NovelToon NovelToon
Bayangan Penguasa

Bayangan Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama sepuluh tahun, Bumi diinvasi oleh monster dari "Gerbang Dimensi" (Gates). Han Do-Yoon adalah seorang Hunter Peringkat-F yang bertahan hidup sebagai kuli panggul di dalam Dungeon. Pada Hari Kiamat, saat "Dewa Luar" (Outer Gods) menghancurkan pertahanan terakhir umat manusia, Do-Yoon mengorbankan dirinya untuk melindungi artefak kuno.
​Alih-alih mati, ia terbangun sepuluh tahun di masa lalu—tepat di hari di mana sistem kebangkitan pertama kali turun ke Bumi. Namun kali ini, ia tidak membangkitkan kelas biasa. Ia mendapatkan kelas tersembunyi berperingkat Myth: Pewaris Ketiadaan. Dengan pengetahuan masa depan dan sistem absolut di tangannya, Do-Yoon bersumpah untuk mengubah nasib dunia dan membantai para Dewa yang mempermainkan umat manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Runtuhnya Langit dan Titan Pembusuk

​Tanah di bawah kaki mereka tidak lagi bergetar; ia berdentum. Setiap langkah makhluk itu seolah menghantam jantung bumi, menciptakan gelombang kejut yang membuat kaca-kaca jendela di sekitar Rumah Tahanan Seoul pecah berderai.

​Sesosok makhluk setinggi sepuluh lantai perlahan keluar dari balik kabut. Itu adalah Titan Pembusuk—sebuah monster yang tubuhnya terbentuk dari ribuan mayat manusia yang menyatu, terikat oleh tendon-tendon raksasa dan diselimuti zirah karatan hasil peleburan ribuan senjata perang kuno. Di bahunya, berdiri sesosok Panglima utusan 'Penguasa Wabah' yang baru, lebih besar dan lebih kuat dari yang sebelumnya mereka musnahkan.

​"Peringkat-C Plus... bukan, ini adalah bencana tingkat B-Minus," gumam Kang Tae-Ho. Wajahnya yang biasanya tegar kini menunjukkan gurat ketakutan yang tak mampu ia sembunyikan. "Bagaimana mungkin sistem mengirimkan Raid Boss di hari ketujuh?"

​Do-Yoon berdiri di puncak tembok beton, matanya yang kelam mengamati setiap inci pergerakan raksasa itu. "Karena kita telah mengacaukan skenario yang mereka buat. Kita tumbuh terlalu cepat, dan mereka mengirimkan 'pembersih' untuk memusnahkan anomali ini."

​ROAARRRR!

​Titan itu mengayunkan tinju raksasanya ke arah gerbang penjara.

​"Min-Soo! Sekarang!" teriak Do-Yoon.

​Dari balik barikade, Kwak Min-Soo menarik tuas besar pada sebuah mesin rakitan yang tersembunyi di bawah terpal. Itu bukanlah Tesla Coil biasa. Itu adalah Prototype Meriam Mana Railgun yang ia rakit menggunakan inti sihir tingkat menengah dan kabel tembaga dari pusat listrik Guro.

​BZZZTT—KLANG!

​Suara dengungan elektromagnetik yang memekakkan telinga memenuhi udara. Sebuah proyektil logam seukuran batang pohon meluncur dengan kecepatan yang nyaris tidak terlihat.

​BUMMM!

​Proyektil itu menghantam dada Titan Pembusuk, menembus lapisan zirah karatan dan merobek jaringan daging mayat di dalamnya. Titan itu terhuyung, meraung marah. Lubang sebesar tiga meter menganga di dadanya, namun—anehnya—luka itu mulai menutup kembali dalam hitungan detik.

​"Dagingnya beregenerasi!" teriak Min-Soo frustrasi. "Satu tembakan itu menguras lima puluh persen sisa energi inti sihirku!"

​"Tae-Ho! Tahan di depan! Jangan biarkan ia menginjak gerbang!"

​Tae-Ho maju, menancapkan perisai baja hitamnya ke aspal. "Dinding Baja!" Aura perak meledak, menebal berkali-kali lipat. Namun, saat tinju Titan itu menghantam perisai Tae-Ho, pria raksasa itu terlempar mundur hingga puluhan meter, menghancurkan dinding barikade yang mereka bangun dengan susah payah.

​Darah menyembur dari mulut Tae-Ho. "Dia... terlalu kuat!"

​Do-Yoon tidak menunggu. Ia menarik Bilah Penebas Malam dari bayangannya. Aura Ketiadaan menyelimuti tubuhnya, mengangkatnya ke udara.

​"Kalian jaga perisai biru dan lindungi warga!" Do-Yoon memberi perintah mutlak. "Aku akan mengurus si raksasa ini."

​Do-Yoon melesat, bukan menuju ke depan, melainkan terbang vertikal di sepanjang tubuh Titan tersebut. Saat ia berada di ketinggian kepala sang Titan, ia melihat Panglima utusan 'Penguasa Wabah' yang berdiri di atas bahu raksasa itu, merapal mantra kematian.

​"Kau pikir kau aman di ketinggian?" Do-Yoon tertawa sinis.

​Do-Yoon menghantamkan kakinya ke udara, menciptakan Pijakan Bayangan, lalu meluncur seperti anak panah hitam menuju bahu Titan itu.

​Sang Panglima menyadari kedatangannya dan mengayunkan pedang rintihannya. Do-Yoon meliuk di udara dengan kelincahan yang mustahil bagi tubuh manusia. Pedang itu meleset, dan Do-Yoon mendarat tepat di depan sang Panglima.

​CRAT!

​Satu tebasan horizontal. Panglima itu terbelah dua. Namun, sebelum debu hilang, Do-Yoon menancapkan tangannya ke dalam lubang dada Titan yang masih berdenyut.

​"Keahlian: Manipulasi Bayangan—Korupsi Inti."

​Ia tidak mencoba menghancurkan tubuh raksasa itu dari luar. Ia menyuntikkan energi Ketiadaan langsung ke dalam jaringan otot mayat yang menyatukan tubuh Titan tersebut.

​Di dalam tubuh sang Titan, kegelapan Do-Yoon bekerja layaknya racun yang membusukkan parasit wabah dari dalam.

​GRRRUUUMMM...

​Titan itu mulai bergetar. Wajah-wajah mayat yang menyusun tubuhnya menjerit secara bersamaan. Strukturnya runtuh. Tendon-tendon raksasa putus, dan zirah baja yang menyelimutinya rontok satu per satu ke tanah.

​Do-Yoon melompat mundur tepat sebelum seluruh massa sepuluh lantai itu ambruk menjadi tumpukan sampah daging dan besi di depan gerbang penjara.

​Suasana kembali hening. Asap tebal menyelimuti lapangan.

​[Anda telah menghancurkan Titan Pembusuk (Tingkat B-).]

[Tingkat Anda telah naik! Tingkat Anda saat ini: 28.]

[Rasi Bintang 'Dewa Perang Tanpa Nama' memberikan 20.000 Koin Emas sebagai hadiah atas keberanian Anda!]

​Do-Yoon mendarat di tanah, napasnya sedikit memburu. Menggunakan energi Ketiadaan dalam skala sebesar itu menghabiskan cadangan energinya hampir habis.

​Namun, saat ia menatap tumpukan sampah daging raksasa itu, sebuah cahaya keunguan yang sangat terang muncul dari pusat tumpukan.

​Sebuah benda berbentuk jantung, berdenyut pelan, tergeletak di sana.

​"Inti dari Penguasa Wabah," bisik Do-Yoon.

​Sebelum ia bisa melangkah maju, sebuah bayangan muncul di belakangnya. Itu bukan monster. Itu adalah proyeksi cahaya dari sistem, berbentuk sesosok pria berwajah teduh namun memiliki sepasang sayap hitam yang sangat lebar.

​[Anda telah menarik perhatian dari 'Rasi Bintang' tingkat tinggi.]

[Rasi Bintang 'Pencipta Wabah' telah melihat Anda.]

[Ia menawarkan pertukaran: 'Berikan Inti itu, dan aku akan memberimu keahlian yang bisa menghidupkan kembali orang mati sesukamu.']

​Do-Yoon menatap proyeksi itu dengan tatapan membunuh yang lebih tajam dari pedang mana pun.

​"Pergilah ke neraka," ucap Do-Yoon, menginjak inti keunguan itu hingga hancur menjadi debu.

​BOOM!

​Sebuah petir berwarna ungu menyambar tepat di samping Do-Yoon, sebagai tanda kemurkaan sang Dewa. Do-Yoon tidak goyah.

1
Alia Chans
Hadir kak 💪


jangan lupa hadir juga 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!