NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Orangtua Mencari Anaknya

Keesokan pagi, di area parkir RSUD, matahari baru saja naik seadanya. Di salah satu bangku taman dekat lobi, Jovan duduk merenung dengan secangkir kopi hitam yang sudah dingin di tangannya. Kepalanya pening luar biasa. Sudah semalaman menjadi orang terlantar di rumah sakit ini.

Ia masih bingung harus berbuat apa. Di satu sisi, keponakannya, Aira, malah pingsan dan bisa tidur dengan nyenyak di atas ranjang VIP di rumah sakit ini. Di sisi lain, atasannya di kantor, Teddy, malah nekat turun kasur demi memapah keponakannya itu. Belum lagi ancaman halus dari Nyonya Mirna, istri dari Tuan Wijaya yang merupakan salah satu dari dewan direksi tertinggi korporasi properti raksasa ibu kota tempat Jovan mencari sesuap nasi sebagai kepala bagian logistik bahan bangunan.

"Duh, mampus aku ... kalau Abang dan Akak tahu anak gadisnya pingsan gara-gara kerja rodi, bisa habis aku digergaji mereka di kampung. Tapi kalau tak membantu mereka, aku bisa di-PHK oleh Pak Teddy besok pagi," gumam Jovan sembari memijat pelipisnya yang pening.

Pikiran cemas Jovan mendadak buyar saat sebuah mobil MPV super mewah, Toyota Alphard hitam keluaran terbaru dengan bodi mengilap, perlahan merayap masuk ke area parkiran rumah sakit ini.

Jovan refleks mendelik. Matanya mengikuti ke mana arah mobil miliaran rupiah itu bergerak. Sebagai orang yang bekerja di bagian logistik perusahaan retail besar, Jovan tahu betul harga dan prestise mobil seperti itu. Plat nomornya pun wilayah ini, yang memang terkenal dengan perkebunan sawitnya yang tak bersudut.

"Gila, pagi-pagi begini, konglomerat mana lagi yang datang? Gak mungkin kan ini relasinya keluarga Wijaya juga?" batin Jovan, hampir saja mendengus sirik.

Pintu penumpang bagian tengah bergeser terbuka secara otomatis dengan suara berdengung halus yang sangat elegan. Jovan bersiap memasang wajah formalnya, mengira yang turun adalah pejabat atau orang penting lainnya.

Namun, begitu sosok wanita paruh baya yang mengenakan gamis motif bunga-bunga sederhana dengan jilbab instan, turun dari pintu kendaraan mewah tersebut, cangkir kopi di tangan Jovan hampir saja terlepas.

"Loh ... Akak Midah?!" pekik Jovan tertahan, matanya membelalak sampai rasanya mau keluar dari rongganya.

Belum sempat Jovan menguasai rasa syoknya, dari pintu kemudi turun seorang pria paruh baya mengenakan kemeja batik lengan pendek yang agak kebesaran, celana bahan longgar, dan ... sandal jepit legendaris merek Swallow berwarna hijau. Pria itu adalah Abang iparnya sendiri, Bang Junet!

"Jovan!" panggil Akak Hamidah, melambaikan tangannya dengan santai seolah mereka baru saja bertemu di pasar tradisional, bukan di depan mobil mewah seharga miliaran rupiah.

Jovan berdiri dengan lutut yang mendadak lemas. Ia berjalan mendekati kedua orang itu yang tak lain Bapak dan Ibuk-nya Aira, dengan tatapan tak percaya. Matanya bergantian menatap plat mobil Alphard, lalu beralih ke sandal jepit hijau milik abang iparnya.

"A-Akak Midah? Bang Junet? Ini ... kalian ke sini naik ini?!" tanya Jovan terbata-bata, menunjuk moncong Alphard yang gagah di belakang mereka.

Bang Junet menepuk kap mobil mewah itu dengan santai, mirip seperti menepuk pantat kerbau di sawah.

"Iya, Van. Ini mobil baru dibeliin anak sulung kami bulan lalu. Masih ingat Arsil kan? Katanya biar kalau kami pergi ke kota gak pegal lagi. Tapi asli, Abang malah makin pusing bawanya. Tombolnya kebanyakan kayak remote pesawat!"

Jovan menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya mendadak kering kerontang.

Selama ini, Jovan selalu meragukan keluarga Aira. Di grup WhatsApp keluarga, Jovan selalu merasa dirinya paling sukses karena bekerja di perusahaan properti raksasa di ibu kota. Sementara Bang Junet dan Akak Hamidah di kampung selalu ia kira hanya petani sawit kecil yang hidup pas-pasan dengan pakaian kucel penuh noda getah sawit.

"Kak ... Bang ... bukannya sawit kalian cuma beberapa baris di belakang rumah?!" desis Jovan, suaranya mengecil karena syok.

Akak Hamidah tertawa renyah, merapikan jilbab instannya yang agak miring ditiup angin pagi.

"Oalah, Jovan ... Kau sudah lama benar tak menengok kami di kampung. Itu kan sawit yang dulu. Kalau yang sekarang mah di kecamatan sebelah timur ada tiga ratus hektar, sebelah utara, ada empat ratus hektar, di barat ada empat ratus hektar, da selatan ada tiga ratus hektar. Nah, kebetulan Abangmu ini kemarin baru habis panen raya dan harga sawit sekarang tinggi sekali. Jadi kami mendapat untung yang sangat besar, hingga bisa mengganti mobil."

Jovan rasanya ingin pingsan mengetahui kebun sawit mereka bisa seluas itu. Padahal, dari penampilan, Aira sama sekali tak pernah memperlihatkan bahwa dia itu putri dari juragan sawit.

Sungguh tak bisa disangka, ternyata keponakannya yang pernah ia tampung itu, adalah putri kesayangan juragan sawit kelas kakap, yang malah memilih jadi perawat biasa! Uang hasil satu kali panen mereka saja, bisa dipakai untuk membeli tunai rumah minimalis yang didapatkan Jovan setengah mati lewat jalur KPR.

"Eh, iya, sampai lupa," potong Bang Junet, wajahnya mendadak berubah cemas.

"Kebetulan kamu ada di sini. Apa kamu melihat Aira, Van? Ditelepon dari kemarin sore, tapi ponselnya tak aktif. Abang sudah tanya ke pemilik kontrakannya, ternyata Aira sudah dua hari tak pulang."

Jovan seketika tersadar dari syoknya. Pertanyaan Bang Junet langsung menariknya kembali ke realitas yang jauh lebih mengerikan.

Bagaimana cara menjelaskan pada juragan sawit ini bahwa si bungsu kesayangan mereka saat ini sedang pingsan di atas ranjang VIP, dan dijaga oleh seorang pria yang baru mengalami kecelakaan?

"Itu ... Kak ... Bang ..." Jovan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, keringat dingin mulai bercucuran.

"Aira ada di dalam kok. Tapi ... mending Akak sama Abang ikut aku dulu ke atas. Ada kejadian yang ... agak sulit dijelaskan lewat kata-kata."

"Kejadian apa, Van?! Anakku gak diperas pihak rumah sakit, kan?!" cecar Akak Hamidah langsung panik, menyambar tas belanjaan rajutnya dengan erat.

"Bukan diperas, Kak. Tapi ... ah, sudahlah, mari ikut saya!" pasrah Jovan, memimpin jalan masuk ke dalam gedung RSUD dengan perasaan campur aduk ...

*bersambung*

1
Evi Lusiana
ortu kocak laen bgt sm anakny
Evi Lusiana
kaku perutku thor gr² aira mo bls jasa pke brondolan sawit
SoVay: dikumpulin dulu smpai 2 karung y kak 🤣
total 1 replies
Evi Lusiana
aku suka karakter cewek tegas ky aira cm sayang aj knp gk milih kost sndri drpd hidup bareng tante jahat
Anbu Hasna
musuh jadi besan 🤣🤣
SoVay: halo kakak, mampir yuk cerita baru aku. udah 5 bab 🙈
total 4 replies
Evi Lusiana
kocak deh si aira,bs² ny lg sedih dia mint fto🤭
SoVay: namNya juga abegeh kak 😭😚
total 1 replies
Dewi kunti
sini ak ajarin om🤭🤭🤭🤭🤭
SoVay: wkwkwkw..punya bakat alami seorang pria kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewi kunti
tuch dokter kompor banget ya
Dewi kunti: berarti dikerjain author nya ini😤😤😤😤
total 2 replies
sryharty
eallaaaah modus,,ngomong aja kamu pengen cepet2 belah duren bujang om ted2
SoVay: wkwkwkw awas grasa grusu 🙈
total 1 replies
sryharty
si pak junet lg jadi nyamuk penngganggu neh🤭🤭
Dewi kunti
aduuuuuuhhhh si bapak kenapa gak pergi2 sich
SoVay: jadi nyamuk dulu 🤣
total 1 replies
mimief
hisss...si bapak tau aja yaa🤣🤣
ini demi masa depan kita bersama
modus si dikit,tapi kan biar dia mau pak 🤭
SoVay: modus dikit maunya banyak 🤣
total 1 replies
sryharty
makanya bap junet buruan di sah kan
biar bebas bisa pegang2 tangannya,,
siapa tau bisa pegang yg lain,,kan mantap
nanti pak junet cepet dapat cucu loh dari Aira..
SoVay: wkwkwkwk 😭😭😭 pegang apa tuh kak. sim salabin ja apa prok prok prok 🤣🤣
total 1 replies
mimief
Wkwkwk
ke gap camer
apa rasa tu🤭🤣🤣
SoVay: duh, berani2nya berduaan di tengah org ramai. paling nggak, tunggu rumah kosong dulu kan ya 🤣🤣
total 1 replies
mimief
sabar...sabar
tinggal dikit lagi aku padamu
sryharty
biarin Ra si bujang lapuk di gigitin nyamuk,,di gigit Wewe gombel pun gapapa ko,,aku ikhlas 🤭🤭
mimief
yah begitulah namanya jomblo udah karatan
sekali nya jatuh cinta lagi
begini ni🤭🤣
mimief: lah abis Meleng dikit ilang
trauma Thor 🤣🤣
total 2 replies
mimief
de ileee...yg mulai bisa nge gombal
mimief: iy..y🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
orng dirumah di tuan putriin kok
disini malah jadi begini
hajaar pak🤣🤣
mimief: mang... kepala aj ka
kelamaan jomblo begitu tu, jadinya karatan rasanya 🙄🤣🤣
total 2 replies
mimief
cepet pulih Thor..
saya yg tanggung jawab Bu
lahir bathin juga boleh 🤣🤣
dih,ngarep🤭
mimief
bingung dia ..om Jovannya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!