NovelToon NovelToon
Sentuhan Hangat Sahabat Putriku

Sentuhan Hangat Sahabat Putriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Duda
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Escendol94

Dewangga tak menyangka di usianya yang menginjak 42 tahun, dia harus menikahi sahabat putrinya karena kesalahan pahaman. Pernikahan mereka pun harus dirahasiakan dari sang putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Escendol94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Gara-gara Mati Lampu

Riri segera membuka pintu rumah saat membaca pesan dari Nura-sahabatnya. Dia tersenyum kikuk saat melihat wajah datar serta dingin Ayah dari Nura.

"Maaf, Om. Lama buka pintunya, tadi saya sedang mandi. Silahkan masuk, Om." Riri membuka pintu lebar, dan mempersilahkan pria dingin itu masuk ke dalam. "Maaf Om. Rumahnya kecil." Riri membersihkan kursi dan mempersilahkan pria dewasa itu duduk.

"Saya tidak punya banyak waktu. Saya beri kamu waktu sepuluh menit untuk bersiap."

Nada suara pria itu sangat dingin, membuat Riri mengangguk cepat. Tatapan mata pria itu selalu saja membuat Riri takut.

"Baik, Om." Riri bergegas masuk ke dalam kamar yang kebetulan berada di depan ruang tamu.

Namun, beberapa detik kemudian Riri kembali ke luar kamar dengan panik karena tiba-tiba mati lampu.

"Om, tunggu sampai lampu hidup ya." Suaranya pelan, Riri sedikit menggeser duduknya.

"Kenapa, takut?" Dewangga mengarahkan senter ponsel ke arah gadis yang duduk di sampingnya.

Riri mengangguk cepat, dia memang takut gelap. “Saya takut, Om."

"Cih, seperti anak SD saja! Cepat sana, saya temani!" Dewangga sedikit kesal, waktunya yang berharga harus terbuang sia-sia. Jika bukan karena permintaan sang putri, dia tak akan mau menjemput gadis ini.

Riri segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar. "Om, jangan ditinggal ya." Dia kembali menoleh ke belakang. Memastikan jika pria itu benar-benar menemaninya.

"Cepat sana! Waktu saya tidak banyak!" Dewangga kesal. Penerbangan setengah jam lagi, dan dia masih terjebak di rumah gadis culun ini.

Riri bergegas masuk ke dalam kamar setelah memastikan Dewangga ikut masuk ke dalam. Ia melangkah cepat menuju lemari.

Tiba di depan di lemari, Riri segera membuka lemari kayu dan memasukkan bajunya ke dalam tas ransel.

Dewangga menunggu di belakang sambil mengarahkan senter dari ponsel ke arah Riri. Dia melihat jam di pergelangan tangan, waktunya tidak banyak. “Bisa lebih cepat?!" Suaranya sedikit kesal.

Sedangkan Riri masih bingung mencari jaketnya. "Bentar, Om. Saya lagi cari jaket." Entah kemana jaketnya. "Perasaan udah aku taruh di lemari," gumamnya.

Dewangga berdecak kemudian menghampiri gadis itu. Dia berdiri di belakang Riri, mengarahkan senter ponsel ke dalam lemari. "Cepatlah. Kita harus segera tiba di Bandara!"

Setelah merayakan ulang tahun putrinya, yang diadakan jam dua belas malam nanti, Dewangga juga harus terbang ke Jepang.

“Nah, akhirnya ketemu juga." Riri segera memasukkan jaketnya ke dalam tas. "Sudah, Om.“ Karena ceroboh, dia tak sengaja tersandung kakinya sendiri.

Untung Dewangga dengan sigap menangkap tubuhnya. Kini Riri berada di pelukan lelaki itu. Karena terkejut, tubuhnya menjadi kaku. Jantungnya berdebar kencang. Dia mendongak, menatap tanpa berkedip lelaki dewasa yang sedang memeluknya.

Selama dua tahun mereka saling kenal, ini adalah kali pertama Riri menatap wajah Ayah sahabatnya dari jarak yang begitu dekat. ’Ternyata Om Dewangga tampan juga,' batinnya. Riri segera mengenyahkan pikirannya tentang lelaki dewasa ini.

Bagi Dewangga, ini juga kali pertama dia menatap sahabat putrinya dari jarak dekat. 'Ternyata gadis culun ini manis juga,' batinnya. 'Cih, apa yang aku pikirkan?' makinya dalam hati. Bisa-bisa dia punya pikiran yang aneh pada gadis culun ini.

Seketika lampu kembali menyala, tapi keduanya masih saling tenggelam dalam lamunan masing-masing. Riri masih berada dalam dekapan Dewangga.

“Nah, bener, kan Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian. Mereka sedang berbuat m3sum!“

Suara teriakan Ibu-ibu membuat keduanya tersadar. Dewangga melepas pelukannya, dan Riri menjauh dari Dewangga.

Riri panik melihat di depan kamarnya sudah banyak orang. Dia berjalan mendekati gerombolan warga dengan kaki gemetar.

“Maaf, tapi kami tidak sedang berbuat m3sum. Kalian salah paham. Kami-"

"Halah! Banyak alasan kamu, Riri! Sudah ketangkap basah masih saja ngeles! Ngapain kalian berdua-duaan di dalam kamar kalau tidak berbuat m3sum!" hardik Ibu paling gemuk, dia adalah tetangga sebelah rumah Riri. Ibu Nini namanya.

Dewangga segera menghampiri warga yang berkerumun di depan pintu kamar. "Maaf, tapi kami memang tidak berbuat seperti tuduhan kalian. Saya hanya menemani Riri mengambil baju."

Riri mengangguk cepat, kedua matanya sudah berkaca, hampir menangis. "Kalian harus percaya. Kami memang tidak berbuat m3sum. Kami berani bersumpah!“

"Alah! Jangan dengerin omongan mereka! Maling kalau udah ketangkep emang selalu cari alasan!"

"Iya, betul! Jangan percaya omongan dua orang pezina ini! Kita lucuti saja pakaian mereka! Kita arak keliling kampung!"

"Setuju! Kita botaki juga kepalanya!“

"Bakar saja sekalian! Biar kampung kita gak kena sial!"

Teriakan orang-orang membuat Riri ketakutan. Dewangga yang ada di samping langsung memeluk gadis itu. "Jangan takut. Saya akan menjelaskan pada mereka."

"Kalian salah paham! Saya dan Riri tidak berbuat m3sum. Saya bisa pidanakan kalian-“

Belum selesai Dewangga bicara, tiba-tiba, seseorang melempar batu dan mengenai kening Dewangga hingga mengeluarkan cairan merah.

Riri terkejut, matanya berkilat marah. Dia melepas pelukan Dewangga lalu berkacak pinggang. Menatap satu persatu warga yang menuduhnya dengan tatapan tajam. “Kalian jangan keterlaluan! Aku sama Om Dewangga gak berbuat m3sum! Jangan asal nuduh kalau gak ada bukti!" teriaknya marah.

"Berduaan di dalam kamar sudah jadi buktinya! Mau bukti apa lagi, hah?! Kami gak nyangka kamu yang kami kira gadis baik-baik ternyata gadis nakal!“

"Ibu, Bapakmu pasti gak tenang di kuburan lihat kelakuan anaknya!" celetuk Ibu Nini.

"Jangan bawa-bawa Bapak, Ibuku!" sentak Riri.

Si Ibu gemuk menarik tangan Riri, dan beberapa Bapak-bapak menarik tangan Dewangga. Mereka diperlakukan dengan kasar tanpa mau mendengar penjelasan keduanya.

Keduanya diseret ke luar rumah. Beberapa warga ada yang menarik paksa pakaian mereka.

"Hentikan! Kalian tidak boleh main hakim sendiri!" seru Pak RT yang datang dengan kepala desa serta Pak ustadz. Untung Pak RT sigap memanggil dua orang penting itu setelah mendengar laporan salah satu warga.

Semua warga yang menghakimi terdiam, dan mundur. Salah satu diantara mereka menghampiri Pak Ustadz.

"Mereka sudah berbuat maksiat, Pak Ustadz. Mereka harus diarak keliling kampung!"

Dewangga menarik Riri dalam pelukan. Gadis itu tidak menangis, tapi matanya menunjukkan ketakutan. Bahkan cairan bening sudah menumpuk di pelukan mata. Sebisa mungkin Dewangga memberi ketenangan untuk gadis malang itu.

Dia seorang Ayah, dan putrinya seumuran Riri. Bagaimanapun, dia harus melindungi sahabat putrinya ini.

"Jangan takut, semua akan baik-baik saja," bisiknya pelan.

Riri mengangguk pelan, mencoba menenangkan hati dan pikiran. Semoga semua akan baik-baik saja. Begitu doa yang dipanjatkan dalam hatinya.

"Semuanya, tenang. Kita bicarakan dengan kepala dingin. Kalian berdua ikut kami ke balai desa. Dan untuk warga sekalian. Harap tenang! Jangan ada yang main tangan lagi! Kalau tidak mau saya laporkan ke polisi!" tegas Bapak kepala desa.

Sampai di balai desa, keduanya di dudukan berhadapan dengan Pak Kades, serta Pak ustadz. Keduanya seperti terdakwa yang menunggu dijatuhi hukuman.

“Tidak ada jalan lain. Kalian harus menikah malam ini juga!" tegas Pak Ustadz.

Keduanya tersentak dengan wajah terkejut.

*,*

1
NN
knp lama up thor
Kp kandang wo Suka wo
👍
D_wiwied
part yg ditunggu2, sayangnya krg hott thor 😁🤭
D_wiwied: masa sih kaaak, pdhl kalo bikin part dewa nyosor riri feel nya udah dapet lho, menggebu gebu gitu tp giliran pas mp koq anyep 🤭😁
total 3 replies
Sri S
ahirnya terjadi jg mlm pertamanya thor
MbakDipa: hihii, iya kak
total 1 replies
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut....semoga cepetan hamil...
MbakDipa: siap kak
total 1 replies
💞Putri Chania💞
akhirnya up juga Thor...lama banget nunggu bab baru nya... semangat Thor..
MbakDipa: makasih kwk🙏
total 1 replies
NN
lanjut
Sri S: suka sekali
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya susul sana. biar bebas berduaannya
💞Putri Chania💞
akhirnya up juga yg d tunggu"
NN
jgn lama² thor
MbakDipa: maaf ya kak. kemarin ada masalah sama mataku jadi rehat sembari pengobatan 🙏😄
total 2 replies
Sri Rahayu
lanjut thor
MbakDipa: siap kak
total 1 replies
NN
lanjut
💞Putri Chania💞
kepergok Dirga ya...baguslah..
💞Putri Chania💞
curiga euui sama Sarah...ga mungkin sama Dirga kan Thor..??
MbakDipa: hehee enggak kak😁
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut up nya thor
NN
lanjut thor
MbakDipa: makasih kak sudah mampir 🤭
total 1 replies
💞Putri Chania💞
wow.. pengakuan yg buat Dirga jantungan..😄
Reni Anjarwani
doubel up
MbakDipa: makasih kak sudah mampir 🤭
total 1 replies
Bunga
good
Karo Karo
sepertinya bukan anaknya deh 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!