Allard Junior Anderson adalah satu-satunya pewaris perusahaan properti raksasa di Indonesia dan Amerika. Baginya Milly Lynelle Harrison, wanita cantik yang lahir tepat di hari ulang tahunnya adalah kado terindah dari Tuhan.
Milly hanya untuk Allard dan Allard hanya untuk Milly.
Namun yang terjadi, Milly harus merelakan hatinya hancur berkeping-keping melihat Allard tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Allard dan Milly?
Akankan janji untuk saling menjaga di sepanjang usia akan berakhir hanya karena sebuah pengkhianatan yang tak berdasarkan cinta?
"Kuizinkan kau untuk hancurkan hatiku. Hancurkan saja berkali-kali, hingga tak tersisa sedikitpun cinta untukmu. Cintaku terlalu berharga untuk pengkhianatanmu yang murahan!" gumam Milly.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Luxury's Bar & Club
Jakarta-Indonesia , Juni 2018
Malam waktu setempat , suara dentuman musik bergenre electronic dance mengiringi hingar bingar suasana di salah satu club malam terbesar dan termewah di Jakarta .
Sesuai dengan namanya Luxury's Bar & Club , tempat ini menawarkan kemewahan dalam segala hal .
Sudah bisa dipastikan jika pengunjung club bukan dari kalangan biasa . Sebagian besar berprofesi sebagai pengusaha , artis , model , dan orang orang yang masuk dalam kategori VIP .
Seperti satu meja yang kini dihuni oleh beberapa pasang muda-mudi .
Empat orang pria yang merupakan pelanggan VVIP club , terlihat sangat menikmati suasana malam itu ditemani tiga wanita cantik dan seksi yang menjadi pasangan mereka .
" Pokoknya malam ini kalian boleh pesan apapun . " Ujar seorang wanita cantik , suaranya sengaja Ia lantangkan agar bisa didengar oleh yang lainnya .
" Gue mau rayain hari pertama gue dan Allard resmi pacaran . "
Tanpa canggung , Ia duduk di pangkuan Al dan memeluk pria yang kini berstatus kekasihnya .
Ucapannya mendapat sorakan dari dua teman wanitanya . Mereka memberi selamat pada wanita yang bernama Rachel .
Tidak hanya para wanita saja , dua pria lainnya Digta dan Noah juga memberi selamat pada sahabatnya Allard .
" Selamat yah Al , " ujar Digta .
" Setahun jadi pacar yang setia , akhirnya lu goyah juga sama pesona Rachel . " Bisik Noah menyindir Al yang akhirnya termakan ucapannya sendiri .
Sementara seorang pria lagi nampak tidak tertarik dengan perayaan ini . Ia lebih memilih duduk di sudut sofa , mengamati pengunjung yang sudah memadati dance floor .
" Vin , lu gak ngasih gue selamat ? " tanya Al .
" Apa harus ? " kening pria bernama Kelvin mengernyit .
" Terserah lu sih ," balas Al tak peduli .
" Al selamat yah . Semoga lu gak akan menyesali keputusan lu . " Sarkas Kelvin .
Al berpindah duduk kesamping Kelvin,
" Vin, Lu tahu yang gue cintai dari dulu , sekarang dan sampai kapanpun itu hanya Milly . Hubungan ini hanya permainan . "
" Hubungan bukan permainan Al. Gue sudah memperingatkan lu . Jika hubungan lu dan Milly adalah kaca , berarti lu udsh mulai menggoresnya . Entah sampai kapan akan bertahan , tapi sebaiknya lu berhenti sebelum retak dan pecah . " Ujar Kelvin menekankan setiap kata yang Ia ucapkan .
" Ingat Al , kaca yang retak tidak akan pernah bisa kembali utuh , " peringatnya sekali lagi sebelum berlalu meninggalkan bos dan sahabat yang sudah seperti saudaranya .
Kelvin memilih untuk pulang lebih dulu tanpa berpamitan pada teman- temannya .
Digta , Noah , Rachel , Christy , dan Jessi hanya menatap kepergian Kelvin tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi .
Kecuali, Allard Junior Anderson .
Pria berdarah campuran Amerika-Indonesia berusia 24 tahun .
Direktur utama perusahaan milik keluarganya , Anderson Property yang berkantor pusat di New York , Amerika Serikat .
Pria yang disapa Kelvin adalah asisten Al . Kelvin dan Al tumbuh dan dirawat bersama oleh Mommy Caroline , Ibu Kandung AL . Usia yang hanya terpaut 2 bulan makin membuat mereka seperti anak kembar tak identik .
Kelvin yang hendak melajukan mobilnya keluar dari parkiran VIP club tanpa sengaja melihat dua wanita asing yang wajahnya sangat Ia kenali sedang masuk kedalam taksi .
" WHAT ? " pekiknya seperti seseorang yang melihat hantu .
" Milly ? Aline ? " Kelvin menyebut satu per satu nama wanita itu .
" Bukankah harusnya mereka di Seattle ? Apa yang mereka lakukan di sini ? " tanyanya dalam hati .
" Oh... **** , " umpatnya ketika menyadari sesuatu .
~Beberapa jam sebelumnya ~
Dua orang wanita asing turun dari pesawat yang membawa keduanya dari Bandar Udara Internasional Seattle - Tacoma di Washington , Amerika Serikat menuju menuju Bandar Udar Internasional Soekarno Hatta di Jakarta , Indonesia .
Taksi membawa mereka ke sebuah club malam .
Ini adalah pertama kalinya bagi wanita berusia 19 tahun itu pergi jauh dari rumah tanpa didampingi keluarga atau tunangannya .
Walaupun ragu , Milly tetap melangkahkan kakinya masuk saat supir taksi meyakinkan jika alamat yang disebutkannya memang adalah alamat sebuah club .
Club mewah itu sudah biasa menerima turis asing sebagai pengunjung , sehingga kehadiran Milly dan Aline tidak menarik begitu banyak perhatian.
Berniat mencari meja yang kosong , namun sorot mata Milly mendapati hal yang seketika menghancurkan hatinya .
Tunangannya sedang bermesraan dengan seorang wanita yang sedang duduk dipangkuannya .
Belum cukup tersakiti hanya lewat pandanganya , kini dengan jelas Milly bisa mendengar jika malam ini adalah perayaan hubungan keduanya.
Milly berbalik mencari Aline , ketika netranya menemukan sosok sahabatnya Ia bergegas mengajak Aline pergi dari tempat itu .
" Apa harus banget langsung balik ke seattle sekarang juga ? " tanya Aline saat taksi sudah melaju dengan tujuan bandara yang nyatanya baru beberapa jam lalu mereka tinggalkan .
" Aku ketahuan Daddy . " Jawab Milly singkat .
Aline menatap wajah Milly ," mungkin saat ini kamu masih berkilah Mill, tapi aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan . " Batin Aline .
" Menyesal . Aku berharap tidak pernah kemari dan berakhir mengetahui penghianatanmu . " Batin Milly .
" Akan ku simpan kenyataan ini untuk diriku sendiri . Ku izinkan dirimu menghancurkan hatiku , hancurkan berkali-kali hingga hati ini tak bisa lagi mencinta . Lalu aku akan pergi dari kehidupanmu tanpa takut tersakiti lagi . "
.
.
.
.
.
To be continue