" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan
Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.
Ig.rii.ena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9.Boleh Abang masuk ke dalam hatimu ?
Kendra tadi malam tidak pulang ke rumah, siang ini baru kembali, ekor matanya tidak sengaja menatap Jonathan yang membawa makanan masuk kedalam kamar, tanpa sadar Ken meraba dadanya, masuk ke dalam kamarnya, mencoba tidur dan melupakan semua.
Dikamar Jonathan, Raisa sepertinya sedang berada di dalam kamar mandi, Jonathan meletakkan makanan yang di bawahnya dari bawah ke atas meja rias, lalu mendudukkan bokongnya di atas ranjang, manik matanya menatap ke arah seprai biru muda yang saat ini di dudukinya, bibirnya membentuk senyuman melihat beberapa tetes noda berwarna merah pucat disana.
Aku betul betul mendapat yang pertama, Rai, sekedar berciuman pun, sepertinya kau belum pernah.
Jonathan setengah berbaring melipat satu tangannya dan meletakkannya di belakang kepala, memejamkan mata, membayangkan kembali apa yang sudah dilakukan pada Raisa tadi malam dan pagi barusan.
Bunyi handle pintu diputar, memutus bayangan Indah itu.
Raisa keluar dengan rambutnya yang masih basah.
" Makanlah, Rai, kamu pasti lapar " Jonathan terus menatap Raisa dari ujung kepala sampai ke bawah, Raisa sedikit kikuk di perhatikan seperti itu.
Jonathan segera meraih tangan Raisa dan mendudukkan di sebelahnya di atas ranjang
" Duduk sini dekat abang ! jangan malu gitu, abang kan sudah menjadi suamimu, kita bahkan ..."
Raisa segera menutup mulut Bang Jo dengan telapak tangannya, mendapati keberanian Raisa yang sudah mau menyentuhnya, Bang Jo usil, ia mengecupi telapak tangan Raisa yang masih ada di atas mulutnya.
Wajah Raisa memerah, cepat cepat ia melepaskan tangannya.
Bang Jo terkekeh.
" Cepat habiskan makananmu atau abang akan memakanmu kembali " ucapnya mengedipkan mata lalu berjalan ke lemari, mengambil berkas berkas pribadinya untuk di bawa ke rumahnya sendiri.
Mendengar apa yang baru saja Bang Jo ucapkan, seluruh permukaan kulit Raisa meremang, tubuhnya memanas membayangkan makna dari memakan, cepat Raisa menundukkan wajahnya, ia kuatir Bang Jo dapat melihat wajahnya yang memanas.
Raisa sudah pamitan pada kedua orang tuanya, setelah Ashar keduanya pergi untuk tinggal di rumah yang sudah Jonathan beli jauh jauh hari.
Mereka tidak mengusik Ken, karena dia baru saja pulang, entah dari mana, tidak ada yang berani bertanya, apa lagi Ibu Lastri sudah memberikan kode pada Jonathan untuk membiarkan Ken.
Jarak antara rumah ibu Lastri dengan rumah minimalis yang baru Bang Jo beli tidak terlalu jauh, lebih kurang satu jam perjalanan, lebih dekat dengan kantor Bang Jo.
Sampai di rumah yang mereka tuju, sudah terlihat bersih dan rapi.
" Tadi abang sudah meminta tolong dengan seseorang untuk membersihkannya " Bang Jo seakan menjawab tanya yang ada di dalam kepala Raisa.
" Sini ! abang mau bicara " Bang Jo menepuk tempat di sebelahnya, keduanya duduk di sofa di depan TV.
Bang Jo berdehem pelan.
" Mulai sekarang...jangan kaku lagi sama abang, seperti dulu waktu kita belum menikah, kamu bisa berkata luwes dan bercanda pada abang kan ? " Bang Jo menahan dagu Raisa yang sudah mau tertunduk lagi.
" Katakan apa saja yang ingin kamu katakan, jika kamu tidak suka utarakan saja, dan....kamu bahkan boleh menyentuh abang dimana-mana kamu mau " Bang Jo sudah menahan tawanya melihat wajah terkejut Raisa dengan mulut yang terbuka.
" Abang ingin masuk kedalam hati mu, dan menguasai semua ruang yang ada didalam nya sehingga tidak ada seorang pun yang memiliki tempat walaupun di sudut sekalipun " termasuk kau Ken, tidak akan aku izinkan bayangan mu tertinggal disana .
lanjut Bang Jo dalam hati.
" Boleh abang masuk ke dalam hatimu ? " Bang Jo berbisik dekat ke telinga Raisa.
Raisa mengangguk seperti orang bodoh.
" Maka buka pintu hatimu buat abang, biarkan abang masuk, abang juga akan memasukkan sosokmu dalam hati abang, kamu percaya pada abang kan ? " Bang Jo sudah mulai menggesekkan ujung hidungnya pada ujung telinga Raisa.
Semua kata mesra dan rayuan, Jonathan lancarkan untuk menjerat Raisa agar gadis polos yang sudah menjadi istrinya itu betul-betul mengenyahkan bayangan Kendra dari kepalanya, walaupun Ken adik kandungnya, tetapi ia tidak mau bayang bayang orang lain ada dan menjadi duri dalam daging bagi rumah tangganya, karena ia sudah bertekad ingin mencintai Raisa sepenuh hatinya.
Raisa yang sudah terbuai dengan semua yang Jonathan lakukan, dengan mata terpejam, hanyut dan menikmati semua sentuhan yang Jonathan berikan.
Saat Jonathan menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka, secara alami tangan Raisa melingkar di leher Jonathan, tatapan keduanya yang saling mengunci satu sama lain, tanpa perlu mengucapkan kata apa pun, keduanya tahu apa yang mereka inginkan.
*
*
Satu jam setelah kepergian Jonathan dan Raisa. Lisa mendatangi rumah Ibu Lastri.
Wanita paruh baya itu masih ada di kliniknya, karena wanita yang baru melahirkan tadi malam, meminta pemulihan di rumah saja, berhubung ia melahirkan normal dan tidak ada yang perlu dikuatirkan, ibu Lastri mengurus kepulangannya.
Kendra yang sedang duduk bersantai, sangat malas melayani perempuan yang tidak tahu malu itu.
" Untuk apa kau kemari ? " tanya Ken dingin.
" Tentu saja untuk Jo, aku ingin menjelaskan padanya sebab aku menunda pernikahan kami, masalah kerugian...aku akan ikut menanggungnya " ucapannya dengan leher yang terus di panjangkan melihat ke dalam, mencari sosok Jonathan.
" Kenapa kau tidak menghubunginya, jelaskan padanya "
" Nomornya tidak aktif lagi, bisa aku bertemu dengannya, Ken ? " Lisa mengambil tempat duduk di sebelah Ken.
" Jadi menurutmu pernikahan itu batal ? " tanya Ken tetap dengan nada acuhnya.
" Tentu saja, aku baru pulang dari tadi pagi, makanya sore ini, baru aku bisa datang "
Kendra mencibir.
" Percaya diri sekali kau jika Jo masih terus menunggumu, menunda-nunda lagi pernikahan kalian, undangan yang sudah di sebar, gedung, catering dan segalanya, kau pikir semudah kau mengucapkan kata kata maaf ? "
" Apakah pernikahan itu tetap terjadi ? tidak mungkin bukan ? kalau iya dengan siapa ? ini bukan cerita novel, Ken, kau jangan berbohong padaku " wajah Lisa terlihat pucat, tangannya saling meremas gemetar.
" Tentu saja dengan wanita, kau kira perempuan di muka bumi ini hanya ada kau seorang ? kau sungguh konyol.
Jo sudah pindah kerumahnya sendiri dengan istri yang baru dinikahinya, kau puas ? sekarang pergilah dari rumah ini ! mataku sepet melihat mu " Kendra berdiri dari duduknya hendak masuk ke dalam rumah.
" Itu tidak mungkin...Jo sangat mencintaiku, tidak mungkin ia menikahi perempuan lain, aku tahu kalau kalian pasti marah padaku makanya kalian mengarang cerita jika pernikahan itu tetap terjadi "
" Terserah kau mau percaya atau tidak bukan urusanku, yang ku lihat, dia sangat bahagia sehingga tidak membuat istrinya keluar dari kamar, kau pasti tahu maksudku " Ken mengejek dengan bibir mencibir lalu melangkah kedalam rumah.
Ken Kembali membalikkan badannya menatap Lisa yang masih terdiam dengan tatapan kosong.
" Oh ya kau bilang apa tadi ? cinta ? makan cinta itu ! " Ken menutup pintu dengan suara berdebum meninggalkan Lisa yang masih diam duduk di teras rumah.
*
*
*
🌾🌾🌾🌾🌾
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat