NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:279.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Akhirnya, Sakti dan Rahma dipersilakan untuk duduk bersebelahan di area utama yang telah disediakan. Di sisi kanan Rahma, Pak Salim dan Bu Rima mendampingi dengan raut wajah penuh haru, sementara di sisi kiri Sakti, Pak Wirahadi dan Bu Dian duduk tegak dengan wibawa mereka yang kental.

Acara sakral sore itu pun dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, diikuti dengan pembacaan doa yang begitu khusyuk. Atmosfir hangat dan penuh takzim seketika menyelimuti kediaman sederhana Pak Salim.

Memasuki inti acara, Pak Wirahadi selaku perwakilan keluarga pria berdiri untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Dengan suaranya yang tegas namun sarat akan ketulusan, beliau secara resmi menyampaikan niat untuk meminang Rahma Wulandari menjadi istri sah bagi putranya, Kapten Sakti Prawira Kusuma.

Suasana haru seketika pecah saat Pak Salim membalas ucapan sahabat karibnya itu. Air mata kebahagiaan bergenang di sudut mata tua Pak Salim saat beliau dengan tulus menerima pinangan tersebut demi kebahagiaan putri tercintanya. Keheningan yang khusyuk sesaat melanda ruangan, semua yang hadir larut dalam kesakralan momen tersebut.

Di tengah keheningan itu, Sakti melirik sekilas ke arah Rahma. Gadis di sampingnya itu masih setia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap jemarinya sendiri tanpa berani mendongak. Menyadari tubuh Rahma yang tampak kaku, Sakti sedikit condong ke arahnya lalu berbisik pelan tepat di dekat telinganya Rahma.

"Jangan tegang, dibawa relaks saja," ucap Sakti lirih.

Mendengar bisikan tiba-tiba itu, Rahma refleks menoleh. Ia menatap Sakti dengan tatapan heran sekaligus terkejut. Namun, bukannya memasang wajah dingin seperti biasanya, Sakti justru menyunggingkan sebuah senyum tipis yang teramat manis di mata Rahma.

Jantung Rahma serasa melompat dari tempatnya. Tak kuat menatap bola matanya Sakti lama-lama, ia buru-buru kembali menundukkan kepalanya dengan wajah yang semakin memerah padam.

"siapa juga yang tegang, Kak...!" jawab Rahma berbisik balik, suaranya sedikit bergetar sembari mencengkeram erat kain brokat pakaian muslimah nya.

Melihat hal itu, tanpa diduga, Sakti mengulurkan tangan kirinya ke bawah meja. Ia meraih telapak tangan kanan Rahma, lalu menggenggamnya dengan begitu erat dan hangat.

"Kau jangan bohong. Buktinya tanganmu dingin dan berkeringat seperti ini," goda Sakti lagi dengan suaranya yang sangat pelan, nyaris berupa bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

Digenggam secara tiba-tiba dan ditatap dengan sorot mata seintens itu, pertahanan Rahma runtuh seketika. Ia semakin gugup setengah mati. Bulir-bulir keringat dingin mulai bermunculan di sekitar pelipisnya. Genggaman tangan Sakti yang begitu besar dan kokoh seolah mengunci seluruh pasokan oksigen di sekitarnya.

Sementara itu, di barisan kursi keluarga agak belakang, Salma yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari pasangan itu langsung menangkap momen tersebut. Matanya berbinar jenaka saat melihat tangan kakaknya diam-diam menggenggam tangan Rahma di bawah meja.

Tanpa membuang kesempatan, dengan gerakan cepat dan senyap, Salma merogoh ponsel canggihnya. Ia berhasil mengabadikan momen langka dan romantis itu ke dalam galeri ponselnya.

"Ih, so sweet banget sih kalian berdua!" bisik Salma super pelan di kursinya, sambil menutup mulutnya menahan tawa geli yang amat sangat melihat sahabatnya yang sudah seperti kepiting rebus di depan sana.

Setelah pembicaraan serius antara Pak Wirahadi dan Pak Salim mencapai kesepakatan, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis berupa hantaran seserahan yang dikemas cantik serta sejumlah uang mahar dari pihak keluarga pria kepada kedua orang tua Rahma. Senyum bahagia tak lepas dari wajah Bu Rima saat menerima hantaran tersebut.

Begitu prosesi serah-terima selesai, Pak Salim dan Pak Wirahadi spontan bangkit dari duduk mereka lalu saling berpelukan erat. Air mata haru bergenang di pelupuk kedua pria paruh baya itu, mereka sangat bahagia karena pada akhirnya persahabatan panjang mereka akan mengikat kedua keluarga menjadi sebuah keluarga besar yang utuh.

Acara pun ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya sesi ramah tamah dan makan siang menjelang sore bersama para tamu undangan. Hidangan khas sunda yang disajikan langsung diserbu dengan penuh kehangatan. Sementara para tamu menikmati makanan, Pak Wirahadi tampak asyik mengobrol bersama para tokoh masyarakat, termasuk Ketua RT dan RW setempat, serta para tetangga lama yang masih mengenalnya dengan baik. Kerinduan mendalam setelah sekian lama pindah dari Bandung ke Jakarta begitu terasa dalam obrolan penuh tawa itu.

Di meja utama, Pak Salim dan Bu Rima tampak berbincang dengan Bu Dian. Pak Salim menyadari ada satu anggota keluarga Pak Wirahadi yang tidak terlihat. "Eh iya, Bu Dian, Neng Syila ke mana ya? Kok tidak kelihatan ikut rombongan?" tanya Pak Salim menanyakan kakak dari Salma sekaligus adik perempuan pertama Sakti tersebut.

Pak Wirahadi yang mendengar pertanyaan itu langsung menoleh dan memberikan penjelasan. "Waduh Salim, mohon maaf sekali. Acara lamaran ini kan memang diputuskan sangat mendadak. Nah, Syila saat ini sedang bertugas sebagai pramugari di maskapai penerbangan internasional, Kebetulan minggu ini jadwalnya padat sekali, dia sedang ada rute penerbangan jarak jauh ke luar negeri."

Bu Dian ikut menimpali sambil tersenyum, "Iya, Pak Salim. Tapi insya Allah, kemungkinan besar nanti pas acara pernikahan Sakti dan Rahma digelar, Syila akan hadir kok bersama suaminya, yang kebetulan juga seorang pilot di maskapai yang sama."

Pak Salim dan Bu Rima mengangguk-angguk maklum. "Oh, begitu... Alhamdulillah kalau begitu. Memang tugas pelayanan publik seperti itu tidak bisa ditinggal sembarangan ya. Kami sangat mengerti," jawab Pak Salim bijak, lalu mereka pun melanjutkan obrolan hangat lainnya.

Sementara para orang tua asyik bercengkrama, suasana di sudut sofa tempat Sakti dan Rahma duduk justru terasa sangat kaku. Keduanya mendadak kehilangan kata-kata dan tidak banyak bicara. Sesekali mereka hanya bisa saling melirik canggung lewat sudut mata.

Melihat pemandangan membosankan itu, Salma dengan langkah jahilnya sengaja mendekat dan ikut nimbrung, siap melempar godaan maut. "Duh... kalian berdua ini kok malah diam-dieman begini sih? Padahal tadi di bawah meja sempat pegangan tangan erat banget!" bisik Salma menyebalkan.

Glek!

Sakti langsung melemparkan tatapan memelototi adiknya dengan tajam, memberi kode agar Salma diam atau ia akan menerima hukuman militer lagi. Salma yang ditatap seperti itu justru tertawa geli tanpa rasa takut. Kalau Rahma? Tidak usah ditanya lagi, wajahnya sudah merona merah pekat sampai ke leher dan ia hanya bisa pura-pura sibuk membetulkan letak jilbab putihnya.

*

*

Waktu berjalan perlahan hingga acara akhirnya selesai tepat menjelang pukul enam sore. Setelah para tamu undangan dan rombongan keluarga besar Sakti bersiap untuk menunaikan salat Magrib berjamaah di masjid dekat rumah Rahma, Salma memilih menyelinap masuk ke kamar sahabatnya untuk membantu Rahma merapikan pakaian.

"Ma, kalau saja acaranya tidak dadakan seperti ini, beuh... bisa satu bus mikrolet datang ke sini semua! Apalagi keluarga besar Mamah sama Papah itu banyak banget jumlahnya," celoteh Salma heboh begitu pintu kamar ditutup.

Rahma sampai tercekat mendengarnya.

"Wah, banyak juga ya, Sal?"

"Ya begitulah... Tapi selamat ya, Rahma. Aku benar-benar tidak menyangka kalau kau sebentar lagi akan menjadi kakak iparku!" ujar Salma tulus, lalu menghambur memeluk erat tubuh Rahma.

Mendapat pelukan hangat dari sahabat karibnya, jemari Rahma terhenti. Di dalam keheningan kamar, sebuah pertanyaan yang sejak lama mengganjal di sudut hatinya mendadak mendesak ingin keluar. Selama empat tahun terakhir, Rahma benar-benar buta akan kabar Sakti karena pria itu bertugas di Lebanon sebagai pasukan Unifil di bawah naungan PBB, sementara Salma baru dua tahun ini kuliah di Bandung bersamanya.

Rahma melepaskan pelukan Salma perlahan, menatap mata sahabatnya dengan ragu. "Sal... boleh aku tanya sesuatu padamu?"

"Boleh, kamu mau tanya apa, Ma?" jawab Salma santai sembari mendudukkan diri di tepi ranjang tempat tidur.

Rahma terdiam sejenak, menelan ludah untuk mengumpulkan keberaniannya.

"Apakah... apakah kau tahu apa yang menyebabkan Kak Sakti mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya yang dulu?"

Deg!

Senyum di wajah Salma seketika lenyap. Ia langsung terdiam mematung dan menelan ludahnya dengan susah payah. Matanya membelalak kecil, sama sekali tidak menyangka kalau Rahma akan menanyakan masa lalu kelam sang kakak yang selama ini menjadi rahasia sensitif di keluarganya.

Bersambung...

1
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 😊🤗
total 1 replies
juwita
ini si sakti bodoh apa bego. ngpain ngejaga hati buat mantan yg udh jd istri org. mending kasihkan rasa itu buat istri sah mu. gedek banget sm laki" ky gitu yg masih mengharapkan mantan😡😡
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: timpuk aja kak, aku ikhlas 🤣🤣🤣
total 1 replies
juwita
lgian udh nikah sah ngpain tidur pisah kamar aneh" km sakti umur udh tuir gitu kelakuan ky bocah🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
juwita
jorok Rahma knpa g di keluarin aj dr pd di tarik lg keatas🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Deera__
aiih yg mau anu anu mereka kenapa aku yg jadi dah Dig dug deg deg an begini.. alamakkkk ... 🤣🤣🤣🤣🤣/Shame//Shame//Sweat//Sweat//Sweat/
Deera__: hahahahaa🤣🤣🤭🤭🙈🙈🙈
total 2 replies
Deera__
heh enemia ya eh salah amnesia ya kau pak Komandan.🤣🤣/Facepalm//Facepalm/ sadarlah kau itu galak bin kejam. suka judesss dan beri hukuman suka² lgi🤣🤣🤣🤣
Deera__: /Tongue//Tongue//Tongue/

kabuurrr

🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
total 2 replies
juwita
udh tau cwek g bener ninggalin km dmi yg mapan. msh aj di cintai. buang rasa yg mau buat cwek gitu mah
Deera__
benar itu Cok Ucok🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
astaga gelii aku /Joyful//Joyful/ GK suka pink
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh udah tamat saja.
kelahiran Bima ternyata sebagai penghujung cerita.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah baby Boy nih, kayaknya bakal jadi kesayangan semua Opa Oma'nya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang di tunggu² calon anggota baru hadir juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang pak Wira, sebentar lagi pasti doanya terkabul.

tapi Emang Rahma lagi libur tah masa magang di RS bandungnya.🤔😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mayor Adna sudah ga jomblo lagi.🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤗🤗🤗
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai juga masalahnya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babat sampe habislah sekalian orang yang terlibat di institusi atas biar malu sekalian karna sudah salah menggunakan jabatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Profesor Asha dan mayor Yuda teman terThe best, saling bantu dan tau balas budi tanpa iri hati.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Syukurnya ada prof Asha dan dokter Adnan jadi kamu terselamatkan dari pikiran egatifmu sendiri Rahma... lain kali di konfirmasikan dulu baru ambil keputisan kalaupun mau sendiri dulu asal jangan bikin suami mu panik dan malah memperbesar masalah kalau seandainya ada orang lain yang ambil kesempatan di tengah masalahmu dengan Sakti
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rahma ini lemah banget, kemana keberanian dan otak cerdasmu sebagai calon dokter harusnya sebagai calon dokter yang kerjanya bituh otak yang tenang saat melakukan tindakan bisa juga harus lebih tenang dalam masalah RTnya dan lebih hati² ambil keputisan ga ceroboh dikit² kabur
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hayo loh harus jujur dari pada kedepannya jadi bumerang kalau tiba² Rahma tau dari orang lain atau bisa jadi Dinda datangin Rahma dan ngarang cerita, Sakti.
jadi mending jujur saling terbuka daaannn belajar komunikasi yang lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!