NovelToon NovelToon
Kamar No.11B

Kamar No.11B

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Contest / Rumahhantu / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: vikryviik

Ada apa di kamar 11B? Sejak Adi menempatinya, hal-hal tak biasa sering ia alami. Mimpi buruk kadang mengganggu tidurnya, bahkan sesosok wanita sering menghantuinya? Apa karena harga kost tersebut murah? Sampai-sampai Adi tak berniat pindah dari sana.

Atau ada hal lain? Yang membuatnya harus tetap bertahan demi menguak misteri yang terjadi.

Belum lagi, puluhan ekor kucing kadang mengganggu Adi. Seolah selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Rasa takut bercampur penasaran menggelayut di kepala Adi. Dapatkah Adi menemukan jawaban tentang sesuatu yang mengganggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vikryviik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.10

Azan subuh terdengar sayup di kejauhan, sedangkan mataku tak dapat terpejam sejak bangun pukul tiga tadi. Aku beranjak dari kasurku menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setelah melaksanakan shalat subuh, kubangunkan Bagas.

"Gas, udah subuh Gas. Bangun Gas." aku menggoyang-goyang tubuh Bagas.

Bagas bangun dan melaksanakan shalat subuh.

"Cepet banget udah subuh aja ya, perasaan gue baru tidur sebentar." gumam Bagas setelah shalat.

"Habis shalat doa dulu Gas." ujarku.

"Oh iya, gue lupa Di. Hehehehe."

Hari ini jadwal perkuliahan kelasku di mulai pukul delapan pagi. Aku merasa kurang bersemangat hari ini, karena kurang tidur. Setelah mandi dan membereskan kamar, aku dan Bagas berangkat kuliah. Tak lupa kukunci pintu kamar.

"Lo kenapa Di? Lesu amat, semangat dong!" ucap Bagas.

"Kurang tidur gue Gas. Nggak bisa tidur habis mendusin semalam." jawabku.

"Yee kenapa nggak bisa tidur? Padahal enak lho tidur di kamar lo. Adem, nggak perlu kipas angin."

"Nggak tau kenapa. Udah gue coba, cuma tetep nggak bisa."

Kami berjalan melewati garasi. Kembali kulihat Nek Iyah sedang menyapu halaman.

"Eh Dek Adi, mau berangkat kuliah?" sapa Nek Iyah.

"Iya nek." jawabku sambil tersenyum.

"Oh iya, kran airnya masih rusak?" tanya Nek Iyah kembali.

"Masih nek, kadang suka copot sendiri kran airnya."

"Yasudah, nanti di benerin sama Ujang. Kunci kamarnya titip di saya aja." Nek Iyah berkata.

"Eh, nggak apa-apa nek? Nggak tunggu saya pulang kuliah aja?" tanyaku.

"Nggak apa-apa, aman kok. Ujang memang orang yang kerja di sini. Nggak bakal ada yang hilang." jelas Nek Iyah.

Aku pun memberi kunci kamarku ke Nek Iyah.

"Oh iya nek, ada yang mau saya tanyain."

"Tanya apa?"

"Di sekitar sini memang ada bayi yang baru lahir ya?" tanyaku.

Nek Iyah diam. Bagas juga diam.

"Sudah dua malam saya denger bayi nangis tiap jam tiga malam. Dan suaranya kenceng banget, dan kedengerannya deket banget." sambungku.

"Eh, kamu denger bayi nangis? Perasaan kamu aja kali." ucap Nek Iyah.

"Nggak mungkin nek, saya denger jelas banget kok." jawabku.

"Udah udah, nggak ada bayi baru lahir kok di sekitar sini. Sudah berangkat saja, nanti telat. Saya masuk dulu ya." jawab Nek Iyah sedikit salah tingkah.

Nek Iyah berlalu meninggalkan aku dan Bagas di halaman.

"Emang perasaan lo aja kali Di." gumam Bagas.

"Kuping gue masih sehat Gas, gue yakin sama yang gue denger." sambutku.

"Yaudah yuk berangkat. Matkul Pak Yono nih, dosen killer. Yuk ah!" ajak Bagas.

Kami berjalan meninggalkan halaman. Tapi ada yang aneh dengan jawaban Nek Iyah, seperti ada yang di sembunyikan. Atau memang ia tahu sesuatu, namun tak mau kasih tahu. Dan gelagatnya pun tak biasa.

Aku membuka gerbang kemudian menutupnya kembali.

"Di, mbak yang punya rumah ini nggak keliatan lagi ya?" tanya Bagas sembari menunjuk rumah mungil di depan gerbang.

"Mana gue tahu Gas. Emang kenapa?" tanyaku.

"Nggak apa-apa sih. Saran gue, lo deketin dia Di. Kalo udah deket kan enak."

"Enak apa?" tanyaku.

"Yee lo jangan mikir macem-macem. Enak maksudnya lo bisa makan gratis, secara lo kan mahasiswa perantau. Harus banyak cari kawan Di." jelasnya.

"Iya nanti kalo ketemu gue ajak ngobrol." jawabku.

"Eh, ajak gue ya kalo mau ketemu." Bagas senyum-senyum.

"Aaahh gue tahu nih, ini akal-akalan lo aja nih. Nyuruh gue deketin, biar lo bisa deketin juga. Iya kan? Ngaku lo?"

"Hahahaha, pikiran gue kebaca ya? Hahahahaha." Bagas tertawa.

"Lo tahu nggak Di, semalem pas gue lanjutin tidur lagi. Pas tidur gue mimpiin si mbak di rumah itu Di. Hehehehe."

Langkahku terhenti.

"Ngapain berenti jalan sih? Sambil jalan aja gue ceritanya Di, nanti telat." Bagas menepuk lenganku.

"Terus?" tanyaku.

"Emang sih, mukanya nggak terlalu jelas. Tapi senyumnya manis banget. Di mimpi itu dia duduk di lantai atas rumahnya, kakinya sambil uncang-uncang gitu Di. Lo tahu kan uncang-uncang?"

"Uncang-uncang itu goyang-goyang kan?" jawabku.

"Iya, semacam itu lah pokoknya. Dia pakai baju putih bagus banget, kayak bahan sutera gitu. Dia senyumin gue terus, senyum kayak malu-malu gitu Di. Lo tahu kan?" Bagas kembali bertanya.

"Iya gue tahu." jawabku yang sudah agak malas menanggapinya.

Sepanjang perjalanan menuju kampus, Bagas membahas mimpinya bertemu mbak rumah mungil depan Kost Pak Thamrin. Bahkan saat sampai di depan kelas, Bagas terus nyerocos soal si mbak.

Dia bilang, akan menginap lagi di kost-ku kapan-kapan. Ia pun bilang ingin sesekali mengobrol dengan si mbak. Puncaknya, ia ingin sekali mengajak si mbak jalan, walau hanya sekedar makan.

Dasar gila.

1
Dewii Ratna Daffa'rizkiansyah
iya nih kek badrun y kmna gak muncul2..
Mila Karmila
aneh ya kok semuax bengong bukan membunuh si merah mlh santai santai aja gimn sih ceritax g paham aq
Mila Karmila
ha ha ha jagox kalah
Mila Karmila
mn tika
Mila Karmila
mana ilmu di cemen
Mila Karmila
bukanx mau ambil mustika lupa yaaaa
Shankara Senja
bukan tokoh utamanya yg ga peka.taoi penulisnya ga peka sama konent pembaca
Shankara Senja
si adi lemot apa bodoh ya..secara lulusan pesantren gtu loh..kecuaki orang biasa..hapalan doa untuk apa jg pasti diajarkan..apa penulis yg kurang paham
Wiwit
koq Adi ga ada nanya yg ada perempuan d rmh mang Ujang, koq ceritanya ngambang trus
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
ujang gmn?
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
perasaan udah jelas banget... kalau si adi bakal di jadiin tumbal si kunti *merah* tapi karna punya jimat pengganti nya si wati..... masa adi masih ga paham juga... padahal udah di kasih tau dan dapat petunjuk banyak bangat (dari mimpi).
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
itu mereka ga ada kepikiran buat cari si bagas di rumah mba kunti apah?
KATAKURI
Jujur gua benci sama wanita kayak Kemala ini!!!! asli!!!!
Achiek
adi... adi..... cara pikir mahasiswa kok gitu sih.... yg diincar bkn hny loe... tika dan nyokap kemala kan diincar juga....
Achiek
lho bknnya nyai asih blm meninggal saat keguguran... dan dikuburkan bkn disekitar rumahnya.... ini crt kok jd mundur maju.... belibet nggak jelas....
Achiek
bodoh.... kok bs sich thor sosok bodoh dijadikan aktor utama....
Aris Setyawan
si guntur emang g berguna,,malah nambah masalah
Aris Setyawan
bentar2 dengkul lemas,, aslinya adi punya nyali g sich
Aris Setyawan
selain adi yg pekok,, ternyata anak ponpes satunya juga g kalah pekoknya...hehehehe..
Aris Setyawan
ne cerita nya adi tokoh utama yg g peka,, katanya lulusan ponpes kok g peka,, katanya nyaman dikost ternyata merasa dihantui,, nyamannya dimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!