Mahkota Di Atas Kubangan Darah
Malam itu, Jakarta tidak sedang menangis, ia sedang meludah. Hujan turun bukan untuk membasuh debu, tapi untuk menenggelamkan harga diri seorang pemuda yang meringkuk di gang sempit di balik kemegahan
0
2
Visa untuk Kembali ke Hati yang Salah (Part 2)
Seno datang ke kafe seberang kantor imigrasi tiga puluh menit lebih awal. Ia sudah mengganti seragam birunya dengan kemeja flanel yang lengannya digulung sesiku—gaya yang menurut Rania dulu membuatnya
0
1
Aku hanya cadangan untuknya
“Aku suka dia, Nay.” Kalimat itu seperti biasa keluar dari mulutnya. Aku tersenyum, meski hatiku tidak pernah benar-benar siap mendengarnya. “Siapa lagi sekarang?” tanyaku, pura-pura santai. Dia terta
0
2
Dilema Di Antara Dua Bakti
Pukul tiga pagi, dan rumah itu tidak pernah benar-benar tidur. Di kamar pojok yang berbau balsem dan sisa makanan yang tumpah, Pak Baskoro sedang berbicara dengan bayangan di sudut plafon. Suaranya se
0
1
Peluit Berdarah di Negeri Galaxy
Stadion Utama Andromeda menderu seperti tungku api yang siap melahap apa pun di dalamnya. Malam itu, final Liga Utama Negeri Galaxy mempertemukan dua musuh bebuyutan: Persada Meteor melawan United Neb
0
1
Di Atas Meja Riba
Bagi Sarah di atas meja ini bukanlah wangi parfum mawar, melainkan bau amis kertas tagihan bank yang nyaris menyita rumah ibunya. Di usianya yang ke-26, ia harus menyerahkan tangannya untuk dijabat ol
0
1
Matahari di Balik Kelambu Abu-abu
Maya menatap pantulan dirinya di cermin retak kamar ART, merapikan kebaya putih murah yang terasa mencekik lehernya. Di ruang tengah, aroma kemenyan dan bunga melati yang mulai layu memenuhi udara, be
0
2
Antara Arini dan Widya
Bagi Arini, kehadiran Widya di rumah itu seperti instalasi seni yang salah tempat. Minimalis, tenang, dan terlalu sempurna. Di usia Arini yang menginjak 32 tahun—usia di mana ia seharusnya sudah dewas
0
1
Awal dari setiap kata
Suasana kamar kecil itu terasa sesak meskipun jendela sudah terbuka lebar. Cahaya senja merembes masuk, menerangi tumpukan buku di mejanya yang penuh coretan. Rina masih duduk di kursinya, mata men
0
0
MENJADI ANAK KETIGA
Perkenalkan nama aku citra Maharani bisa di panggil citra atau clara aku ingin menceritakan kisah ku menjadi anak yang mempunyai 2 saudara bisa di bilang menjadi anak ketiga Aku mempunyai ayah sifat
0
1
KISAHKU DI ERA SMP
Sejujurnya aku malu menceritakan cinta pertama dalam arti cinta dengan lawan jenis untuk pertama kalinya mungkin ini yang disebut sebut cinta monyet itu lo.. wkwk.. tapi aku & dia mempunyai sifat yang
0
1
Tembok dalam Pikiran
Namaku Tasya. Aku punya dua saudara: kakak dan adik. Aku lahir dari keluarga yang kurang berkecukupan. Ayah dan ibuku bercerai sejak aku masih kecil. Aku hidup di sebuah rumah yang sudah sangat tua. R
1
0
Jeruk tertawa
Pangeran Rafa adalah putra tunggal yang sangat dimanja ayahnya, sang raja. Walau ia gagah, pandai memanah, dan bertarung dengan pedang, ayahnya melarang ia pergi jauh dari kerajaan. Larangan ayahnya
0
0
Istirahat
"Bodoh!!" "Sekarang bukan saatnya untuk menyerah kepada masadepan" Terdengar sayup suara yang tak begitu jelas. Suara itu telah menyatu dengan aliran air disekitar. "Dasar gadis bodoh! Cepatlah bang
0
1
**THE PRICE OF TOMORROW**
Semua orang ingin tahu masa depan. Raka mendapatkannya… tanpa pernah meminta. Penglihatan pertama datang saat ia berusia delapan belas. Dunia berhenti bergerak. Udara membeku. Dan di depannya mun
0
0
“Hei, Summer”
Namaku Summer. Aku ingin berbagi pengalaman tentang cinta pertamaku. Perasaan yang sangat indah, perasaan yang sangat aneh, dan perasaan yang pertama kali aku rasakan. Perasaan itu terasa begitu unik
0
0
Laundry Yaya Dan Bening
Bab 1: Kado Pahit "Eh, besok sudah puasa. Sahur pertama di mana nanti?" Pertanyaan itu terdengar dari bangku di belakang Yaya saat bus Trans melaju membelah kemacetan pagi. Penumpang di sebelah
0
0
KISAH ANAK DAFTAR JADI OSIS
Hai ini aku Sabrina aku adalah seorang siswa di SMP 5 cikupa aku kelas 7 pada tanggal 12 November 2025 sekolah ku mangadakan pendaftaran siswa menjadi osis aku ikut mencoba mendaftar menjadi osis. S
0
1
Dia Diam-Diam Menyukaiku Sejak SMP
Aku menatap papan pengumuman di sekolah. Saat melihat papan pengumuman dari urutan paling bawah karna kebiasaan aku melihat dari bawah ke atas. Dan akhirnya, aku dapat melihat jika namaku tercantum di
0
1
Ibuku Menghapus Ingatanku… dan Menyewa Pembunuh Untukmu
“Aku tidak pernah menikahimu.” Kalimat itu keluar dari mulut suamiku dengan wajah datar. Aku tertawa kecil, berpikir dia bercanda. Tapi ibunya berdiri di samping tempat tidur rumah sakit, menatapku de
0
1