NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Kehampaan Menelan Lautan Darah

​Ruang bawah tanah Pasar Gelap bergetar hebat seolah diguncang gempa berkekuatan tinggi. Energi merah darah memancar dari tubuh Xue Kuangren, menciptakan pilar Qi yang menghancurkan langit-langit gua. Bebatuan seukuran kereta kuda berjatuhan, membuat ribuan kultivator liar berlarian panik mencari jalan keluar.

​Bagi Xue Kuangren, kematian putra tunggalnya adalah kiamat. Ia tidak peduli jika seluruh Pasar Gelap ini runtuh dan mengubur semua orang hidup-hidup, selama ia bisa mencabut jantung pemuda bertopi bambu di hadapannya.

​"MATI KAU, BINATANG!"

​Xue Kuangren melesat bagaikan komet berdarah. Sarung tangan berdurinya yang memancarkan cahaya merah pekat merobek udara dengan suara jeritan hantu. Ini adalah Tinju Hantu Peminum Darah, teknik mematikan yang meracuni meridian lawan hanya dengan sedikit goresan.

​Di ujung lain, Lin Tian memegang Logam Hitam Tanpa Nama dengan kedua tangan. Kaki kanannya menancap kuat ke lantai batu. Saat Xue Kuangren tiba di jarak serang, Lin Tian mengayunkan pedang raksasa seberat lima ribu kati itu dari bawah ke atas.

​BZZZZT—BOOOOOOM!

​Bentrokan antara sarung tangan berduri tingkat tinggi dan pedang hitam tumpul itu menciptakan gelombang kejut yang menyapu seluruh sisa kursi di Balai Lelang menjadi serbuk kayu.

​Xue Kuangren tertahan di udara, matanya membelalak kaget. Ia telah mengerahkan seratus persen kekuatan Inti Emas Menengah miliknya, namun pemuda ini berhasil memblokirnya! Bahkan, getaran dari pedang raksasa itu membuat tulang lengannya terasa ngilu.

​"Kekuatan fisik macam apa ini?!" batin Xue Kuangren terkejut.

​Namun, kultivasi Lin Tian pada akhirnya masih berada di tahap Inti Emas Awal. Benturan keras itu memaksa Lin Tian meluncur mundur sejauh belasan meter, kakinya meninggalkan dua parit dalam di lantai batu.

​Meski mundur, Lin Tian tidak terluka sedikit pun. Tubuh fisiknya yang telah ditempa oleh Darah Kaisar Kuno menelan seluruh gaya tolak tersebut dengan mudah. Ia memutar lehernya hingga berbunyi krak, lalu menatap Xue Kuangren dengan senyum provokatif dari balik caping bambunya.

​"Inti Emas Menengah ternyata punya sedikit tenaga. Sayang sekali amarah membuat pukulanmu berantakan," ejek Lin Tian.

​Mendengar ejekan itu, kewarasan Xue Kuangren benar-benar lenyap.

​"Jangan sombong hanya karena kau bisa menahan satu seranganku! Aku akan menunjukkan padamu teror sejati dari Sekte Darah Kemerahan!"

​Xue Kuangren menggigit ujung lidahnya dan menyemburkan seteguk esensi darah murni ke udara. Tangannya membentuk segel dengan kecepatan gila, mengorbankan sebagian umurnya untuk merapal teknik terlarang sekte.

​"Seni Darah Terlarang: Lautan Neraka Tanpa Tepi!"

​Blub... Blub... WUSSSHH!

​Darah yang disemburkan Xue Kuangren tiba-tiba meledak, beresonansi dengan sisa-sisa darah dari para kultivator yang tewas di aula tersebut. Dalam sekejap mata, seluruh lantai Balai Lelang dibanjiri oleh lautan darah beracun yang menggelegak setinggi dada orang dewasa.

​Lautan darah itu sangat korosif. Pilar-pilar batu yang terendam langsung mendesis dan meleleh seperti lilin yang dibakar. Beberapa kultivator sial yang belum sempat kabur menjerit histeris saat kaki mereka terendam, tubuh mereka meleleh menjadi tulang belulang hanya dalam beberapa tarikan napas.

​"Hahahaha! Di dalam Lautan Neraka ini, gerakanku setajam iblis, dan Qi-mu akan diserap hingga kering!" Xue Kuangren tertawa gila, tubuhnya setengah tenggelam di dalam darah, menyatu dengan lautan mematikan itu.

​Ia melesat ke arah Lin Tian dengan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya, berpindah-pindah di dalam pusaran darah seperti ikan hiu buas. Belasan tentakel darah melesat dari lautan, mencoba melilit kaki dan tangan Lin Tian untuk menahannya.

​Lin Tian berdiri di tengah lautan yang menggelegak. Qi darah yang korosif itu mencoba membakar pakaian dan kulitnya, namun Inti Kehampaan di Dantiannya segera bereaksi. Ia melepaskan aura hitam keunguan yang menutupi sekujur tubuhnya, membentuk lapisan perlindungan absolut. Begitu lautan darah menyentuh aura kegelapan itu, darah tersebut langsung musnah.

​Lin Tian menutup matanya, membiarkan instingnya yang telah diasah oleh kehampaan mengambil alih. Panca inderanya menembus bau amis darah, mencari keberadaan Xue Kuangren.

​Di sebelah kiri.

​Tepat saat tentakel darah mencoba melilit kakinya, sosok Xue Kuangren muncul dari lautan darah di sisi kiri Lin Tian, melepaskan pukulan ke arah jantung pemuda itu.

​"Mati!"

​Namun, Lin Tian sudah menunggunya.

​"Kaulah yang bodoh," bisik Lin Tian. Ia tidak menghindar. Tangan kirinya bergerak secepat kilat, dengan sengaja membiarkan tangan Xue Kuangren yang mengenakan sarung tangan berduri itu menusuk telapak tangannya!

​Zraassh!

​Duri-duri beracun itu menembus telapak tangan kiri Lin Tian, darah segar menetes. Xue Kuangren terkejut, namun ia segera menyeringai. "Kau meracuni dirimu sendi—"

​Perkataannya terputus. Xue Kuangren menyadari ada yang salah. Tangannya yang menembus telapak tangan Lin Tian... tidak bisa ditarik kembali! Otot-otot tangan Lin Tian menjepit duri sarung tangan itu bagaikan catok baja kosmis.

​Lin Tian perlahan membuka matanya. Sepasang pupil ungu itu menatap lurus ke dalam jiwa Xue Kuangren yang kini dipenuhi teror. Rasa sakit dari tangannya yang tertusuk sama sekali tidak mengubah ekspresi dingin Lin Tian.

​"Kau terlalu bergantung pada mainan darahmu. Kau lupa, pertarungan sejati ditentukan oleh jarak."

​Lin Tian mengangkat Logam Hitam Tanpa Nama di tangan kanannya tinggi-tinggi. Karena tangan kiri Xue Kuangren terkunci pada Lin Tian, penguasa kota itu tidak memiliki ruang untuk menghindar.

​"TIDAK! LEPASKAN!" Xue Kuangren menjerit panik, mengarahkan tangan kirinya untuk menangkis.

​Lin Tian memutar Inti Kehampaan-nya hingga ke batas maksimal. Energi hitam absolut melilit pedang raksasanya, memberatkan massanya menjadi sepuluh kali lipat. Ini bukan lagi lima ribu kati, melainkan lima puluh ribu kati!

​Tebasan Kedua Seni Pedang Penelan Langit: Pemutus Sungai Bintang!

​Lin Tian mengayunkan pedang raksasa itu ke bawah layaknya algojo yang memenggal leher pendosa.

​KRAAAAAAAK! BOOOOOOOM!

​Suara hantaman yang terjadi terdengar seperti langit yang runtuh. Pedang hitam legam itu menghantam pertahanan tangan kiri Xue Kuangren, meremukkan tulangnya dalam sekedipan mata, lalu terus melaju menghantam bahu kanannya dan membelah dada penguasa sekte itu secara diagonal.

​Meski pedang itu tumpul, kecepatan dan bobotnya yang tidak masuk akal membelah tubuh Xue Kuangren dengan kekuatan blunt force yang brutal.

​Lautan darah di sekitar mereka terbelah dua akibat tekanan angin dari ayunan pedang tersebut, mengekspos lantai batu yang hancur berantakan di bawahnya.

​Xue Kuangren membeku. Mulutnya terbuka, namun tidak ada suara yang keluar. Tubuhnya mulai terbelah secara mengerikan dari bahu hingga ke pinggang. Darah esensinya tidak bisa menyembuhkannya; Qi Kehampaan yang tertinggal dari pedang Lin Tian telah menelan seluruh daya hidupnya.

​"K-Kau... monster..." bisik Xue Kuangren dengan napas terakhirnya.

​Lin Tian menarik pedangnya. Tubuh Xue Kuangren hancur dan jatuh ke lantai batu. Tanpa sumber kekuatannya, Lautan Darah Neraka yang menggenangi ruangan itu seketika mengering, berubah menjadi debu abu-abu yang tak bernyawa.

​Pemimpin sekte terkuat di Kota Naga Jatuh, seorang ahli Inti Emas Menengah, tewas dalam waktu kurang dari sepuluh menit!

​Lin Tian memutar telapak tangan kirinya. Aura ungu membakar sisa-sisa racun dari duri yang menancap di tangannya, menutup luka itu dalam hitungan detik. Regenerasinya kini sangat mengerikan berkat Esensi Darah Kaisar Kuno.

​Ia berjongkok di samping mayat Xue Kuangren. Tanpa ragu, ia memecahkan Dantian mayat tersebut dan menarik keluar sebuah Inti Emas berwarna merah pekat seukuran telur puyuh.

​"Inti Emas tingkat menengah. Qi-nya sangat kotor oleh darah, tapi setelah disucikan oleh Tubuh Penelan Kehampaan, ini akan cukup untuk mendorong kultivasiku ke ambang batas Inti Emas Akhir," Lin Tian tersenyum puas. Ia menyimpan Inti Emas itu beserta Cincin Penyimpanan Xue Kuangren ke dalam sakunya.

​Lin Tian berdiri dan menatap sekeliling. Pasar Gelap yang tadinya megah kini hancur lebur seperti daerah bekas peperangan. Para penjaga dan kultivator yang tersisa bersembunyi di balik reruntuhan, menatap Lin Tian dengan lutut gemetar. Mereka tidak berani mengeluarkan suara, takut bahwa napas mereka akan menarik perhatian sang Dewa Kematian.

​Lin Tian memanggul pedang raksasanya. Matanya menyapu kerumunan yang ketakutan itu dari balik caping bambunya.

​"Kalian yang selamat, sampaikan pesanku pada sisa-sisa anggota Sekte Darah Kemerahan," suara Lin Tian tidak keras, namun menggema jelas di seluruh gua bawah tanah. "Jika mereka masih ingin membalas dendam... aku, Lin Tian, akan dengan senang hati mengubah kota ini menjadi kuburan raksasa."

​Mendengar nama Lin Tian, beberapa kultivator yang pernah melihat poster buronan terbelalak kaget. Pemuda bertopi bambu ini adalah sang Buronan Nomor Satu dari Sekte Awan Ungu!

​Tidak ada yang berani menjawab. Mereka semua hanya mengangguk ketakutan.

​Lin Tian tidak membuang waktu lagi. Ia menyingkirkan Logam Hitam Tanpa Nama ke dalam Cincin Penyimpanannya, lalu memusatkan energi spasial di punggungnya.

​ZRAASH!

​Sepasang Sayap Pengoyak Ruang membentang dengan megah, memancarkan cahaya abu-abu keperakan yang menerangi kegelapan gua. Udara di sekitarnya terdistorsi, menciptakan tekanan spasial yang membuat para kultivator di dekatnya sesak napas.

​Dengan satu kepakan kuat, tubuh Lin Tian melesat ke atas, menerobos langit-langit gua bawah tanah yang sudah retak, dan menghilang ke dalam celah spasial, meninggalkan legenda berdarah yang akan segera mengguncang seluruh Benua Timur.

​Di Bawah Langit Malam

​Lin Tian keluar dari celah spasial, mendarat di atas cabang pohon raksasa di Hutan Kabut, sekitar lima puluh mil di luar Kota Naga Jatuh.

​Ia duduk bersandar pada batang pohon, menghembuskan napas pelan. Rentetan pertarungan dan teleportasi beruntun ini sedikit menguras staminanya. Namun, ia tidak punya niat untuk bersantai. Waktu adalah kemewahan yang tidak dimilikinya saat ini. Saat faksi Aliran Darah Hitam menyadari bahwa cabang mereka di Kota Naga Jatuh telah dihancurkan, mereka pasti akan mengirim kultivator tingkat tinggi, mungkin ahli di tahap Jiwa Nascent.

​"Aku harus menelan harta karun ini sekarang dan memperkuat pelindung fisikku," tekad Lin Tian.

​Ia mengeluarkan sebuah botol kristal kecil yang memancarkan cahaya kuning keemasan. Bau tanah purba dan kehidupan liar menguar tajam dari botol itu.

​Esensi Sumsum Naga Bumi.

​Naga Bumi (Earth Dragon) sebenarnya bukanlah naga sejati (True Dragon), melainkan varian Binatang Iblis ular raksasa yang berevolusi dengan elemen tanah ekstrem. Namun, sumsum tulang mereka memiliki khasiat pembentuk tubuh fisik paling kuat di bawah tingkat Langit.

​Lin Tian membuka sumbat botol kristal tersebut. Ia mengangkatnya dan meneguk seluruh cairan kuning keemasan itu tanpa sisa.

​Seketika, perut Lin Tian terasa seperti diisi oleh ribuan ton batu granit yang dipanaskan. Energi tanah murni yang sangat brutal meledak di dalam tubuhnya, mencari celah di meridiannya.

​"Ukh!" Lin Tian mengertakkan gigi, urat-urat di wajahnya menonjol keluar.

​Tubuh Penelan Kehampaan: Mode Asimilasi!

​Alih-alih menyalurkan energi itu ke Lautan Qi-nya, Lin Tian menggunakan Inti Kehampaannya untuk memecah esensi sumsum naga itu dan memaksanya masuk ke dalam setiap sel, tulang, dan otot di tubuhnya.

​Krak... Krak... Krak...

​Suara mengerikan dari tulang yang dihancurkan dan dibangun kembali terdengar berulang kali dari dalam tubuh Lin Tian. Otot-ototnya membesar dan menegang. Kulitnya memancarkan pendaran kuning keemasan yang bercampur dengan warna perunggu.

​Proses ini sangat menyakitkan, setara dengan dikuliti hidup-hidup. Namun, Lin Tian bertahan dengan tekad sekeras berlian. Ia telah mati satu kali di Jurang Hukuman; rasa sakit duniawi tidak akan lagi bisa mematahkan kewarasannya.

​Malam berganti pagi. Cahaya fajar menembus kanopi hutan, menyinari sosok pemuda berbaju hitam yang masih duduk bersila.

​Tiba-tiba, Lin Tian membuka matanya. Tidak ada kilatan ungu kali ini, melainkan kedalaman yang hening dan kokoh layaknya bumi itu sendiri.

​Ia mengepalkan tinjunya.

​PAAT!

​Suara ledakan udara kecil terjadi di telapak tangannya hanya karena genggamannya. Ia memukul batang pohon raksasa berdiameter tiga meter di sebelahnya tanpa menggunakan Qi sedikit pun, hanya kekuatan fisik murni.

​BUM!

​Pohon purba raksasa itu langsung meledak menjadi serbuk kayu, tumbang dengan suara gemuruh yang mengejutkan burung-burung di sekitar hutan.

​Lin Tian tersenyum lebar.

​"Tubuh Fisik Inti Emas Puncak," gumamnya dengan puas. "Sekarang, meskipun aku berdiri diam dan membiarkan ahli Inti Emas Menengah memukulku dengan pedang spiritual, pedang merekalah yang akan hancur."

​Dengan tubuh yang setara baja suci, cadangan Inti Kehampaan yang melimpah, dan pedang raksasa pemakan segala, Lin Tian kini adalah senjata pembunuh berjalan yang sempurna.

​Ia berdiri, menatap ke arah pusat Benua Timur.

​"Buronan Nomor Satu Sekte Awan Ungu, ya?" Lin Tian menyeringai dingin. "Baiklah. Mari kita buat mereka menyesal karena menaruh harga di kepalaku."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!