TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).
Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.
Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UNGKAPAN PERASAAN
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 8
Waktu terus berjalan. Menit demi menit telah terlewati. Namun Raka dan Mala masih setia dengan pertarungannya. Tidak mudah memang bagi Raka menumbangkan Mala yang menjadi kandidat terbaik dari anak-anak best friend’s family. Ya, Mala adalah pendekar terbaik dari seluruh anggota dari anak-anak best friend’s family. Bahkan, sang kakak, Akbar, tidak mampu menandingi ketangkasan Mala. Kecuali dalam hal seni menggunakan pisau.
Kini keduanya telah beristirahat karena Bimo merasa kasihan mereka berdua bertarung tanpa lelah.
“Kamu masih kuat Dek?” tanya Mila dengan khawatir.
“Tenang saja. aku akan berjuang agar kamu tidak akan didekati dengan cowok yang menurutmu menyebalkan itu” tekad Mala.
Mila tersenyum terharu dan memeluk saudara kembarnya.
“Apapun nanti hasilnya, mau kamu kalah atau menang, aku tak jadi masalah. Yang aku tahu, kamu sangat memperdulikan aku. Dan itu sudah cukup bagiku” kata Mila tanpa melepas pelukannya.
“Aku tahu. Setidaknya, biarkan berjuang sampai akhir. Tapi kalau pada akhirnya aku kalah, kamu harus sportif” ucap Mala dan diangguki mantap oleh Mila.
“Anak ayah dan bunda tidak akan pernah mengingkari janji” jawab Mila penuh keyakinan.
“Kalian memang the best. Berjuanglah Mala” Suci juga memberi semangat.
“Baiklah Kali ini, tidak perlu sampai mengunci lawan. Hanya perlu satu serangan tepat mengenai sasaran. Siapa yang pertama melakukannya, dialah pemenangnya” terang Bimo.
“Iya. Itu lebih adil dan lebih efisien. Dari tadi kalian hanya saling serang dan tangkis saja. serius lah” kata Romi menambahi.
“Kami dari tadi serius om. Dia saja yang terlalu tangguh” omel Mala kesal mendengar omongan Romi.
“Baiklah, baiklah. Salah sendiri polisi ditantang” ledek Romi yang merasa dendam dengan Mala.
Siapa suruh berbuat onar. Masih cuti juga harus mengurus anak bandel macam kamu. ~ Romi.
Pertarungan kembali dimulai. Persaingan sengit kembali terjadi. Hanya saja Mala sudah tidak selincah tadi. Dalam menit ke delapan, tendangan Raka tepat mengenai lengan Mala yang tak sempat menghindar karena masih menangkis serangan dari tangan Raka. Gerakan Raka yang gesit membuat Mala kewalahan hingga akhirnya dia harus terima kekalahannya setelah bergulat lebih dari tiga ronde.
*****
Mereka berkumpul di kedai kopi dekat lapangan.
“Kamu hebat juga. Tidak jumawa kalau kamu sampai berani menantangku” kata Raka pada Mala, namun matanya melirik Mila.
“Kau bicara padaku, tapi matamu melihat dia. Kau merasa senangkarena telah mengalahkanku?” tanya Mala kesal. Pasalnya, baru kali ini dia mendapatkan lawan seimbang. Bahkan setiap dia beradu dengan Akbar, kakaknya itu selalu kalah dan dalam hitungan kurang dari sepuluh menit.
“Tentu saja. Tapi aku ada permintaan, kan aku yang menang” pongah Raka dengan senyum smirk dimulutnya.
“Melihat tawamu, aku merasa tidak baik-baik saja” jawab Mala santai, tapi tidak dengan Mila yang mendengar ucapan Mala.
Selain ketangkasan, insting Mala juga tajam. Jadi, Mila selalu percaya ucapan saudara kembarnya itu. Hal ini telah terjadi berkali-kali bahkan sedari mereka kecil. Tak luput dari pantauan Mala, soal sifat Arman yang hanya ingin
mempermainkannya juga dia terima peringatannya. Namun, kebali lagi pada istilah cinta buta. Itulah yang dirasakan Mila. Karena cintanya pada Arman, membuat dia mengabaikan peringatan adiknya.
“Tentu saja akan baik-baik saja”
“Katakan” tegas Mala.
“Sebenarnya, siapa yang kakak di sini?” tanya Suci yang selalu berada di situasi ambigu saudara kembar ini.
“Tentu saja dia, kau tahu itu” jawab Mala seenaknya.
“Tapi seolah-oah, kau yang kakak disini” bantah Suci tak mau kalah.
“Aku hanya melindungi saudariku saja. dia baru patah hati, dan aku tak ingin pria ini membuatnya sakit hati lagi”
“Baiklah. Aku percaya. Lihatlah dek,dia sangat menjaga dan menyayangimu” ucap Suci sedikit meledek mereka.
“Bilang saja kau iri” ledek Mila yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
“Bisa aku bicara mauku sekarang?” tanya Raka menengahi perdebatan tak berguna ketiganya.
“Baiklah. Katakan apa maumu” kata Mala sembari menikmati white coffe kemasan yang disedu dikedai itu.
“Aku tidak mau jika kau hanya menginginkan aku dekat dengannya. Aku mau dia langsung menjadi pacarku atau kekasih seorang Raka Wijaya” tegas Raka mmebuat Mila melototkan matanya.
“Yang benar saja? Tidak. Aku tidak mau” toak Mila tegas tanpa memikirkan perasaan Raka.
“Kenapa menolak? Bukannya waktu itu kita sudah menjadi sepasang kekasih? Lagi pula saat di kampus, kamu sendiri yang bilang kalau aku menang, kamu mau jadi pacar aku” goda Raka mengabaikan rasa sakit hatinya atas penolakan Mila.
“Waktu itu kau yang tiba-tiba menarikku dan meminta bantuanku. Mana bisa dihitung sebagai fakta. Lagian waktu itu aku cuma mau Mala berhenti menantang kamu” elak Mila tak terima.
Raka berdiri dan menghampiri Mila. Dia menarik tangan Mila hingga Mila pun ikut berdiri. Raka menggenggam kedua tangan Mila dan menciumnya. Mila melotot mendapat perlakuan tak terduga dari Raka. Tidak dapat dipungkiri, wajah Mila merona merah karena malu.
“Baiklah. Jadi sekarang,nona Mila...” Raka menghentikan ucapannya dan menatap tajam pada Mila. Mila merasa kikuk dan sedikit takut dengan tatapan Raka.
“K-Kenapa?” tanya Mila grogi.
“Siapa nama lengkapmu?” tanya Raka kemudia.
“Kenapa kau bertanya nama lengkapku?” tanya Mila dengann bingung.
“Jawab saja” tekan Raka membuat Mila sedikit takut.
Kenapa tatapan Raka bisa mengintimidasiku? Bahkan aku tidak pernah takut dengan tatapan tajam Arman, bahkna tatapan ayah pun tak membuatku setakut ini. ~ Mila.
“Syarmila Putri” jawab Mila dengan menundukkan kepala.
Raka mengangkat dagu Mila sehingga dia mampu menatap mata indah Mila.
“Syarmila Putri. Untuk pertama dan terakhir kalinya, maukah kamu bersanding denganku sebagai sepasang kekasih sungguhan? Bukan sandiwara seperti sebelumnya? Kamu boleh mengataiku gila atau apapunitu, tapi aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama saat dengan sengaja menarikmu dan menatap mata indahmu. Saat itu juga, aku ingin menjadikanmu kekasihku sesungguhnya. Maafkan aku yang melibatkanmu dalam urusan pribadiku. Tapi sekarang, aku ingin kamu menjadi bagian dari diriku. Bersediakah kamu menerimaku?” tanya Raka dengan penuh perasaan.
Mila mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Ada rasa grogi dan bahagia. Tapi ada juga rasa takut akan terluka untuk kedua kalinya. Dia menatap wajah Raka dalam. Menelisik masuk kedalam retina Raka untuk menyelami kesungguhannya. Tidak ada kebohongan di dalamnya. Dia melihat cinta tulus dan pandangan penuh harap. Ada tatapan luka yang sama yang dia temukan di mata Raka.
“Apa kamu masih terluka karena wanita itu?” tanya Mila akhirnya mampu mengeluarkan suaranya.
“Akan sulit menghapus rasa sakit itu. Tapi bersamamu, aku yakin aku mampu menghilangkannya dan menggantikan dengan cinta yang sangat banyak untukmu”
“Aku juga pernah terluka karena cinta. Aku juga masih merasakan sakit itu. Bisakah kamu memaklumiku nanti jika aku masih labil dalam hal perasaan?”
“Aku akan coba mengerti. Aku juga berharap kamu bisa mengerti jika aku menjadi labil sepertimu”
Seulas senyum diberikan Mila dan menular pada Raka. Raka seperti mendapat harapan besar akan diterimanya perasan cinta yang datang tanpa diminta.
Hayo, kira-kira, Raka diterima nggak nih sama Mila?
*****
NEXT
*****
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA
YAH? JIKA BERKENAN, KASIH TIPS JUGA BUAT AUTHOR MESKIPUN HANYA 5 KOIN. TERIMAKASIH!
JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN.
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅