NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Malam ini Dinzy menuju butik tempat Luca biasanya memesan gaun dan jas. Dan malam ini juga mereka memesan setelan gaun dan jas yang senada untuk menghadiri acara pernikahan mantan kekasih Dinzy.

 

Luca membayar semuanya, kemudian mereka meninggalkan butik tersebut.

 

"Kamu kenapa sayang?"

"Mbak Siska hari ini gak ada kabar sama sekali, bahkan gak ada surat izinnya"
"Kamu mau coba cek ke rumahnya, aku bisa temani"

"Kamu gak apa-apa nemenin aku?"

"Sayang, justru aku senang bisa temani kamu"

"Terimakasih"

 

Luca mengemudikan mobilnya menuju apartemen Siska, dan sampai di apartemen, Dinzy menuju ke resepsionis dan meminta akses untuk naik ke unit Shella.

 

Luca dan Dinzy segera naik sampai ke depan unit milik Siska, dan Dinzy segera mengetuk pintu tersebut.

 

"Mbak Siska" panggilnya lirih namun masih terdengar

 

Toktoktok

 

"Hei sayang, tenang. Mungkin Siska gak ada disini" ucap Luca berusaha menenangkan Dinzy

 

"Gak mungkin Mbak Siska pergi gitu aja"
"Oke, kita tanya resepsionis dibawah ya"

"Iya"

 

Keduanya hendak turun, namun saat lift berhenti di lantai tersebut, keluar tiga wanita dan mereka berjalan menuju unit Siska dengan membuka pintu tersebut menggunakan kunci yang dia bawa.

 

Sontak Dinzy keluar lagi dari lift dan menerobos masuk. Luca yang terkejut pun mengejar Dinzy.

 

"Apa-apaan kamu" bentak wanita tersebut

 

"Kamu yang apa-apaan, ngapain kamu masuk ke unit teman saya"

 

DEG!

 

Dua wanita yang bersamanya terlihat panik, Luca merasa ada yang tidak beres disini. Luca mencoba masuk namun dua wanita tersebut menghalangi.

 

"Masuk, atau saya akan telepon polisi" ucap Luca

 

"Kamu pikir kamu punya power untuk melawan saya, kamu tidak tahu siapa saya" ucap wanita itu dengan angkuh

 

"Saya tidak peduli siapa kamu, kalau memang kamu merasa punya power gunakan semua power kamu, saya tidak peduli"

 

Luca menarik wanita itu lalu membiarkan Dinzy masukke dalam apartemen Siska.

 

Dan benar saja, Dinzy histeris melihat Siska yang sedang diikat bahkan di lakban mulutnya. Karena tidak ingin ketiga wanita itu kabur, Luca memaksa semuanya untuk masuk.

 

Dua wanita yang menjadi asistennya sudah pucat, mereka sangat ketakutan.

 

"Kamu tidak tahu siapa saya, jadi lebih baik kalian meninggalkan tempat ini sebelum menyesal" ucapnya dingin

 

Luca tidak menghiraukan perkataan wanita yang terlihat sebaya dengannya tersebut. Namun Luca juga tidak asing dengan wanita tersebut.

 

Setelah menghubungi ambulance Luca membantu Dinzy melepas tali di tangan dan kaki Siska. Karena Siska terlihat sangat lemah.

 

"Kalian tidak tahu bagaimana wanita ini merusak kehidupan saya"

 

Luca dan Dinzy hanya menatap sekilas, namun tidak menghiraukan perkataan wanita tersebut. Dinzy mengambil minuman, dan memberikannya kepada Siska.

 

Hingga ambulance datang, dan mereka membawa Siska ke rumah sakit. Luca dan Dinzy ikut ke dalam ambulance tersebut.

 

Sementara Siska hanya terbaring lemah dan menangis. Dinzy memang tidak mengatakan apapun, namun Luca tahu jika ini berhubungan dengan pria.

 

Sampai dirumah sakit, Siska segera mendapat pertolongan. Dinzy dan Luca menunggunya diluar.

 

"Tenang sayang, Siska baik-baik saja. Ada dokter dan perawat yang akan menolongnya" ucap Luca sambil memeluk Dinzy yang sedang menangis.

 

Dinzy memeluk erat tubuh Luca, ia berusaha tenang namun ia gagal. Dinzy menganggap Siska lebih dari seorang senior di kantornya, dan ketakutan Dinzy kali ini benar-benar terjadi.

 

Ting! Ponsel Luca berdering.

 

Sambil memeluk tubuh kekasihnya, Luca menemukan informasi siapa wanita yang menyekap Siska.

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!