NovelToon NovelToon
100 Hari Pertama Menjadi Janda

100 Hari Pertama Menjadi Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Poligami / Chicklit / Tamat
Popularitas:265.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: BungaKering

100 HARI PERTAMA MENJADI JANDA

Sebuah Novel yang ditulis untuk para perempuan korban perceraian.

Novel ini mengisahkan seorang perempuan bernama Rania yang diceraikan oleh suami karena adanya campur tangan keluarga dan orang ketiga.

Rania mengalami kesulitan hidup dimasa awal perceraian. Himpitan ekonomi, dijauhkan dari anak, minimnya dukungan keluarga, dan tekanan sosial membuatnya hampir kehilangan kewarasan hingga percobaan bunuh diri.

100 Hari Menjadi Janda merupakan gambaran umum tantangan yang dihadapi seorang janda. Pada masa kurang dari 100 hari adalah masa kritis seorang janda dalam menemukan kembali jati dirinya, dan melakukan metamorfosis agar menemukan citra diri positif pasca perceraian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BungaKering, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 10 Bunuh Diri 1

Rania kehabisan energi, dehidrasi. Ia mulai berhalusinasi. Memikirkan hal-hal yang diluar nalar orang sehat. Mata Rania tertuju pada seutas tali tambang yang ia gunakan untuk menjemur pakaian laundry. Berkali-kali ia memikirkan, dan sepertinya ia siap dengan sebuah keputusan hidupnya,

"Tuhan, aku sudah tak sanggup lagi…" gumam Rania.

Ia mencoba bangkit dari tempat duduknya. Meraih seutas tali yang bergelantung di dinding, tempat ia meletakkan pakaian yang belum kering. Ia kaitkan tali pada tiang pintu, membuat simpul bulat. Ia merasa siap untuk menghadapi kematian, ia siap mati. Ia mulai naik pada pijakan kursi, mengaitkan lehernya pada leher. Dan....

"Mama...mama..." seorang anak diluar memanggil-manggil mama. Suaranya seperti suara Azka. Rania seperti tersadar bahwa dirinya masih dibutuhkan oleh Azka dan Zidan. Rania turun dari pijakan, ia berlari keluar rumah, mencari sumber teriakan. Ah... rupanya Raya, anak tetangga. Rania kembali terduduk lemas. namun ia sangat sadar. Bahwa barang kali, Allah masih memberi kesempatan untuk dia hidup, memperbaiki diri, dan kelak, Allah akan mempertemukan kembali dia dan anak-anaknya.

Rania mengambil wudhu dan melaksanakan sholat magrib. Ia begitu terlena dengan duniawi, ia sadar bahwa dunia telah ada yang mengatur. Begitu juga kehidupannya.

Rania membuka handphone nya. Kali ini ia sadar, bahwa ia tak perlu menghubungi siapa-siapa. Ia lelah mengiba. Ia hanya membuka sebuah akun dakwah. Kemudian membaca sebuah artikel tentang perjuangan dari sebuah do'a yang membuahkan hasil.

Rania membaca, bahwa jika seseorang ingin hajatnya dipenuhi oleh Allah, maka ia harus mengamalkan do'a-do'a. Salah satu do'a yang menampar Rania adalah sebuah ayat Al Qur'an yaitu Q.S Al Baqarah ayat 286 artinya "

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". Rania tertegun. ia selalu merasa tidak mampu menghadapi ujian kehidupan. Padahal Allah memilihnya, melainkan karena pasti dia mampu.

Rania menatap dirinya sendiri di cermin. apa yang baru saja ia lalui. Sebuah penghinaan, hampir kehilangan nyawa, dan malam ini Allah menunjukkan bahwa ia adalah orang yang di pilih Allah untuk melewati ujian kehidupan.

"Ya, Rabb yang Maha welas asih. Jangan biarkan aku kufur nikmat. Jangan biarkan aku selalu meratapi apa yang seharusnya aku syukuri" Rania berbicara dalam do'a. Ia menghabiskan malam-malam panjangnya dengan dzikir dan do'a. Setidaknya itu membuat batinnya lebih stabil.

Sejak kejadian percobaan bunuh diri. Rania memutuskan untuk mengikuti kajian Qur'an dan kitab di masjid dekat kontrakannya. Selain menambah ilmu agama, disana ia juga mendapatkan relasi baru, pelanggan baru untuk catering dan laundry nya. Sambil menyelam minum air.

Dari pengajian rutin tersebut, Rania memperoleh kesempatan untuk belajar membuat aneka menu yang cocok untuk dijual. Tak disangka, Rania mendapatkan penilaian yang sangat baik. Bahkan ia mendapatkan tawaran jika suatu hari nanti Rania mau diajak untuk bekerja di toko roti milik pemateri pelatihan.

"Latifaa Cook and Pastry..." Rania mengeja nama toko kue yang membuat pelatihan baker untuk para ibu-ibu pengajian.

sebenarnya Rania ingin sekali bergabung menjadi baker di toko kue Bu Latifa. Tapi, ia tak berani mengambil resiko, jika ia ambil tawaran tersebut, maka ketentuan di kontrak, Rania harus tinggal di mes toko. Karena mereka menerapkan sift bekerja sangat ketat. Jika ada pesanan dadakan, tim baker harus siap 24 jam bekerja, bahkan pada jam tengah malam atau hari libur.

Rania mengurungkan niatnya. Namun karena pelatihan ini, Rania ditawari untuk menjadi freelencer di Latifaa bakeri. Saat pesanan over load, maka Rania bisa datang untuk membantu di hari itu. upahnya cukup tinggi dua ratus ribu rupiah per delapan jam kerja. Sangat menarik, karena setara dengan pekerjaan Rania membuat bento dan laundry dua hari.

Rania pulang pengajian melewati perumahan Damai Lestari, ia tak sengaja melihat mobil Lexus Dani masuk ke perumahan tersebut. Rania mencoba mengejar mobil itu, ia sangat berharap di dalam mobil itu ada Azka dan Zidan. Sebulan lebih lamanya ia tak melihat apalagi berbicara dengan dua jagoannya itu.

Pintu gerbang dibuka oleh security, mobil melesat masuk garasi. Namun, letak garasi mobil rumah Dani transparan sehingga bisa terjangkau oleh mata dari luar pagar.

Benar saja, suara dua bocah itu, Azka dan Zidan memecah keheningan. Mereka berlomba lompat keluar dari mobil.

Rania yang sudah sangat rindu secara refleks memanggil dua buah hatinya itu.

"Azka...Zidan...Azka...Zidan..." sejenak dua bocah itu terdiam. netra nya mencari sumber suara. Mereka masih sangat hapal dengan suara milik ibunya.

"mama...mama...mama..." Azka yang melihat mama nya terlebih dahulu. Berdiri dari balik pagar transparan yang tinggi. Mereka berlari mendekat.

Seketika tangis mereka pun pecah.

Dani dan Bu Nani melihat pemandangan ini dengan dingin. Tak ada niat sedikitpun mereka untuk membiarkan anak-anak ini keluar dari pagar dan memeluk ibunya atau mempersilahkan ibunya masuk.

"beri dia waktu 10 menit untuk melepas kangennya. setelah itu bawa anak-anak masuk!" ucap Bu Nani dingin sambil menyingkap gaun berwarna gold nya dan berjalan masuk. Dani mengikuti dari belakang. Dua orang baby sitter menunggu Azka dan Zidan yang menempel pada pagar, hanya untuk menyentuh bayangan mama nya.

Rania memohon mengiba pada security untuk dibukakan pagarnya. Namun upaya itu gagal.

"saya hanya bekerja disini Bu. ibu Rania tau kan kalau sampai pak Dani tau saya membukakan Bu Rania pintu, maka tamatlah pekerjaan saya Bu". ucap Pak Basuki, security yang telah bekerja lebih dari empat tahun pada mas Dani. upaya nya gagal, meskipun dulu Rania mantan makian Pak Basuki yang sangat baik, yang selalu membuat kan kopi dan tak pernah terlambat menyajikan makanan untuknya, tapi apalah daya, yang membayar upahnya adalah tuan Dani.

Sepuluh menit berlalu hanya dengan tangisan. namun Rania masih bisa mengajarkan Azka mengingat angka-angka. Angka-angka yang Rania ajarkan pada Azka merupakan deretan angka nomer telepon Rania.

Azka merupakan anak cerdas. Daya ingatnya sangat tajam, sehingga hanya dalam waktu tiga menit saja, ia telah mampu menghafalkan nomer telepon mamanya. Diusianya yang baru menginjak lima tahun, Azka juga mahir menggunakan android.

"Azka, sudah ingat kan nomer mama, nak?" tanya Rania setelah Azka dirasa telah mampu menghapal semua nomer.

"iya ma, 082146xx xxx, iya kan ma?"

"iya betul sayang..."

"nanti Azka mau pinjam hp buat nelpon mama" ucap Azka dengan polosnya.

"semampu kamu sayang. mama yakin kamu anak cerdas". Ucap Rania sebelum akhirnya Azka dan Zidan ditarik paksa oleh kedua suster.

"Azka, jaga adikmu baik-baik, nak...." ucapan terakhir Rania dibalas lambaian tangan dan tangisan dari Azka dan Zidan.

Hujan deras malam itu membuat pilu. Perlahan Rania menarik langkah menjauh dari rumah itu. Rumah yang sejak awal telah membawa kesengsaraan bagi hidupnya. Kini, meskipun ia telah mencoba keluar dari rumah itu, nyatanya masih saja ia harus menderita oleh penghuni rumah itu.

"Azka, mama rindu..."

(yuks jangan lupa komen tentang ceritanya ya dan mohon like nya... trimakasih)

1
Karsiani Kar
astaghfirlah kenapa secepat itu fika percaya...kenapa sih fika gak belajar dari kesalahan nya pina ya othor lanjut
Karsiani Kar
darah lebih kental dari air...lanjut author
mey
masyaaalllohh.....ternyata ada novel yang sangat luar biasa menguras segalanya,emosi,air mata dan menguras kesabaran....
vi
sedih......
Esti Purwanti Sajidin
hallo ka up lg donk kengen nich
Esti Purwanti Sajidin
blm up thor
Inisial M
emak nya dlu pelakor,...skrg nurun ke anaknya hadeh..fika fika...apa gk kasihan sma rahma dan anak2nya yg masih kecil2...
Hanny Hartoko
anjing aja gak akan pernah gigit tuannya yg ngasih makan kcuali anjing gila.
Esti Purwanti Sajidin
waduh jd tambah kusut ajah,up lg thor yg buanyak
Esti Purwanti Sajidin
wahh jian sejarah hrs ber ulang
Esti Purwanti Sajidin
ternyata luka tetaplah luka,dan rania hanya sebatas manusia biasa yg tetap punya rasa amarah,hadeuh lanjut thor
Bunga Kering: ya betul say...manusia biasa yang tentunya tak mudah lepas dari masa lalu❤️
total 1 replies
Esti Purwanti Sajidin
dan kisah pina pun di mulai
Bunga Kering: iya kak. di series Pina mmg blm menjelaskan perjalanan cinta Pina dan Dani, tapi di series Fika ini mampu mewakili kisah Pina dan Dani.
total 2 replies
Inisial M
next
Bunga Kering: siap kak🤗💜
total 1 replies
Esti Purwanti Sajidin
wah parah ini,parah ini kmna fuja yg kuat
Bunga Kering: setuju gak sih kak, kalau cinta itu bisa melemahkan yang kuat, dan yang waras menjadi gila
total 1 replies
Esti Purwanti Sajidin
ya alloh fika
amalia gati subagio
bajigur tengik pembual pejinah insyaf?????
Bunga Kering: sulit sepertinya ya 🤣
total 1 replies
amalia gati subagio
💝uch Jen laki impiannya Rania, aku suka gaya lo 😻
Bunga Kering: semoga Jean viral ya kak, supaya makin banyak cowo termotivasi seperti Jean
total 1 replies
amalia gati subagio
eh, hrsNya dgn kemampuan ini gak gamang lg, meniti karier jendes anak 2, prof dlm bidangnya, modal pulus aja yg gak punya 😇so go go go!! Kemitraan aja dgn jen, not karyawan lg!! berbagi samam dgn pemodal, kepandiran perempuan itu perlu, utk harga diri & konsep benalu utk Ibu Rumah Tangga itu bohong besar, nyatanya mereka bekerja 24/7 siaga 24jam, harusnya dibayar lbh di atas UMR! pengabdian bkn utk dihargai dgn penikungan!! Ibu Rumah Tangga hrs bangga, berdikari & berdaya!! Love you more utk kita semua 💝😍😻🙏
Bunga Kering: komentarnya bikin aku terharu kak...makasih ya sudah mampir😍
total 2 replies
Esti Purwanti Sajidin
aduhlachh jgn sampai kisah pina dani terulang
Esti Purwanti Sajidin
waduhhh wisnu ternyata lelaki pd umum nya ,hadechhh
Bunga Kering: gak peka ya kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!