NovelToon NovelToon
Aku Tak Sanggup Lagi

Aku Tak Sanggup Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan rumah tangga Anjani dan Malik yang harus kandas dengan hadirnya sosok Dara, wanita yang merupakan sahabat baik Anjani yang menjadi pelakor dalam rumah tangganya. Hinaan kasar dari mertuanya juga membuat Anjani menyerah dan memutuskan untuk berpisah hingga takdir mempertemukannya dengan bule tampan asal Inggris Oliver Jones yang mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Sang CEO

Cahaya lampu ruang kerja Oliver Jones di lantai puncak Jones Group berpendar redup, hanya menyisakan sorot lampu meja yang menyinari tumpukan dokumen. Oliver duduk bersandar, jemarinya mengetuk-ngetuk meja kaca dengan irama yang konstan. Di hadapannya, asisten kepercayaannya, seorang pria bertubuh tegap bernama Julian, berdiri dengan tenang.

"Laporan sudah lengkap, Sir," ujar Julian seraya menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan analisis forensik digital. "Foto yang dikirimkan ke ponsel Anda kemarin adalah hasil manipulasi tingkat tinggi. Metadata foto itu menunjukkan bahwa file tersebut dibuat menggunakan perangkat lunak yang biasa digunakan oleh agensi pemasaran digital kelas menengah di Jakarta, dan jalur pengirimannya berasal dari alamat IP yang berafiliasi dengan perusahaan yang disewa oleh calon istri Malik Wiratama."

Oliver menatap layar itu dengan mata biru yang dingin. Tidak ada keterkejutan di sana, hanya sorot mata seorang predator yang baru saja menemukan mangsanya mencoba menipu. Sejak awal, Oliver bukanlah pria yang mudah percaya pada desas-desus. Ia membangun Jones Group dari nol dengan ketelitian yang hampir obsesif; bagi Oliver, kebenaran adalah komoditas yang paling mahal.

"Jadi, Dara Mitha Dahayu mencoba memainkanku," gumam Oliver dengan nada rendah. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jauh lebih menakutkan daripada kemarahan yang meledak-ledak. "Dia pikir dia bisa mengadu domba seorang Jones dengan pion yang sedang ia coba hancurkan?"

Oliver teringat bagaimana Anjani, wanita yang tampak rapuh namun memiliki tekad baja itu, selalu jujur dalam setiap langkahnya. Anjani mungkin memiliki banyak masalah, tetapi integritas adalah satu-satunya benteng yang ia miliki. Oliver menyesal sejenak karena sempat membiarkan keraguan singgah di hatinya, bahkan untuk satu detik pun.

"Apa yang harus kita lakukan, Sir?" tanya Julian. "Apakah kita akan mengungkap ini ke publik?"

"Tidak," jawab Oliver tegas. "Itu terlalu membosankan. Jika kau ingin menangkap tikus, jangan hancurkan lubangnya. Buatlah tikus itu merasa aman sampai dia masuk ke dalam perangkap yang paling dalam."

****

Oliver berdiri, berjalan menuju jendela besar yang memperlihatkan kerlip lampu Jakarta di bawah sana. "Dara menginginkan sebuah pernikahan yang megah, bukan? Mari kita berikan itu padanya. Namun, kita akan memastikan bahwa di tengah pesta tersebut, dia akan menyadari bahwa dia tidak sedang merayakan pernikahan, melainkan sedang memakamkan karier dan sisa hidupnya sendiri."

Sementara itu, di kediaman Wiratama, Dara merasa berada di puncak dunia. Ia melihat sikap dingin Oliver Jones yang tampak menjaga jarak dari Anjani beberapa hari terakhir ini sebagai tanda keberhasilannya.

"Lihat, Malik," Dara menunjukkan ponselnya pada Malik dengan penuh kemenangan. "Oliver Jones sudah mulai menjauhi wanita itu. Dia pasti sudah muak dengan segala kepura-puraan Anjani. Tanpa pria itu, Anjani bukan apa-apa."

Malik Wiratama, yang duduk di ruang tengah dengan segelas wiski di tangannya, mengangguk puas. Meski perusahaan masih terancam audit, dia merasa setidaknya satu ancaman utama telah berhasil disingkirkan. "Bagus. Sekarang kita bisa fokus pada pernikahan kita. Mama sudah menyetujui semua rencana dekorasinya. Kita akan membuat resepsi yang paling mewah di hotel bintang lima."

Bu Anne yang baru saja masuk ke ruangan pun ikut tersenyum lebar. "Tentu saja! Kita harus menunjukkan pada publik bahwa keluarga Wiratama tetap berdiri tegak, tak peduli berapa banyak lalat pengganggu yang mencoba merusak nama baik kita."

Dara merasa tak terkalahkan. Ia mulai merancang sabotase berikutnya. Ia tidak hanya ingin Anjani disingkirkan oleh Oliver, ia ingin Anjani hancur secara sosial. Ia mulai menyebarkan rumor-rumor keji di kalangan arisan sosialita, mencoba mematikan pintu bagi Anjani untuk mendapatkan pekerjaan atau bantuan dari pihak mana pun.

****

Namun, Dara tidak tahu bahwa setiap gerak-geriknya kini berada di bawah pengawasan ketat. Oliver telah menempatkan orang-orangnya di dalam lingkaran internal keluarga Wiratama. Bahkan rencana pernikahan mereka kini sudah dipantau langsung oleh tim keamanan Jones Group.

Dua hari kemudian, Oliver memutuskan untuk melakukan langkah pertamanya. Ia mengundang Malik Wiratama ke sebuah pertemuan bisnis yang seolah-olah ditujukan untuk membahas "kerjasama" di masa depan. Malik, yang tengah putus asa mencari dana untuk menutupi lubang keuangan perusahaan akibat audit yang membayangi, dengan senang hati menerimanya.

Di restoran eksklusif dengan pemandangan private yang mewah, Malik datang dengan setelan jas terbaiknya. Ia terkejut melihat Oliver duduk di sana, menyesap anggur merah dengan tenang.

"Tuan Jones, sebuah kehormatan," Malik menjabat tangan Oliver dengan antusias yang dipaksakan.

Oliver membalas jabatan tangan itu dengan cengkeraman yang kuat. "Duduklah, Wiratama. Aku mendengar kau akan segera melangsungkan pernikahan."

Malik sedikit terkejut, namun ia tersenyum lebar. "Benar. Kami ingin ini menjadi hari yang tak terlupakan."

****

"Tentu saja," Oliver berkata dengan nada misterius. "Aku ingin memberikan hadiah pernikahan bagi kalian. Aku punya beberapa investor asing yang tertarik pada proyek konstruksi milik perusahaanmu. Namun, ada satu syarat."

Mata Malik berbinar. "Syarat apa pun, Tuan Jones!"

"Aku ingin kau membawa calon istrimu untuk bertemu denganku dan para investor itu besok malam," Oliver menyesap anggurnya. "Dan pastikan dia membawa semua dokumen terkait kepemilikan aset perusahaan agar kita bisa langsung menandatangani kesepakatan itu."

Malik tidak curiga sedikit pun. Baginya, ini adalah penyelamat hidup. Ia tidak menyadari bahwa ia baru saja membawa calon istrinya ke dalam sarang singa.

Di sisi lain, Oliver mengirimkan pesan singkat kepada Anjani: “Bersiaplah. Kita akan mengakhiri ini di pesta mereka. Aku butuh kau di sana sebagai saksi bahwa keadilan tidak pernah tidur.”

Anjani, yang saat itu sedang berada di rumah sakit menemani Pak Santo, membaca pesan itu dengan napas tertahan. Ia tidak tahu apa rencana Oliver sepenuhnya, namun ia percaya pada pria itu. Ia melihat ayahnya yang kini sudah mulai bisa duduk di ranjang, dan ibunya yang menatapnya dengan penuh harap.

"Jani," suara Pak Santo terdengar pelan namun tegas. "Jangan biarkan mereka membuatmu takut. Ayah lebih baik mati daripada melihatmu menyerah pada orang-orang seperti mereka."

Anjani memeluk ayahnya dengan erat. "Aku tidak akan menyerah, Yah. Aku justru baru akan memulainya."

Malam itu, di dalam mobilnya, Oliver Jones menatap layar ponselnya. Ia membuka foto editan yang dikirimkan Dara sebelumnya. Ia tidak menghapusnya. Ia menyimpannya sebagai senjata. Dia akan membiarkan Dara merasa aman dalam kebohongannya sampai tiba saatnya kebenaran itu sendiri yang akan menghancurkan sang pengkhianat.

****

Dara Mitha Dahayu, dengan segala kelicikannya, tidak sadar bahwa dia sedang merancang panggung bagi kehancurannya sendiri. Dia merasa telah memenangkan permainan, sementara sebenarnya, dia hanyalah bidak yang sedang digiring ke kotak skakmat.

Saat bulan naik tinggi di langit Jakarta, Oliver Jones menutup matanya sejenak, memikirkan strategi selanjutnya. Dia tidak hanya akan membuat Malik jatuh bangkrut, dia akan memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam penyiksaan keluarga Anjani akan kehilangan segalanya, secara perlahan dan menyakitkan.

Permainan ini bukan lagi soal uang, bukan lagi soal bisnis. Ini soal membayar utang rasa sakit yang telah mereka berikan kepada Anjani. Dan Oliver Jones, pria yang selalu memegang kendali, tidak akan pernah membiarkan utang itu tidak terbayar.

1
Heriyani Lawi
ceritanya ky film India, meskipun ditangkap bbrp kali msh aja lolos. klo aku mungkin dah kutembak mati aja tuh si dara, ngapain diserahkn ke polisi klo ujung2nya lepas lg
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh menurutku thor. sdh tau dara melarikan diri dan bersifat licik, knp ayahnya Anjani tidak dikawal dan dibiarkan sendiri
Dew666
👍
Iffanaya 😽
dara tu gk bisa dimasukin penjara lg, orang mcm dara lbih baik dimusnahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!