NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelelangan

"Host host ayo cepat bangun, host host" ucap Coco yang kini sedang berubah menjadi kucing dan menyentuh-nyentuh wajah Elisa Su menggunakan kaki depannya yang lembut itu, merasa ada sentuhan di wajahnya Elisa Su pun dengan segera membuka matanya "Hoummm, ada apa Coco? kenapa membangunkan ku, padahal aku masih ingin tidur lebih lama lagi" ucap Elisa Su yang kembali menutup matanya untuk melanjutkan tidurnya.

"Host, jangan tidur lagi, bukankah host ingin mengumpulkan banyak uang, ayo segera bangun dan bersiap karena sebentar lagi akan ada pelelangan yang akan diadakan di salah satu tempat lelang terkenal di ibukota, apakah host tidak mau ikut serta melelang barang, bukankah host memiliki banyak barang yang pasti akan dianggap langka dan berharga disini" ucap Coco yang berhasil membuat Elisa Su pun kembali membuka matanya dengan lebar "Aduh kenapa tidak bilang dari tadi sih, tentu saja aku mau ikut, baiklah kalau begitu aku ingin bersiap-siap dulu" ucapnya yang langsung bangkit dari tidurnya dan masuk ke ruang ajaib miliknya untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai dia pun segera memakai baju yang diinginkannya dan memakai cadar untuk menutupi wajahnya karena dia tak ingin membuat keributan jika nanti ada yang mengenalnya, padahal kenyataannya setelah dia masuk ke tubuh ini dan mengalami regenerasi tubuh, maka tidak akan ada yang bisa menebak siapa dia kecuali ayahnya, kaisar dan juga selir karena wajahnya saat ini merupakan perpaduan antara wajah ibunya juga ayahnya, namun selama ibunya masih hidup, ibunya selalu menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya sehingga hanya ketiga orang itu saja yang mengetahui wajah ibunya selain dari anggota inti keluarga ibunya dan selama dia tinggal bersama ibu tirinya, wajahnya terlihat jauh berbeda dari sekarang karena dulu dia terlihat sangat kurus hingga tulang-tulang wajahnya pun terlihat di tambah lagi dengan wajahnya yang tak terawat dan kusam, bahkan ada banyak bopeng di wajahnya karena bekas jerawat yang di pecahkannya.

"Ternyata dia juga akan ikut dalam pelelangan ini, baguslah kalau begitu aku akan dapat segera bertemu dengannya entah kenapa firasat ku mengatakan jika dia adalah putri kandungku" ucap jenderal Su yang telah selesai bersiap untuk pergi mengikuti pelelangan itu. "Ayo berangkat" ucap jenderal Su kepada orang kepercayaannya Ren, mendengar itu Ren pun segera mengikuti langkah tuannya, sesampainya di kereta kuda, jenderal Su pun segera masuk ke dalam kereta kudanya, sedangkan Ren langsung duduk di depan bersama kusir.

"Ayo, segera berangkat jangan sampai telat dan tak dapat melelang barang apapun" ucap Elisa Su kepada Coco yang saat ini tengah terbang mengelilingi hostnya itu "Dasar host aneh, padahal kan dia yang lama bersiap-siap kenapa malah menyalahkan aku" ucap Coco yang berhasil membuat Elisa Su pun menatap tajam ke arahnya "Baiklah baiklah, aku hanya bercanda host" ucapnya yang kemudian langsung terbang lebih dulu ke arah kereta kuda yang telah disiapkan untuk mereka, sesampainya disana terlihat si enam belas sedang menunggu kedatangan mereka, setelah mereka sampai si enam belas pun membantu nonanya untuk masuk ke dalam gerbong kerta kuda itu, setelah selesai dia pun segera naik ke tempat kusir dan memacu kereta kuda tersebut ke arah dimana pelelangan akan segera berlangsung.

"Akhirnya sampai juga, ck ck ck benar-benar pantas di sebut sebagai salah satu tempat pelelangan terbesar" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari melihat-lihat sekeliling tempat itu di ikuti oleh si enam belas yang berjalan tepat di belakangnya, setelah itu mereka pun segera menuju ke arah pelayan yang menerima barang-barang yang akan di lelang.

"Suara siapa itu" ucap beberapa orang yang ada di tempat tersebut sembari mencari-cari ke arah sumber suara namun tak menemukan siapapun kecuali seorang nona muda yang mengenakan cadar pergi bersama pengawalnya ke arah pelayan di tempat pelelangan tersebut. "Host, host barang apa yang ingin host lelang? apapun barangnya aku yakin pasti akan menjadi barang yang menggemparkan di era ini" ucap Coco yang masih terus berterbangan mengelilingi Elisa Su, melihat itu Elisa Su pun berdecak kesal "Tenanglah Coco, jangan terus mengelilingi ku seperti itu kau hanya membuat ku pusing saja" ucap Elisa Su yang berhasil membuat Coco pun menggantungkan tubuhnya di atas bahunya "Baiklah host, kalau begitu begini saja" ucap Coco yang kemudian di angguki oleh Elisa Su hingga membuat mereka pun semakin yakin jika suara-suara yang mereka dengar itu adalah suara hati dari wanita yang sedang mereka lihat itu, namun mereka juga mendengar ada suara lain yang sedang berbicara dengannya sehingga mereka pun memikirkan satu hal yang mungkin terjadi untuk apa yang sedang mereka alami saat ini, apakah sebenarnya wanita itu orang suci yang mendapatkan perlindungan dari dewa dan apakah mereka juga orang yang terpilih karena dapat mendengar percakapan itu, mengetahui hal itu masing-masing dari mereka pun terlihat sangat senang karena merasa telah mendapatkan berkah dewa.

"Apakah ada barang yang ingin nona muda lelang, jika ada tolong perlihatkan kepada saya untuk di verifikasi apakah memenuhi standar pelelangan atau tidak, jika memenuhi standar saya akan membawa nona keruang khusus kami untuk membahas kelanjutannya" ucap pelayan tersebut dengan sopan, mendengar itu Elisa Su pun segera menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan sesuatu yang berhasil membuat pelayan tersebut pun bergetar hebat "Nona muda mohon segera ikut saya menuju ke ruang khusus, saya akan segera memanggil menejer untuk melanjutkan transaksi ini" ucap pelayan tersebut yang langsung disetujui oleh Elisa Su, setelah itu Elisa Su bersama pengawalnya segera mengikuti pelayan tersebut hingga sampai di ruang khusus yang dimaksud, dengan segera pelayan itu pun membukakan pintu dan mempersilahkan Elisa Su masuk ke dalam ruang itu, setelah sampai di kursi khusus yang disiapkan di ruang itu pelayan itu pun segera mempersilahkan Elisa Su untuk duduk, lalu pelayan itu pun segera menyiapkan teh dan juga cemilan-cemilan yang dapat di nikmati oleh Elisa Su, setelah selesai menyiapkan semuanya dia pun segera keluar dari ruangan itu dan berlari dengan sangat tergesa-gesa menuju ke ruangan menejernya.

"Menejer menejer ada hal yang sangat penting" ucap pelayan tersebut dengan nafas yang ngos-ngosan setelah berlarian ke ruangan menejernya itu. "Hal penting apa yang terjadi hingga kau sampai seperti ini" ucap menejer tersebut sembari menatap tajam ke arah bawahannya itu, melihat tatapan tajam dari menejernya itu pelayan tersebut pun tak membuang-buang waktu dan langsung saja menjelaskan apa yang terjadi "Benarkah, kalau begitu ayo kita segera menemui nona muda itu" ucap menejer tersebut dengan penuh semangat sembari membayangkan keuntungan yang nantinya akan dia dapatkan.

"Permisi nona muda, maaf telah membuat nona muda menunggu, perkenalkan saya Hung yang merupakan menejer di tempat ini" ucap menejer Hung dengan sangat sopan sembari membungkukkan badannya sedikit ke arah Elisa Su, melihat itu Elisa Su pun menganggukkan kepalanya dan merasa puas dengan pelayanan yang diterimanya. "Bolehkah saya melihat barang milik nona muda" ucap kembali menejer tersebut setelah berdiri di hadapan Elisa Su, mendengar itu Elisa Su pun segera menunjukkan barang yang akan dilelangnya itu, melihat barang itu menejer pun terlihat terkejut untuk sesaat lalu dia pun kembali meletakkan barang tersebut dengan sangat hati-hati karena takut akan meninggalkan goresan di benda itu walau hanya sedikit saja.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!