NovelToon NovelToon
Kawin Gantung

Kawin Gantung

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Leon dan Valeri bertemu saat gadis kecil itu baru terlahir ke dunia. Ibu mereka yang bersahabat sejak remaja, membuat kedua orang tua itu sepakat untuk menjodohkan Leon Orlando dengan Valeri Elmira.

Rentang usia empat tahun, seolah tak jadi soal bagi kedua sahabat itu untuk menjodohkan anak-anak mereka.

Dan, di sinilah Leon dan Valeri berada.

Leon yang kini berusia tujuh tahun, tengah memangku seorang gadi kecil berusia tiga tahun. Mereka tengah duduk di pelaminan dengan memakai baju pengantin.

Ya, kedua anak kecil itu akan segera melangsungkan pernikahan mereka. Kawin gantung. Itulah istilah yang orang-orang gunakan untuk menamai pernikahan kedua anak di bawah umur itu.

Setelah dewasa, akankah kedua anak itu menerima takdir yang sudah digariskan oleh kedua orang tua mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KG10

Hari berganti Minggu dan Minggu pun berganti bulan. Agar kedua orang tuanya terus menyuplai kebutuhannya di luar negeri, Leon tetap menjalin komunikasi dengan Valerie.

Dan setelah satu bulan kepergiannya ke Sydney, Alexa pun menyusul Leon. Gadis itu akan mengikuti sebuah ajang pemilihan model di negeri wol itu.

Leon sungguh bahagia dengan kehadiran Alexa. Gadis itu dilayani oleh Leon bak seorang ratu. Apapun permintaan Alexa, Leon selalu mengikutinya.

Leon juga masih melanjutkan kerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perkuliahannya karena uang yang dikirimkan oleh orang tuanya, digunakan Leon untuk memenuhi kebutuhan Alexa yang glamor. Leon pun tak merasa keberatan dengan hal itu.

Walaupun dia sibuk kuliah sembari bekerja, Leon tak pernah kenal lelah. Itu semua berkat Alexa. Menatap wajah Alexa setiap hari, membuat Leon seolah tak pernah kehabisan energi.

Bagaimana tidak, setiap hari, sepulang bekerja, Leon selalu disambut oleh Alexa dengan gaun malamnya yang minim. Tubuh lelah yang dirasakan oleh Leon, seketika hilang saat Alexa menyergapnya.

Ya, Alexa menepati janjinya.

Mereka melakukan hal yang lebih gila dibanding yang mereka lakukan di apartemen milik gadis itu, di Jakarta. Bahkan, mereka hampir melakukannya setiap hari.

Jika Leon memanjakan Alexa dengan kiriman uang orang tuanya, Alexa melayani Leon dengan tubuh indahnya.

Hal itu terus berlanjut hingga perkuliahan Leon selesai. Pria itu bahkan bersikukuh melanjutkan study magisternya di Sydney agar dia dapat terus tinggal bersama dengan Alexa.

“Kamu bisa mengambil S2 di Jakarta. Di kampus yang sama dengan Erie. Jadi, kamu sekalian bisa jaga Erie,” ucap Maharani saat mereka semua berada di Sydney untuk menghadiri upacara kelulusan Leon sebagai sarjana.

“Mi, come on, pendidikan di sini lebih bagus dibandingkan di Indonesia. Leon hanya ingin menimba ilmu bisnis lebih banyak di sini. Leon ingin mencoba magang di beberapa perusahaan di Sydney. Ini semua agar Leon bisa membawa perusahaan keluarga kita ke arah yang lebih baik,” elaknya.

Sama seperti Leon yang keukeuh dengan pendiriannya untuk melanjutkan study magister di Sydney, Maharani pun bersikeras agar anak semata wayangnya itu mau kembali ke Indonesia. Perdebatan demi perdebatan pun tak bisa terelakkan.

Saat Leon kehabisan akal untuk membujuk sang ibunda, pria itu menggenggam tangan Valerie dan mengajak gadis itu pergi dari hotel tempat mereka menginap selama di Sydney.

“Kita mau ke mana, Bang?”

“Sudah, lu diam saja!” ketus Leon.

Valerie pun mengikuti perintah Leon. Sepanjang jalan gadis itu hanya diam dan membiarkan Leon membimbing langkah kakinya. Dia akan mematuhi pria itu seperti seorang istri yang menurut pada suaminya.

Hingga tibalah mereka di sebuah taman kota.

“Duduk sini,” ucap Leon. Setelah mengangguk sembari tersenyum, Valerie pun duduk di samping pria itu.

“Apa L masih ingat tentang proyek masa depan yang gue katakan sewaktu di Ancol tempo hari?”

Valerie mengangguk, “Iya Bang, Erie masih ingat.”

“Mengambil study magister di Sydney adalah salah satu jalan yang harus gue tempuh demi rencana masa depan itu.”

Valerie terdiam beberapa saat. Keinginan gadis itu sama seperti sang calon mertua. Dia menginginkan Leon melanjutkan pendidikan magisternya di Indonesia, di universitas yang sama dengan universitas yang baru saja dimasukinya.

Tapi, dia juga tak bisa membantah keinginan Leon.

“Gue butuh bantuan lu, Ri. Gue butuh bantuan lu untuk membujuk mami. Satu-satunya orang yang bisa membujuk mami, hanya lu.”

Valerie masih tetap diam.

“Ini semua demi mas depan kita, Ri. Gue mohon bantuan lu,” lirih Leon. Pria itu bahkan menggenggam kedua jemari tangan Valerie.

“Please ....”

Valerie masih terdiam. Gadis itu bahkan terlihat tengah mengembuskan napas panjang.

Valerie bimbang.

Jika dia membantu Leon, itu artinya dia masih akan berpisah beberapa tahun lagi dengan pria itu. Namun, di sisi lain, Valerie juga tak tega menolak permintaan tolong dari Leon. Pria itu benar-benar mengiba padanya. Leon bahkan menggeser duduknya agar mereka duduk lebih dekat.

Dan Valerie semakin tak bisa menolak keinginan pria itu, karena Leon mulai menciumi jari jemari miliknya yang sedari tadi digenggam oleh pria itu.

“please, please, please,” ucap Leon sembari terus mengecup jemari Valerie.

Valerie tersipu malu. Untuk pertama kali Leon mengecupnya, walaupun itu hanya sebatas telapak tangannya.

“Iya Bang. Erie akan coba membicarakannya dengan mami. Erie juga akan berusaha membujuk mami agar mengizinkan Bang Leon mengambil magister di Sydney.”

Leon begitu girang mendengar janji yang diucapkan oleh gadis itu. Leon pun memeluk erat Valerie dan mengucapkan rasa terima kasihnya.

“Thanks, Rie.”

Mendapat pelukan erat dari Leon, hati Valerie sungguh berbunga-bunga. Jantung gadis itu berdetak lebih kencang bagai genderang mau perang.

Untuk pertama kali Leon memeluknya dengan erat.

Valerie pun berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha keras membujuk calon mertuanya. Toh itu semua demi masa depannya bersama Leon. Begitulah pikir Valerie.

Dan benar saja apa yang diucapkan oleh Leon. Maharani luluh dengan permohonan Valerie. Wanita paruh baya itu akhirnya menyetujui Leon untuk mengambil gelar magister di universitas almamaternya.

“Tapi, ingat, begitu kamu sudah mendapatkan gelar magister, kamu harus secepatnya kembali ke tanah air!”

“Siap, Mi!” balas pria itu.

Leon pun kembali memberikan sebuah pelukan kepada Valerie saat gadis itu dan juga kedua orang tuanya hendak kembali ke tanah air.

Maharani pun tersenyum sumringah melihat sikap hangat Leon pada Valerie.

Mereka harus dinikahkan begitu Erie menjadi sarjana.

Begitulah benak Maharani. Wanita paruh baya itu begitu yakin, Valerie dan Leon saling mencintai dan dapat saling membahagiakan.

Leon pun melambaikan tangan pada kedua orang tuanya dan juga Valerie yang semakin lama semakin menjauh hingga masuk ke dalam ruang boarding pesawat.

Leon pun bergegas kembali ke apartemennya. Pria itu sengaja tak mengirimkan pesan pada Alexa. Dia ingin memberikan kejutan pada gadis itu. Leon bahkan berencana untuk membeli seikat bunga tulip merah untuk gadis itu. Bunga tulip merah yang melambangkan keabadian cinta. Seperti cintanya yang abadi untuk Alexa.

Leon begitu sumringah saat memesan dan menunggu bunga itu dirangkai menjadi buket yang indah.

Leon begitu bahagia saat ini. Dia sudah membayangkan hari-harinya tinggal bersama Alexa akan berlanjut hingga beberapa tahun lagi.

Saat sebuket bunga tulip merah sudah dalam genggamannya, Leon memberhentikan sebuah taksi dan meminta supir taksi itu untuk melaju lebih kencang karena dia sudah tak sabar untuk bertemu Alexa.

Tiga malam dia harus menginap bersama kedua orang tuanya serta Valerie di kamar hotel. Dia begitu merindukan pujaan hatinya itu. Leon yakin, Alexa akan langsung menyergap begitu melihatnya. Dia juga yakin, gadis itu juga merindukan dirinya.

Leon pun berlari-lari kecil begitu tiba di area gedung apartemen sewaannya. Dirinya begitu menggebu ingin segera menikmati Alexa.

Namun, Leon terkejut, saat dari jauh dia melihat seorang pria berkulit putih pucat dan berambut pirang keluar dari kamar apartemennya.

“Siapa pria itu?”

1
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Niè
keren si Nico iihhh....drpd leon..
Niè
gedeg yaa....eman2 valerie....
Namika
bacaan bagus..
Namika
perjuangan cinta valerie yg ugal2an ahirnya hepi ending..
Namika
keluarga besarrr
syumkia
lah Mak..
lalu lanjut d mana Mak
Namika
gws mamak
Namika
😂😂😂
Rita Riau
kebaikan tak akan pernah sia sia permata tak akan kalah walaupun ditimbun kaca,,,
Rita Riau
cuekin aja Rei suami rese mu itu biar dia tau rasa 🤔🤭
Rita Riau
nah ini dia yg ku tunggu" si Leon ketangkep basah terus nyebur ke air comberan,,, tinggalin pergi aja Rei
Rita Riau
nah bener kan Leon nemuin si Alexa,,
kasihan bgt Erie yg di bohongi Leon
awas Leon kamu bakalan nyesel 🤔🤭
Rita Riau
apa mgkin Leon pergi nemuin Alexa
awas ntar ada penyesalan 🤔🤭
Rita Riau
kayak nya ada rencana tersembunyi si Leon ,,, 🤔🤭
Rita Riau
yah,,,, kasihan Erie dgn cinta tulus nya,,,, selagi Erie belum capek ngejar Leon,,,ntar kalo Erie udah diem baru Leon sadar 🤔🤭
Rita Riau
sekarang Leon nolak tapi nanti Leon posesif,,, biasa lah di awal cerita 👍🏻🥰🥰
Rita Riau
nunggu waktu lama tuch baru bisa unboxing 🤔🤭😁🥰
@sulha faqih aysha💞
sebelumnya Valerie di nyatakan hamil 12 Minggu kok ini hamil 9 Minggu yang bener yg mana 🤔
Rita Riau
seru,,, persahabatan jadi besan,,,
perjodohan,,, awal ngelak ujung bucin. diri ku mampir Thor 🙏🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!