Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 : Lembah Kabut Roh - Rahasia Anggrek Jiwa Langit
Jian Chen dan Nangong Bingxue saling menatap heran.
"Jadi, yang di bawa oleh Luo Tian adalah Anggrek palsu tidak berguna?" sahut Jian Chen.
Shen Yifan menggelengkan kepala. "Tentu saja berguna... Hanya saja, tidak penting untukku!"
"Bagaimana bisa kamu mengelabuhi mereka?" lanjut Jian Chen.
"Sedari awal aku sudah tahu, waktu menggali Anggrek itu..." Shen Yifan tersenyum tipis. "Kalian semua tertipu oleh penampilannya."
Jian Chen mengernyit. "Maksudmu?"
Shen Yifan mengambil sebuah ranting kecil lalu menggambar bentuk Anggrek Jiwa Langit di atas tanah.
"Anggrek Jiwa Langit yang telah matang memiliki dua lapisan. Lapisan luarnya hanyalah selubung yang melindungi inti spiritual di dalamnya." Shen Yifan tersenyum tipis. "Awalnya aku juga sempat ragu. Namun ketika kurasakan aura yang tersembunyi di balik lapisan itu... Energi Spiritualnya jauh lebih pekat daripada bagian luarnya. Jadi, aku memutuskan untuk bertaruh."
"Bertaruh?" tanya Nangong Bingxue pelan.
Shen Yifan mengangguk. Ia mengangkat bunga kecil berwarna biru di tangannya.
"Benar. Aku bertaruh bahwa tidak seorang pun di sana mengetahui rahasia Anggrek Jiwa Langit." Ia tersenyum tipis. "Karena itu, inti Anggrek Jiwa Langit yang sesungguhnya sudah kuambil sejak awal. Sedangkan dua batang yang kuberikan kepada Luo Tian... hanyalah selubungnya."
Jian Chen terdiam beberapa saat sebelum sudut bibirnya berkedut.
"Hmmm..." Ia menggeleng pelan. "Jadi... mereka mengejarmu mati-matian hanya demi dua cangkang bunga?"
Shen Yifan hanya mengangkat bahu. "Kurang lebih begitu."
Jian Chen tertawa sambil menepuk bahu Shen Yifan. "Hahaha... Sejak kapan kamu merencanakan hal segila ini?"
Nangong Bingxue juga menatap Shen Yifan dengan rasa penasaran.
"Kalau memang yang kamu inginkan hanya inti Anggrek Jiwa Langit... kenapa masih membawa cangkangnya? Bukankah akan lebih aman jika kamu mengambil intinya saja lalu pergi?"
Shen Yifan tersenyum kecil. "Sudah kuduga kalian akan berpikir begitu."
"Hmmm?" Jian Chen memiringkan kepalanya.
"Alasan pertama... inti Anggrek Jiwa Langit belum sepenuhnya matang. Meskipun sudah kupisahkan, ia masih membutuhkan nutrisi dari cangkang luarnya selama beberapa waktu. Kalau saat itu kupaksa melepaskannya sepenuhnya, inti spiritualnya akan cepat layu, bahkan bisa kehilangan sebagian besar khasiat obatnya." Shen Yifan menjelaskannya.
Jian Chen mengangguk pelan. "Jadi cangkang itu bukan sekadar kulit..."
"Benar." Shen Yifan mengangguk. "Bagi seorang alkemis, cangkang ini hanyalah wadah sementara untuk menjaga inti spiritual tetap hidup."
Ia lalu tersenyum tipis. "Alasan kedua... justru lebih sederhana."
"Aku sengaja membawa cangkangnya agar Keluarga Luo memiliki sesuatu untuk dikejar."
Jian Chen berkedip beberapa kali. "Maksudmu... sejak awal kamu sudah tahu mereka akan mengejarmu?"
"Tentu." Shen Yifan mengangguk tenang. "Dengan sifat Luo Tian, mustahil dia mau membiarkanku pergi begitu saja. Selama cangkang Anggrek Jiwa Langit masih berada di tanganku, mereka akan menganggap harta itu masih utuh."
Shen Yifan menatap kantung berisi seribu Batu Spiritual Tingkat Tinggi di pinggangnya, lalu tersenyum tipis. "Begitu mereka berhenti mengejarku dan menerima cangkangnya... barulah aku benar-benar menang."
Jian Chen terdiam beberapa saat. Lalu, tiba-tiba ia menepuk dahinya sendiri. "Hahaha! Jadi sejak awal mereka sudah masuk ke dalam permainanmu?"
Shen Yifan hanya mengangkat bahu sambil tersenyum tipis. "Kurang lebih begitu."
Jian Chen menggeleng-gelengkan kepalanya, masih sulit mempercayainya.
"Yi Fan... aku benar-benar meremehkanmu. Kukira selama ini kamu hanya seorang Teoretisi yang kerjanya membaca kitab alkimia.
Ternyata otakmu sama liciknya dengan para pedagang tua."
Shen Yifan terkekeh kecil. "Itu pujian atau hinaan?"
"Pujian!" jawab Jian Chen tanpa ragu. "Kalau bukan karena akalmu, mungkin sekarang kita sedang mengumpulkan potongan mayatmu."
Di samping mereka, Nangong Bingxue memandang Shen Yifan beberapa saat sebelum sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. "Keputusanmu cukup matang," ucapnya pelan. "Bukan hanya menyelamatkan dirimu sendiri, tetapi juga menghindari konflik antara Keluarga Nangong dan Keluarga Luo."
Mendengar pujian itu, Shen Yifan hanya menggaruk pipinya dengan sedikit canggung. "Aku hanya tidak ingin masalah kecil berkembang menjadi perang antar keluarga... Selain itu, Kalau kalian tidak menghentikanku. Mungkin tidak ada satu pun dari mereka yang pulang, tanpa melibatkan keluarga Nangongmu!"
"Apa itu gertakan?" sahut Nangong Bingxue.
Shen Yifan menggelengkan kepala lagi. "Tidak... Aku serius, jika kalian tidak menahanku tadi, kalau aku mengelurkan itu, di pastikan mereka akan menjadi abu... Walau harga yang harus kubayar juga besar, seperti kata Jian Chen. Aku akan mati!"
"Dari awal kamu sudah persiapan!!" Nangong Bingxue menahan dagunya sambil mengangguk.
"Jadi, begitulah... Oh iya, Kak Bing, Jian Chen. Kenapa kamu ada di Lembah ini?" tanya Shen Yifan penasarn.
"Haha, aku sedang Ekspedisi para juniorku... Tuh juniorku!" Nangong Bingxue menunju kearah selatan, ada beberapa orang berpakaian jubah ungu sedang istirahat.
Shen Yifan melihatnya dan menganguk. "Hanya Ekspedisi?" Shen Yifan tidak percaya kalau hanya Ekspedisi.
"Tentu saja bukan... Awalnya memang perintah guruku untuk melatih para junior, di lembah ini. Tapi ketika aku mendengar si Lin Feng membahas Artefak tingkat empat, jadi aku penasaran dan langsung merebut Artefak itu di gua!" jelas Nangong Bingxue.
Shen Yifan memegang dagunya. "Begitu yah, aku juga mendengar, ada Artefak tingkat empat!"
"Kenapa kamu tidak berburu Artefak? Bukannya kamu butuh sesuatu atau benda untuk penyerang atau pelindung? Maksudnya kamu hanya mengandalkan Distorsi Ruang dan Flame Devouring... Itu tidak akan cukup!" sahut Jian Chen.
"Haha, aku tidak minat sama sekali." Shen Yifan hanya tertawa.
"Bocah aneh!!" Nangong Bingxue tersenyum kecut.
"Oh iya... Itu sangat keren, melebarkan ruangan. Yi Fan kamu benar-benar keren!" Tiba-tiba Jian chen matanya berbinar bahagia.
"Kalin sejak awal memang sudah melihatku di kejar yah?" Shen Yifan menghela napas.
"Hehe, jangan sedih begitu. Kami tahu, kamu tidak akan semudah itu di tangkap, walau hasilnya menabrak pohon besar ini... Haha!" Jian Chen tertawa.
"Sialan kau Jian Chen!" gerutu Shen Yifan.
"Tapi aku juga tidak menyangka... Distorsi Ruang yang notabene nya adala ultimate kultivator ranah Golden Core sempuran, tapi Yi Fan? Hanya Condensation Qi... Gerbang misterius itu sungguh mengerikan!" sahut Nangong Bingxue merasa merinding.
"Oh iya... Kenapa aku tidak Melihat Yue?" sela Shen Yifan.
"Yue tidak ikut. Dia sedang fokus berlatih alkemis... Kenapa? Kamu kangen sama adikku?" jawab Nangong Bingxue.
"B-bukan begitu, hanya saja.... Baguslah kalau terus berlatih!" Shen Yifan tersenyum.
"Sepertinya sebentar lagi Lembah Kabut Roh ini akan di tutup... Bagaimana Yi Fan, mau latihan sama aku?" tanya Jian Chen.
"Ah kalian duluan saja, Stamina ku sudah hampir habis, aku akan istirahat sebentar!" Shen Yifan merebahkan tubuhnya di bawah Pohon besar itu.
"Baiklah... Nah Nona Bing, bagaimana kita latihan?" Jian Chen mengalihkan tatapannya kearah Nangong Bingxue.
Mata Nangong Bingxue berbinar. "Siapa takut!"
...----------------...
Nangong Bingxue
Umur: 23 Tahun
Asal: Keluarga Nangong
Afiliasi: Sekte Sungai Roh
Kekuatan: Manipulasi Kristal (Crystal Arts)
Kepribadian:
Dewasa, tenang, dan jarang menunjukkan emosinya.
Bersikap dingin serta cuek kepada orang asing, tetapi sangat perhatian dan protektif terhadap orang-orang yang telah ia anggap keluarga atau sahabat.
Tidak menyukai pembahasan teori yang rumit. Setiap kali Shen Yifan mulai menjelaskan teori panjang lebar, ia biasanya langsung kehilangan minat, merasa pusing, atau memilih diam sambil menyerahkan semuanya kepada Jian Chen.
Lebih percaya pada pengalaman dan hasil nyata daripada penjelasan yang bertele-tele.
Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, mampu tetap tenang bahkan dalam situasi paling genting.
Sangat membenci tindakan yang menindas orang lemah serta tidak segan bertindak jika melihat ketidakadilan.
Jarang tersenyum, tetapi senyum tipisnya hanya muncul di hadapan orang-orang yang benar-benar ia percayai.
Sulit mengungkapkan perasaan secara langsung, sehingga sering dianggap dingin atau tidak peduli, padahal diam-diam ia selalu memperhatikan orang-orang di sekitarnya.
Memiliki harga diri tinggi dan tidak suka berutang budi. Jika menerima bantuan, ia akan selalu mencari kesempatan untuk membalasnya.