NovelToon NovelToon
Aku Terpaksa Kayak Gini Karena Hutang!

Aku Terpaksa Kayak Gini Karena Hutang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: Mujahid Al Fattih

Moiro Asahi, seorang anak laki-laki yang tiba-tiba berubah menjadi dingin di sekolah setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan.
Ditambah lagi, orang tuanya meninggalkan utang yang amat besar pada dirinya.

Dengan utang besar itu, ia tak punya pilihan lain selain bekerja sepulang sekolah. Sayangnya, setiap lamaran selalu ditolak karena satu alasan: ia masih pelajar.

Hingga suatu hari, ia memutuskan untuk hanya bekerja part-time, dan akhirnya sebuah kafe mewah menerimanya sebagai seorang maid.
Tunggu... Maid?! APA APAAN INI?!

Seberapa lama Moiro harus menjalani hidup absurd itu demi melunasi hutangnya? Apakah ia harus terus mengenakan seragam imut untuk bertahan hidup? Dan yang paling menakutkan... Apakah ia akan kehilangan jati dirinya di tengah semuanya?!

Penasaran sama ceritanya? Ikuti terus kisah absurd hasil gabut ini dan silakan nikmati alur kocaknya!

Novelnya ada beberapa kejadian gak logis, jadi maklumi aja, hehe.
(ada beberapa gambar bikinan AI, bukan ceritanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mujahid Al Fattih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Capeknya Hari Ini...

21:00. Jam kerja selesai.

Cepet amat. Aku masih pengen liat Moiro menderita padahal.

Di ruangan istirahat pekerja maid, kepala Moiro tertunduk tepat di atas meja kecil panjang yang ada di tengah ruangan—sendirian, lalu mengeluh pelan, "Capeknya..."

Nah, ini nih yang kumau.

Ia menghela napas panjang, dan kembali mengingat kejadian saat ia bekerja.

Sebenarnya, mengambil dan mengembalikan pesanan pelanggan tak semelelahkan itu. Mereka hanya perlu menunggu pelanggan memanggil—saat pelanggan sudah selesai makan atau minum—lalu mereka datang untuk membereskannya. Pelanggan yang sudah selesai hanya perlu pergi ke kasir untuk membayar tagihannya.

Yang lebih melelahkan justru saat mereka mengantar, sebab pelanggan bisa saja menginginkan sesuatu saat pesanannya tiba.

Dan saat mengingat itu, Moiro malah teringat waktu dirinya membacakan mantra pada pelanggan.

"Argh! Jangan ingat kejadian itu lagiii!" teriaknya dalam hati sambil membenturkan kepalanya pelan ke meja beberapa kali.

Yahaha, asik kali liatnya.

Moiro akhirnya berhenti.

Ia mengangkat wajahnya, tapi dagunya masih bertumpu di atas meja lalu kembali menghela napas panjang.

Puk.

Benda dingin tiba-tiba menyentuh pipinya.

Moiro tersentak saat merasakan sensasi dingin yang tiba-tiba menjalar di pipinya.

Ia duduk cepat, memegang satu pipinya sambil menoleh ke arah benda dingin tadi.

Moiro terdiam sejenak. Ia melihat sebuah kaleng minuman dingin yang disodorkan padanya.

"Kerja bagus," suara datar terdengar pelan dari perempuan yang mengarahkan minuman itu padanya.

Moiro mengangkat pandangannya, dan menemukan senior Sora Shirogane yang menatapnya datar sambil meminum minuman kalengnya sendiri. Ekspresinya terasa dingin sedingin rambut lurusnya yang berwarna putih salju.

^^^>Ilustrasi dari AI.^^^

Waduh. Dia cantik banget!

Moiro masih diam, menatapnya dengan heran sebelum akhirnya mengambil kaleng minuman itu darinya, "T-Terima kasih..."

Tanpa membalas, Sora langsung beranjak pergi menuju pintu ruang ganti para maid yang berada di satu ruangan yang sama. Hanya ruang ganti Moiro yang berbeda—perlu keluar ruang istirahat dan melewati lorong pendek menuju gudang bekas.

Moiro yang melihat hal barusan jelas bingung. Tapi yang ia tau, senior Sora sepertinya tak terlihat sedingin itu.

Moiro tak menyangka kalau seniornya yang dingin bisa melakukan ini. Memberinya minuman saat ia merasa lelah, ditambah lagi sebelumnya dia sempat memberi apresiasi walau terdengar datar.

Moiro masih tercengang menatapnya. Ia melihat Sora yang masuk ke ruang ganti, dan terus menatap pintu yang sudah tertutup itu sambil membuka minuman kaleng yang diberikan senior Sora padanya. Ia meneguk sekali lalu meletakkannya di atas meja.

Moiro tanpa sengaja bergumam pelan, bingung, mengeluarkan isi pikirannya, "Dia memberiku minuman...?"

Baru nanya pas udah ngisep minumannya. Kan kocak!

"Benar..." jawab seseorang di sampingnya.

Moiro terkejut dan sontak berteriak.

Ia langsung menoleh pada orang di sampingnya yang tiba-tiba muncul.

Di sana, terlihat seorang perempuan pendek yang juga terkejut dan langsung menutup wajahnya karena takut, yang ternyata dia adalah seniornya—Shizuka Tomoda.

"Sejak kapan senior ada di sini?! Aku bahkan tak merasakan kehadirannya...!" seru Moiro panik dalam hatinya.

Merasakan kehadiran, katanya. Kau pikir ini novel aksi?

"Ma-Maafkan saya..." ucap seniornya pelan, suaranya terdengar bergetar karena terkejut, "Saya... t-tidak bermaksud..."

"T-Tidak apa..." balas Moiro cepat, sedikit panik. Siapa sangka, ia malah mengagetkan seniornya yang imut ini. Ia merasa bersalah.

Shizuka menurunkan tangannya perlahan, memperlihatkan matanya yang membulat karena takut.

Melihat itu, Moiro jelas semakin merasa bersalah.

Tanggung jawab kau.

Ia langsung bersujud dengan cepat sambil berseru, "Maafkan aku!"

Kok gitu?!

Shizuka menjerit pelan. Dia juga terkejut melihat Moiro yang tiba-tiba bersujud ke arahnya.

Shizuka dengan panik berkata, "T-Tolong angkat kepalamu..."

Moiro mengangkat kepalanya, tapi badannya masih pose bersujud.

.........

Setelah beberapa hal, akhirnya mereka duduk bersebelahan dan mulai berbincang.

Moiro menunduk sekejap ke arah seniornya, "Sekali lagi, aku minta maaf ya, Senior."

Senior Shizuka mengangguk, sambil tersenyum halus, "Tidak masalah..."

Pipinya terlihat merah saat dia menoleh pada Moiro. Meski begitu, Shizuka bisa mengeluarkan senyum manisnya.

^^^>Ilustrasi dari AI.^^^

Dek Shizuka imut bangeeet...!

Moiro kembali menatap seniornya yang benar-benar mengemaskan, lalu bertanya, "Oh, iya. Kenapa Senior mengatakan itu saat aku bergumam?"

Shizuka menatapnya sebentar. Pipi merahnya menambah kesan imut yang mutlak pada dirinya.

"Se-Sebenarnya..." ucap Shizuka pelan, lalu dia menoleh ke arah ruang ganti, "Ka-Kamu tau...? Sora... Dia sebenarnya orang yang perhatian meski wajahnya seperti itu..."

Moiro ikut menoleh ke arah ruang ganti lalu berucap pelan, "Begitu, ya...? Berarti dia memberiku minuman dan ucapan itu karena dia memerhatikanku? Aku tak menyangka..."

"Benar..." jawab Shizuka pelan.

Dia menoleh pada Moiro sambil tersenyum tipis, begitu manis sampai-sampai membuat Moiro terpana. Begitu adem, "Sa-Saya harap... kamu bisa akrab dengannya..., M-Moiro..."

Wajah seniornya kembali memerah saat dia mengatakan itu. Sangat manis. Itu pertama kalinya senior Shizuka menyebut nama depan Moiro.

Moiro terkesima, lalu membalas senyuman senior imutnya dengan tulus dan akhirnya menjawab, "Baik."

Melihat wajah Moiro yang seperti itu, membuat pipi senior Shizuka mengembang dengan mata yang ikut tersenyum—terpejam ringan—dan tubuhnya mulai terbaring perlahan.

Darah mimisan mengalir keluar pelan dari hidungnya. Wajahnya masih terlihat bahagia.

Moiro mematung sejenak melihatnya. Matanya sedikit membelalak.

"Se-Senior?!" ucap Moiro panik.

Senior Shizuka tak memberikan respon apa-apa. Dia malah terlihat seperti sudah tenang dan tak ada penyesalan semasa hidupnya.

Jangan pergi dulu, dek Shizukaaa...!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!