NovelToon NovelToon
Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Bae Lla

Dua hari sebelum pernikahan, kabar menyakitkan datang untuk Dera. Calon suami yang dia anggap baik dan begitu setia, kabur setelah meniduri anak orang.

Dia terpuruk, tetapi takdir berkata lain. Dera harus menikah dengan paman calon suaminya, demi menutupi aib keluarga. Ingin kabur, tetapi dia tidak bisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bae Lla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Kabar Menyakitkan

“Cie... yang mau menikah, bahagia banget, sih?”

Suara tawa menggema dikamar seorang gadis, mereka sibuk bercengkrama sambil tertawa ketika saling melempar canda. Dera—sebagai calon pengantin, senyum-senyum ketika mengingat wajah calon suaminya.

Setelah lulus kuliah, akhirnya apa yang dia impikan tersampaikan. Sang pacar mau menikahi dia, mengingat hubungan mereka sudah lima tahun. Menjalani sebuah hubungan, tidaklah mudah. Banyak sakitnya ketimbang bahagia.

“Tiba-tiba aku rindu pada Pandu,” celetuk Dera sambil terkikik geli.

“Eaaaaa... sok, iya, lu,” sahut Vera—sepupunya.

“Kira-kira Pandu lagi apa, ya? Mau chat, tapi nggak boleh.”

Mengikuti adat sang ibu, tidak boleh mengirim chat atau bertemu calon suami seminggu menuju hari H. Meski begitu, Dera tetap berpikir positif, meskipun hatinya gelisah memikirkan sang calon suami.

Lambat laun, rasa kantuk menghampiri Dera dan Vera. Keduanya memposisikan tubuh, untuk menyambut mimpi yang akan segera datang.

**

Gebrakan pintu yang begitu nyaring, membuat Dera terkejut dan langsung terbangun. Karena nyawa yang belum terkumpul, Dera setengah membuka mata, mencoba untuk mengumpulkan nyawanya.

“Dera! Bangun!” Teriakan sang ibu dari luar, membuat Dera kembali terkejut.

Dengan secepat kilat, gadis itu turun dari kasur dan berlari menghampiri pintu. Ketika pintu terbuka, wajah dengan air mata yang dia dapati. Ibunya menangis? Dera mengusap mata untuk melihat dengan jelas, seketika tubuhnya terguncang saat sang ibu memeluk erat tubuhnya.

“Ibu, ada apa?” tanya Dera dengan wajah bingung. Meski begitu, tangannya sesekali mengusap punggung ibunya.

“Hiks.” Hanya suara tangis ibu yang terdengar, diselingi sesenggukan yang menyayat hati.

Karena tidak mendapat jawaban, Dera akhirnya memilih untuk diam lebih dulu, sampai ibunya berhenti menangis. Dera tetap membiarkan ibunya menumpahkan segala air mata di bahu miliknya, sambil terus mengusap punggung sang ibu dengan kedua tangan.

Hampir dua puluh menit wanita paruh baya itu menangis, akhirnya melepas pelukan sambil mengusap air mata dengan punggung tangan. Hamidah—ibu Dera menatap putrinya dengan wajah semakin sendu.

“Ibu ... kenapa menangis?” Dera membuka suara. Sebelah tangannya terangkat, mengusap air mata Hamidah.

“Dera, anakku ... hiks. Nasibmu begitu buruk, Nak,” lirih Hamidah disertai isak tangis.

Semakin bingung mendengar ucapan Hamidah, Dera kembali bertanya dengan wajah bingung. “Bu, ada apa? Kenapa bicara begitu?”

“Pandu, Nak. Pandu ....”

“Ada apa dengan Pandu, Bu?”

“Pandu kabur setelah meniduri anak orang.” Hamidah menutup mulutnya, air mata kembali mengalir dengan derasnya.

Kabar apa ini? Dera menggelengkan kepala, mencoba untuk tidak percaya. Tanpa diminta, air mata merembes turun dari kedua sudut matanya. Luruh sudah tubuh Dera, disusul isak tangis yang semakin terdengar menyakitkan.

“Nggak mungkin, Bu! Nggak mungkin!” teriak Dera.

Tidak mungkin, tidak mungkin Pandu melakukan hal itu. Ingin Dera berteriak bahwa semua itu tidak benar, tetapi air mata ibunya menguatkan bahwa calon suaminya memang benar melakukan hal keji itu.

Dalam kamar bernuansa merah muda, hanya isak tangis yang terus bersahut-sahutan. Dera sama sekali tidak beranjak, sesekali gadis itu berteriak menyangkal semuanya. Sampai-sampai, Vera yang tengah tertidur, harus bangun dengan terkejut mendengar teriakan sepupunya.

“Tante, ada apa ini?” Vera memeluk Hamidah erat.

“Pandu, Ver. Pandu ....”

“Kenapa Tante? Mas Pandu kenapa?” cerca Vera tidak sabaran.

“Pandu kabur.”

Deg

Bukan hanya Dera, Vera juga terkejut. Pandu yang dia kenal, adalah pria baik dan bertanggung jawab. Tidak mungkin pria itu pergi, dua hari menuju hari H. Tidak mungkin.

 

 

 

 

 

 

1
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 sesak bacanya thor
Nur Syamsi
klaw kita berbuat dg hati yg tulus maka hasilnya jg berbuah manis ....menang Zakiranya
Nur Syamsi
beda mmang klaw niat yg tulus dpda niat yg tulus....
Nur Syamsi
iya sebaiknya dijelasin semua ke Zakiranya spya dia Tdk salah faham, ap lagi ttg perjodohan yg papamu inginkan
Nur Syamsi
Arfannya jg hubungin Zakira dg kata" begitu pdhal sudah nikah, knpa bukan pd waktu belum tunangan,
Nur Syamsi
author jga bikin cerita anak kembarnya jatuh cinta ma lelaki yg sama, kita yg baca jdi sedih untuk Kiranya 😥😥😥
Nur Syamsi
ni ortu Arfan jga, Tdk nanya Arfannya siapa yg disukai anaknya...
Nur Syamsi
mencintai bukan berarti memiliki Dera, baiknya Krn Befannya cepat terus terang padamu droda terlalu berharap
Nur Syamsi
beda dg Pandu, liat Vera dorong motor langsung bantuin, si Bafennta cuma kesal diatas mobil
Nur Syamsi
si Elena jangan" dianya bibit pelakor hingga menkompori istri bosnya ...
Nur Syamsi
kasih Faren bahwa dia ngirim pesan padamu....
Nur Syamsi
judes bangat, nggak mikir apa siapa yg menolongnya dr rasa malu....Krn ditinggal calon mmpelai yg kabur
Okta Liska
dera kenapa karakternya kayak sombong blagu gitu
Ari Peny
thor dera kok gitu
Ari Peny
klo gk mau bilg aja gk usah nikah beres toh yg malu jg kamu dw knp malah nyakitin yg nolong sok kecantikan sombong amat jd gadis
Ari Peny
dero gk tau trimakasih pingin nabok aja
Syahril Ramadhan
Luar biasa
Sumarni Tina
selamat datang baby twins
R'vina
Luar biasa
Hera Dita
sumpah malunya luar binasa..../Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!