NovelToon NovelToon
Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Cintamanis / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya, Arabella bersedia menyamar dan menikah dengan Fardhan, lelaki yang sebenarnya dijodohkan dengan kakak angkatnya.

Fardhan adalah lelaki berhati dingin yang terluka karena cinta sebelumnya. Meskipun dia tahu keluarga angkat Bella telah menipunya, tapi dia tetap menikahi gadis itu.

Tapi cinta masa lalu Fardhan hadir kembali, merusak apa yang sudah terjalin dan membuat dia dilema. Sementara Bella merasa bersalah karena sudah membohongi Fardhan dan Ibunya.

Akankah Fardhan dan Bella mampu mempertahankan rumah tangga mereka setelah semua rahasia terbongkar?
Atau justru berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Siang itu langit begitu cerah, awan putih menggantung indah bak kawanan domba yang sedang berkejaran. Angin bertiup sepoi-sepoi, menggoyangkan apa saja yang dia lalui.

Fardhan berjalan cepat dengan wajah yang ceria, hari ini dia berhasil memenangkan kasus pertama yang dia tangani. Berkat bantuan timnya sebagai pengacara keluarga korban, si pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis di bawah umur bisa dihukum dengan seberat-beratnya.

Sebagai pengacara pemula, ini merupakan suatu tahapan yang baik. Dia berharap ke depannya, bisa lebih banyak lagi menyelesaikan kasus rumit demi mendongkrak namanya agar lebih dikenal orang.

Dan saking senangnya, dia pulang lebih awal karena berniat melaporkan pencapaiannya kepada sang Ayah yang selalu memintanya berhenti jadi pengacara dan meneruskan bisnis keluarga. Tentu dia menolak, karena apa yang dia dapatkan saat ini, adalah cita-citanya dari sejak kecil.

“Ayah harus tahu ini. Aku akan buktikan bahwa aku bisa jadi pengacara yang hebat.” gumam Fardhan sembari melangkah masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, seorang lelaki paruh baya sedang melamun sendiri di ruang kerjanya, dia terlihat sangat frustasi dengan tatapan mata yang kosong.

“Aku sudah kehilangan semuanya. Aku hancur!” Lelaki itu berucap dengan suara yang bergetar, matanya mulai memanas dan dengan cepat cairan bening menggenangi nya.

Dia naik ke atas kursi dan memandang seutas tali yang menggantung di langit-langit dengan sebuah simpul, matanya kemudian tertuju pada pigura yang terdapat foto anak dan istrinya.

“Maafkan aku. Selamat tinggal!” ucapnya lirih dengan air mata yang jatuh menetes.

Lelaki paruh baya itu gantung diri, mengakhiri hidupnya yang putus asa.

Beberapa saat kemudian, pintu dibuka oleh Fardhan, yang tak lain adalah anak semata wayangnya.

“Ayah!” Teriakan Fardhan bergema memenuhi langit-langit ruang kerja ayahnya itu. Baru saja dia ingin menyampaikan apa yang sudah berhasil dia capai kepada sang Ayah, tapi pemandangan mengerikan itu lebih dulu menyambutnya.

Langit yang cerah mendadak seperti berubah kelabu, seolah ada awan hitam yang menyelubunginya. Waktu seakan berhenti, semua terasa lambat dan gelap. Hanya ada rasa sakit yang menghujam dada.

Bukan tanpa alasan sang ayah melakukan perbuatan bodoh ini, dia frustasi karena rumahnya harus disita sebab dia tak sanggup membayar hutang-hutangnya kepada seseorang.

Dia menjadikan rumahnya sebagai jaminan untuk menopang perusahaannya yang sedang mengalami penurunan tapi dia malah ditipu. Dia sungguh menyesali segalanya.

Berita kematiannya pun tersebar ke segala penjuru tanah air, menjadi trending topik, PENGUSAHA GUNAWAN ARDITAMA, TEWAS BUNUH DIRI DI RUMAHNYA KARENA MENGALAMI KEBANGKRUTAN.

Begitulah bunyi salah satu judul beritanya.

***

Langit begitu gelap, hujan rintik-rintik ibarat air mata yang tak berkesudahan. Suasana berkabung begitu terasa ketika para pelayat satu persatu pergi meninggalkan pemakaman. Hening, tanpa suara.

Fardhan berlutut disisi makan sang ayah, digenggamnya dengan erat tanah merah bercampur bunga yang basah, melampiaskan rasa sedih yang begitu mendominasi.

Sebenarnya Bara ingin menemaninya, tapi dia sedang ingin sendiri. Benar-benar sendiri di sini.

“Kenapa Ayah melakukan semua ini? Kenapa Ayah pergi meninggalkan aku dan Ibu?” Fardhan bertanya meski dia tahu seseorang di dalam sana tak akan mampu menjawab.

“Aku belum sempat menunjukkan apa pun ke Ayah. Aku belum sempat buat Ayah bahagia, tapi Ayah sudah pergi begitu saja.” Tangis Fardhan kembali pecah, sungguh dia tak mampu membendung kesedihan hatinya.

Fardhan terus terisak-isak, bahunya sampai berguncang. Dia semakin erat menggenggam tanah merah bercampur bunga yang basah itu, kini rasa sedih itu berubah jadi geram dan marah.

“Ayah egois! Ayah enggak memikirkan bagaimana nasibku dan Ibu tanpa Ayah! Apa harta itu segalanya untuk Ayah? Apa kami enggak berarti?” Fardhan berbicara dengan penuh emosi, meski dia sadar, sang Ayah tak dapat lagi mendengarnya.

Rintik-rintik hujan kini semakin deras, lamat-lamat berubah menjadi buliran besar yang jatuh menghantam bumi, seketika tanah menjadi basah, pun demikian dengan Fardhan. Tapi dia tak menghiraukan air yang ditumpahkan dari langit itu membuatnya menjadi kuyup, dia masih ingin di sini, di tempat peristirahatan terakhir sang Ayah.

Melampiaskan rasa sedih dan marah yang menikam hatinya dengan begitu kejam.

Tuhan sudah menggariskan kehendaknya, semesta tak mampu menolak apa yang telah Dia tentukan. Ketika takdir telah memainkan perannya, kita hanya bisa ikhlas mengikuti alurnya.

Perkara hidup dan mati sudah ketentuan pasti, yang hidup pasti mati.

“Ayah ....” ucap Fardhan lirih, air matanya semakin menganak sungai, menetes seolah tak bisa terbendung lagi.

“Apa Ayah tahu? Saat ini Ibu sangat sedih, dia begitu kehilangan Ayah, sama seperti aku. Hati Ibu pasti hancur karena ditinggal selama-lamanya oleh orang yang begitu dia cintai. Kenapa Ayah sampai hati membuat Ibu seperti ini? Kenapa, Ayah?”

Fardhan kian tersedu-sedu, dadanya benar-benar terasa sesak dan sakit, dia tak pernah menyangka sang ayah akan pergi meninggalkan dia dan juga ibunya dengan cara tragis seperti ini. Cara yang sejatinya sangat dibenci oleh maha kuasa.

“Aku tidak tahu akan seperti apa nantinya hidupku dan Ibu tanpa Ayah. Tapi aku tidak akan membiarkan Ibu bersedih, seperti yang Ayah lakukan saat ini.” Lanjut Fardhan sembari menyeka air matanya yang mengalir di pipi. “Semoga Ayah tenang di sana.”

Fardhan beranjak dari sisi makam dan melangkah meninggalkan pusara sang ayah, membawa rasa sedih dan amarah yang tidak mampu dia redam begitu saja.

***

1
Nur Hayati Dzacaulnaufin
Luar biasa
Shifa Burhan
pertanyaan simpel author kan membenarkan pertemanan dan semua intraksi bella dan raka

jadi begini misalnya suami author punya teman cewek yang perhatian pada suami author (kayak perhatian raka dan bella) dan suami author dengan senang hati menerima segala kebaikan cewek itu, dan suami author berinteraksi dengan cewek itu kayak intraksi raka dan bella
bagaimana perasaan author

coba tanyakan pada dirimu thor
*jika kau Terima suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain (kayak interaksi raka dan bella) maka pola pikir mu tidak ada masalah
*tapi jika kau tidak suka suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain ( kayak interaksi raka dan bella), maka pola pikir mu ada masalh thor

renungkan lah

saat di novelmu, kau membenarkan seorang istri berteman dan diperhatikan pria lain dan semua interkasi sang istri dengan pria lain kau benarkan maka tanya kan pada dirimu sendiri apakah kau Terima juga jika suamimu punya teman cewek dan diperhatikan oleh cewek lain

renungkan lah
Jenk Ros
kren
Prida Siregar
kisah yg sangat mengharukan tapi semua indah pada waktunya
Nia Kania
Sedih bngt. dgn nasib Bella
Beauty JK
😍
Ninik Klein
Bela tidak salah Han yg salah orang tua angkat nya
Maun Rr
ttp sabar untuk bella
merti rusdi
tadi Keyla bilangnya tante Clara
merti rusdi
Melihat novel ini krn lewat di home, trus cek babnya ga terlalu banyak, dan biarpun temanya pasaran, tapi penokohannya sedikit berbeda. Ngga ada CEO tajir melintir tujuh turunan delapan tanjakan sembilan tikungan
Rosa Rosiana
kyknya pernah baca
Rilly
bagus
Rara Kusumadewi
bapaknya Raka kayaknya....yang hamilin ibu bara
Rara Kusumadewi
pasti Danar.... bunganya itu yang ngaku reksa sahabat fardan
Rosa Rosiana
hadir
emma sukmawati utami
ringan dibacanya ga bertele2,ga kayak siinetron yg terus berkembang tokoknya ampe pusing,mantap thor.
halimah abdul hayes
Bukan kah fardan ada mobil?
Author Gabut.: kan udah dijual waktu keluarga nya bangkrut kak, makanya dia beli motor.
total 1 replies
Dahln Harun
suka ax klu critax enggak trlalu panjang dan enggak bertele2..makasih Thor atas karyax.
EBI
menarik
EBI
segitunya ya klo lg cemburu 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!