NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBOHONGAN SANG TIRAN DAN SEBUAH JANJI

​Keheningan yang mencekam kembali merayap di dalam kamar rahasia setelah alarm sistem Aletheia Protocol mendadak berhenti berbunyi. Di atas ranjang, Aurora duduk diam dengan posisi menyilangkan kaki, sementara jemari lentiknya bergerak secepat kilat di atas papan ketik virtual hologram. Sepasang mata cokelat madunya menyipit tajam, menatap barisan log kode enkripsi yang bergerak mundur secara real-time.

​Jiwa montir jalanan dan hacker bar-barnya tidak bisa dibohongi. Semakin dia menelusuri jejak serangan siber dari pihak ketiga yang masuk ke sistemnya tadi, Rae justru menemukan sebuah keanehan besar yang teramat rapi. Deteksi siber tingkat dewanya menangkap bahwa jalur pertahanan Iron Citadel milik Kaelen yang lumpuh semalam, sebenarnya memiliki sistem pengalihan kuantum otomatis yang sama sekali tidak diaktifkan.

​Rae menghentikan gerakan jemarinya. Dia menarik napas dalam-dalam, menatap kosong ke arah layar biner hijau di hadapannya. Sebuah kesadaran baru menghantam telak ego dan harga dirinya.

​Kaelen Azrael tidak kalah. Tiran itu sama sekali tidak kecolongan.

​"Bajingan manipulatif..." desis Rae dengan suara seksinya yang teramat serak dan parau. Bibir bengkaknya menyunggingkan senyuman miring yang getir bercampur takjub.

​Rae menyadari realitas yang sesungguhnya bahwa Kaelen sengaja menurunkan frekuensi dinding pertahanan militernya. Pria itu sengaja membiarkan aset triliunannya dibekukan dan logistiknya dikunci oleh Aletheia Tech hanya demi satu hal: membuat Rae merasa menang dan menurunkan ego bar-barnya. Kebucinan level monster sang tiran telah membuatnya rela bertingkah seperti pecundang yang kalah di depan publik, asalkan ratunya merasa puas di dalam sangkar emas ini.

​Pintu jati bergeser terbuka, dan Kaelen melangkah masuk dengan jubah mandi hitam yang membungkus tubuh tegap besarnya yang sekeras batu. Sisa tetesan air dari rambut gelapnya jatuh ke atas dada bidang berurat nya, memancarkan aura dominan yang teramat seksi namun mengintimidasi. Sepasang mata merah mautnya langsung mengunci raga lemas Rae yang masih terduduk di atas ranjang.

​"Kenapa berhenti, Ratu Kecilku?" tanya Kaelen dengan suara bariton rendahnya yang berat memburu pekat. Dia melangkah mendekat, lalu duduk di tepi ranjang, meraba dagu murni Rae dengan ibu jari besarnya yang kasar. "Apakah sistem peretasmu butuh asupan nutrisi lagi pagi ini?"

​Rae tidak memalingkan wajahnya. Dia justru mendongak, menatap langsung ke dalam netra merah maut suaminya dengan tatapan yang teramat dalam, tajam, namun kali ini riak amarahnya telah melunak menjadi sesuatu yang asing—sebuah getaran emosi yang mulai tersentuh oleh kegilaan cinta Kaelen.

​"Kenapa kau melakukannya, Kaelen?" bisik Rae seksi, suaranya bergetar halus. "Kau sengaja melepas benteng besi mu. Kau sengaja membiarkan namamu diinjak-injak oleh Aletheia Tech di depan para sekutu mu semalam. Untuk apa seorang tiran absolut sepertimu berpura-pura mengalah di hadapanku?"

​Cengkeraman tangan Kaelen di dagu Rae mendadak menegang. Kilat syok yang teramat tipis sempat melintas di mata merahnya sebelum digantikan oleh senyuman miring tirani yang penuh dengan obsesi gila. Pria posesif ekstrem itu tidak menyangka bahwa kejeniusan siber Rae akan membongkar taktik busuknya secepat ini.

​"Kau terlalu genius untuk kebaikanmu sendiri, Sayang," desis Kaelen rendah, wajah tampannya mendekat hingga napas panasnya membakar permukaan bibir Rae. "Jika aku tidak membuka pintunya dari dalam, kau akan terus merobek tubuhmu sendiri untuk menembus dinding kamarku. Aku rela membiarkan kekaisaran bisnisku hancur berantakan, aku rela menjadi pecundang di mata dunia bawah, asalkan ego bar-barmu itu terpuaskan dan kau tetap berada di dalam dekapanku."

​Mendengar pengakuan gila yang berada di luar batas kewarasan manusia biasa itu, pertahanan emosional Rae yang selama ini keras bagai batu luluh sepenuhnya. Jantung raga Aurora nya melompat gundah, berdegup kencang oleh sensasi hangat yang aneh. Pria di hadapannya ini adalah monster kejam, namun monster ini telah menyerahkan seluruh mahkotanya hanya untuk membuat Rae tersenyum miring penuh kemenangan. Rasa benci yang dipelihara Rae perlahan mulai terkikis, digantikan oleh benih-benih gairah cinta yang mulai berakar di dalam dadanya.

​Rae menarik napas panjang, menepis pelan tangan Kaelen, lalu menatap suaminya dengan tatapan tawar-menawar yang serius. Jiwa bar-barnya tahu, ini adalah momen terbaik untuk memanfaatkan kebucinan ekstrem sang tiran.

​"Aku tahu kau memegang kendali penuh atas rumah ini, Kaelen," ujar Rae dengan nada tenang namun tegas. "Tapi otak dan perusahaan ku tidak bisa terus berkembang jika kau mengurungku seperti tawanan di dalam kamar rahasia ini. Aku meminta satu hal padamu: Izinkan aku keluar dari mansion ini. Berikan aku kebebasan untuk mengelola Aletheia Tech secara langsung di lapangan."

​Aura membunuh yang sangat pekat seketika melesat keluar dari tubuh tegap Kaelen. Rahangnya mengeras hebat, dan sepasang mata merah mautnya berkilat penuh keliaran posesif yang menolak mutlak ide tersebut. Baginya, membiarkan Rae berkeliaran di luar perimeter keamanannya adalah sebuah mimpi buruk.

​"Tidak," gertak Kaelen dengan suara baritonnya yang teramat berat dan sarat akan titah kematian. "Dunia luar terlalu berbahaya untukmu, Sayang. Terutama setelah serangan pihak ketiga tadi. Kau tetap di sini, di bawah pengawasanku."

​"Kaelen, dengarkan aku!" potong Rae bar-bar, tangan lentiknya mencengkeram kerah jubah mandi Kaelen dengan berani, memaksa pria itu menatap mata cokelat madunya yang berkilau tekad. "Aku tidak meminta melarikan diri darimu! Aku menyadari posisiku sebagai istrimu. Jika kau memberikan izin ini... aku berjanji tidak akan menghilangkan jejak ku lagi dari sistem pelacak mu. Aku akan kembali ke kamar ini setiap malam, ke dalam dekapanmu, menerima setiap hukuman mu tanpa perlawanan siber lagi. Tapi biarkan aku bernapas di siang hari."

​Janji manis yang sarat akan kepatuhan intim itu laksana hantaman gada yang meremukkan seluruh dinding penolakan Kaelen. Mendengar bahwa Rae bersedia kembali ke pelukannya setiap malam tanpa paksaan membuat dada bidang sang tiran bergemuruh hebat oleh rasa lapar akan kepemilikan yang absolut. Pikirannya yang posesif ekstrem mulai menimbang-nimbang keuntungan dari tawar-menawar manis ini.

​Kaelen membungkuk, menindih raga lemas Rae kembali ke atas kasur beludru, mengunci pergerakan istrinya di bawah kungkungan tubuh besarnya yang berat. Dia menatap lekat-lekat ke dalam netra cokelat madu Rae, mencari kebohongan, namun yang dia temukan hanyalah ketulusan baru yang teramat memikat.

​"Kau berjanji akan selalu kembali padaku, Ratu Kecilku?" desis Kaelen seksi tepat di depan bibir bengkak Rae, jemari besarnya merayap turun untuk mencengkeram pinggul ramping istrinya dengan posesif.

​"Aku berjanji, Kaelen. Selama kau tidak membohongiku lagi dengan kekalahan palsu mu," jawab Rae dengan senyuman miring tiraninya yang kembali terbit.

​Kaelen menyunggingkan senyuman predator yang penuh kemenangan gila. "Baik. Aku setuju. Kau boleh keluar dari mansion ini dengan pengawalan berlapis dari pasukan bayanganku. Tapi ingat, Aletheia... jika kau melanggar janji ini walau hanya satu milidetik, aku sendiri yang akan mematahkan sayapmu dan merantai kedua kakimu di atas ranjang ini untuk selamanya."

​Tanpa memberikan kesempatan bagi Rae untuk membalas ancamannya, Kaelen langsung menunduk, membungkam bibir mungil itu dengan satu lumatan ciuman panas yang menuntut pemenuhan atas janji yang baru saja diucapkan. Sebuah kesepakatan baru telah lahir di antara dua penguasa dominan ini, sebuah kebebasan bersyarat yang justru akan membawa Rae masuk lebih dalam ke dalam pusaran bahaya dunia bawah tanah yang sesungguhnya.

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!