NovelToon NovelToon
Mencari Tuan Muda [DROP]

Mencari Tuan Muda [DROP]

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: cloud_white

Harya Aditya Mura, seorang pemuda yang hidup dalam kesederhanaan di desa ternyata bukan sekedar pemuda desa biasa.

Satu persatu orang datang padanya dan menyuruh nya untuk pulang ke rumah. tetapi bukannya rumah nya di Desa?

Rahasia apa yang selama ini disembunyikan darinya? tidak, rahasia apa yang tidak diketahuinya selama ini.

Kisah perjalanan seorang pemuda Desa yang ingin mencari tahu siapa dirinya setelah ditimpa kemalangan saat masih kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arsyi vs Harya.

Pagi telah menunjukan sinarnya yang terang membuat mata setiap manusia berusaha memandang dirinya, Harya tengah memasang sepatunya dan berdiri mengambil tasnya.

Ia pergi ke Universitas seorang diri karna Rama yang sudah meninggalkan kost sehingga tak ada lagi teman pergi bersama, Harya menuruni tangga dan menghirup udara pagi yang belum dicemari asap kendaraan.

"Kira-kira si Rama tinggal dimana ya? nggak mungkin dia tidur di emperan toko" pikir Harya

"Dek! bisa bantu ibu sebentar?"

Harya mendengar suara orang yang memanggilnya dan mendapati ibu Kost sedang kesusahan mengangkat sebuah kotak.

"Mari saya bantu bu"

Harya mengangkat dua kotak sekaligus dan menempatkannya di bagasi mobil, ibu kost kagum dengan kekuatan Harya padahal badan nya ya bisa dibilang ototnya tak terlalu menonjol.

Dalam waktu sebentar 5 kotak itu sudah ada di bagasi mobil.

"Makasih ya dek Harya, ibu berterima kasih banget" ucap ibu kost

Harya merasa canggung "nggak papa bu Kost, cuman kotak begini aja"

"Aduh jangan panggil ibu Kost, malu saya nya...nama ibu Bella jadi panggil bu Bella saja" ucap bu Bella kepada Harya

"Baik bu Bella"

Setelah itu bu Bella memasuki mobilnya dan pergi mengucapkan salam perpisahan dengan Harya, Harya pun melanjutkan perjalanannya menuju Universitas.

Universitas Aksara.

Sebuah mobil Porsche bewarna biru navy memasuki halaman disaat Harya juga masuk dengan jalan kaki.

"Oh astaga orang kaya baru"

"Apakah dia Tuan muda baru yang ada di Kota?"

"Bagaimana rupanya ya~"

"Aku tetap menyukai Tuan muda Hanfi"

Begitulah ocehan-ocehan yang terdengar saat mobil mewah itu memasuki halaman Universitas.

'Baru mobil saja sudah seheboh ini' batin Harya

Ia melewati mobil tersebut dan segera memasuki gedung seperti orang tanpa beban walau banyak ocehan kecil tentang dirinya.

Pintu mobil terbuka dan menampilkan seorang pemuda bersurai coklat dengan mata kuning madu yang sangat cocok dengan warna rambutnya.

Para kaum Hawa berteriak histeris, lagi-lagi mereka disuguhi pemuda tampan di pagi hari dan itu membuat mereka sangat bersemangat untuk mendekati pria itu tentunya.

"Nanti tidak usah jemput aku, aku akan pergi makan dengan kawanku" ucap pemuda itu pada sopir nya

"Baik....Tuan muda Rama"

....

Harya berjalan menuju kelasnya dan menaruh tasnya setelah itu ia tidur selama pelajaran belum dimulai.

"Oi, bangun eoi jangan ngebo di kampus" sebuah suara menyebalkan membangunkan Harya

"Apa sih ganggu banget" Harya mengucek matanya agar dapat menatap jelas orang yang membangunkannya.

Dilihatnya Rama dengan tampilan rapi mempesona dengan rambut yang disisir ke arah samping.

"RAMA?!"

"Napa lu, kayak habis ngeliat siluman monyet aja" ejek Rama ketika ia melihat Harya terkejut hingga terdorong kebelakang.

"Dirimu mau ngelamar cewe Ram? makanya rapi-rapi begini?!" histeris Harya "Cewe yang mana ei, kenalin dong!"

"Kau nih! urusan cewe aja baru semangat giliran kawan mu letoy-letoy kau" kesal Rama

"Nggak gitu Ram, tapi kalau kau habiskan uang mu buat beli pakaian mahal begini kau mau tinggal dimana? emperan toko? aku nggak mau ngehidupi kau di Kosan" celoteh Harya asal saja

"Aku nggak segitu gilanya juga lah ya, sampe buat diriku sendiri tidur di emperan toko!" amarah Rama semakin melunjak

Rama memutuskan untuk menceritakan identitas aslinya dan latar belakang keluarganya serta hal yang menimpa dirinya hingga membuat ia harus bersembunyi.

"Jadi kau Tuan muda yang tersesat" ucap Harya yang sudah paham

"Tersesat otak mu! bukan tersesat tapi aku memang lari dari rumah" kesal Rama

"Mengapa kau lari? padahal dirumah ada orang tua mu yang nunggu dirimu" tanya Harya

"Semua karna mereka melarang ku untuk berkuliah disini, mereka mau aku berkuliah di luar Negeri padahal aku mau nya di Tanah air ku" pasrah Rama

"Yang semangat Ram, hidup pasti berputar kok" ucap Harya memberi semangat pada Rama

"Ying simingit Rim, hidip pisti birpitir kik" ejek Rama

"Aku pukul nanti wajahmu tuh Tuan muda" kesal Harya

Mereka berdua langsung tertawa dengan alasan yang membingungkan.

Pelajaran dimulai dan Harya mukai fokus pada apa yang diajarkan oleh dosen yang ada di depan, julukan mahasiswa terpintar dijatuhkan pada Harya oleh para Dosen-dosen di sana.

Ketika waktu untuk beristirahat, Harya merapikan buku-buku nya dan meletakkan di dalam laci meja nya.

BRAK

"Ada masalah apa sehingga anda memukul meja saya?" tanya Harya dengan menatap mata orang tersebut yang tak lain adalah Arsyi

"Masalah kita masih belum selesai anak Desa!" ketus nya dan menarik kerah baju Harya

Harya menampilkan wajah dinginnya dan berkata, "Saya tidak pernah membuat masalah dengan anda"

Arsyi menyeringai "Jangan lupakan saat kau mempermalukan diriku dihadapan orang-orang"

Arsyi melepaskan kerah baju Harya dan tak lupa ia mendorong Harya kebelakang.

"Jadi, apa yang ingin anda lakukan sekarang?" tanya Harya berdiri tepat di hadapan Arsyi

"Temui aku di lapangan basket, kita selesaikan masalah kita disana"

Arsyi berjalan keluar melewati ambang pintu sementara Harya tetap saja terpaku dengan tampang dinginnya yang sangat mempesona itu.

'Dia ingin mengajak ku berkelahi rupanya' batin Harya

Harya berjalan menuju lapangan basket sesuai perkataan Arsyi dan ia melihat banyak sekali orang yang berlarian ingin menonton mereka yang tengah berkelahi di lapangan basket itu.

"Eh rupanya kau berani datang ya anak desa" ejek Asryi dengan tangan yang dimasukan kedalam kantung celananya.

Harya berjalan mendekat hingga ia tepat di hadapan Arsyi yang berlagak sombong itu.

"Kita mulai sekarang"

Sorak sorai mulai terdengar, dari yang menyemangati Arsyi dan mengejek Harya bahkan anggota Cheerleader tim basket pun ikut menyoraki.

Arsyi meluncurkan tinjunya di bagian wajah Harya tetapi berhasil ditangkapnya, Harya mengembalikan tinju itu dengan menumbuk wajah Arsyi hingga ia termundur beberapa langkah.

Di sentuhnya luka lebam itu dan melancarkan tendangan sweep kick nya naas kakinya malah di tinjak oleh Harya membuat Arsyi meronta kesakitan.

Bunyi tulang patah terdengar menggema di lapangan, para pendukung Arsyi terdiam tidak percaya bahwa bunyi tulang patah itu adalah milik Arsyi.

"Maafkan aku, aku terlalu termakan emosi" ucap Harya dan menjulurkan tangannya untuk membantu Arsyi berdiri.

Arsyi menggertak gigi nya "Aku tak butuh tangan kotor mu itu anak desa! orang Desa semuanya sama saja! tak tau apa itu tata krama dan aku yakin pasti orang tua mu juga-"

Belum sempat Arsyi selsai berbicara, sebuah tinju mendarat di pipinya dan membuat luka lebam lagi dan pelaku itu adalah Harya.

"Aku tak masalah jika kau menghina ku tetapi...jika kau menghina orang tua ku lain lagi ceritanya, aku memang anak Desa tetapi aku tetap belajar tata krama malahan anak Bos seperti dirimu itu"

Harya mencengkram kerah baju Arsyi dan berkata, "Merasa bahwa sudah ada di atas dan melupakan sebuah tata krama yang penting, masih ada orang diatas dirimu"

Harya pergi meninggalkan lapangan basket yang sunyi senyap padahal orang disana sangat ramai.

'Mengapa mereka selalu membuat diriku marah, sepertinya aku harus belajar mengontrol emosi lagi' pikir Harya

...----------------...

1
Jabrik Keren
Biasa
Edo Masamba
gak ada sambungannya
Sabar Priatna
gak bener ending nya
Sabar Priatna
gak bener ending nya.
MrQues Ques
ceritanya kayak gak masuk akal...🤣🤣
Royal Kekelengen
pliiis...
anang sujarwo
authooor kontoooool...
udah baca dari awal endingya kaya taaaai anjiiing..
Emang Noveltoon anjiiiing
Saleh Hermanto
thor prolognya kagak jelas.... tu anak siapa.... hidup dizaman apa....hilangnya kenapa... tau. tau nongol di saluran irigasi....
Jusanto
up
Ima Diah
sekeluarga soplak...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ima Diah
itu si kakek yg siap GK bayar...terus di pukuli sama yg punya warung kan ....🤣🤣🤣🤣
syarif bakti
kok ngga lanjut knp ngga ada bayarannnya ya
syarif bakti
knp thor tudak lanjut
Jjlynn Tudin
logo tamat ku kira suda tamat up sekalinya gini Aja😒
Jjlynn Tudin
jadila petani yg berjaya Bwa BPA mamamu mkn nasi di kg hasil tani Aja🤣
Jjlynn Tudin
orang kaya aku heran sudala kaya melaintir buat anak satu Dua Aja pastu Masih tamak banyak harta Masih rebutan 🤭🤣🤣
Irin Nizam
Lumayan
Sri Juliani
lho koq org tua bidoh,gK car masalanya knapa harya di usir,dan gak ada penyelikan thor,biar seru..tapi org berkuasa,masak bisa di obrak abrik keluarganya..
Sri Juliani
wah gregatan gue,,koq gak di bawa aja langsung si arya bu...
Sri Juliani
perjalanan yg melelahkan..bagi arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!