Di mana kau, sara.
pagi yang cerah, tawa Naira dan adiknya menggema di taman. Langit biru, aroma bunga, dan angin lembut menemani mereka. Tapi kebahagiaan itu tak bertahan lama. Dalam sekejap, suara tawa itu menghilang,
0
2
Rozi Si Penakluk Tahta
Semerbak aroma khas kopi mulai tercium harum mengawali semangat di pagi hari. Matahari mulai membumbung tinggi, menembus celah-celah ruangan yang mulai terkontaminasi akibat radiasinya. Aku terperanja
0
0
ARUNIKA PATAH
Sore yang hangat, langit mulai berwarna keemasan, dan angin lembut berembus pelan seakan membawa pulang semua kenangan manis hari ini. Cahaya matahari yang hampir tenggelam menyorot pepohonan, membuat
0
1
Love yourself
Aku manusia yang bisa mencintai orang lain, namun diri sendiri tidak... Memberikan perhatian, kasih sayang, kepada orang yang disayang...tetapi diri sendiri dianggurkan... Overthinking di malam hari
0
1
CEO DINGIN ITU ADALAH BOSKU
Berawal dari kisah gadis Cantik yang meninggalkan keluarganya untuk mengumpulkan uang yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup gadis itu karena menolak untuk menikahi anak dari teman Ayahnya, Sa
0
3
Mentari Degestan dan Salju Moskwa (Part 2)
Enam bulan telah berlalu sejak deru mesin kereta membawa Ruslan pergi dari hiruk-pikuk Moskwa, meninggalkan sebuah apartemen yang kini pasti terasa terlalu luas bagi Polina. Di Dagestan, waktu seolah
0
1
Dendang Sumbang Napas Terakhir
Suara riuh rendah penonton di Stadion Utama masih terngiang di telinga Elara, namun kini suara itu terasa seperti ribuan jarum yang menusuk gendang telinganya. Di balik panggung yang megah, di dalam r
0
1
Mahar Langit untuk Bunga yang Terluka (Part 2)
Di sebuah ruang yang wangi oleh aroma gaharu, Zaynab binti Jahsy berdiri di depan cermin, merapikan selendang sutranya dengan jemari yang gemetar. Ia adalah permata Quraisy. Kecantikannya bukan sekada
0
1
Ketika Aku Ketindihan
Waktu itu pukul tiga sore. Matahari sedang terik-teriknya, seolah berusaha membakar aspal jalanan. Aku pulang sekolah dengan tubuh super lelah, rasanya tulang-tulangku mau rontok. Seragam putih abu-ab
0
1
Mentari Degestan dan Salju Moskwa (Part 3)
Apartemen di pusat Moskwa itu kini terasa seperti museum kenangan yang sunyi. Polina duduk di lantai, bersandar pada pintu lemari es yang tidak lagi ditempeli daftar belanjaan halal oleh Ruslan. Musim
0
1
Sajadah Basah Sang Cheryl
Lampu-lampu sorot itu selalu terasa seperti matahari yang menghakimi. Bagi Asmarania Cheryl Baharizkia—atau Cheryl, sebagaimana jutaan pasang mata mengenalnya melalui layar kaca—hidup adalah sebuah pa
0
1
Jangan Ganggu Kami
Malam itu, udara di komplek perumahan kami terasa lebih berat dari biasanya. Sebenarnya, hari itu dimulai dengan sangat normal, bahkan menyenangkan. Kami—aku dan gerombolan teman masa kecilku—menghabi
0
1
Mahar Langit untuk Bunga yang Terluka
Matahari di ufuk Madinah mulai merayap turun, menyisakan semburat jingga yang membakar langit, seolah mencerminkan gejolak yang tengah merambat di lorong-lorong hati para penghuninya. Di sebuah rumah
0
0
Kamu Sudah Makan, Nak?
Teras rumah itu selalu beraroma kayu manis dan bawang goreng. Bagi teman-temanku, rumah di ujung gang itu bukan sekadar bangunan beton, melainkan pelabuhan. Di sana, ada seorang wanita dengan celemek
0
1
Aku Bukan Pelakor
Kalian pikir kalian tahu segalanya hanya dari potongan tangkapan layar dan video durasi lima belas detik di TikTok? Kalian pikir kalian punya hak untuk meludahi layar ponsel kalian dan mengetik kata "
0
1
Mahar yang Tak Terbayangkan
Namaku Alya Sasmita. Usia dua puluh tiga tahun. Seorang perempuan biasa yang hidup di rumah sederhana di pinggir kota. Ayah sudah lama meninggal, dan ibu bekerja menjahit baju tetangga untuk menghidup
0
1
Mentari Dagestan dan Salju Moskwa
Jika hidup adalah sebuah drama Korea, maka Ruslan Magomedov adalah pemeran utama pria yang terlalu kaku untuk menjadi nyata. Ia bertubuh tegap seperti beruang pegunungan Kaukasus, dengan janggut tipis
0
1
Siapa Wanita itu?
Malam itu, suasana di rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Jarum jam dinding di ruang tengah berdetak dengan ritme yang seolah-olah menggedor kesunyian. Aku memilih tinggal sendiri karena rasa mala
0
2
keterasingan agama diduniawi
Tahun 2050. Di kota Ranzar, matahari terbenam di balik gedung-gedung pencakar langit yang menjulang layaknya tombak logam. Lampu neon tak pernah padam, dan layar-layar digital raksasa menayangkan pesa
0
0
Melodi di Tepian Sungai Seine
Musim dingin di Paris tidak pernah seromantis yang digambarkan dalam kartu pos. Bagi Jean-Pierre, Paris adalah gigilan yang merayap dari trotoar beton, masuk ke dalam lubang-lubang sepatu botnya yang
0
1