Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 PUNCAK CATUR DAN AWAL DOMINASI
Mendengar laporan dari tabib istana, suara hunusan pedang dari ratusan pengawal kekaisaran berbaju zirah hitam langsung menggema di seluruh penjuru Paviliun Teratai, mengunci seluruh jalan keluar bagi rombongan utusan Kekaisaran Wei. Pangeran Mo Xuan langsung menjatuhkan diri berlutut di atas lantai dengan wajah yang dipenuhi oleh keringat dingin, sementara Putri Mo Ran menangis histeris sambil memeluk kaki kakaknya karena ketakutan yang luar biasa melihat ajal yang sudah berdiri di depan mata mereka.
Kaisar Liang perlahan berdiri dari kursi naganya. Aura membunuh yang memancar dari tubuh tingginya begitu pekat hingga sanggup membuat udara di dalam paviliun terasa sangat menyesakkan dada. "Mo Xuan... kau membawa pasukanmu melintasi batas negaraku dengan kedok diplomasi dagang, namun di bawah hidungku, adikmu mencoba meracuni Permaisuriku yang sah. Apakah Kekaisaran Wei sedang menyatakan perang terbuka terhadap Kekaisaran Han?!" suara bariton Kaisar Liang menggelegar laksana guntur di malam musim dingin, membuat beberapa pelayan luar langsung pingsan karena ketakutan.
"Ampun, Baginda Kaisar! Ampun! Ini semua adalah tindakan bodoh dari adik hamba sendiri tanpa persetujuan dari dewan kerajaan Wei!" jerit Pangeran Mo Xuan sambil membenturkan kepalanya ke lantai pualam berkali-kali hingga berdarah. "Hamba bersumpah demi langit, hamba tidak tahu apa-apa tentang rencana keji ini! Mohon ampuni nyawa kami, dan kami akan menyetujui seluruh syarat kontrak kerja sama dagang yang diajukan oleh Permaisuri Xian tanpa ada bantahan sedikit pun!"
Anya melangkah kembali ke samping Kaisar Liang, menatap pemandangan memalukan dari para pangeran dan putri asing yang bersujud di bawah kakinya dengan wajah yang sangat tenang dan penuh kendali. Monolog batinnya tersenyum puas; krisis pembunuhan ini justru menjadi peluang emas yang sempurna untuk memaksa Kekaisaran Wei melakukan kapitulasi ekonomi secara total di bawah kendalinya.
“Di dalam dunia bisnis, ketika kompetitormu tertangkap basah melakukan spionase industri atau sabotase kotor, kau tidak hanya menuntut mereka ke pengadilan... tapi kau menggunakan kesalahan mereka untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan aset mereka dengan harga yang sangat murah,” pikir Anya dengan kilatan kepintaran yang sangat mematikan di sepasang mata indahnya. “Kaisar Liang ingin membunuh mereka malam ini untuk menjaga kehormatan negara, namun itu adalah langkah militer yang tidak efisien karena akan memicu perang finansial yang mahal di perbatasan. Aku akan menggunakan nyawa mereka sebagai alat tukar untuk menguasai seluruh pasar barat kekaisaran mereka.”
Anya menyentuh lengan Kaisar Liang sekali lagi, menatap wajah tampan suaminya itu dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh pemahaman taktis yang dalam. "Baginda yang agung, menumpahkan darah mereka di perjamuan ini hanya akan mengotori lantai pualam Paviliun Teratai kita yang indah. Mengapa kita tidak membiarkan mereka hidup, dengan syarat mereka harus menandatangani amandemen kontrak baru?"
Anya berbalik badan menatap Pangeran Mo Xuan yang mendongak dengan wajah penuh harapan. "Amandemen kontrak baru: Kekaisaran Han memegang saham kepemilikan atas Jalur Sutra Barat sebesar tujuh puluh persen, seluruh hak pengelolaan bea cukai perbatasan berada di bawah kendali kasir ku, dan Kekaisaran Wei wajib menyetor upeti tambahan berupa lima ribu ekor kuda perang terbaik setiap tahunnya selama dua puluh tahun ke depan sebagai biaya kompensasi atas keselamatan nyawa Putri Mo Ran. Jika kau setuju, tandatangani dengan darahmu malam ini juga. Jika tidak... pengawal, siapkan tiang gantungan eksekusi di alun-alun kota fajar besok."
Tanpa ada pilihan lain yang tersisa demi menyelamatkan kepala mereka dari pisau algojo, Pangeran Mo Xuan dengan tangan yang gemetar hebat mengambil pisau kecil, menggores telapak tangannya sendiri, dan membubuhkan stempel darah resminya di atas dokumen kontrak Joint Venture baru yang telah diubah secara radikal oleh Anya.
Malam itu, di bawah guyuran salju musim dingin yang sedingin es, Anya tidak hanya berhasil mengguncang tatanan istana belakang, melainkan telah resmi memulai dominasi ekonomi globalnya atas seluruh daratan kuno. Berdiri berdampingan bersama Kaisar Liang di bawah pendar lampion malam, sang Permaisuri tiruan telah membuktikan bahwa kecerdasan manajemen modern dari seorang mantan CEO wanita sanggup menundukkan seluruh imperium kerajaan kuno hanya dengan satu jentikan strategi catur politik yang sekeras baja.