NovelToon NovelToon
AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengkhianatan / Drama
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Umma Khummaira

Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.

Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.

Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.

Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Larasati sedang mengemudikan mobilnya. Ia meninggalkan apartemennya menuju Dirgantara Media Group dengan menyunggingkan senyum manis yang membingkai wajah cantiknya itu.

Pagi ini, ia memakai setelan kerja berwarna merah muda. Sepasang sepatu hak tinggi yang warnanya senada dengan pakaiannya kian melengkapi penampilannya. Sementara ditangan kanannya, wanita itu menjinjing tas kulit berwarna putih gading dengan anggun.

"Morning, Mbak Laras! Kenapa hari ini aura cantiknya jadi nambah dua kali lipat, ya?" Cindy menyapa seperti biasanya.

Larasati menanggapi kebiasan Cindy itu dengan kekehan pelan.

"Morning juga, Cindy. Terima kasih sudah selalu memuji.

Cin, bagaimana? semua tim kita sudah ready kah?"

"Sudah ready dan aman, Mbak Laras." sahut Bagas sambil membetulkan kacamatanya.

"Mbak, kami juga sudah menyelesaikan hasil akhir untuk penempatan logo produk. Semuanya atas persetujuan teknis dari tim digital agensi pemasaran." timpal Rian, menjelaskan dengan lugas.

Larasati mengangguk puas.

"Bagus!"

Tatapannya kemudian beralih ke seluruh ruangan, memperhatikan satu persatu anggota tim lainnya yang sudah bersiap di meja kerja masing-masing.

"Kalau begitu, bagaimana dengan yang lain? Sudah semangat kan untuk presentasi pagi ini?"

"Siap, semangat Mbak Laras!" sahut beberapa anggota tim hampir bersamaan.

"Seluruh file sudah kami cek ulang!" ujar Nadia, mengangkat map biru yang berada di tangannya.

"Materi presentasi juga sudah masuk ke server, nih!" tambah Dimas sembari mengacungkan jempol dengan senyum penuh percaya diri.

"Data cadangan juga sudah kami siapkan kalau sewaktu-waktu diperlukan, Mbak Laras!" sahut Maya yang menepuk pelan laptop di hadapannya, sebagai tanda bahwa semua berkas telah tersimpan dengan aman.

"Baik, terima kasih atas kerja keras kalian semua. Jaga selalu kekompakan tim kita, ya!" Larasati memberikan apresiasinya.

Tepat saat Larasati hendak meninjau semua pekerjaan dari timnya, pintu kaca utama divisi kreatif mendadak terbuka lebar.

Langkah kaki itu selalu membuat semua yang ada disana menjadi hening seketika.

Ya, Dewa Dirgantara. Lagi-lagi ia masuk dengan gagah, semakin hari pesonanya semakin bertambah. Evan yang kerjaannya mengekor dibelakang Bosnya itu menjinjing sebuah kotak kayu besar dengan ukiran yang mewah. Seluruh staf berdiri dari kursi mereka dan memberikan anggukan hormat yang sangat sopan kepada sang CEO tertinggi mereka.

Dewa mengangguk pelan memberikan isyarat agar mereka tetap rileks, namun manik mata elang miliknya langsung menuju ke wanitanya. Siapa lagi kalau bukan Larasati.

Di hadapan seluruh anak buah Larasati yang menyimak dengan sangat serius, sudut bibir Dewa perlahan terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat jarang ia perlihatkan pada karyawan mana pun.

"Hai, Larasati. Saya sengaja mampir ke divisimu lagi kali ini, sebelum memimpin rapat direksi penyiaran pagi ini." ucap Dewa dengan sangat tenang dan penuh perhatian terselubung. Pria berusia 38 tahun itu menoleh ke arah asistennya.

"Evan, letakkan kotak itu di atas mejanya!"

Evan dengan cengiran khasnya yang selalu merasa tak berdosa itu segera melangkah maju, meletakkan kotak kayu mewah tepat di samping laptop Larasati.

"Siap, Bos Besar yang sangat perhatian! Mbak Laras, ini adalah paket sarapan premium berupa menu teh herbal organik, kue pastry Prancis segar, dan buah berry pilihan yang sengaja dipesan langsung oleh Pak Dewa dari koki hotel bintang lima, subuh tadi, khusus untuk Mbak Larasati seorang."

Larasati menahan napas sejenak, wajah cantiknya merah padam, menahan malu karena diserang perhatian yang diluar nalar di depan seluruh staf divisinya.

"Pak Dewa... terima kasih banyak atas sarapannya, tapi ini... apakah ini tidak dianggap berlebihan, Pak?" tanya Larasati, sedikit takut.

"Tidak ada kata berlebihan jika itu menyangkut kenyamanan dan kesehatanmu disini, Larasati!" balas Dewa dengan kalimat yang terdengar begitu jantan.

Dewa menatap lama mata indah Larasati, mengisyaratkan rasa cintanya yang ugal-ugalan.

Sang Dewa juga sampai lupa dengan aturan formalitas demi wanita impiannya.

Larasati kemudian menundukkan pandangannya. Wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus, menatap kotak kayu mewah di samping laptopnya dengan detak jantung yang tidak karuan.

Evan menoleh ke arah seluruh anggota Divisi Kreatif yang sejak tadi memperhatikan dengan wajah penuh rasa penasaran.

Senyum jahilnya pun terbit.

"Oh iya, tenang, semuanya, ya. Pak Dewa yang baik hati ini juga sudah menyiapkan sarapan untuk seluruh tim yang akan presentasi pagi ini. Dimohon untuk tidak berebut, apalagi sampai dorong-dorongan, oke!" ujarnya sambil mengangkat kedua telapak tangan, seolah sedang menenangkan suasana.

Seketika mereka semua berpandangan dengan mata berbinar.

"Waah... serius, Pak Evan?" tanya Cindy sambil menepuk pelan lengan Bagas lalu berganti ke Rian, karena tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

"Serius, dong!" jawab Evan yang terkekeh pelan.

"Tapi... tentu saja menunya beda ya sama punya Mbak Laras, hahaha." Ia melirik Larasati dengan senyum usil, lalu mengedikkan bahunya kecil.

Seluruh anggota tim langsung tertawa kecil. Sementara Larasati hanya menggeleng pelan dengan pipi yang merona.

"Evan..." panggil Dewa dengan nada datar sambil menatap asisten kepercayaannya itu.

Evan sontak menoleh. "Siap, Bos Besar!" sahutnya seraya berdiri tegak bak seorang prajurit yang sedang menerima perintah.

"Sepertinya kamu memang ingin namamu saya coret dari daftar asisten terbaik tahun ini ya, Evan?" ujar Dewa tenang, meski sudut bibirnya nyaris membentuk senyum tipis.

"Hehe... maaf, Bos!" balas Evan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Saya kan cuma bantu mencairkan suasana aja, Bos! Kan bentar lagi mereka presentasi, biar ga tegang gitu lho, Bos."

Dewa menggeleng kecil. Ia sudah sangat hafal dengan tingkah asistennya yang satu itu. Selama candaan Evan masih tahu tempat dan tidak melewati batas, Dewa tidak pernah benar-benar mempermasalahkannya.

"Sudah, bagikan sarapannya buat mereka! Jangan lupa, untuk semua petugasnya juga Evan! Jangan sampai tidak ada yang kebagian, paham Evan?" Dewa memerintah sambil menganggukkan kepala ke arah beberapa dus besar berisi makanan dan minuman yang telah dibawakan oleh para petugas .

"Siap, Bos!" jawab Evan mantap. Ia kemudian membagikannya ke anggota tim dengan bantuan empat orang petugas itu.

Begitu pintu kaca utama kembali menutup dan langkah Dewa Dirgantara beserta rombongannya menghilang dari pandangan, suasana di dalam Divisi Kreatif yang semula hening perlahan kembali mencair.

Beberapa anggota tim saling bertukar pandang, lalu tersenyum kecil karena baru saja menyaksikan sesuatu yang tak biasa. Ada yang menggeleng pelan sambil menahan tawa, ada pula yang berbisik lirih kepada rekan di sebelahnya. Namun, tak seorang pun berani mengucapkannya dengan suara keras.

Mereka semua sama-sama menyadari bahwa perhatian yang baru saja diberikan oleh pemilik sekaligus pimpinan tertinggi Dirgantara Media Group kepada Larasati bukanlah pemandangan yang biasa terjadi di lingkungan perusahaan.

Meski rasa penasaran memenuhi benak masing-masing, seluruh anggota tim tetap menjaga sikap profesional. Tidak ada yang melontarkan pertanyaan berlebihan.

Sebaliknya, mereka memilih kembali ke meja kerja sambil sesekali melirik ke arah manajer yang masih terpaku menatap kotak sarapan mewah di atas meja.

Sementara itu, Larasati menarik napas pelan. Pipi cantiknya masih dihiasi semburat merah yang belum juga memudar. Jemarinya perlahan menyentuh kotak kayu mewah itu, lalu tanpa sadar senyum tipis kembali menghiasi wajahnya.

1
Anonim
CIH PERCUMA TAIK
Umma Khummaira: sabar ya kak,,,😄😄😄
total 1 replies
Anonim
BACOT KEMEM
Anonim
TOLOL... LO ITU LAKNATULLAH, DASAR SIALAN GAK PANTES LO NYEBUT TUHAN
sunaryati jarum
Sepertinya gayung tersambut Pak Dewa.
sunaryati jarum
Kalian sudah berumur,jika sudah cocok langsung ke pernikahan Saja.Emak.berharap kehidupan rumah tangga Arjuna dan Sisil tidak bahagia karena dibangun di atas rasa sakit hati perempuan lain.
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dipinang atasan.Arjuna kau harus menghormati Larasati karena sebentar lagi akan jadi istri mitra kerjamu
sunaryati jarum
Balasan pengkhianatan dari pasangan ya hidup dengan bahagia
Melda Andriyani
jempol untuk mu Larasati 😍😍🤗
Siti M Akil
lanjut thor
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dicintai bos besar
sunaryati jarum
Kena mental kan kamu , Arjuna
sunaryati jarum
Kapook
sunaryati jarum
Ibumu orang baik,demi smbisimu hidup enak dan kebiasaan hidup liarmu membawamu menjadi pelakor.
Ibu Anak Dua
Sebagai pemula ya novel ini bisa dibilang lumayan ya. Semoga author semakin semangat menerbitkan karyanya
Ibu Anak Dua
laki-laki alasannya dijebak, tapi sampai hamidun gede gitu. Ya ampun Junnnn,,,sing eling toh Jun
partini
silakan di nikmati jun penyesalan mu
Ibu Anak Dua
syalan kalian emang🤭🤭🤭
Ibu Anak Dua
munahfiq banget si Jun, dasar buaya🤣🤣
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
partini
aihhh kata cinta tapi selingkuh itu ga cinta namanya jun
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!