NovelToon NovelToon
Pencuri Kepala

Pencuri Kepala

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "

Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau

Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.

Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Ketakutan

''Vin, yang serius dong menebang pohong pisang nya!'' Andi sudah merinding sejak tadi dan Davin malah bermain-main dengan pohon pisang tersebut.

''Ya sabar dulu karena ini aku juga menebang dengan parang yang tidak tajam.'' Davin memang sedang serius juga.

''Tapi dia tadi sudah datang untuk mengambil Kepala Akbar jadi aku rasa tidak mungkin datang lagi kan ya.'' Andi menoleh ke sana kemari untuk memperhatikan sekitar.

''Kau jangan membahas itu dulu kenapa sih? kalau kau terus saja berbicara tentang iblis itu maka aku juga ketakutan.'' Davin berhenti dan dia ikut menatap sekitar.

''Masalah nya dari tadi aku itu terus merinding karena tidak nyaman, kau juga tentu tahu kan bahwa pohon Serawak ini tidak biasa.'' Andi mulai kesal dengan Davin.

''Baca Ayat Kursi terus saja karena kita akan segera menyelesaikan pekerjaan ini.'' Davin berusaha untuk tetap tegar.

''Heh bahkan rasanya Ayat Kursi saja mental karena dari tadi punggung Aku terasa sangat dingin sekali.'' keluh Andi.

Jujur saja dia memang ketakutan dan merasa punggung ini terasa begitu dingin sekali meski sekarang memang sudah tengah malam namun tetap saja Andi merasakan ada yang berbeda dengan Hawa tersebut, tapi ketika dia menoleh untuk memastikan sama sekali tidak ada yang aneh dan kemungkinan karena Andi yang tidak bisa melihat setan.

Davin juga sekarang sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa sehingga dia pun sama seperti Andi yang hanya manusia kosong, tadi sebenarnya mereka ingin mengajak Lutfi untuk menemani mengambil pohon pisang Serawak ini namun karena Lutfi harus mengatur penggalian kubur maka pria itu tidak bisa ikut dengan mereka berdua.

Ini mereka sama-sama penakut dan kemungkinan besar sebentar lagi akan ada penampakan karena tubuh mereka telah menunjukkan reaksi yang sangat berbeda, selama ini mereka juga mengetahui bahwa pohon Serawak tersebut telah dihuni oleh seorang kuntilanak yang sering menangis bila di malam hari namun menurut Purnama kuntilanak itu tidak mengganggu.

Meski kuntilanak itu tidak mengganggu namun tetap saja ketika mereka berdua menebang pohon tersebut maka seperti merekalah yang sudah mengganggu ketenangan kuntilanak itu, Andi sudah berpikir demikian sejak tadi dan dia berusaha untuk bersikap positif namun tetap saja tidak bisa sehingga mau tidak mau dirinya terus merasa merinding tidak karuan.

Mereka sudah dapat sebatang pohon pisang Serawak itu dan masih harus mencari sisa lagi, tapi karena Parang yang mereka bawa tidak tajam maka menjadi kesulitan untuk menebang pohon tersebut dan terlebih lagi Andi juga harus menghidupkan senter untuk mencari daun pisang Serawak yang masih bergulung sesuai dengan pesanan Purnama.

''Wuaaaaah!'' Andi berteriak keras sampai jatuh terjengkang ke belakang.

''Apaan sih, Ndi?!'' Davin juga kaget dan dia segera berlari menghampiri.

''Ada kelelawar di dalam gulungan daun itu.'' Andi sampai pucat karena dia memang begitu kaget sekali.

''Iya, memang kelelawar tinggal di dalam gulungan daun pisang seperti itu.'' Davin segera menolong Andi untuk berdiri.

''Astaga ini malam terasa sangat panjang dan menegangkan sekali.'' keluh Andi.

Pletaaaak.

Davin menoleh ke arah kanan karena barusan dia merasa sendiri ada seseorang yang melempar batu kepada dirinya, Oleh sebab itu dia menoleh dan memastikan Siapa yang sudah berlaku usil kepada mereka berdua seperti ini, mungkin pelaku itu tahu bahwa mereka berdua sedang ketakutan sehingga sengaja memancing dan ingin menggoda mereka.

''Apa?'' Andi menatap Davin yang terlihat seperti sedang kebingungan.

''Ada yang melempar barusan tepat mengenai lengan aku di sini.'' Davin berkata dengan jujur.

''Kau jangan macam-macam seperti itu ya karena tugas kita ini masih belum selesai.'' Andi sudah ketakutan.

''Serius! tapi ya sudahlah kita bawa saja dulu pohon pisang ini ke rumah Akbar.'' putus Davin pada akhirnya karena dia juga Mulai merasa takut.

''Cuma satu begini? daun pisang memang sudah dapat tapi ini pohonnya masih baru dapat satu, kau tidak takut kena marah Mbak Purnama nanti!'' Andi berkata dengan cemas.

''Aku sudah tidak kuat menahan rasa takut ini Jadi bagaimana kita mau mengambil pohon pisang lagi.'' Davin berkata jujur karena dia merasa ketakutan.

''Hihihiiiiiii...

''Kan apa aku bilang, pasti dia yang melempar aku tadi.'' Davin merangkul Andi.

''Aduuuh malah ketemu kuntilanak seperti ini kita sekarang.'' Andi juga panik dan sangat ketakutan sekali.

Padahal mereka hanya mendengar suara tawa saja dan masih belum melihat keberadaan kuntilanak tersebut, namun tidak lama pandangan mereka berdua menjadi bergetar karena dari balik pohon tersebut muncul wanita dengan baju putih berlumuran darah segar sehingga kedua pria ini tertegun dan tidak bisa bergerak.

''Hihiiiiii.... eeeemp!''

''Tidak usah tertawa terus seperti itu karena mereka hanya meminta batang pohon ini saja.'' Maharani langsung menyumpal mulut kuntilanak itu menggunakan daun pisang kering.

''Eh ini kuntilanak baik yang ada di agensi Mbak purnama Kan ya?'' Andi bertanya kepada Davin.

''Meski dia baik tapi tolong jangan banyak tingkah karena kuntilanak ini justru memiliki sifat edan.'' Davin bergegas menebang pohon pisang lagi sebelum kena marah oleh Maharani.

''Permisi, ini mau mengambil yang sudah tumbang.'' Andi memberanikan diri mendekati Maharani karena dia harus mengambil batang yang sudah Davin tebang.

Maharani berkacak pinggang sembari menatap Andi dan dia tidak mengeluarkan suara walau hanya sepatah kata saja sehingga membuat Andi semakin ngeri, tapi dia berusaha meyakinkan diri bahwa kuntilanak itu baik dan tidak akan pernah mengganggu dirinya sekarang.

''Alah ya allah aku sampai mau kencing ini menahan rasa takut.'' Andi mengeluh di dalam hati.

''Kau kalau kerja itu beres dikit kenapa sih, Vin!'' Maharani membentak Davin.

''Anu, ini parangnya sama sekali tidak tajam sehingga aku tidak bisa menebang dengan cepat.'' Davin berusaha untuk memberikan alasan.

''Tebang sekarang, Aksara!'' Maharani menoleh kepada pendekar Pedang emas yang tadi ada di sana dan di alah yang telah melempar batu kepada Davin.

''Dasar tidak berguna, pantas saja kemarin kau mendapat khodam bloon seperti itu.'' Aksara memarahi Davin.

''Aih ternyata mereka serombongan seperti ini dan sekarang kompak memarahi aku.'' Davin menggaruk kepala yang tidak gatal.

''Tinggal tenang begini saja banyak sekali tingkah nya!'' Aksara terus marah marah.

Claaaak

Claaaak.

Hanya dengan sekali sabetan pedang emas itu saja maka langsung putus semua pohon pisang yang ada di sana sehingga Davin dan Andi bisa membawa ke rumah Akbar, meski sempat kena marah namun setidaknya mereka berhasil mendapatkan pohon itu dan tidak memiliki rasa takut di dalam hati karena merasa di temani oleh kedua member ratu ular.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya kak.

1
putri wahyu
siang jg Bess...
ada yg sama ga ya,yg judul sebelah kok di aku ilang ya,yg pembunuh bayaran itu Zora/zena🤔
teman2 gimana?
Yeyet Rohaeti
siang' juga , baru buka hp thor 😄
vania larasati
lanjut kak
Ass Yfa
cinta Xavier...bertepuk sebelah tangan dong...kasihan dia..ntar patah hati,jadi jahat lagi...
Ela Jutek
widih cinta
Apriyanti
lanjut thor 🙏
ismi
yg sebelah kok dihapus thhor
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
selamat siang juga kak thor, panas sekali kak siang ini 🤣🤣
Ayuk Witanto
punya malu juga
Ayuk Witanto
bukanya tadi aksara sama jalak ya
Ayuk Witanto
emang minta di bantai nih pur
Ayuk Witanto
emang kau siapa nyuruh purnama stay disitu...lagian dari kemarin kan kau tak percaya 😒
Ayuk Witanto
biar tau rasa si iis
Nurr Tika
lanjut
Ayuk Witanto
kok jadi curiga ya sama Iis...kayak Melda kemarin.sok sok an gak percaya setan ternyata dia punya andk setan
Ayuk Witanto
waduh mana aksara pula kena fitnah
Ayuk Witanto
siapa ya
Fiyan Ayu
tolong mba Pur..banting lah si iis tuh..kesel q..🤣🤣
Wiwit
ii SMA Melda, jgn2.....
Kinnaaa
banting ajala itu iis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!