NovelToon NovelToon
Lady Engagement

Lady Engagement

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Tamat
Popularitas:281.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kaptenperi

#ladyseries

Victoria Heart Maxwell tidak tau jika mencintai seseorang butuh usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Dari kecil ia sudah mengagumi Olliver, sepupu tiri yang selalu menemaninya bermain. Olliver yang gagah, baik, dan perhatian berubah seketika saat mereka sudah beranjak dewasa. Victoria selalu menunggu saat dimana cinta pertamanya itu akan balik menyukainya.

Namun, siapa sangka, ketika hatinya tengah berbunga-bunga, seorang pangeran tampan datang ke rumahnya dan melamar nya di depan kedua orang tuanya.

Keadaan bertambah semakin pelik ketika perang mulai berkecamuk dan Victoria harus menentukan hatinya berlabuh dimana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaptenperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1: Eight Years Old

"Little does she knows, he thinks about her too,"

-pinterest

***

Namaku Victoria Heart Lionel Maxwell. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Ibuku, Lady Diana, adalah perempuan paling hebat yang pernah kutemui. Beliau pintar menjahit dan baru-baru ini sibuk membuka toko pakaiannya sendiri. Dan aku? Aku menjadi model untuk bagian pakaian anak-anak.

Kalau Ayahku, dia pria tampan yang senang bercanda. Walaupun kebanyakan candaan nya tidak selucu candaan Kakek, tapi dia lah yang mengajariku berbagai banyak hal yang membuat Ibu khawatir.

Contohnya, berkuda. Usia baru enam tahun saat aku menaiki kuda pony ku sendiri. Semua itu tidak akan terjadi jika Ayah tidak diam-diam membawaku setiap hari Minggu, tuk pergi berkuda.

Sementara kedua adik laki-laki ku, Alexandre Antoine Elie Maxwell, yang berusia delapan tahun serta adik terakhir ku yang bernama Gabrielle Louis Marcellin Maxwell atau biasa kupanggil Louis baru menginjak usia 6 tahun.

Keluarga kami semakin ramai saat kedatangan saudara Ibu yang baru menikah lagi dan pindah ke sebelah mansion kami.

"Selamat pagi, bibi Emily. Apakah Roland Olliver Mountesque ada?"

Bibi Emily tertawa ketika mendengar aku menyebut nama panjang anak tertua nya itu. "Tentu saja ada. Dia sedang menunggumu di rumah pohon,"

Dan disinilah kisahku dimulai. Sejak kepindahan Bibi Emily dan suaminya Paman Sandre kemari, aku dan kedua adikku selalu bermain dengan anak tertua mereka, Ollie.

Walaupun umur kami terpaut lima tahun, tapi, dia adalah pria yang telah kami anggap sebagai kakak tertua kami. Maka dari itu, setiap hari, sejak tiga tahun belakangan ini, aku dan adik-adikku tidak pernah absen untuk bermain bersamanya

"Baiklah, ini ada kue dari Ibu. Aku pamit dulu. Selamat pagi, Bibi Emily!" Ucapku lalu berlari menuju hutan yang terletak di sisi mansion Bibi

Saat aku tiba di basecamp kami, aku melihat kedua adikku sedang becanda gurau bersama nya.

"Ollie! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau kemari? Aku mencarimu dimana-mana," omelku lalu duduk di sebelahnya dan mengambil pedang yang ia buat dari ranting pohon

Ollie menatapku lalu duduk disebelahku, "aku dan kedua adikmu sedang mempersiapkan senjata kita sebelum pergi membajak kapal bajak laut! Seorang wanita tidak boleh bekerja kasar karena itu tugas para lelaki, benar tidak?"

"Benar sekali!" Sahut kedua adikku, Alex dan Louis.

Mendengar itu aku langsung semangat, itu berarti, kali ini kami akan bermain membajak kapal.

Aku segera mengangkat tinggi-tinggi pedang rantingku, lalu Ollie langsung mengenakan penutup matanya, sedangkan Alex langsung bersiap seakan-akan dedaunan yang ia susun itu adalah kapal.

"Louis! Ambil sikap siaga! Aku melihat bajak laut sedang mendekat!" Titahku layaknya seorang patriot

Louis segera beranjak dari duduknya dan langsung berlari ke belakangku. Ia mengangkat tameng yang dibuat dari kayu itu tinggi-tinggi guna menutup kepala kami

Selanjutnya, aku dan Louis mengendap-endap mendekati para bajak laut yang sedang lengah itu. Lalu, aku dan Louis serentak menyerang mereka

"Serang!!" Titahku berlari menuju kapal Ollie

"Oh tidak! Ada para prajurit Britania Raya disini!" Ollie segera menahan serangan pedangku dengan tamengnya lalu salto kebelakang

"Kemari kau bajak laut! Sudah waktunya kau masuk ke penjara!" Aku mengambil tali dari balik gaun musim panasku lalu berlari mengejarnya.

Aku memandang adikku yang berhasil melumpuhkan Alex si bajak laut, "aku berhasil menangkapnya, Sir Lady!" Lapor Louis padaku

Alex yang berpura-pura mati di tanah mengintip sejenak aku dan adikku sebelum berpura-pura mati.

Aku mengangguk, lalu menepuk kepala adikku penuh bangga, "kerja bagus Sir Louis. Tapi, sayangnya kapten bajak laut itu menghilang," ucapku karena tidak melihat Ollie di manapun

Louis memasang wajah sedih yang malah amat lucu di wajah yang mewarisi wajah Ayahku itu, "sayang sekali Sir Lady. Seharusnya kita menangkapnya hari ini,"

Aku mengangguk mengiyakan, "bagaimana kalau aku pergi mencari nya sekarang? Sepertinya kapten itu tidak bersembunyi terlalu jauh,"

Sejenak mood adikku berubah, wajahnya kembali cerah, adik kecil ku tampaknya senang dengan usulanku.

"Jangan lama-lama, ini waktunya makan siang, aku sudah lapar," sahut Alex yang yah memang lebih mementingkan makan daripada kelangsungan hidup bajak laut ini

"Tunggu saja. Kaptenmu itu akan kutangkap hari ini! Tidak ada lagi cerita legenda bajak laut! Ha ha ha," kataku lalu berlari masuk ke hutan

Aku mencari di belakang pohon-pohon di hutan hingga rasanya badanku mandi keringat.

"Hey bajak laut! Kau dimana?"

Panggilku.

Aku sudah capek lalu memutuskan untuk duduk di salah satu pohon pinus disana. Aku kembali mengepang rambutku namun, baru saja aku hendak berdiri, aku merasakan tangan seseorang menutup mataku.

Aku tersenyum. Ini pasti Ollie. Lalu dengan cepat aku berdiri dan mengibaskan pedang rantingku kearahnya

"Hey! Itu curang!" Katanya karena aku berhasil mengenai tubuh tingginya

Aku segera mengeluarkan tali ku lalu hendak mengikat tangannya namun, baru aku hendak melakukannya, Ollie menarik tanganku duluan. Sayangnya, karena ia tiba-tiba menarikku, aku pun kehilangan keseimbangan.

"Ollie!!" Pekikku karena setelahnya aku merasakan tubuhku terjatuh ke rumput dan Ollie berada diatas tubuhku

Akibatnya, aku bisa melihat wajah Ollie dengan amat dekat. Bahkan aku bisa merasakan napas Ollie yang mengenai wajahku.

Sejenak aku bingung kenapa Ollie masih saja tidak mau beranjak dan menatap wajahku dengan tatapan yang aku tidak mengerti.

"Ollie! Berat!!" Protesku

Setelah mendengar itu, Ollie seperti ada yang mengetuk pikirannya dan segera beranjak berdiri.

Waktu melihatnya aku langsung mengarahkan tanganku agar ia menarikku bangun. "Tolong aku,"

Tapi Ollie wajahnya memerah. Ia membuang muka saat tangannya menarikku.

Aku menatapnya heran lalu berjalan bersama dengannya. "Apa kau sakit Ollie?"

Ollie masih saja tak mau memandangku. Dari samping, aku bisa melihat bahwa telinganya memerah.

Melihat itu aku pun tak mau menggubrisnya dan memilih mengikat tangan Ollie.

***

TBC

12 February 2019

1
hanachi_🌷
49 bab yang sangat berkesan. sederhana tapi mengena di hati

terima kasih banyak untuk novelnya.

semangat berkarya ya kakak author.
hanachi_🌷
ya betul. mereka berdua memang butuh waktu untuk meyakinkan perasaan dan posisi masing masing.
hanachi_🌷
bukan happy ending . tapi menurutku ending dari novel ini sangat realistis.

kalau aku sih ga meragukan kesetiaan Victoria dalam mencintai seseorang.

entah dengan cinta Henry ? mengingat dia masih labil dan banyak kepentingan politik yang membayangi posisinya sebagai King of England.
hanachi_🌷
keputusan yang bijaksana, Victoria.
hanachi_🌷
ya mau bagaimana lagi, di usianya yang masih segitu, wajar saja kalau Henry labil dan mudah dilema. /Grimace/
hanachi_🌷
kadang aku bertanya tanya, kenapa cowok itu mengaku cinta sama seorang cewek, tapi 'tidur' nya sama cewek lain. 😥
hanachi_🌷
ah ...Ya Allah kenapa aku ikutan pengen nangis /Grimace/
hanachi_🌷
maka berusahalah memberikan hal yang sama tulusnya kepada Henry, Victoria. buatlah dirimu pantas.
hanachi_🌷
iya sih. menurutku Baptiste ini kadang terlalu lancang dan ga sadar di mana tempatnya.
hanachi_🌷
Babtiste ya, kak author. bukan Henry.
hanachi_🌷
kalau diamati, pose patung Aphrodite emang mirip patung lumba lumba 😄
hanachi_🌷
so sweet banget Pangeran Henry.
hanachi_🌷
perasaanku campur aduk baca bab ini. marah, kecewa, sekaligus iba.
hanachi_🌷
berarti waktu ngajak ketemuan Victoria di jembatan dan di basecamp kala itu Ollie sudah menikah dengan Carry, mengingat anak mereka - Fiona - sudah berumur 5 tahun an. /Left Bah!/

keterlaluan banget ni Ollie.
hanachi_🌷
kamu kok tega amat sih, Ollie ? ngasih harapan palsu /Cry/
hanachi_🌷
sudah menikah ?? /Doubt/
hanachi_🌷
wah aku salah duga. ternyata Carry adalah tunangannya Ollie.

tapi Ollie bilang dia dipaksa bertunangan, sedangkan Carry bercerita kalau dia dilamar kekasihnya di negeri sakura.

Ollie menyimpan rahasia apa ni ?
hanachi_🌷
perang Perancis melawan Britania Raya kah ?
hanachi_🌷
setting waktunya di era Perang Dunia kedua ?
hanachi_🌷
lupa janjinya sama Ollie.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!