NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 18: Traceroute

Malam di atas Kerajaan Aethelgard membentang bagaikan kanvas gelap tanpa batas. Di angkasa raya, angin dingin bertiup kencang, membawa aroma embun malam yang bercampur dengan sisa-sisa ozon dari pertarungan jaringan magis hari sebelumnya. Di dalam kamar sempit Kelas F, suasana terasa begitu hening dan penuh konsentrasi. Tidak ada suara lain selain derit pelan meja kayu dan pendaran cahaya biru yang terpancar dari cincin perak Kaelen Vance.

Peta geografis kerajaan yang melayang di udara kini telah diperbesar hingga menampakkan detail terkecil dari topografi ibu kota—sebuah labirin jalanan batu, menara-menara pengawas militer, dan di pusatnya, berdiri megah bangunan Kuil Utama Kerajaan dengan kubah berlapis emas murni yang dilindungi oleh lingkaran sihir pertahanan berlapis.

Kael berdiri di depan proyeksi tersebut, kedua tangannya terlipat di dada. Matanya yang abu-abu menelusuri garis-garis tipis cahaya biru yang menghubungkan akademi langsung ke jantung ibu kota.

"Jalur komunikasi antara akademi dan Kuil Utama menggunakan arsitektur transmisi bertingkat," jelas Kael datar, suaranya memecah keheningan ruangan. "Sebelum paket data kita mencapai server pusat di kuil, ia harus melalui tiga pos *gateway* perantara: pos penjagaan gerbang utara, menara relai distrik bangsawan, dan menara utama kuil."

Elara Vane berdiri di sampingnya, mengenakan jubah perjalanan gelap dengan tudung yang ditarik rendah. Ia mengamati titik-titik terang pada peta tersebut dengan seksama. "Artinya, jika kita ingin menanamkan *firmware* permanen di server utama ibu kota tanpa terdeteksi oleh para pendeta penjaga, kita harus melacak setiap lompatan data secara fisik. Kita harus tahu persis di mana titik-titik *gateway* itu berada."

"Tepat," balas Kael. "Dalam terminologi jaringan, proses melacak jalur fisik dari satu titik ke titik tujuan disebut sebagai *Traceroute*. Kita tidak bisa begitu saja mengirimkan kode eksekusi besar-besaran ke server pusat tanpa memastikan setiap pos perantara meneruskannya tanpa hambatan."

Kael mengangkat tangan kanannya. Cincin peraknya berputar halus, memancarkan gelombang mikro berfrekuensi rendah yang merambat menyusuri garis *Ley Lines*. Sesaat kemudian, layar proyeksi di udara menampilkan tiga titik koordinat spesifik di ibu kota yang berkedip-kedip dalam warna kuning terang.

"Pos pertama adalah menara relai di gerbang utara ibu kota," kata Kael menunjuk titik pertama. "Pos kedua adalah menara pengawas distrik bangsawan. Dan pos ketiga adalah ruang bawah tanah Kuil Utama."

Kael mengepalkan tangannya, mematikan proyeksi peta tersebut. Ruangan kembali diselimuti oleh temaram cahaya obor dinding.

"Kita tidak akan menggunakan jalur udara atau menyamar sebagai utusan kerajaan," lanjut Kael dingin. "Cara paling efisien untuk menembus pos-pos tersebut tanpa memicu alarm pertahanan sihir adalah dengan memanfaatkan celah logistik dari sisa-sisa kegagalan Pasukan Inkuisisi kemarin."

Elara menyipitkan matanya. "Maksudmu...?"

"Jenderal Vane dan pasukannya baru saja ditarik mundur dalam keadaan kacau," jawab Kael. "Sistem logistik militer mereka sedang mengalami kekacauan administrasi. Surat perintah pemeliharaan pos relai dan pembaruan token keamanan yang seharusnya dikirimkan minggu lalu tertunda di pos administrasi perbatasan."

Kael mengambil sebuah gulungan perkamen kecil dari laci mejanya, melemparkannya tepat ke tangan Elara. Wanita itu menangkapnya dengan sigap, lalu membuka gulungan tersebut. Di atas perkamen itu tertera stempel resmi militer yang ditandatangani dengan kode digital yang baru saja diretas dan dipalsukan oleh Kael.

"Surat izin akses kelas khusus," bisik Elara saat membaca isi perkamen tersebut, alisnya terangkat tinggi karena kagum. "Dokumen ini memberikan hak penuh kepada kita untuk memeriksa seluruh perangkat relai magis di distrik ibu kota dengan alasan audit darurat pasca-insiden."

"Dokumen itu tidak hanya diakui oleh pos administrasi militer, tapi juga terintegrasi langsung dengan basis data digital gerbang kota," kata Kael tenang. "Begitu kita memperlihatkan dokumen ini di pos penjagaan gerbang utara, sistem keamanan otomatis akan membaca tokennya sebagai izin Administrator Tingkat Dua. Pintu akan terbuka dengan sendirinya."

Elara melipat perkamen itu rapat-rapat, lalu menyimpannya di balik jubahnya. Senyum tipis yang penuh intrik terukir di bibirnya. "Kau tidak hanya melumpuhkan pasukan mereka, Kael. Kau juga mencuri kredensial identitas digital mereka untuk menyusup ke sarang musuh."

"Itu bukan pencurian," koreksi Kael dingin. "Itu adalah optimalisasi sumber daya yang tersedia. Mari kita berangkat. Waktu perjalanan kita menuju ibu kota memakan waktu tiga jam dengan jalan kaki melalui terowongan pemeliharaan *Ley Lines*."

Tanpa buang waktu lagi, Kael dan Elara melangkah keluar dari kamar sempit Kelas F, meninggalkan akademi yang masih terlelap dalam ketidaktahuan. Di luar tembok, kegelapan malam menyambut langkah mereka, sementara di dalam cincin perak Kael, jalur *traceroute* menuju jantung kekuasaan kerajaan telah siap dieksekusi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!