●Msi bnyk teypo,tpi males benerinnya wkwk
Dia si gadis remaja yang tidak kenal ampun pada siapapun, dia hidup hanya karna suatu tujuan yaitu balas dendam atas kematin ibu tercintanya
“Aku tidak perduli siapapun kau, meskipun kau adalah ayahku, presiden atau bahkan raja sekalipun, jika kau berani mengusik hidupku maka jangan pernah berpikir untuk kembali meliahat matahari terbit."
~KYON ANA AGATHA~
Dirinya pikir,setelah ia berhasil membalaskan dendam nya,ia bisa mati dan bertemu ibunya,namun sayang seribu sayang,seseorang dengan suara nya yg dingin berkata"Tanpa ijin dari ku,kau tidak boleh mati"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Incess Na Enya Babeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
KYON ANA AGATHA
Ana, atau yang lebih sering disapa Ana, adalah seorang gadis berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA di Indonesia. Meski sering keluar masuk sekolah layaknya siswi biasa, tak seorang pun mengetahui kehidupan gelap yang ia jalani.
Di balik wajah cantiknya, Ana adalah pemimpin mafia Angel's Of Death, organisasi yang sangat disegani di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang dingin, cuek, nyaris tak pernah menunjukkan ekspresi, serta tidak memiliki belas kasihan kepada musuhnya. Ana juga memiliki kecerdasan luar biasa dengan IQ di atas rata-rata dan mahir menggunakan berbagai jenis senjata karena telah dilatih sejak kecil.
Namun, di balik semua itu, tujuan hidup Ana hanya satu: membalas dendam atas kematian ibunya.
Ana adalah anak tunggal dari pasangan Sung Ji dan Adinda Agatha. Sung Ji berasal dari Korea Selatan, sedangkan Adinda adalah wanita Indonesia yang merupakan keturunan keluarga konglomerat.
Awalnya, Sung Ji hanyalah seorang pengangguran asal Korea yang datang ke Indonesia untuk mencari pekerjaan. Takdir mempertemukannya dengan Adinda, yang saat itu menjabat sebagai CEO perusahaan warisan mendiang kedua orang tuanya. Pertemuan yang tidak disengaja itu berubah menjadi kisah cinta hingga akhirnya mereka memutuskan menikah. Karena Adinda sudah tidak memiliki keluarga, tak ada seorang pun yang menentang hubungan mereka.
Tiga tahun setelah menikah, lahirlah Ana. Saat itu, Sung Ji meminta Adinda menyerahkan jabatan CEO sementara kepadanya agar Adinda dapat lebih fokus mengurus putri mereka.
Selama enam belas tahun, keluarga itu tampak hidup bahagia. Dengan kekayaan yang melimpah, Ana tumbuh menjadi anak yang sopan, ramah, murah senyum, tidak sombong, dan memiliki banyak teman.
Namun, semuanya berubah ketika Adinda memutuskan menyerahkan seluruh kepemilikan perusahaan kepada Sung Ji.
Malam itu menjadi awal kehancuran keluarga mereka.
Sung Ji diam-diam meracuni Adinda hingga tubuh wanita itu melemah. Ana yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bisa berlari menghampiri ibunya.
"Ayah! Tolong Ibu!" teriak Ana.
Sung Ji hanya tertawa sinis.
"Aku sudah menunggu bertahun-tahun agar semua hartanya menjadi milikku. Sekarang waktunya semua ini berakhir."
Ia memaksa Adinda membubuhkan sidik jari pada dokumen pengalihan seluruh aset sebelum akhirnya menendang Ana hingga gadis itu terbentur tembok dan kehilangan kesadaran.
Sebelum pingsan, Ana sempat mendengar rencana Sung Ji untuk membakar rumah demi menghilangkan seluruh bukti.
Beberapa saat kemudian, suara sirene dan keramaian warga membangunkannya. Rumahnya telah hangus terbakar, sementara petugas pemadam masih berusaha memadamkan api.
Dengan panik Ana mencari ibunya.
"Ibu... di mana Ibu?"
Seorang petugas membawanya menuju ambulans.
Di sanalah ia melihat tubuh Adinda yang telah terbujur kaku.
"Ibumu sudah tidak bisa diselamatkan. Saat kami menemukannya, beliau sudah meninggal," ujar seorang polisi.
Air mata Ana mengalir tanpa suara. Wajahnya tetap datar, tetapi sorot matanya berubah tajam.
"Ibu... aku bersumpah tidak akan membiarkan pria itu hidup tenang. Aku akan membuatnya merasakan penderitaan yang jauh lebih buruk daripada kematian."
Beberapa hari kemudian, berita kebakaran rumah keluarga konglomerat itu menjadi perbincangan nasional. Media memberitakan bahwa rumah tersebut dibakar oleh seorang pencuri. Sung Ji dan Adinda dinyatakan tewas dalam kebakaran, meski jasad Sung Ji tidak pernah ditemukan. Polisi menganggap tubuhnya telah hangus dilalap api.
Ana hanya tersenyum sinis saat melihat berita itu.
Kini ia tinggal di sebuah panti asuhan.
Suatu hari, ketika sedang menatap televisi dengan pandangan kosong, ibu panti memanggilnya.
"Ana, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."
Di ruang tamu telah berdiri seorang pria berusia sekitar dua puluh tahun dengan pakaian formal, ditemani empat orang pengawal.
"Nona Ana," sapanya hormat.
"Ada sesuatu yang harus saya sampaikan."
Setelah berbicara selama sekitar tiga puluh empat menit, pria itu mengungkapkan sebuah rahasia besar.
Tanpa sepengetahuan siapa pun, Adinda ternyata merupakan pemimpin sebuah organisasi mafia bernama Angel's Of Death. Meski bukan organisasi terbesar, kekuatan mereka cukup untuk menguasai satu wilayah dan memiliki pengaruh besar di pasar gelap.
Para anggota meminta Ana bergabung ke markas agar dilatih menjadi penerus ibunya.
Ana menerima tawaran itu.
Baginya, kesempatan tersebut adalah kartu emas untuk memulai rencana balas dendam.
Selama beberapa bulan, Ana menjalani pelatihan tanpa henti hingga akhirnya resmi diangkat sebagai pemimpin baru Angel's Of Death.
Sejak saat itu, sifatnya berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ramah kini menjadi pribadi yang keras, dingin, dan berhati baja.
Di bawah kepemimpinannya, Angel's Of Death berkembang pesat. Organisasi itu menjadi terkenal di pasar gelap internasional karena perdagangan senjatanya, sekaligus menjelma menjadi salah satu mafia yang paling ditakuti di Indonesia.
Dua Tahun Kemudian...
Bersambung...