NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Malam itu, Seraphina yang akrab dipanggil Sera, masih duduk sendirian di depan TV di atas sofa yang dingin, beralaskan selimut rajut, di dalam rumah mewah nan luas sejauh mata memandang.

Tiga tahun lalu, dia menikahi CEO Ashford Sync yang dikenal sangat dingin. Pernikahan mereka terjadi karena pejodohan yang dilakukan dua keluarga besar. Sebenarnya bukan Sera yang seharusnya mendapatkan perjodohan ini, melainkan Katrina, adiknya, anak kandung keluarga Gunawan.

Namun, adiknya tidak ingin bersinggungan dengan Dominic Ashford yang terkenal dingin dan kejam kepada semua orang, terutama perempuan. Oleh karena itu, Katrina memaksa Sera untuk menggantikannya.

Sera yang selama ini merasa putus asa tinggal di rumah Gunawan mau tidak mau menerima keinginan Katrina. Demi kebebasan yang tidak pasti, namun dia tetap memilih jalan itu untuk meninggalkan rumah Gunawan yang menyesakkan.

Di sana dia hanya dilihat sebagai alat agar keluarga Gunawan memiliki penerus; mereka menyiksanya, menghinanya, dan bahkan menelantarkannya setelah akhirnya mereka memiliki keturunan.

Begitulah nasib Sera. Ketika pertama kali bertemu dengan Dominic, dia berkata dengan lugas, "Aku tidak butuh apapun. Aku hanya ingin meninggalkan rumah itu."

"Baguslah kalau kau tidak berharap banyak. Aku juga tidak ingin memiliki hubungan lebih jauh denganmu... Aku sudah memiliki orang yang kusukai. Aku hanya ingin kau berperan sebagai nyonya yang baik di depan umum," ungkap Dominic dengan datar dan terkesan dingin.

Hati Sera mencelos seperti ingin copot, padangan matanya menjadi turun seperti kepercayaan dirinya terhempas jauh entah kemana. Namun, dia sadar bahwa di dunia ini tak ada yang mencintainya. Dia hanya seorang anak yatim-piatu yang diambil angkat oleh orang kaya. Bisa mendapatkan kemewahan saja sudah cukup membuatnya merasa bersyukur.

Begitulah mereka menikah tanpa resepsi mewah hanya bertuliskan tanda penikahan dengan tanda tangan dari pihak masing-masing dan surat perjanjian untuk tidak menyentuh daerah privasi masing-masing, tanpa kehangatan dan keharmonisan layak pasangan dalam rumah tangga.

Saat pertama kali, Sera menginjakkan kaki ke kediaman Dominic, dia mengeret kopernya hingga masuk kedalam rumah itu memandang seluruh isi rumah yang berlantaikan marmer hitam yang mewah di padukan dengan warna putih yang kontras. Namun, yang jadi pertanyaan sekarang bukanlah design rumah itu, tetapi batas mana yang harus perhatikannya dirumah ini.

Tiba-tiba terlihat seorang wanita yang sudah memutih rambutnya, nampak mengelap tangan dengan celemeknya kemudian tersenyum ramah pada Sera, "Nyonya, Anda Nyonya yang di kabarkan Tuan, akan datangkan?"

"Iya," ujarnya dengan bingung.

Wanita itu nampak tersenyum, kemudian menarik tangan Sera dengan lembut, "Saya Yuni, Nyonya, kepala pelayan di rumah ini, kebetulan yang lain sedang bekerja jadi tidak bisa menyambut Anda. Hanya saya saja disini," ucap Yuni masih dengan senyum tulusnya.

Sera hanya diam, namun di dalam hati nya mengatakan, "Hah... Sudahlah, lagi pula aku bukan benaran Nyonya mereka, dan mungkin suatu saat aku akan di tinggalkan ketika pria itu membawa kekasihnya pulang,"

"Hem... Nyonya, Tuan mengatakan tidak akan pulang hari ini, pasti Anda sedang mencari Tuan," kata Yuni membuyarkan lamunan Sera, sontak membuat Sera menoleh pada Yuni sembari membulatkan mata, "Tidak..."

"Oh, Baiklah," ucap Yuni mengambil koper Sera tanpa rasa bersalah telah mengagetkannya, "Tuan, sudah menjelaskan pada saya bahwa setelah beliau makan Anda baru boleh keluar dari kamar, Anda boleh memakai semua fasilitas kecuali... ruang baca pribadi Tuan, kamar Tuan, ruang kerja Tuan, dan ruang rahasia yang berada di sisi timur." jelas Yuni sembari menujukkan arah ke kamar Sera.

Sera melihat-lihat tempat yang tunjuk oleh Yuni, dan mulai memahami penjelasan dari pelayan itu kemudian menganggukkan kepala, "Ya aku paham untuk apa juga aku kesana," ungkapnya dalam hati.

"Nyonya ini kamar Anda," ujar Yuni meletakkan koper di dalam kamar paling ujung di lantai dua, Sera nampak celingak-celinguk meskipun kamar itu sangat tersudut, namun bersih, lengkap dan terlihat nyaman, tidak seperti kamarnya di rumah Gunawan.

"Kamar ini sangat nyaman, setidak aku bisa merasa aman,"gumamnya dalam hati, "Terima kasih Bi Yuni," ungkap Sera.

"Sama-sama Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu. Jika butuh apa-apa, panggil saja saya atau pelayan lainnya dengan walkie-talkie yang berada di samping kasur ya. Selamat beristirahat," ucap Yuni sambil menutup pintu kamar Sera dengan perlahan.

*

*

Seperti itulah kehidupan Sera selepas meninggalkan rumah Gunawan, awalnya begitu menyenangkan meskipun dalam keterbatasan ruang gerak.

Namun, perasaan di abaikan ternyata juga begitu menyesakkan. Ketika Dominic jarang di rumah dan selalu pulang larut malam. Begitupun perasaan cinta mulai tumbuh di hati Sera meskipun awalnya dia menyangkal semua, seolah mengatakan lain di hati, lain di bibir.

Terkadang kegelisahan mulai muncul dengan tiba-tiba karena meningat Dominic mencintai wanita lain yang tentu bukan dirinya. Terkadang Sera duduk di ujung ranjang tepat di lantai yang dingin itu sembari menarik bibirnya mencoba menghalau kegelisahan yang terus memuncak.

Hal ini terus terjadi selama beberapa tahun kedepan membuat keadaan mereka makin canggung, ketika Sera menatap mata Dominic yang terkadang nampak berbinar dikala menatap wajahnya saat di pesta-pesta kolega Dominic.

"Apa yang kau lihat? fokus saja pada pestanya," ujar Dominic ketika mata mereka saling bertemu.

Mendengar perkataan itu hati Sera menjadi sakit, kemudian memalingkan wajah tak sengaja air mata jauh sedikit mengarah kepipinya. Namun, entah mengapa dia tetap menyukai pria dingin itu yang kini sedang memutar gelas yang berisi wine itu.

"Hai bos, kau datang bersama siapa?" sapa seorang kolega nampak basa-basi dan meletakkan tangannya di saku celananya.

Dengan sigap Dominic menarik pinggang Sera yang membuat nya kaget, dan harus buru-buru melepaskan kesedihan kemudian menoleh pada teman suaminya itu dengan wajah yang tersenyum palsu, "Dia istriku Sera,"

"Hai," ucap Sera mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah pada pria itu.

"Celesta, kau tau perempuan cinta pertama mu itu, katanya akan pulang dari Amerika, padahal dia sudah jadi artis besar disana kenapa ya? Hahaha... Maafkan aku mengingatkan mu pada cinta pertama mu itu," ungkap pria itu tanpa basa-basi seolah Sera tidak berada disana untuk mendengarkan obrolan mereka.

Sera yang mendengar hal itu terlihat murung, nampak jelas pada kerutan keningnya seolah yang baru saja dia dengar adalah bencana yang akan segera tiba. Dominic menangkap dengan jelas wajah cemas itu, namun hanya aura dingin dan nampak tidak suka yang terlihat oleh Sera. Membuat Sera mengalihkan padangannya.

"Aku ingin kesana sebentar," ujar Sera menujuk kearah para wanita yang sedang berbincang di dekat meja yang berisi makanan dan minuman.

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!