NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:490
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : BERTEMU KAMU

DISCLAIMER :

Cerita ini aku tulis dengan gaya ala manhwa penuh ekspresi, drama, dan emosi!

Kalau kalian suka vibe-nya, lanjut baca ya!

Dan jangan lupa tinggalkan komentar biar aku semangat update.

Selamat datang di dunia cerita ini~ Siap-siap terbawa perasaan! 💫

...****************...

Siang itu di kelas 2-A SMA Swasta suasana mendadak heboh. Begitu bel tanda akhir ujian berbunyi, semua murid langsung bersorak.

Lyla hanya tersenyum kecil dari bangkunya.

Tangannya masuk ke dalam tas, memastikan kotak make-up kecilnya masih aman di dalam sana. Benda itu selalu ia bawa ke mana-mana.

“Lyla! Moni, menghampiri.

“Klub teater lagi buka pendaftaran kru. Katanya sih butuh perias juga.”

Lyla menoleh.

“Perias?” tanyanya pelan.

“Iya. Buat pentas di gedung teater kota. Kamu coba deh! Waktu pensi kemarin aja, make-up kamu keren banget!” Moni tersenyum lebar.

Lyla hanya mengangguk pelan, hatinya berdebar. Ikut klub teater? Dunia yang ramai dan penuh orang? Tapi... jadi perias buat panggung sebesar itu juga terdengar seru.

Sore itu, Lyla berjalan sendirian menuju gerbang , namun langkahnya terhenti matanya tertuju pada sebuah pengumuman di papan depan aula.

Selembar kertas dengan huruf besar tertulis:

“DICARI PERIAS!”

Jantung Lyla berdetak lebih cepat. Ia mendekat perlahan, menatap ke dalam aula .

Tiba-tiba

Seseorang menepuk bahunya dari belakang.

“Hah?!” Lyla menoleh, terkejut.

Seorang siswi dengan gaya nyentrik berdiri di sana. “Tertarik jadi perias?” tanyanya santai.

Lyla celingukan, gugup. “Ah... nggak kok. Aku cuma... lihat-lihat aja,” jawabnya pelan.

“Kalau cuma lihat-lihat, kenapa nggak sekalian masuk?” kata si siswi sambil merangkul bahu Lyla dengan akrab. “Ayo, aku temenin!”

Lyla belum sempat menolak, namun langkah mereka sudah mulai masuk ke aula.

Begitu masuk ke aula, suasananya langsung berbeda. Panggung kecil berdiri di salah satu sudut, beberapa orang latihan akting, yang lain sibuk mengurus kostum. Semua sibuk dan penuh semangat.

“Namaku Juliet, Aku bagian kostum. Tapi kami juga butuh perias. Kamu bisa make-up kan?” Juliet tersenyum lebar.

Lyla mengangguk pelan. “Iya….”

“Ok cocok."  jawab Juliet sambil melambai ke seseorang di ujung aula. “Nah tuh, Noah! Sini deh!”

Seorang cowok tinggi dengan rambut agak berantakan menoleh. Ia sedang membawa naskah dan ngobrol bersama temannya.

Lyla terpaku melihat Noah yang aura bintangnya begitu kuat. Kenapa dia baru tahu ada cowok kayak gini di sekolah?

Noah tersenyum begitu sampai di depan mereka. Lyla buru-buru menunduk, pipinya tersipu.

“Lihat, aku sudah dapatkan periasnya!” seru Juliet penuh semangat.

“Eh?! Aku nggak bilang mau ikut!” jawab Lyla buru-buru.

Juliet cemberut, suara kecewa, “Oh… aku pikir kamu mau gabung jadi perias… Padahal yang jadi modelnya Noah, lho.”

Ia langsung memegang pipi Noah dan mendorong wajahnya mendekat.

Lyla melirik Noah.

“Ka..., jangan gitu dong…” kata Noah sambil mencoba melepaskan tangan Juliet.

Juliet menggelengkan kepala dengan gaya dramatis, “Padahal, susah banget lho cari perias yang cocok buat wajah Noah.”

Lyla tersenyum kikuk, bingung harus berkomentar apa.

Noah menatap Lyla beberapa detik, lalu membuka suara, “Kamu nggak mau coba dulu? Aku mau, kok, jadi modelnya.”

“Eh…” Lyla bingung harus jawab apa

Juliet mendorong punggung Lyla ke arah ruang rias darurat di pojok aula.

“Nah, ayo di coba dulu ~” katanya ceria, lalu menutup tirai.

Kini Lyla dan Noah berdua di ruang kecil itu. Tirai tertutup membuat suasana terasa sesak. Lampu temaram, suara aula samar terdengar.

Noah duduk di kursi depan cermin, menatap Lyla santai, “Aku sudah siap.”

Dengan tangan gemetar, ia membuka set make-up, menyiapkan primer, cushion, concealer, bedak, dan lip tint natural.

Semua lancar, sampai bagian mata.

Noah menutup mata perlahan, ekspresinya tenang.

Lyla terpaku sejenak, merasa seperti pelayan yang sedang mendandani pangeran.

Ia menggambar garis mata tipis dengan pensil cokelat, menyikat alis, dan menambahkan shading halus di hidung.

Sampai bagian bibir.

Lyla memoleskan liptin tapi karena gugup saat mengoles warna, garisnya meleset sedikit keluar bibir.

“Ah maaf!” Lyla buru-buru mengusap dengan jari.

Mata mereka bertemu.

Jaraknya sangat dekat.

Lyla bisa melihat bayangan wajahnya sendiri di mata Noah.

Ia terpaku. Semua terasa lambat, seperti adegan drama. Lyla tersadar duluan. Wajahnya langsung merah padam, mundur satu langkah.

“Aku .. maaf.. aku nggak sengaja”

Tapi kakinya menginjak kabel lampu di lantai.

“Eh—!”

BRAKK!

Ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh, tepat menimpa Noah.

"Ugh!" Noah terkejut, refleks menahan tubuh Lyla.

Posisi mereka jadi sangat janggal.

Tirai ruang rias yang menggantung terseret—

BRUUUKK!

Semua orang di aula menoleh karena suara ribut. Di balik tirai, Lyla yang masih di atas tubuh Noah bisa merasakan degup jantungnya beradu cepat dengan Noah.

Suara langkah cepat dan tirai yang ditarik paksa membuat mereka langsung menjauh.

Begitu tirai terbuka…

Semua terdiam.

Suasana hening sesaat, lalu.

" HUUUHH....." 

Lyla buru-buru berdiri sambil membetulkan rambut dan tas make-up.

“Itu… itu beneran kecelakaan! Aku nggak sengaja!”

Juliet berdiri dengan tangan disilangkan, ekspresi penuh drama.

“Sudah kubilang. Ini takdir.”

“Takdir apaan sih, Kak!” Lyla hampir berteriak malu.

Noah tersenyum kecil, bangkit dari lantai.

“Aku baik-baik aja. Make-up-nya juga bagus"

Lyla makin bingung harus senang atau pingsan duluan. Juliet merangkul Lyla, matanya berbinar.

“Fix, kamu perias kami mulai hari ini!”

Lyla menghela napas dalam, berusaha tetap berdiri dengan sisa kewarasan.

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!