun.

“Mama juga tahu…?” bisik Alyssa lirih.

Tubuhnya gemetar.

“Jadi… selama ini…” air matanya jatuh semakin deras, “kalian semua membohongiku…?”

1
stela aza
kenapa s Jean g di depak aja s dr rumah itu ,,, lagipula juga g berguna itu orang sama kaya anaknya ,,,
stela aza
lanjut thor up-nya double y ❤️❤️❤️
stela aza
dasar sampah ibu sama anak sama saja ,,, g guna ,,,,🤦
stela aza
good job Lucien,,, lanjut thor ❤️❤️❤️
💝F&N💝
lanjut, lagi.
ayooooo
stela aza
lanjut thor lagi seru bgt malah bersambung ❤️❤️❤️
Inez Putri
ayuk thour jgn mbulet² ahh biar cpet beres. biar tau rasa. dpt blsnnya
stela aza
lanjut thor up-nya double donk ❤️❤️❤️
💝F&N💝
hukuman itu
💝F&N💝
ayo up lagi doooooong😅😅😅
Dini Anggraini
Itu karena do'a seorang istri yang tulus dan ikhlas menembus langit kamu gak bisa lagi selingkuh sama Vanessa. Bagaimana bila kamu lemah apakah Vanessa akan tetap setia sama kamu ataukah mencari penggantimu. Alssya wujudkan keinginanmu menikah dengan Lucien dan ambil hak asuh anakmu dan harta bersamamu jangan mau keluar tanpa apapun. 😍😍😍
stela aza
next thor up-nya double ❤️❤️
💝F&N💝
lanjut lagi thor.yang banyak
Basri Ambung
sangat bagus ,aku suka jalan ceritanya
stela aza
lanjut up-nya double thor
Minarni
lanjut ya
stela aza
lanjut thor up-nya double y 🤭
Dini Anggraini
Bagus alyssa apalagi kamu punya video saat Darius dan Vanessa melakukan hubungan badan itu akan semakin membuatmu menang di pengadilan hak asuh anak, kekayaan Darius akan jatuh ke tanganmu. Setelah sendiri nanti mulailah berkarir lagi buktikan pada Darius tanpanya kamu bisa sukses sampai kamu bisa bilang Hai mantan kamu bukan seleraku lagi. Semangat 💪💪💪
stela aza
lanjut thor double y kemarin g up
Dini Anggraini
Bagus alyysa balas dendam terbaik adalah merangkul musuhmu saat musuhmu lena dengan perlakuan manismu di saat itulah kamu mengumpulkan bukti sebanyak2 nya untuk menggugat cerai suamimu dan ambil hak asuh anakmu. Biarkan perusahaan Darius koleps dengan skandalnya. Kamu bila sudah janda nanti perbaiki hidupmu buat karirmu yang sempat redup berjaya lagi. Dan saat kamu sudah berjaya jangan pernah mau balikan sama mantan lagi. 😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!