NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Pedang

Cinta Wanita Pedang

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?

Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.

Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?


Baca kisahnya... Di

— Cinta Wanita Pedang —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Racun?

Acara makan malam belum selesai, Kaisar dan permaisuri nya sangat menyukai kedua pasangan yang sedang makan malam bersama mereka.

" Sudah waktunya mencoba makanan penutup istana " Kata Kaisar melirik ke dayang yang memberikan kue cantik berbentuk bulat sungguh cantik sekali.

" Yang Mulia Kaisar silakan dan Yang Mulia Permaisuri Agung silakan di nikmati " Kata Dayang tersebut sembari menaruh piring cantik di depan kaisar dan Permaisuri

" Yang Mulia hamba periksa dulu! " Suara pengawal membuat dayang yang sedang menata makanan tersebut membeku, Pengawal tersebut menancapkan jarum akupuntur di kue tersebut dan tidak ada apa-apa.

" Bagaimana? " Tanya Kaisar Yan Zhouza dengan suara serius

" Silakan di nikmati yang Mulia, Tidak apa-apa kue ini layak di makan" Sahut Pengawal

Kaisar langsung mencomot satu kue indah tersebut. Begitupun Anya gadis itu melahapnya menikmati kue yang begitu enak sekali seperti kue persik yang ia makan waktu itu di Jepang saat bersama Janeeta, ia menjadi rindu rumahnya ia menepis pikiran tersebut seharusnya ia tidak merindukan?

Tapi dirinya hanyalah manusia biasa bukan?, yang bisa sedih dan bisa juga bahagia entahlah kenapa dirinya merindukan zaman dirinya? Saat di kedua gigitan tetiba sebuah teriakan Kaisar membuatnya membuyarkan lamunanya.

Matanya terbelalak melihat Permaisuri, dengan wajah pucatnya tubuhnya bergetar hebat — ia mengigit bibir dalamnya.

" Panggil tabib! " Pekik Kaisar sembari mengusap wajah Permaisuri dengan lembut dimana wajahnya begitu pias sekali.

" Ibunda kenapa ibunda bisa seperti ini?, ibunda bertahanlah! " Cicit Yan Qian dengan suara serak ia memeluk Ratu yang bergetar hebat sehabis makan kue tersebut

Selang beberapa menit, Pengawal pribadi Kaisar datang berserta Tabib istana lelaki berusia tujuh puluh lima itu memeriksa denyut nadi Ratu tatapannya pias kala Kaisar bertanya dengan nada mendesak

" Bagaimana Permaisuri ku?, apakah dia baik-baik saja? Katakan! "

" Begini Yang Mulia Raja racun yang berada di tubuh Yang Mulia Ratu begitu kuat sekali, Racun ini belum ada penawarnya maafkan hamba " Tabib istana itu luruh seketika di bawah kaki Kaisar membuat Kaisar menggeram marah

" Kau patut di hukum! " Tekan Kaisar

" Ampun Kaisar, hamba mohon ampun kasihani hamba! " Isak tabib tersebut ia bersujud di bawah kaki Kaisar

" Kaisar hamba bisa mengobati Baginda Ratu!" Suara Anya terdengar lantang membuat Yan Qian menatapnya tajam, ia tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Anya

" Puteri Agung sebaiknya anda diam! " Tegas Yan Qian sembari menarik Anya agar tidak mendekati Kaisar dan Permaisuri

" Yang Mulia saya benar-benar bisa melenyapkan Racun yang ada di dalam tubuh Permaisuri! " Kata Anya sembari melepaskan tangan Putera mahkota itu dari tangannya dengan cepat ia mendekati lelaki tersebut,

Kaisar menatap Anya tidak percaya, lihatlah gadis yang selalu bermain pedang kini akan mengobati istrinya sungguh benar-benar tidak mungkin. Ia bukanlah orang bodoh yang akan mengizinkan begitu saja

" Maaf Puteri Agung ini bukan mainan, taruhannya nyawa Permaisuri saya " Tolak Kaisar halus penuh sindiran membuat Anya menggeleng kan kepalanya

" Yang Mulia saya mohon!, kalau tidak dengan cepat yang Mulia ratu akan lumpuh seumur hidupnya — karena racun itu bukan hanya melumpuhkan tapi membinasakan yang Mulia ratu! " Jelas Anya

" Keterlaluan! " Geram Kaisar mengepal tangannya

" Saya mohon yang mulia! " Anya menekuk lututnya meminta izin kepada kaisar

" Baiklah, kalau sampai kenapa-kenapa kamu akan di hukum kepalamu tidak aman! " Kata Kaisar penuh ancaman Anya mengangguk yakin " Terimakasih kaisar! "

" Sari Mayang!, saya mohon jangan! " Larang Yan Qian Anya tidak menggubris nya ia bergegas mendekati ratu yang sudah pucat sekali,

Anya mengigit bibirnya ia tahu sekali dari aroma — racun itu manis dan tidak terdeteksi dengan Jarum Akupuntur makanya saat Pengawal mengecek makanan tersebut tidak terdeteksi.

" Aku perlu keluarkan darah nya agar racunnya bisa keluar, " Gumam Anya sembari mengeluarkan sebuah pisau kecil membuat yang lainnya membola

" Kau ingin melenyapkan ratu! " Tuding Kaisar

" Kaisar!, anda ingin ratu selamat jadinya berhentilah berkata kalau saya ingin mencelakai ratu! " Tegas Anya sembari fokus ke Ratu yang semakin pucat jemari Anya dengan cepat bergerak menyayat di titik darah jari telunjuk ratu,

Sebuah cairan hitam kental berbau amis keluar, Anya tersenyum puas wajah ratu tidak sepucat tadi seperti tidak ada — cairan darah, kini seperti ada darah yang mengalir kembali

Anya menoleh ke arah Kaisar " Kaisar saya butuh Daun Penghenti racun itu ada di salah satu kaki gunung izinkan saya kesana, karena hanya saya yang tahu " Kata Anya

" Baiklah, Puteri kau akan pergi bersama Putera mahkota " Sahut Kaisar

" Baiklah, pak tabib aku minta tolong buatkan ramuan untuk yang Mulia ratu penambah energi!. Selepas aku kembali akan ku beri ramuan Penghenti racun " Cakap Anya

" Baik yang Mulia tuan Puteri "

" Terimakasih, kami pamit yang mulia! "

" Pulang lah, istriku menunggu! "

" Baik yang mulia "

1
Memey
Bagus ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!