NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:784.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Tidak Punya Empati

     "Nayra, tunggu!"

     Ardana meraih lengan Nayra dan menahannya. Terpaksa langkah kaki wanita itu terhenti, tapi tubuhnya masih belum menoleh. Pertemuan dengan Nepa dan Kakaknya tadi, memaksa air mata itu jatuh. Nayra merasa terkhianati. Padahal ia berjanji, tidak akan memperlihatkan lagi air mata itu di depan Ardana.

     "Lihat ke arahku," paksanya menarik tubuh Nayra supaya menghadap ke arahnya.

     Air mata Nayra yang sudah tidak terbendung itu, akhirnya terlihat oleh Ardana.

     Ardana terkejut, ia melihat air mata yang jatuh itu seperti dihasilkan dari luka hati yang sangat dalam.

     "Kamu kenapa menangis, bukankah kamu bilang kalau tangisan kamu yang terakhir adalah tangisan yang tempo hari itu?" tanyanya mengungkit.

     Nayra tidak menjawab, pertanyaan Ardana benar-benar sebuah pertanyaan yang tidak berempati. Bisa-bisanya dia bertanya dengan datar seperti itu. Tidak sedikitpun merasa kalau tangisan ini adalah tangisan seorang istri yang sedang terkhianati.

     Meski air mata itu terus jatuh sehingga membuat pandangannya kabur, akan tetapi Nayra sebenarnya sedang menatap Ardana dengan sangat marah dan muak. Hatinya sangat sakit, terlalu sakit.

     Tatapan mata itu, seketika menelusup masuk ke dalam sanubari Ardana. Ardana menghela napas lalu batinnya berkata, "Nayra...apakah aku memang terlalu menyakitimu?"

     Isak dan helaan napas itu berlomba seolah menyajikan luka yang teramat dalam. Namun, lama kelamaan mata Nayra terasa perih, kelopak matanya mengerjap bersama air mata yang terus jatuh membasahi lantai.

    Sesuai janjinya, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Nayra, perlahan ia membalikkan badan lalu, memaksa tangan Ardana terurai, kemudian ia berjalan lemah menjauh dari Ardana.

     "Nayra, tunggu. Aku tanya, kamu kenapa? Apa karena aku sudah menegurmu karena kamu pergi tanpa meminta izin dari aku?" Ardana kembali berhasil meraih lengan Nayra kemudian menahanya.

     Nayra membalik tapi dengan cepat ia membanting tangan Ardana dengan kuat, sampai terhempas. Amarahnya sudah berada di ubun-ubun, akan tetapi ia berjanji tidak akan pernah bersuara apa-apa di depan Ardana, karena bicarapun akan percuma.

     Nayra segera pergi dan berlari kecil menuju ruangan favoritnya, lalu mengunci Sanggar Mini itu kuat-kuat.

     Ardana mengejar sampai tiba di depan pintu. Ia mengetuk dan berharap Nayra membuka pintu itu. Namun sia-sia, semua tidak bisa menggugah hati Nayra yang kini sudah terluka.

     Nayra menumpahkan tangisan itu di di atas meja tempatnya biasa menulis dan menyulam. Kepalanya tenggelam sampai meja itu berubah pucat keputih-putihan oleh tetesan air mata Nayra.

     "Tega banget kamu, Nep. Ternyata kamu adalah adik dari perempuan yang ingin merebut Mas Arda dari aku. Kamu pasti lebih mendukung kakakmu. Kamu sama jahatnya dengan kakakmu."

***

     Sementara, setelah kepergian Nayra dari kafe itu, Nepa masih berdebat dengan Tiana. Nepa tidak menyangka kalau pria yang pernah menjadi kekasih Tiana, kemudian meninggalkannya menikah itu adalah suami dari Nayra, sahabatnya.

     Selama ini Nepa tidak tahu kalau suami Nayra adalah mantan kekasih sang kakak. Sebab selama menjalin kasih dengan Ardana, Tiana belum pernah mengenalkan Ardana pada keluarga. Dulu Tiana memang sempat cerita bahwa dia mempunyai kekasih seorang Perwira menengah di TNI-AU. Tapi pada saat yang sama, Tiana justru lebih mengagungkan seorang pria berprofesi Pilot di maskapai yang sama.

     "Tapi, aku lebih menyukai Pilot di banding kekasihku itu, Nepa. Sebab, Pilot yang saat ini sedang menjalin kasih denganku, jam terbangnya sudah tinggi, kamu bisa membayangkan berapa penghasilannya dibanding kekasihku itu. Secara finansial, kekasihku kalah dari Pilot," puji Tiana membanggakan Pilot yang jadi selingkuhannya saat dia sedang menjalin kasih dengan Ardana.

     "Mbak Tia itu tetap salah Mbak. Bukankah dulu Mbak sendiri yang berkhianat dari kekasih Mbak yang TNI itu? Mbak bilang lebih bangga dengan Pilot dari pada kekasih Mbak. Mbak tentu masih ingat dengan ucapan Mbak. Tapi, kenapa sekarang Mbak seakan mau nelan ludah sendiri? Sementara mantan kekasih Mbak saat ini sudah menikah, dan ternyata istrinya adalah sahabat aku, Nayra." Nepa kembali menyerang Tiana yang saat ini sedang menikmati jus di hadapannya.

     "Lalu, salahnya di mana? Apa karena perempuan si perebut itu sahabat kamu, Nepa, sehingga kamu lebih empati sama dia? Kamu memang tidak pernah membela kakakmu, kamu itu kurang ajar." Tiana balik menghardik Nepa.

     "Nayra bukan perebut, dia justru tidak tahu kalau suaminya adalah mantan kekasih Mbak. Dan juga, mantan kekasih Mbak tidak salah. Justru dia yang diselingkuhi Mbak dengan Pilot itu sehingga Mbak sampai stres seperti ini. Pilot itu yang bersalah, tapi kenapa mantan kekasih Mbak yang kena getahnya?" debat Nepa lagi tidak mau berhenti sebelum kakaknya paham.

     "Diam kamu Nepa, jangan menyudutkan aku. Akhh... Sakit...." Tiba-tiba Tiana meringis sambil memegangi perut bawahnya.

     Nepa sontak panik, ia terpaksa menghampiri sang kakak dan penasaran apa yang terjadi dengan Tiana. "Mbak kenapa?"

     Tiana merasakan perut bagian bawahnya sakit lagi. Padahal ia sudah mendapat penanganan dari dokter Tifany saat di RSAU. Setiap ia tegang dan stres, maka perut bagian bawahnya akan kembali sakit.

     Nepa buru-buru memapahTiana menuju mobilnya, lalu membawanya pulang ke rumah.

     Di tempat berbeda, di kediaman Ardana. Suasana rumah terasa sepi. Ardana termenung di dalam kamarnya sembari sesekali menatap laptopnya. Pikirannya kembali dijejali keadaan Nayra yang tadi menangis, lalu menghempas tangannya dengan kuat.

     Hempasan itu menyisakan rasa sakit di lengannya. Sebab Nayra menghempas lengan Ardana sampai mengenai dinding rumah.

     "Tenaganya begitu besar. Dan dia sangat marah. Hahhhh..." Ardana kemudian menghela napas dalam-dalam.

     Kringg.

     Dering di ponsel Ardana kembali berdering. Ardana langsung mengangkatnya.

     "Letnan darurat, pasien bernama Nyonya Tiana kembali masuk RS. Segera datang, sebab nama Anda selalu disebutnya."

     "Tiana? Ada apa lagi ini?"

     Ardana segera bersiap, ia memakai jaketnya. Lalu segera bergegas dan pergi. Namun, sebelum menuruni tangga, hatinya terbersit untuk berpamitan pada Nayra.

     "Nay, aku harus pergi. Kamu baik-baik di rumah."

     Setelah mengatakan itu, Ardana pergi dengan tergesa.

     Sementara Nayra yang berada di dalam Sanggar Mini, terkejut dan bangkit dari mejanya yang sejak tadi ia gunakan untuk menahan kepalanya yang tenggelam. Selama ini, Ardana belum pernah berkata seperti barusan.

     "Kamu baik-baik di rumah? Apa aku mimpi?" gumamnya tidak percaya.

     Nayra bangkit lalu membuka pintu ruangan Sanggar Mini. Suara deru mobil baru saja ia dengar dan keluar dari halaman rumah.

     "Ternyata bukan mimpi. Mas Arda pergi. Mau kemana Mas Arda, apakah kembali pada wanita itu, kakaknya Nepa," gumam Nayra sedih.

     Kringgg.

     Ponsel Nayra berbunyi. Nayra berjalan kembali menuju Sanggar Mini, dan melihat siapa yang memanggil.

     "Nepa? Maaf Nep, aku sudah tidak mau bicara apapun sama kamu," tolaknya kecewa.

1
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
Deera__
gilaaa udh nakall banget kau Tiana dulu. emng kebanyakan pilot itu kang selingkuh, kang modus dan hobbi modal manis doang. banyak intrik dikehidupan Pilot. karna kesibukan kerjanya itu dan sering dikelilingi wanita² cantik lagi seorang pramugari atau pilot wanita
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deera__
miris hidupmu Nay 😢😢😢😓😓😓
Deera__
Ya Allah ya Rabb... jika sudh lelah dengan semua. GK sanggup bersama ma istrimu lebih baik pulangkan saja Nayra dengan baik² ke kedua orangtua dan kakaknya. Jangan terlalu dalam menggores luka dihati dan hidup istrimu. GK punya hati dan perasaan sedikit saja kamu.
Deera__
astaghfirullah ini namanya udh selingkuh. kurang ajar kau Ardana /Smug//Smug/
Deera__
diihh hueekk.. sok lembut dan perhatian. ma istri dingin cuek angkuh.. ku getok ya kau 🤣🤣🤣/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
Agustinar Agustinar
semoga mereka bersatu kembali dan tidak ada masalah
Deera__
emang suamimu itu gendeng dan aneh bin idiot Nay. jadi gk ush dimasukin ke hati. Cukup sekarang btasi diri. jangan berharap lebih. berharaplah dan serahkan semua pada Allah. ku jamin hidupmu tenang dan bahagia.
Deera__
kau waras kan? aneh dipeluk istri kok risih ilfeel. /Slight//Drowsy//Drowsy/
Ririn Danayanti
lanjut dan semangat KK author
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ari Sawitri
kaos kaki hitam warna navy???🤔🤔🤔 kok bingung ya?? jadinya ini kaos kaki warna hitam atau navy?😅😅
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk.... nanti revisi Kak. Makasih atas kejeliannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ari Sawitri
tolol emang.. itu lagi si Tama sok sok mau jd pahlawan kesiangan. egois semua. ya jelas lah klu aku jd mertua nayra akan berpikir itu suami dan anak mereka 🤨🤨😕 bodoh banget
Ari Sawitri
harusnya nayra tegas menolak Tama utk menemani smp bandung .. jd tambah runyam kan😔🤔 kecewa dg sikap nayra yg egois
Ari Sawitri
hah 🤨🤨🤨3 th kamu anggap apa? itu waktu yg lama yg diberikan nayra untuk kamu berubah bahlul😡😡😡 jengkel aku
Ari Sawitri
harusnya pakai kata pergi dr rumah ya .. klu minggat kok kasar ya 😅
Lina Zascia Amandia: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Endjang Setiawan
Seorang Letnan kok mudah dibohongi ya🤭
Novi Anit
menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak. Lanjut sampai tamat.
total 1 replies
Mama Gezkara
sombong sekali anda pak...
Mama Gezkara
siap kaaakk
Lina Zascia Amandia: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!