Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 03
Erlan langsung mengantar kan Kania pulang, di dalam perjalanan hingga tiba di rumah, tidak sekalipun kedua nya terlibat percakapan. Kania hanya diam dan dia tidak berani bertanya sesuatu, dia merasa ini bukan ranah nya.
Kania langsung menyusun barang - barang itu di tempat nya masing- masing, sementara Erlan pergi ke taman belakang yang berada di samping rumah. Dia saling bertukar pesan dengan Wina, wanita dari masa lalu nya.
Kania melihat nya dari balkon yang ada di kamar nya, dia melihat suami nya begitu bahagia berbicara melalui telepon. Selama ini belum pernah Kania melihat suami nya sebahagia ini, Kania memperhatikan Erlan yang sedang berbicara di telepon, Kania yakin saat ini Erlan pasti sedang bicara dengan Wina.
"Ya Allah, kenapa rasa nya sesakit ini? Mas Erlan mengabaikan ku dan bersikap dingin selama ini, aku tidak begitu terluka. Tapi sekarang melihat nya bercanda dengan wanita lain, kenapa rasa nya begitu perih?" Kania bermonolog pada diri nya sendiri.
Dulu Kania tidak bisa menolak perjodohan ini, dia tidak mau membuat abah Muis kecewa. Abah Muis sudah membesarkan nya dengan penuh kasih sayang, Kania tidak punya orang tua. Abah Muis menemukan nya saat dia masih bayi merah di depan pintu pagar pondok pesantren.
Tidak ada petunjuk tentang orang tua nya, hanya sebuah kalung dengan liontin yang berbentuk kupu- kupu yang di pakai di leher nya saat dia di temukan. Kania meraba kalung itu, sejak Bayi kalung itu tidak pernah dia lepaskan. Dengan memakai kalung itu dia berharap suatu hari akan menemukan petunjuk tentang siapa diri nya.
"Haruskah aku mundur dari pernikahan ini?" Kania bertanya pada diri nya sendiri.
"Bagai mana dengan abah? Dia pasti kecewa jika aku dan mas Erlan berpisah!" Kania menghembuskan nafas berat.
Tidak ingin semakin membuat hati nya terluka, Kania memilih masuk ke dalam kamar nya. Dia merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur, mungkin dengan tidur bisa mengurangi sedikit rasa perih di hati nya.
Kania terlelap dalam tidur nya, sayup- sayup suara adzan membangun kan Kania yang sedang tertidur. Dia segera bangun dan melaksanakan kewajiban empat rakat nya, Kania tidak pernah meninggal kan sholat nya sejak dia masih kecil.
Kania turun dari kamar nya yang berada di lantai atas, dia tidak menemukan keberadaan suami nya.
"Mbok, apa bapak pergi keluar?" Tanya Kania pada mbok Nah.
Mbok Na adalah pembantu yang di bawa oleh Erlan dari rumah orang tua nya, mbok Nah sudah puluhan tahun bekerja dan ikut dengan orang tua nya Erlan. Bahkan sebelum Erlan lahir ke dunia ini, mbok Nah lah yang membantu merawat Erlan sejak bayi.
"Bapak sedang keluar bu!" Jawab Mbok Nah sopan.
"Bapak ada bilang dia mau pergi kemana, Mbok?" Tanya Kania lagi.
"Tidak bu, bapak tidak bilang - bilang!" Jawab Mbok Nah sambil menggelengkan kepala nya.
"Ya udah, terima kasih mbok. Mbok bisa lanjutkan pekerjaan mbok!" Kania berkata pada art nya.
Kania segera pergi ke bagian belakang rumah, di sana ada sebuah kebun kecil. Kania sengaja mengisi luang nya dengan berkenan, dia menanam berbagai jenis tanaman rimpang dan tanaman lain nya.
Kania tahu saat ini Erlan pasti sedang keluar, untuk bertemu dengan Wina. Kania tidak punya hak mencegah nya, dia sadar pernikahan nya dan Erlan adalah hasil perjodohan orang tua mereka.
*****
Erlan dan Wina saat ini sedang berada di sebuah kafe, Wina sengaja memesan sebuah ruangan VIP. Dia tidak perduli walaupun saat ini diri nya masih berstatus sebagai istri orang lain, dan Erlan pun masih berstatus sebagai suami wanita lain.
"Mas, aku kangen sama mas. Aku sudah berusaha mencari mas, bahkan aku sempat bertanya pada tante Indri. Tapi dia malah marah dan melarang ku untuk menemui mu!" Wina berkata dengan nada sendu.
"Win, Mama tidak salah Win. Saat ini aku masih berstatus sebagai suami nya Kania, dan kau juga masih berstatus sebagai seorang istri dari pria lain. Aku tidak ingin timbul masalah!" Erlan berkata pada Wina.
"Mas, aku sudah katakan pada mu. Aku dan suami ku sudah dalam proses perceraian, jangan khawatir!" Wina berkata sambil tersenyum.
Erlan hanya terdiam, sejujur nya di dalam hati kecil nya dia merasa bersalah pada Kania. Walaupun dia tidak pernah mencintai wanita itu, tapi dia tahu Kania tidak bersalah di dalam hal ini. Walaupun Kania saat ini berstatus sebagai istri nya, tapi tetap tidak bisa mengganti posisi Wina di hati nya.
"Mas, katakan dengan jujur, apakah kau mencintai istri mu?" Tanya Wina sambil menatap mata Erlan.
Erlan segera memalingkan wajah nya, dia tidak ingin Wina melihat bola mata nya. Karena sampai kapan pun, Erlan tidak akan pernah bisa berbohong di hadapan wanita ini.
"Dengan kau diam dan berpaling, maka aku sudah tahu jawaban nya, Mas. Kau tidak pernah bisa mencintai wanita lain selain diri ku, cinta mu sudah habis pada diri ku!" Wina berkata dengan nada yang begitu bahagia.
Memang benar apa yang di katakan oleh Wina, dia tidak bisa mencintai wanita lain selain Wina. Mau sebaik apapun Kania, tetap saja wanita itu tidak bisa memiliki tempat di hati nya.
"Aku bahagia mas, setidak nya tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan cinta kita!" Wina berkata sambil bersandar di bahu Erlan.
Erlan menghembus kan nafas kasar, walaupun hati nya bahagia karwna wanita yang di cintai nya sudah kembali. Tapi dia tahu pasti, akan ada banyak hati yang terluka karena keputusan ini. Kania, kedua orang tua nya, dan juga orang tua Kania.
"Win, jika kita nekat melanjutkan hubungan ini. Maka aku yakin, kedua orang tua ku tidak akan pernah merestui nya!" Erlan berkata pada Wina.
"Aku tahu itu mas, tapi ini hidup kita berdua. Aku tidak perduli dengan restu siapa pun, bagi ku kau mencintai aku itu sudah cukup. Aku tidak butuh restu siapapun untuk bersama mu!" Wina berkata sambil menggenggam erat tangan Erlan.
Wina adalah wanita yang sangat ambisius, dia tidak perduli dengan orang lain. Yang terpenting bagi nya tujuan nya tercapai, dan dia tidak segan - segan melakukan sesuatu demi tercapai nya tujuan nya.
Bayangan wajah teduh dan santun Kania muncul di pelupuk mata nya, sekalipun dia tidak pernah bisa mencintai nya, tapi Erlan tahu keputusan ini akan melukai wanita itu. Wanita yang sangat di sayangi oleh Mama Indri dan Papa Beni, Erlan sadar orang tua nya tidak akan diam saja. Mereka juga tidak akan bisa menerima Wina sampai kapan pun, Erlan tahu seperti apa orang tua nya.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡