Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dito yang singgah
RUMAH SINTA
Ini adalah hari Minggu, dan seperti biasa giliran Sinta untuk menjaga toko kue.
" Sin, ayah sudah siap" Panggil mama Sinta.
" Iya Ma, aku mau pakai jilbab dulu" Sahut Sinta yang sedang memakai jilbab.
Tak lupa Sinta memakai bros dari Dito, sembari senyum di depan cermin.
" Assalamua'laikum" Ucap Sinta memberi salam kepada mama nya sembari mencium tangan.
DITOKO
" Sin, ayah dapat orderan ke Pondok Indah. Kamu bisa kan buka toko sendiri" Pamit ayah Sinta terburu-buru karena sudah mendapatkan penumpang dari aplikasi ojek miliknya.
" Iya, Yah" Sahut Sinta sambil mencium tangan ayah.
Sinta mulai menata kue apa saja yang harus di pajang di etalase depan.
Saat Sinta sedang merunduk, tiba-tiba ada sosok laki-laki mengenakan celana jeans belel berada di depan pintu toko. Perlahan Sinta mulai menaikkan kepalanya.
" Dit, Dito, o.." ucap Sinta yang begitu terkejut melihat kedatangan Dito.
Seperti biasa Dito selalu tersenyum saat berhadapan dengan Sinta yang berciri khas dengan iklan pasta gigi.
" Ada apa Dit?" Tanya Sinta yang melihat ke arah Dito.
" Aku mau pesan kue bolu 5 kardus" jawab Dito sembari memilih kue.
" Oh, kue bolu" sahut Sinta.
Saat Dito sedang memilih kue bolu, tiba-tiba hujan pun turun sangat derasnya. Kemudian Sinta menyuruh Dito untuk masuk kedalam toko.
" Dit, masuk dulu " Ajak Sinta.
Dito masuk kedalam toko, karena di luar hujan turun sangat derasnya.
" Dit, ada acara apa?" Tanya Sinta, " Kok mesen bolu banyak" Ucap Sinta sedikit ragu.
" Tahlilan nenek ku." Jawab Dito sambil melihat bros yang diberi olehnya.
" Inalillahi wa innailaihi rojiun, nenekmu? " Ucap Sinta bela sungkawa ," Yang kemarin nyasar dan singgah di tokoku. " Sahut Sinta terkejut.
" Iya, nenek meninggal tiga hari yang lalu" ucap Dito dengan nada suara sedih.
" Oh pantes tiga hari yang lalu sikap Dito rada aneh, rupanya sedang sedih" Gumam Sinta dalam hati.
" Duduk Dit, maaf ya tokonya kecil jadi gak bisa buat selonjoran." Canda Sinta sembari menghibur Dito yang sedang berduka.
Dito pun membalas dengan senyuman.
Guyuran hujan membuat udara semakin dingin, tanpa ada bahan pembicaraan mereka berdua terdiam.
Suasana menjadi ikut dingin. Sesekali Dito melihat kearah Sinta dan dia pun menjadi salah tingkah. Lalu Sinta menyibukkan dengan menakar bahan untuk membuat kue bolu.
" Oh jadi kue bolu ini kamu yang buat?" Tanya Dito yang melihat Sinta sedang membuat kue.
" Iya " jawab Sinta dengan tersenyum.
Lalu Dito mendekati Sinta untuk melihat proses pembuatan kue. Saat Sinta lengah tiba-tiba Dito mencolek pipi Sinta dengan tangannya yang sudah berbalur tepung. Dan Sinta tersentak kaget melihat tingkah Dito.
" Ih Dito, kamu---" kesal Sinta karena sudah terkena tepung ulah jail dari Dito.
Sinta membalas menepuk muka Dito dengan tepung. Dan mereka pun saling berbalas.
Seketika Sinta terdiam dan memandang wajah Dito. Dia terlihat begitu manis, dengan kulit putih bersih. Tersadar Sinta pun langsung menjauh mundur beberapa langkah.
" Maaf Dit, tolong sedikit menjauh. " Ucap Sinta tersadar dengan hijab yang dikenakan dan dengan posisi mereka hanya berdua di dalam toko.
" Oh iya" Ujar Dito yang juga langsung menjauh.
Tanpa penjelasan dari Sinta, Dito pun sudah paham dengan maksudnya.
Karena mereka hanya berdua di toko dan Sinta pun mengenakan hijab.
Dito langsung kembali ke bangku dan meminum teh buatan Sinta.
Kemudian Sinta merapikan tepung yang sudah berceceran, bekas mereka bercanda.
" Maaf ya Dit, tadi aku khilaf" Tutur Sinta meminta maaf
" Iya, santai aja Sin. Aku juga minta maaf karena sudah mengganggumu." Ucap Dito meminta maaf.
Hujan pun mulai reda, Dito belum juga beranjak dari bangku nya.
" Sin, sebagai permintaan maaf ku. Aku bantu kamu jualan kue boleh? " Pinta Dito.
" Ban, tu jualan?" Tanya Sinta yang terkejut mendengar permintaan Dito.
" Iya" jawab Dito.
" Tapi kamu kan ada acara?" Tanya balik Sinta.
" Nanti sore acaranya, jadi aku ada sedikit waktu untuk menemani kamu menjaga toko" Tutur Dito.
-
-
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan kasih komentar ya.
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️