Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
...Ratri telah sampai di penthouse pemberian Devandra. ...
...Pintu elevator pribadi terbuka langsung menyambut mereka dengan pemandangan interior bernuansa modern elegan yang begitu megah....
...Apartemen yang sangat luas itu memiliki tiga kamar tidur berukuran besar dengan kaca-kaca tinggi yang memperlihatkan pemandangan indah lanskap kota dari atas ketinggian....
...Rizal langsung berlari kecil menuju salah satu kamar berdesain maskulin dengan nuansa abu-abu gelap....
..."Ini kamarku!" serunya antusias sambil melemparkan tubuhnya ke atas kasur empuk....
...Sandra tidak mau kalah, ia melangkah masuk ke kamar di sebelahnya yang memiliki pencahayaan hangat dan nuansa feminin yang cantik. ...
..."Ini kamarku!" ujar Sandra dengan wajah berbinar bahagia....
...Saat menyadari hanya tersisa satu kamar utama yang amat luas, Rizal tiba-tiba menyenggol lengan Devandra dengan tatapan jahil....
..."Lalu... Om di mana?"...
...Devandra menyunggingkan senyum tipisnya yang misterius. ...
..."Sama Mama."...
...Sontak saja jawaban singkat dari Devandra membuat Sandra dan Rizal tertawa terbahak-bahak hingga memenuhi ruang tengah. ...
..."Tapi nunggu sah dulu ya, Om!" kelakar Rizal sambil mengacungkan jarinya, disambut anggukan setuju dan tawa riang dari Sandra....
..."Ada apa ini?" tanya Ratri heran saat mendatangi mereka, bingung melihat kedua anaknya tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perut....
..."Rahasia, Mama!" jawab Rizal dan Sandra kompak sambil menyipitkan mata jahil, membuat Ratri makin geleng-geleng kepala....
...Devandra yang terkekeh pelan kemudian bangkit dari sofa. ...
...Ia merapikan lengan kemejanya lalu menatap kedua remaja itu. ...
..."Sudah, jangan menggoda Mamamu terus. Ayo lekas mandi dan bersiap-siap, kita akan makan malam di tempat yang romantis."...
..."Asyik!" seru Rizal bersemangat, melompat dari kasur untuk segera membersihkan diri, diikuti Sandra yang bergegas menuju kamarnya sendiri....
...Setelah kedua anak mereka masuk ke kamar masing-masing, suasana di ruang tengah mendadak hening dan hangat. ...
...Ratri melangkah mendekati Devandra, menatap pria yang telah membawa kedamaian kembali dalam hidupnya....
..."Dev, terima kasih atas semuanya..." ucap Ratri tulus dengan mata berkaca-kaca....
...Devandra melangkah makin dekat, meraih kedua tangan Ratri dan menggenggamnya erat. ...
...Senyum tipis yang penuh kehangatan terukir di wajah tampannya. ...
..."Jangan pernah berterima kasih untuk hal yang seharusnya kamu dapatkan sejak dulu, Ratri. Mulai hari ini, kamu dan anak-anak adalah prioritasku. Cukup fokus pada kebahagiaanmu, sisa masalah biar aku yang selesaikan."...
...Saat Ratri sedang merapikan riasan tipisnya di depan cermin kamar, ponsel di atas meja tiba-tiba berdering nyaring. ...
...Layar menunjukkan panggilan video dari ibunya di Solo. ...
...Dengan senyum mengembang, Ratri langsung menggeser tombol hijau....
..."Assalamualaikum, Ibu... Bapak.." sapa Ratri hangat....
...Di layar ponsel, tampak raut wajah sepuh orang tua Ratri yang tersenyum lega. ...
..."Waalaikumsalam, Nduk. Piye kabarmu? Iki Rizal karo Sandra wis ketemu, Nduk?" tanya Ibunya penuh antusias....
...Devandra yang mendengar hal itu memberi isyarat kepada Rizal dan Sandra untuk mendekat. ...
..."Rizal, Sandra, ayo sapa Eyang kalian di Solo."...
...Rizal dan Sandra canggung mendekati ponsel. ...
...Sandra menyapa lebih dulu dengan sopan....
...Sandra: ...
..."Sugeng dalu, Eyang... Pripun kabare?"...
...(Selamat malam, Eyang... Bagaimana kabarnya?)...
..."Masyallah, cantike putuku... Eyang sehat, Nduk. Kapan mrene menyang Solo?"...
...(Masyaallah, cantiknya cucuku... Eyang sehat, Nak. Kapan ke sini ke Solo?)...
..."Mboten ngertos, Eyang. Mengke nderek Mama mawon."...
...(Tidak tahu, Eyang. Nanti ikut Mama saja.)...
...Kini giliran Rizal yang disorongkan oleh Devandra ke depan kamera. ...
...Rizal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kebingungan setengah mati mendengar percakapan bahasa Jawa halus adiknya....
..."Lha iki Rizal, ya? Wis gedhe, bagus men koyo bintang film. Piye le, kowe wis gelem maem? Mboten usah bingung-bingung meneh ya, Eyang wis seneng kowe ketemu Mama."...
...(Nah ini Rizal, ya? Sudah besar, tampan sekali sepert bintang film. Bagaimana Nak, kamu sudah mau makan? Tidak usah bingung-bingung lagi ya, Eyang sudah senang kamu ketemu Mama.)...
...Rizal melotot kecil, menatap layar ponsel lalu beralih menatap Ratri dengan raut wajah kepalanya yang hampir pecah. ...
..."Ma... Eyang ngomong apa, sih? 'Bagus men', 'mboten-mboten'? Rizal cuma paham kata 'mangan' doang, Ma!"...
...Mendengar kepolosan Rizal, Sandra dan Devandra tertawa kecil. ...
...Ratri pun tersenyum geli melihat putranya yang linglung....
...Ratri mendekat dan mendekap bahu Rizal sambil menerjemahkan. ...
..."Eyang Kakung bilang, 'Lha ini Rizal ya? Sudah besar, ganteng sekali. Gimana Nak, kamu sudah makan? Tidak usah bingung-bingung lagi ya, Eyang sudah senang kamu sudah ketemu sama Mama.' Begitu artinya, Rizal."...
...Rizal mengelus dadanya lega. "Oalah... gitu toh artinya. Kirain Eyang lagi marahin Rizal....
...Rizal pun mendekatkan wajahnya ke layar sambil tersenyum lebar dan mengacungkan jempolnya. ...
..."Aman, Eyang! Rizal wis maem, kenyang banget! Nanti Rizal main ke Solo ya, Eyang!"...
...Tawa pecah dari seberang telepon melihat tingkah Rizal yang mencoba berbahasa Jawa seadanya, membawa kehangatan baru di tengah keluarga yang baru saja bersatu kembali itu....
...Ratri menutup ponselnya dan sedikit tertawa kecil, memandangi putra sulungnya yang masih tampak canggung. ...
..."Sepertinya kamu harus belajar bahasa Jawa lagi, Rizal. Nanti kalau kita mudik ke Solo, Eyang pasti ajak kamu ngobrol pakai bahasa Jawa halus terus."...
..."Duh, ampun deh, Ma. Bisa-bisa otak Rizal korslet kalau harus hafalan bahasa Jawa halus," sahut Rizal sambil mengelus kepalanya, membuat Sandra kembali terkikik geli....
...Devandra yang sudah rapi dengan jas kasualnya tersenyum melihat keakraban mereka. ...
...Ia melirik jam tangan pintarnya sebentar, lalu menatap satu per satu anggota keluarga di ruangan itu....
..."Ayo kita berangkat sekarang," ajak Devandra....
..."Siap, Om Devan! Perut Rizal sudah tidak bisa diajak kompromi lagi nih," seloroh Rizal penuh semangat....
...Mereka pun melangkah keluar dari penthouse, berjalan berdampingan menuju elevator pribadi untuk menikmati malam pertama mereka sebagai keluarga yang utuh....
...Sementara itu di rumah kontrakan yang sempit dan pengap, Indra, Imelda, Tasya, dan Gabriel berkumpul merencanakan niat jahat. ...
...Rasa dengki dan keserakahan telah membutakan pikiran mereka....
..."Besok adalah kesempatan kita," ujar Imelda dengan nada penuh ketegasan yang licik. ...
...Ia memandang Tasya dan Gabriel bergantian. "Kalian berdua ikut ke kantor maskapai tempat Ratri bekerja. Begitu melihat Ratri keluar, kalian langsung menangis keras-keras, peluk kakinya, dan tuduh dia sebagai ibu yang tega menelantarkan anak-anak demi pria kaya."...
...Tasya dan Gabriel saling melempar pandangan, lalu mengangguk dengan senyum culas di bibir mereka. ...
..."Siap, Tante! Kita bakal bikin adegan sedramatis mungkin sampai semua orang kasihan sama kita," ucap mereka berdua kompak....
..."Bagus. Kalau tempat kerjanya geger dan nama baiknya dipertaruhkan, dia tidak punya pilihan lain selain bersimpuh meminta maaf dan mau kembali rujuk dengan Indra," lanjut Imelda puas....
...Tanpa membuang waktu, Imelda segera mengambil ponselnya. ...
...Ia mengetik beberapa nomor kontak wartawan media gosip dan portal berita daring yang ia kenal. ...
...Dengan suara dramatis yang dibuat-buat, ia membocorkan informasi palsu mengenai 'skandal kapten pilot senior yang menelantarkan keluarga demi pria berkantong tebal'....
..."Besok pagi datanglah ke kantor pusat maskapai. Akan ada drama besar yang sangat menarik untuk diliput secara langsung," bisik Imelda penuh kepuasan sebelum mengakhiri panggilan teleponnya....
...Mereka bertiga tertawa bersama, meyakini bahwa besok Ratri akan bertekuk lutut dan hancur di depan kamera. ...
...Tanpa sedikit pun mereka tahu, pergerakan dan jaringan komunikasi mereka telah diawasi sepenuhnya oleh tim keamanan Devandra....
...Di sisi lain Ratri dan yang lainnya sudah tiba di rumah makan mewah yang menyajikan pemandangan kota dari ketinggian. ...
...Suasana hangat berpadu indah dengan alunan musik lembut yang menenangkan jiwa....
...Sandra menatap sekeliling ruangan yang begitu elegan, lalu memandangi hidangan lezat yang tersaji di atas meja. ...
...Matanya mendadak berkaca-kaca. "Kak... ini bukan mimpi, kan?" ucap Sandra pelan, suaranya terdengar begitu emosional....
...Rizal menghentikan sendoknya. Ia menatap adiknya dengan binar mata yang tak kalah haru, menyandarkan punggungnya di kursi. ...
..."Iya, Dek. Rasa-rasanya seperti mimpi. Dulu kita... harus berjuang sendirian, dihina, dibully, bahkan untuk makan tenang saja rasanya susah..."...
...Melihat raut sedih kembali membayangi wajah kedua anak kembarnya, Ratri segera menyela dengan usapan lembut di tangan mereka masing-masing....
..."Ayo, sudah... sudah. Sekarang kalian harus makan banyak," potong Ratri penuh kasih sayang. Ia tersenyum hangat namun tegas, memandangi Rizal dan Sandra bergantian. ...
..."Mama tidak mau melihat air mata lagi di antara kita. Hari ini dan seterusnya, cuma ada kebahagiaan untuk kita."...
...Devandra yang duduk di samping Ratri tersenyum tipis, lalu menuangkan minuman ke gelas kedua remaja itu. ...
..."Mamamu benar. Masa lalu yang pahit sudah selesai. Mulai malam ini, tidak akan ada satu orang pun yang berani membuat kalian meneteskan air mata lagi."...
...Rizal dan Sandra mengangguk mantap. Rasa haru berganti menjadi kehangatan luar biasa yang menyelimuti dada mereka. ...
...Dengan senyum lebar yang kembali terkembang, mereka mulai menikmati makan malam romantis dan penuh kedamaian itu bersama keluarga baru mereka....
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒