NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Anton adalah seorang pria biasa yang hidupnya hancur dalam semalam setelah dicampakkan dan dipermalukan secara brutal oleh pacarnya demi seorang anak konglomerat. Di titik terendahnya, saat rasa sakit dan keputusasaan memuncak, Anton secara tak terduga membangkitkan [Sistem Mata Dewa] yang memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat menembus segala jenis benda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Pagi itu cuaca kota sangat cerah dengan langit biru tanpa awan sedikit pun.

​Anton merapikan kerah jas biru dongker pesanan khusus yang baru saja dia beli kemarin malam.

​"Hari ini adalah langkah pertama Star Technology untuk dikenal oleh dunia," batin Anton sambil menatap bayangannya di cermin.

​Dia mengambil kunci mobil BMW merahnya dan segera turun menuju area parkir apartemen.

​Brumm!

​Suara mesin mobil sport itu menggema halus saat Anton melaju menuju Pusat Pameran dan Konvensi Nasional.

​Jalanan cukup padat namun Anton mengemudi dengan sangat santai sambil mendengarkan musik dari radio.

​Setengah jam kemudian, dia tiba di pelataran parkir gedung raksasa berbentuk kubah tersebut.

​Anton melangkah keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk khusus peserta pameran.

​Di lobi utama yang sangat luas, ribuan orang sudah berkumpul untuk menghadiri acara pameran teknologi tahunan ini.

​"Pak Anton, di sebelah sini!" panggil sebuah suara wanita yang sangat merdu.

​Anton menoleh dan melihat Siska sedang melambaikan tangannya dari arah salah satu stan pameran.

​Siska hari ini terlihat luar biasa memukau di mata siapa pun yang melihatnya.

​Dia mengenakan setelan blazer putih elegan yang sangat pas membalut lekuk tubuh indahnya.

​Rambut hitam panjangnya disanggul rapi ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya.

​"Kamu terlihat sangat cantik hari ini, Siska," puji Anton dengan jujur saat dia tiba di stan.

​Pipi Siska mendadak bersemu merah mendengar pujian langsung dari bos barunya itu.

​"Terima kasih, Pak Anton," jawab Siska tersipu malu sambil menundukkan wajahnya sedikit.

​"Semua persiapan stan dan materi presentasi chip kita sudah selesai seratus persen," lapor Siska dengan cepat untuk menutupi kegugupannya.

​Anton mengangguk puas melihat stan PT Star Technology yang terlihat rapi meski ukurannya tidak terlalu besar.

​Di sebelah kanan dan kiri mereka, terdapat stan pameran dari perusahaan-perusahaan raksasa yang didekorasi dengan sangat mewah.

​Salah satu stan paling besar dan megah tepat berada di seberang posisi mereka saat ini.

​Papan nama raksasa berlampu neon di atas stan itu bertuliskan PT Nexus Innovation.

​"Itu perusahaan yang mencoba menyuap Bram kemarin, kan?" tanya Anton sambil menunjuk ke arah stan megah tersebut.

​Siska menghela nafas panjang dan wajah cantiknya langsung berubah menjadi tegang.

​"Benar, Pak Anton, mereka adalah saingan terberat kita sekaligus penguasa pasar saat ini," jawab Siska dengan nada khawatir.

​"Kudengar hari ini mereka akan meluncurkan prosesor generasi terbaru yang katanya sangat revolusioner," tambah Siska.

​Anton hanya tersenyum tipis dan melipat tangannya di dada dengan santai.

​Tap! Tap! Tap!

​Suara langkah kaki sekelompok orang berjas tiba-tiba terdengar mendekat ke arah stan mereka.

​Seorang pemuda tampan dengan setelan jas putih mencolok berjalan di garis paling depan dengan gaya yang sangat sombong.

​Di belakangnya, beberapa pengawal dan asisten terus mengikuti seperti anjing peliharaan yang patuh.

​"Wah, wah, wah, lihat siapa yang berani membuka stan kecil di depan istanaku ini," ucap pemuda berjas putih itu dengan nada mengejek.

​Siska langsung memundurkan langkahnya sedikit dan bersembunyi di balik bahu Anton.

​"Dia adalah Kevin Kusuma, pewaris tunggal keluarga Kusuma yang memiliki PT Nexus," bisik Siska pelan ke telinga Anton.

​Anton mengangguk pelan dan menatap lurus ke arah Kevin tanpa rasa takut sedikit pun.

​"Siska sayang, aku dengar perusahaanmu hampir bangkrut kemarin," ucap Kevin sambil tersenyum sinis.

​"Kamu harusnya menerima tawaranku untuk menjadi istri simpananku, dengan begitu kamu tidak perlu repot-repot berjualan di stan kumuh ini," ledek Kevin dengan suara keras.

​Beberapa pengunjung yang lewat mulai berhenti dan berbisik-bisik melihat keributan kecil tersebut.

​Wajah Siska memerah karena marah, namun dia tidak berani membalas ucapan Tuan Muda keluarga elit itu.

​Anton melangkah maju satu langkah, menutupi tubuh Siska sepenuhnya dari pandangan Kevin.

​"Tutup mulutmu yang bau itu sebelum aku yang merobeknya," ucap Anton dengan nada yang sangat dingin dan mematikan.

​Senyum sombong di wajah Kevin langsung menghilang seketika.

​"Siapa kamu berani bicara seperti itu padaku?!" bentak Kevin dengan urat leher menonjol.

​"Aku Anton, pemilik baru Star Technology," jawab Anton santai tanpa berkedip sedikit pun.

​"Oh, jadi kamu orang bodoh yang mau membuang uang untuk perusahaan sekarat ini?" tawa Kevin kembali meledak.

​"Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan prosesor Nexus Alpha terbaru milik kami yang akan rilis hari ini!" pamer Kevin dengan sangat bangga.

​Dia menunjuk ke arah sebuah kotak kaca terkunci di stannya yang memajang sebuah chip prosesor berwarna emas.

​"Nexus Alpha kami memiliki efisiensi daya seratus kali lebih baik dari produk sampah kalian!" teriak Kevin agar semua orang mendengarnya.

​Anton menoleh ke arah kotak kaca di stan seberang itu dengan wajah datar.

​"Sistem, bantu aku menganalisis barang itu," batin Anton memberi perintah.

​[Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 1 diaktifkan.]

​Seketika itu juga, pandangan Anton menembus kaca pelindung dan lapisan luar dari chip prosesor berwarna emas tersebut.

​Dia bisa melihat dengan sangat jelas seluruh jalur sirkuit mikro dan struktur inti di dalam chip buatan Nexus itu.

​Anton menganalisa desain aliran listrik di dalam sirkuit tersebut hanya dalam hitungan detik.

​Sebuah senyum miring yang sangat meremehkan tiba-tiba muncul di wajah Anton.

​"Efisiensi daya seratus kali lipat?" ulang Anton dengan nada bertanya yang penuh ejekan.

​"Itu hanya klaim kosong untuk menipu para investor yang bodoh," tambah Anton dengan suara lantang.

​Suasana di sekitar stan itu mendadak menjadi sangat sunyi senyap karena pernyataan berani Anton.

​Kevin melotot marah dan menunjuk wajah Anton dengan jari telunjuknya.

​"Apa maksudmu, keparat?!" teriak Kevin tidak terima produk kebanggaannya dihina di depan umum.

​"Maksudku, desain sirkuit di bagian kutub utara chip-mu itu saling tumpang tindih secara fatal," jelas Anton dengan sangat rinci.

​"Jika chip itu dipaksa bekerja di atas suhu enam puluh derajat celcius, arus pendek akan terjadi dan chip itu akan langsung terbakar," bongkar Anton tanpa ampun.

​"Itu bukan inovasi teknologi, itu adalah bom waktu yang kalian jual mahal," tegas Anton mengakhiri penjelasannya.

​Deg!

​Wajah Kevin seketika berubah menjadi sepucat mayat saat mendengar rincian yang disebutkan Anton.

​"Bagaimana pemuda asing ini bisa mengetahui cacat rahasia yang bahkan baru diketahui oleh tim teknisku tadi malam?" batin Kevin panik luar biasa.

​Para pengunjung dan wartawan teknologi yang berkerumun mulai menatap Kevin dengan pandangan curiga.

​"I-itu fitnah! Kamu cuma mengarang cerita untuk menjatuhkan kami!" sangkal Kevin dengan suara bergetar dan panik.

​Anton tersenyum santai dan menunjuk ke arah stan Nexus.

​"Kalau begitu, mari kita buktikan sekarang juga di depan semua wartawan ini," tantang Anton dengan sangat percaya diri.

​"Nyalakan prosesor itu dan jalankan tes batas suhu hingga enam puluh derajat, berani tidak?" tantang Anton lagi dengan nada tinggi.

​Keringat dingin mulai bercucuran deras dari dahi Tuan Muda keluarga Kusuma itu.

​Kevin tahu betul jika dia menerima tantangan itu, chip itu benar-benar akan terbakar dan perusahaannya akan hancur lebur hari ini juga.

​"K-kita urus masalah ini nanti! Awas kalian berdua!" ancam Kevin sambil berbalik arah dengan cepat.

​Dia berjalan setengah berlari meninggalkan kerumunan itu dengan perasaan sangat malu dan hancur lebur.

​Sorak sorai penonton langsung pecah melihat Tuan Muda sombong itu lari ketakutan tanpa berani membuktikan barangnya.

​Kamera para wartawan langsung berbalik arah dan memotret Anton serta stan Star Technology dengan kilatan blitz yang menyilaukan.

​"Pak Anton, bagaimana Anda bisa tahu rahasia sebesar itu?" bisik Siska dengan mata berbinar penuh rasa takjub.

​"Itu rahasia perusahaan kita, Siska," jawab Anton sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah CEO cantik itu.

​Hari ini, Anton tidak hanya berhasil mempermalukan keluarga elit penguasa teknologi dengan sangat telak.

​Namun dia juga berhasil menjadikan Star Technology sebagai bintang utama di pameran nasional ini secara gratis.

​Babak baru dalam persaingan dunia bisnis kelas atas benar-benar telah dimulai untuk Anton.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!