NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Setelah Kamera Mati

​"Oke, syuting hari ini selesai! Good job, semuanya! Silakan istirahat," teriak kru melalui pengeras suara.

​Lampu-lampu sorot besar di halaman belakang satu per satu mulai dimatikan. Pasangan Kenzo dan Laura sudah pamit pulang sejak sepuluh menit yang lalu, menyisakan keheningan malam yang mendadak terasa canggung di area luar rumah mewah itu.

​Begitu sutradara memastikan kamera utama dalam mode off, Sienna langsung melepaskan sendok yang sejak tadi dipegangnya. Dia menarik tangannya masuk ke dalam selimut wol, lalu menatap Declan dengan tatapan campur aduk.

​"Lo... lo tadi sengaja ya nyari kesempatan?" tanya Sienna, suaranya masih sengau, mencoba mengembalikan mode galaknya walau jantungnya masih berdegup tidak karuan.

​Declan berdiri dari kursinya, merapikan kemejanya yang mulai mengering dengan ekspresi wajah yang kembali sedingin es dalam sekejap. Sisi lembut, telaten, dan penuh perhatian yang dia tunjukkan lima menit lalu menguap begitu saja.

​"Nyari kesempatan apa?" sahut Declan ketus, melirik Sienna dari atas ke bawah. "Gue cuma jalanin skenario kontrak biar ratingnya pecah. Dan terbukti, kan? Server mereka sempat down gara-gara akting gue."

​Sienna mendengus kesal, buru-buru menyibak selimut wolnya dan berdiri. Gengsinya yang setinggi langit langsung terluka mendengar kata 'akting' keluar dari mulut pria itu. Padahal, beberapa menit lalu dia sempat berpikir kalau Declan benar-benar mengkhawatirkannya dengan tulus.

​"Oh, jadi semuanya cuma demi rating?!" semprot Sienna, melangkah maju hingga berhadapan langsung dengan Declan. "Termasuk adegan niupin sup, ngusap tangan gue, sama... sama kejadian gak sengaja di dahi tadi siang?!"

​Declan menghentikan langkahnya. Dia menatap Sienna lekat-lekat, menyembunyikan kepanikan yang sempat melintas di matanya di balik tatapan meremehkan. "Kenapa? Lo baper? Kan dari awal gue udah bilang, kurang-kurangin sifat kegeeran lo itu, Rose. Gue ngelakuin itu semua biar manajer kita nggak pusing bayar denda penalti kontrak."

​"Gue? Baper? Sama cowok kaku kayak lo? Cuih! Jangan mimpi ya, Declan Bryer!" Sienna bersedekap, memalingkan wajahnya yang mendadak terasa panas karena menahan malu dan kesal. "Gue cuma mau mastiin aja. Soalnya akting lo tadi terlalu berlebihan. Jijik tahu nggak gue disuapin kayak anak kecil gitu!"

​"Kalau jijik, kenapa tadi lo mangap aja pas gue suapin? Nggak nolak tuh," sindir Declan tajam, menyunggingkan senyum sinis andalannya.

​"Itu... itu karena gue capek! Kepala gue pusing gara-gara bersin terus! Kalau bukan karena terpaksa, gue mending kelaparan daripada harus nerima suapan dari musuh bebuyutan gue!" balas Sienna tidak mau kalah. Suaranya yang serak malah membuat omelannya terdengar menggemaskan, bukan menyeramkan.

​Declan mendengus pelan, lalu merampas mangkuk kosong di atas meja dengan kasar. "Ya udah, bagus kalau lo paham itu cuma profesionalitas kerja. Lagian, lo tuh ngerepotin banget. Gara-gara kecerobohan lo main balon air siang tadi, gue terpaksa harus ikutan repot ngurusin lo yang mau tepar."

​"Heh! Siapa yang minta diurusin?! Gue nggak pernah minta ya! Lo sendiri yang tiba-tiba datang bawa selimut, bawa cokelat panas, terus sok-sokan meluk tangan gue! Bilang aja lo emang modus mau pegangan tangan sama supermodel papan atas kayak gue!" Sienna menunjuk dada Declan dengan jari telunjuknya, memprovokasi pria itu ala cewek cegil yang keras kepala.

​Declan menangkap pergelangan tangan Sienna, menghentikan gerakan jari cewek itu tepat di depan dadanya. Tatapannya mendadak menggelap, membuat Sienna refleks menahan napas.

​"Modus?" Declan berbisik rendah, menundukkan kepalanya sedikit agar wajah mereka sejajar. "Sienna, denger ya. Di Italia, model yang jauh lebih seksi dan penurut dari lo itu ngantre buat megang tangan gue. Jadi, jangan pernah berpikir kalau gue bakal beneran jatuh hati sama cewek galak, ceroboh, dan hobi ngambek kayak lo."

​Sienna menggertakkan giginya, mencoba menarik pergelangan tangannya dari cengkeraman Declan yang terasa sangat hangat, tapi cengkeraman itu terlalu kuat namun anehnya tidak menyakitkan sama sekali. "Lepasin, Declan! Lo egois banget ya! Mulut lo tuh bener-bener kayak racun!"

​"Gue lepasin," ucap Declan, melepas genggamannya perlahan. Dia berbalik memunggungi Sienna, membawa mangkuk dan gelas kotor ke arah dapur dalam rumah. "Masuk ke dalam. Angin malam di luar makin kencang. Jangan nyusahin gue lagi dengan bikin diri lo makin sakit besok pagi."

​"Declan sialan! Kanebo kering! Cowok labil!" teriak Sienna frustrasi ke arah punggung Declan yang mulai menjauh. Dia menghentakkan kakinya ke tanah berkali-kali sebelum akhirnya berjalan cepat menyusul masuk ke dalam rumah, membanting pintu kaca belakang dengan cukup keras.

​Di dalam kamar utama, setelah suasana benar-benar sepi dari aktivitas kru, sisa-sisa perdebatan tadi masih menyisakan rasa sesak yang aneh di dada masing-masing.

​Sienna sudah bergelung di balik selimut tebalnya di atas kasur king size. Posisinya memunggungi sofa tempat Declan tidur. Matanya menatap kosong ke arah dinding, tangannya perlahan meraba telapak tangannya sendiri yang tadi sempat digosok oleh Declan.

​Gue bego banget. Kenapa juga tadi sempat mikir dia tulus? Dia itu Declan, musuh lo dari kecil, Sienna! Dia benci sama lo gara-gara masalah SMA dulu, batin Sienna miris. Air mata hangat hampir saja menetes dari sudut matanya, mengingat betapa rapuhnya dia di balik topeng cegil yang selalu dia pakai untuk melindungi diri dari rasa kecewa setelah ditinggal oleh ayahnya.

​Sementara itu, di sudut kamar yang gelap, Declan duduk bersandar di sofa panjang dengan kaki yang menekuk. Dia sama sekali belum memejamkan mata. Declan menatap punggung Sienna dari kejauhan, menghela napas panjang yang terdengar sangat berat di keheningan malam.

​Dia melihat telapak tangannya sendiri. Tangannya masih bisa merasakan betapa dinginnya tangan Sienna malam tadi, dan bagaimana rapuhnya tubuh cewek itu saat dia bungkus menggunakan selimut.

​Kenapa mulut gue selalu ngeluarin racun setiap kali di depan lo, Sienna? batin Declan frustrasi, menjambak rambutnya sendiri dengan satu tangan.

​Dia tidak bohong saat di depan kamera tadi. Perhatiannya, kepanikannya saat Sienna terluka, dan caranya menghangatkan tangan cewek itu... semuanya murni keluar dari lubuk hatinya yang terdalam. Dia masih sangat mencintai cewek itu. Namun, rasa kecewa karena mengira Sienna mengkhianatinya demi taruhan Edrick Jasper di masa lalu, ditambah dengan trauma perceraian orang tuanya, membuat Declan terlalu takut untuk menunjukkan sisi lemahnya lagi.

​Declan menarik selimutnya sampai ke dada, lalu memejamkan mata dengan perasaan berkecamuk. Maaf, Sienna. Gue terpaksa harus pakai tameng ketus ini, karena kalau gue jujur... gue takut bakal hancur buat yang kedua kalinya gara-gara lo.

​Di dalam kamar yang sunyi itu, dua hati yang sebenarnya saling merindukan justru saling memunggungi, terhalang oleh tembok tebal bernama gengsi dan luka masa lalu yang belum sempat disembuhkan.

1
Aidil Kenzie Zie
si jalang cari mati 😡😡😡
Ariska Kamisa: sabar ya kak🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran sama masa lalunya mereka 🤔🤔
Ariska Kamisa: Hehe, sabar ya kak 🤭. Masa lalu mereka penuh cerita yang belum terungkap. Nanti sedikit demi sedikit bakal terjawab kok, jadi stay read terus yaa ❤️✨
total 1 replies
umie chaby_ba
eitts ... kisseu??🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
satu-satunya ga tuh sienna ciyee
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kenapa harus bungkam sih? udah sih dec langsung ngaku aja
Ariska Kamisa: mungkin ada ketakutan lain
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
edrick yang mantannya sienna?
Ariska Kamisa: betul sekali🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah mantan atau cinta yang tidak tersampaikan nih Thor
Ariska Kamisa: seperti cinta yang terpaksa dia pendam
total 1 replies
umie chaby_ba
sienna mulai jatuh cinta 🤭
Ariska Kamisa: udh bergetar hatinya kak🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
aslinya bukan sekedar akting kali ah
Ariska Kamisa: lebih dari hati banget gitu yaa aktingnya🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Declan ini beneran apa akting🤣
umie chaby_ba
ini benci jadi cinta mesti..
Ariska Kamisa: betul kak...
total 1 replies
umie chaby_ba
mampir kesini deh🤭
Ariska Kamisa: terimakasih kak,
stay read yaa🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
duh.. penasaran kelanjutan nya nih.. si Edrick udh masuk /Whimper/
Ariska Kamisa: stay read ya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
kocaghh sih Sienna Sienna liat sikon ngapa 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar sienna 🤭
total 1 replies
Aldah Karisa
wow wow akhirnya ciuman juga mereka 🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aldah Karisa
cerita nya bagus nih...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjutkan thor
Ariska Kamisa: siap kak🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjut ah
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
yaelah Declan kenapa harus gitu sih
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!