NovelToon NovelToon
AYO BERCERAI, MAS!

AYO BERCERAI, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Romansa / Drama / Rumah Tangga
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

"Ayo bercerai, Mas!"

kalimat itu Anna ucapkan tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima.

Bukan karena hadirnya orang ketiga. Bukan pula karena Jeevan Aditya pernah mengangkat tangan kepadanya.

Anna hanya...lelah.

Lelah menjadi perempuan yang harus selalu mengalah, selalu kuat, selalu tersenyum, dan selalu memenuhi harapan orang lain hingga perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Dan pada akhirnya ia memilih bercerai.

Namun, hidup ternyata tidak semudah itu.

Saat karirnya mulai bersinar, sebuah kejadian merenggut harga dirinya. Di saat yang sama, seorang teman SMA yang diam-diam mencintainya muncul sebagai pengacara yang siap membela. Sementara itu, seorang pria misterius berhelm hitam terus mengikuti setiap langkahnya.

Siapakah dia? Penguntit atau pelindung?

Temukan jawabannya di novel ini👋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 16, Anna, Jangan Khawatir!

Seorang pria paruh baya memasuki lorong rumah sakit dengan langkah ragu ketika bola matanya melihat beberapa orang yang tengah berbicara.

Wajah pria paruh baya itu masih menyimpan kepanikan yang sama seperti beberapa puluh menit lalu.

Begitu melihat Sherly, ia segera menghampiri.

"Mbak..." sapanya ragu-ragu. "Gimana keadaan perempuan tadi?"

Sherly menoleh, begitu ia melihatnya Sherly langsung mengenalinya.

"Pak sopir..."

Pria itu mengangguk pelan. "Saya nggak bisa pulang sebelum tahu dia baik-baik saja."

Nada suaranya dipenuhi rasa bersalah. "Saya masih kepikiran terus."

Ucapannya terdengar tulus.

"Kata dokter waktu dibawa ke sini Anna mengalami penurunan kesadaran akibat serangan panik yang disertai nyeri lambung cukup berat."

Sherly berhenti sejenak.

"Syukurlah, dokter tidak menemukan tanda-tanda benturan akibat kecelakaan."

Sopir truk itu langsung mengusap wajahnya lega. "Alhamdulillah..."

💞

Malam merambat perlahan, menumpahkan sunyi ke setiap sudut kamar rawat inap.

Lampu-lampu redup menggantung di langit-langit, memancarkan cahaya kekuningan yang lembut. Aroma antiseptik bercampur dinginnya pendingin ruangan memenuhi udara.

Anna telah siuman sejak beberapa jam lalu.

Tampak Irene duduk di sofa sambil membuka-buka majalah yang tersedia di sana. Tadi sore sekitar pukul enam sore, Irene menyuruh Jeevan suaminya Anna untuk pulang terlebih dahulu.

"Menurut kamu...Mas Jeevan selingkuh gak, Ren?" tanya Anna yang tengah duduk di ranjang sambil menatap bulan di luar.

Irene meletakkan majalah tersebut di meja kaca, lalu menatap sahabatnya. "Maaf soal foto yang aku kirim, Na. Ada baiknya kamu tanya sama Mas Jeevan, siapa sebenarnya Arumi?"

Anna menghela napas pendek, "Aku takut dia gak nyaman."

Hening sesaat, Irene berdiri dan melangkah mendekati sahabatnya.

"Jangan terlalu di pikirkan. Yang pendek saat ini kamu sembuh," pinta Irene mengusap bahu sahabatnya.

Anna tertunduk.

"Apa aku cerai aja ya, sama Mas Jeevan?" tanyanya seraya mendongak menatap sahabatnya.

Saat itulah, pintu kamar rawat terbuka. Sherly berdiri di ambang pintu.

"Cerai?" tanya Sherly terkejut.

Irene dan Anna menoleh ke arah Sherly yang tampak membawa dua kantong plastik Alfamart yang berisikan beberapa botol air mineral, camilan dan tissue.

Sherly melangkah cepat mendekati kedua sahabatnya. "Apa maksudmu, Na? Kamu sama Mas Jeevan mau cerai?"

Irene mendecak lidahnya, sebal karena suara Sherly terlalu nyaring. "Kamu bisa gak sih ngomongnya di pelanin, Sher?"

Sherly meletakkan dua kantong plastik itu di meja, lalu duduk di sofa seraya meraih satu botol mineral.

"Kenapa? Kenapa kalian mau cerai? Mas Jeevan KDRT? Selingkuh? Atau..."

Irene melemparkan handuk kecil kepada Sherly menyuruhnya diam.

"Aish!" ketus Sherly seraya melempar handuk itu ke sofa.

"Kalian nyembunyiin sesuatu dari aku?" tanya Sherly menyelidik.

"Nggak ada yang di sembunyikan. Anna sakit, Sher!" ucap Irene.

"Lah, emang dia sakit. Itu buktinya di rawat sampe di infus segala." Jawab Sherly enteng.

Anna tertunduk, wanita itu tampak meremas gaun rumah sakitnya.

"Sherly, serius!" tegas Irene.

Sherly meletakkan kembali botol mineral di meja, lalu berjalan mendekat ke arah Anna yang tertunduk.

"Jelasin ke aku. Kenapa kalian mau cerai?" tanya Sherly pelan.

Anna diam.

"Anna cuma minta pendapat sama kita, Sher." Ujar Irene.

"Pendapat?" tanya Sherly bingung, ia kembali menatap sahabatnya. "Kenapa mau cerai? padahal Mas Jeevan itu mapan loh, Na. Kamu dulu milih nikah sama dia kan karena itu, kan? Selain mapan juga, kamu dapet bonus tuh. Ganteng..."

Anna tampak enggan menanggapi sahabatnya.

"Apa jangan-jangan...sexnya gak oke ya?" celetuk Sherly enteng.

Irene menjitak kening sahabatnya refleks. "Sherly!"

"Augh! Sakit tahu!" gerutunya sambil memegangi keningnya.

"Lagian malah bercanda gitu. Anna serius sakit, dia depresi Sher!" Ujar Irene.

"APA?" tanyanya dengan nada tinggi. Ia menoleh ke arah Anna. "Kamu... seriusan, Na? Yang di bilang Irene beneran?"

Anna terkekeh. "Kamu juga heran ya, kenapa aku kena depresi?" Anna menatap sahabatnya. "Aku juga heran, kenapa aku kena gangguan itu."

Sherly tertegun, tidak percaya dengan apa yang di sampaikan kedua sahabatnya. Anna yang ia kenali mana mungkin kena gangguan depresi. Anna bahkan memiliki keluarga yang lengkap, tidak seperti dirinya yang hidup hanya dengan ayahnya. Anna bahkan sudah menikah, tidak seperti dirinya yang masih menunggu kepastian dari Dean.

Selama ini, di mata Sherly kehidupan Anna jauh menggiurkan ketimbang kehidupannya. Yang anehnya, Anna sendiri adalah lulusan terbaik di Universitas Indonesia, bahkan perempuan di hadapannya ini mendapatkan full beasiswa karena kecerdasan yang di miliki Anna.

"Aku..." ucap Sherly gagu.

"Dan saat ini, Anna mencurigai kalau Mas Jeevan selingkuh dengan asistennya." Ucap Irene pelan.

Sherly langsung menoleh refleks ke arah Irene. "Selingkuh? Kamu seriusan, manusia dingin kaya Mas Jeevan bisa selingkuh?"

"Kamu lihat aja foto ini." Ujar Irene sambil menyodorkan ponselnya.

Gambar Jeevan terpampang jelas di hadapannya. Sherly menerima ponsel Irene dan memperhatikan foto tersebut.

Namun, saat Sherly memperbesar gambar tersebut. Keningnya berkerut.

Sherly menoleh ke arah Irene. "Kamu yakin Mas Jeevan selingkuh hanya karena foto ini?"

Irene diam, Anna menoleh menatap Sherly yang kembali memandang foto tersebut.

"Na, ini kan cewek yang waktu itu kita lihat kan? Kalau ini sih aku kenal, pas waktu kamu buru-buru balik, Mas Jeevan dan cewek ini ketemu sama dua orang yang menurut aku salah satu klien kantor mereka deh. Kayanya...kalau di lihat dari foto ini, Mas Jeevan gak selingkuh deh." Ucap Sherly menjelaskan.

"Dari mana kamu tahu dia gak selingkuh?" tanya Irene kembali.

Sherly menunjuk, "nih liat! Buka matamu lebar-lebar! Tangan mas Jeevan kaya ngambil serangga di rambut cewek ini. Dan... Aku yakin, Mas Jeevan gak selingkuh."

Anna menoleh. "Beneran?"

Sherly menoleh menatap sahabatnya. "Menurut aku sih, nggak ya. Tapi kalau kamu ragu, aku bisa bantu kamu buat nanya soal ini sama Mas Jeevan."

Anna lagi-lagi tertunduk. "Aku tidak mempermasalahkan Mas Jeevan mau selingkuh atau nggak, Sher. Tapi... perasaan aku tuh...hambar...aku...bukan maksud aku tidak cinta lagi...tapi..."

Sherly menyerobot. "Aku tahu. Dulu, kamu nikah sama dia karena sama-sama saling membutuhkan. Bukan karena cinta satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, kamu benar-benar jatuh cinta kan?"

Anna mengangguk. "Iya."

Sherly duduk di sisi Anna. "Saat ini, mungkin karena sakitmu itu... makannya perasaan kamu jadi hambar. Terlebih, mertuamu itu sedikit cerewet. Wajar saja, tapi Na. Satu hal yang harus kamu tahu. Kamu gak sendirian buat ngelawan depresi kamu. Ada aku sama Irene yang selalu ada."

Anna mengangkat wajahnya, lalu menoleh ke arah Sherly lalu bergantian kepada Irene.

Sherly meraih jemari Anna, mengelusnya pelan. "Gak usah khawatir, apa pun yang terjadi. Sekalipun Mas Jeevan benar selingkuh, kita akan bantu kamu. Kamu ingatkan aku sama Irene ahli dalam melabrak cewek-cewek genit yang suka goda pacar kita dulu?"

Irene menyeringai kala ingatannya kembali ke beberapa tahun lalu. "Iya, Sherly benar. Kamu jangan khawatir, yang penting kamu sembuh. Masalah Mas Jeevan, kita akan cari tahu."

Ketiganya saling berpelukan. Beruntung, Anna masih memiliki sahabat yang masih peduli kepadanya.

"Oh iya, orang yang pertama nolongin kamu itu bukan aku, loh." Ucap Sherly seraya melepaskan pelukan dari sahabatnya.

Anna mengernyit. "Siapa?"

"Rendra!"

...💞💞💞...

Hai, reader punya temen deket gak kaya Anna? Seru ya kalau misalnya ada temen yang mau temenan sampai kita udah menikah.

Tunggu bab selanjutnya 🫶

...BERSAMBUNG ...

1
💞Putri Chania💞
ayo ana..lepaskan semuanya..semangat sembuh
Fatma Yulia
pleeasee jgn pisah ya thor, karna cinta mereka dalammmm bgt
💞Putri Chania💞
duuh ..sama" mencintai d dalam hati...sama" terluka...jd sad..tapi kesendirian juga bisa menyembuhkan luka..
Uthie
Mampir 👍
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
bagus ceritanya thor, kakak aku aja sering ngeluh sama kelakuan keluarga suaminya 👍
Gemuruh riuh
jleb banget
Gemuruh riuh
ucapan senjata para suami cuek
💞Putri Chania💞
Oalah...ternyata yg nyelamatin Anna adalah pria yg mencintainya dalam diam....spertinya makin serru nih tambah pemeran baru Thor..
💞Putri Chania💞
apakah pria itu Abimanyu..?
💞Putri Chania💞
cerita yg bagus dan banyak terjadi pada kaum hawa..yg merasa baik" saja ...pada hal..
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah bacanya sampe tamat☺️
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut thor
Mymy Zizan
apa yg mau di lompatin thor... 7 bab aja masih krng, pngen lebih
💞Putri Chania💞
cerita nya bgus Thor...tidak sedikit yg mengalami kasus sperti Anna...
🍀 YEHPPEE 🍀: hai makasih udah mampir lagi 😁🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
elu sendiri yang bikin stres ibuuuu
Gemuruh riuh
pertanyaan horor ibu mertua 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!