Di suatu malam yang sangat dingin, hiduplah seorang gadis yang sangat cantik bersama dengan kedua orang tuanya, Gadis itu berusia 15 tahun dan tahun ini adalah tahun di mana dia harus mendaftarkan diri ke SMA, tapi saat spmb sudah dibuka kedua orang tuanya malah tidak peduli dengan anaknya itu.
Nama Gadis itu adalah Sierra Putri Andriana, dia adalah gadis yang sangat baik hati dan juga penyendiri, karena sifatnya yang cenderung introvert dan jauh dari yang namanya kesibukan pesta jalan-jalan dan lain-lain, Sierra berbeda dengan gadis remaja pada umumnya ketika gadis-gadis biasa sedang jalan-jalan, pacaran, dan bersenang-senang tapi berbeda dengan Sierra dia cenderung menyendiri dan pergi ke perpustakaan hanya untuk menangis.
"Hiks.... hiks.... Kenapa hidup ku jadi seperti ini?!!!" Teriak Sierra di dalam kamar mandi perpustakaan itu, setelah menangis sesenggukan Sierra keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembab hidung merah dan tambahan sayatan di bagian lengannya
Sierra pun langsung pulang karena dia tahu ibu dan ayahnya akan pulang jam 05.00 dia takut diomelin Kalau pulangnya telat, lebih dari jam 05.00 dia akan di Amuk bahkan lebih parah lagi.
" Kenapa hidupku harus seperti ini ya? " tanya Sierra pada dirinya sendiri, tiba-tiba ada seorang dokter yang mendengar pertanyaan itu dan sang dokter pun menghampiri Sierra, dokter itu menanyakan beberapa pertanyaan kepada Sierra tapi Sierra hanya menjawabnya dengan anggukan atau gelengan.
"Kenapa kamu hanya diam saja? Kamu bisa menjawab pertanyaanku tadi kan jika orang tuamu keras atau ada penderitaan lain yang ada di hatimu aku bisa membantunya? Tenang saja kamu tidak perlu khawatir aku ini dokter" kata dokter itu dengan kasih sayang untuk seorang anak
"Ini bukan urusan Pak Dokter, ini urusan aku dan hanya aku yang mengetahui urusan ini" jawab Sierra dengan lembut kepada dokter tersebut
"Saya mohon Nak Tolong jangan dipendam sendirian... Jika kamu merasa sakit hati atau pikiranmu penuh Kamu bisa cerita kepada saya, jangan dipendam semuanya sendirian kamu masih kecil"kata dokter itu dengan penuh perasaan
"Dokter nggak tahu apa-apa! Ini urusan aku sudah tidak perlu kau mengurusi urusan aku! Uruslah dirimu sendiri dokter! Dan jangan ikuti aku!!! " kata Sierra dengan nada yang sedikit meninggi
Sang dokter tidak menyerah begitu saja, dia mengikuti Sierra namun Sierra juga tahu kalau dirinya itu diikuti dari belakang oleh sang dokter, dokter itu pun terus mengikuti Sierra ke mana saja sampai akhirnya Sierra berhenti di pinggir trotoar lalu berbalik ke belakang dan menghadap sang dokter.
"Apakah anda tidak ada pekerjaan lain selain mengikuti saya?" Kata Sierra dengan nada kesal
"Umur saya sudah 15 tahun Saya sudah remaja! Tolong jangan ikuti saya saya sudah besar dokter! " kata Sierra lalu berlari sekencang mungkin ke arah Gang kecil, dokter juga ikut mengejarnya tapi kehilangan jejaknya setelah pertigaan Gang.
"Keluarlah nak! Aku tahu kamu masih di sana keluar saja! Tolong ceritakan semuanya padaku jangan dipendam walaupun kau bukan siapa-siapa! Aku sebagai dokter harus menyelamatkan anak-anak yang pikirannya melebihi umurnya! Saya mohon keluarlah nak! " kata Sang dokter dengan suara yang menggelegar di Gang tersebut sampai pada akhirnya ada tong sampah yang bergerak karena Sierra kaget mendengar suara sang dokter.
Pada akhirnya dokter pun terpaksa menyuntikkan obat tidur ke lengan Sierra dan membawanya pergi ke rumah sakit tempat ia bekerja di sana sudah ada dokter psikologis anak.
"Jika sudah bangun tolong beri dia air dan tanyakan beberapa pertanyaan ringan ya kepada anak ini, Lalu setelah itu tolong jangan paksa dia Jika dia tidak mau menceritakan apa yang sedang dia alami" pesan sang dokter sebelum akhirnya keluar dari ruang VVIP tersebut.
"Baik dokter" jawab dokter psikologis anak tersebut kepada dokter khusus tersebut.
Setelah 2 jam kemudian Sierra pun siuman matanya berkali-kali mengerjap-ngerjap menyesuaikan matanya dengan cahaya lampu yang sangat terang, lalu dokter psikologis anak tersebut langsung memberikan Sierra minum, Sierra pun menerima Gelas itu lalu meminumnya setengah demi setenggak.
" Bolehkah aku bertanya sedikit tentang dirimu? " tanya sang dokter spesialis anak tersebut kepada Sierra yang kini sudah duduk dengan sandaran bantal yang empuk.
"Kenapa aku bisa di sini?" Tanya Sierra dengan nada yang sangat terkejut ketika melihat ruangan besar alias ruang VVIP.
"Dokter khusus tadi yang telah membawamu ke rumah sakit ini kau tidak ingat dengannya?" Tanya sang dokter spesialis anak tersebut kepada Sierra, Sierra hanya menggeleng
"Dia adalah Ayah kandungmu" kata Sang dokter spesialis anak tersebut dengan wajah yang berubah menjadi melembut mendengar kata-kata itu Sierra langsung syok parah berarti orang yang selama ini tinggal di rumahnya adalah orang tua angkatnya bukan orang tua aslinya, tiba-tiba nafas Sierra sesak dan alat pemantau jantung di sebelah tempat tidurnya berbunyi nyaring
Pip pip pip pip pip!
"Ini... ini tidak mungkin! Siapa ayahku yang sebenarnya dan Siapa ibuku yang sebenarnya!!!" Teriak Sierra di ruangan itu membuat dokter spesialis anak tersebut sampai gemetar.
"Tenanglah Sierra, ibumu sudah lama meninggal dan kini ayahmu adalah seorang dokter khusus sekaligus pemilik Rumah Sakit ini dan aku adalah Bibimu alias adik dari ayahmu" kata dokter spesialis anak itu sejujur-jujurnya membuat Sierra menangis.
"Jadi mereka selama ini bukan orang tuaku lalu untuk apa aku menurut padanya?!" Teriak Sierra sekencang-kencangnya di ruangan tersebut.
" tenang dulu Sierra, Bibi bisa menjelaskan semua ini Jadi ceritanya 15 tahun lalu saat ibu kamu melahirkan mu ke dunia ini Ibumu tidak selamat karena tidak kuat pada akhirnya ibumu menitipkanmu kepadaku tapi saat aku meninggalkanmu di box bayi ada seseorang yang menculik dirimu, aku sudah mencari dirimu kemana-mana selama 15 tahun ini tapi tidak pernah ketemu dan hasilnya zonk, ayahmu juga sudah berusaha bahkan sampai stres tapi tiba-tiba ayahmu merasakan ada sesuatu di dalam dirimu, saat pertama kali ayahmu melihat dirimu di perpustakaan ayahmu merasa tidak asing dengan wajahmu karena wajahmu itu sungguh mirip dengan almarhumah ibumu" jelas panjang lebar dari sang bibi.
Sierra yang mendengar penjelasan itu hanya bisa menangis sang Bibi hanya bisa memeluknya dengan erat membiarkan Sierra menangis dan membasahi baju dokternya, karena bibinya tahu perjuangan Sierra dari pertama diculik sampai 15 tahun ini sudah sangat kuat.
"Sierra kamu termasuk anak yang tangguh dan kuat karena kamu masih bisa bertahan selama 15 tahun ini tanpa ibu dan ayah" kata Sang Bibi sambil menenangkan Sierra yang mulai sesenggukan.
"Aslinya Sierra nggak kuat Bi, Sierra nggak tahu mau ke mana lagi... hiks.... untuk ayah menemukan Siara kalau nggak Sierra nggak tahu Sierra akan menjadi apa di luar sana.." kata Sierra dengan nada yang sangat menyedihkan.
Tiba-tiba ayahnya masuk ke dalam kamar VVIP milik putrinya tersebut, sang dokter khusus alias ayahnya Sierra menatap Sierra dengan penuh kasih sayang karena dia tahu walau sudah 15 tahun mereka tidak bertemu, tapi ikatan darah antara mereka tidak akan pernah putus sampai ajal menjemput salah satunya
"Maafkan ayah Sierra Ayah terlambat menyelamatkan dirimu dari siksaan b*******-b******* itu!" Kata sang ayah dengan lembut sambil mengelus kepala Sang Putri.
Pada akhirnya Sierra hidup bahagia karena telah menemukan orang tua kandungnya walau hanya seorang ayah dan bibinya tapi kebahagiaan dan kasih sayang yang mereka berikan kepada Sierra tidak pernah lepas dari Sierra, semua fasilitas di rumah sudah menjadi milik Sierra.
" Ayah Sierra hanya ingin berterima kasih kepada ayah karena Ayah telah berjuang mencari Sierra kemanapun itu, Sierra sayang ayah!" Kata Sierra sambil memeluk ayahnya dengan dekapan yang sangat erat.
Pesan sang penulis: sayangilah Ibu kalian selagi dia masih ada dan jangan pernah lupakan jasa-jasa Ayah yang telah membanting tulang untuk kalian😭😭😊