NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Segerombolan orang nampak berkumpul dan berbincang sesuatu. Suasana sekitar perusahaan nampak begitu sesak, seperti akan terjadi sesuatu.

"Berapa waktu yang kita butuhkan?" tanya si rambut pirang.

"Satu atau dua jam. Tidak pasti!" balas temannya dengan wajah panik.

"Sial! bagaimana---"

"Tuan Al Deventer Stevenson masuk ke dalam ruangan!" teriak seseorang dari luar membuat ruangan tersebut diam seketika dengan hawa yang berbeda.

Pintu bergeser menampilkan seseorang pria berwajah bak yunani dengan pahatan begitu sempurna. Tubuh yang kekar berbalut jas hitam. Aura yang mendominasi keluar dari tubuhnya.

Suara ketukan sepatu terdengar di ruangan memecahkan keheningan yang tercipta di sana.

"Dokumen yang di butuhkan. Berikan padaku,"

Semua orang di dalamnya nampak menelan saliva mendengar suara berat tersebut. Seperti kedatangan malaikat maut yang menyeramkan.

Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk memberikan dokumen yang ia pegang dengan gemetaran.

Venter membuka dokumen yang ada di depannya. ia membacanya satu persatu, keningnya mengkerut. Tak lama kemudian.

Brakk'

Semua orang di dalamnya langsung memejamkan mata saat dokumen tersebut di lempar dengan di atas meja. Jantung mereka berdegup dengan kencang.

"Singkirkan dokumen itu! Sampai terlihat di depan mataku. Aku bakar sampai dengan orang yang membuatnya sekalipun,"

Mereka yang mendengar ucapan Venter gemetar ketakutan. Dengan secepat kilat mereka membereskan dokumen yang berserakan.

"Buat ulang! Dua jam tidak selesai. Keluar dari perusahaan ku,"

Venter keluar dari ruangan tersebut dengan hawa membunuh. "Kerjakan sampai tidak selesai saat itu juga. Kalian tau akibatnya!"

...∆∆∆...

Suasana di malam hari sangat penuh dengan kesesakan, dimana para gadis menggoyang kan tubuhnya dengan indah dengan para pria di sekitarnya. Suara musik yang menggema di telinga, jangan lupakan lampu berwarna warni di atas nya.

Seorang pria yang masih lengkap dengan setelan jas mahalnya, duduk di single sofa.

"One champagne!"

"Yes sir!"

Venter menatap satu persatu wajah di hadapannya yang sedang menari memenuhi lantai dansa. Beberapa wanita berpakaian terbuka nampak bersiul memanggilnya dengan menggoda.

Venter mendengus. "Menjijikan!" ucapnya dengan pelan.

"Venter!" pria itu menoleh mendengar namanya terpanggil dengan suara yang begitu kecil karena suara musik yang memekakkan telinga.

Alis Venter mengerut. "Who? Kita kenal?" tanyanya acuh tanpa memperdulikan wanita yang memanggilnya tadi sudah memerah wajahnya.

"Kau lupa? Aku Lina. Teman sekelas mu dulu," ucap Lina. ia menggeram kesal saat Venter menatapnya acuh padahal ia sudah memakai pakaian yang begitu menggoda.

"Oh, Begitu?" Venter meminum minuman di depannya.

"Venter," Lina dengan berani menyentuh pundak Venter dengan cepat pria itu menepis tangan Lina dengan kasar hingga wanita itu terhuyung.

"Jangan kau coba coba menyentuhku dengan tanganmu yang kotor itu!" Venter menatap sinis sambil membersihkan pundaknya dengan sapu tangan.

Venter yang lanjut meminum sampanye miliknya hingga tandas tanpa curiga. Lalu berlalu meninggalkan Lina yang tersenyum penuh kemenangan. Lina menyentuh telinga nya untuk mengaktifkan earphone kecil yang menempel disana.

"Buat dia ada di kamarku! Akan aku pastikan malam ini dia menjadi milikku!"

......∆∆∆......

Venter melepaskan dasinya. Rasanya sedikit aneh. Suasana di sekitarnya mendadak menjadi panas padahal pendingin ruangan dalam kondisi menyala.

Venter mengumpat. Dia di jebak! Pandangannya menjadi buram. Harusnya tadi dia memeriksa dulu apa yang dia minum jika dia memeriksanya, tidak mungkin dia terjebak dengan minuman perangsang itu.

Venter mengambil ponselnya. "Periksa bartender yang memberikan minuman padaku. Pastikan dia mati dengan mengenaskan! Beraninya dia menaruh obat sialan itu kedalam minumanku!" umpatnya sambil mematikan ponselnya.

"Damn!" umpatnya. Saat merasakan tubuhnya semakin tidak bisa di kendalikan. "Mati kau! Sampai aku tau siapa pelakunya,"

Venter menyentuh pintu di sampingnya. Pandangan nya mulai tidak fokus dan buram. Tak lama kemudian beberapa orang asing dari arah depan berjalan mendekati Venter.

"Trik bodoh!" umpat Venter. Ia terpaksa memasuki pintu yang tadi ia sentuh.

Venter bersandar di pintu yang sudah ia tutup, nafasnya tersengal, peluh keringat memenuhi dahinya. Panas semakin terasa di sekitarnya, ia menatap jam di dinding yang masih menunjukkan pukul 9 malam. Sialan! Harusnya tadi ia di temani beberapa bodyguard miliknya. Siapa sangka akan terjadi seperti ini padanya.

Venter terduduk sambil menahan diri nya yang mulai bergejolak.

"Siapa kau?!" Venter menoleh kearah kamar mandi. Teryata kamar ini milik seorang wanita.

Venter memukul kepalanya saat pikiran nakal nya berkeliaran melihat wanita di depannya tampak begitu cantik dengan handuk melilit di tubuhnya.

Harum tubuh wanita di depannya membuatnya semakin menggila. "Shit! Masa bodoh," Venter berjalan mendekati wanita di depannya.

Wanita di depannya mendadak mundur saat melihat Venter tengah menatapnya dengan lapar. "You'r name?" Venter menatap wanita di depannya yang sial nya semakin di tatap wanita itu semakin cantik dan seksi, apa ini efek minuman tadi?

"Vee--"

Brukk'

Wanita itu membulatkan matanya saat Venter mendorong tubuhnya hingga jatuh di atas kasur.

"Help me get rid of this burning sensation!"

......∆∆∆......

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!