NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Keesokan Paginya dan Hadiah Kaisar Abadi

Pagi datang dengan cara yang paling indah di Puncak Embun.

Sinar matahari pagi yang biasanya hanya bisa memantulkan cahaya dingin di atas salju abadi, pagi ini memantulkan cahaya warna pelangi yang sangat indah di atas lautan bunga teratai es yang mekar semalaman di seluruh puncak.

Ya, lautan bunga teratai es.

Semalam, setelah sesi Penyatuan Jiwa antara Arya dan Sekar Embun selesai, kehangatan cinta dan kekuatan besar dari penyatuan jiwa Naga dan Es itu menyebar ke seluruh Puncak Embun dan mencairkan sebagian salju abadi yang sudah membeku selama ribuan tahun. Dari balik salju yang mencair itu, ribuan bunga teratai es yang selama ini tertidur di bawah es akhirnya mekar bersamaan untuk pertama kalinya dalam sejarah Perguruan Langit Biru.

Pemandangan itu begitu indah hingga semua murid di kaki gunung yang melihatnya dari jauh mengira bahwa Puncak Embun yang terkenal angker dan dingin itu telah menjadi taman surga milik seorang dewi.

Di dalam pondok bambu, di kamar Sekar Embun yang kini harum dengan aroma yang berbeda, aroma es yang dingin bercampur dengan aroma naga yang hangat, Arya Langit perlahan lahan membuka matanya.

Dia merasa tubuhnya sangat ringan, sangat kuat, dan sangat segar, seperti baru terlahir kembali untuk kedua kalinya.

Di dalam tubuhnya, perubahan yang luar biasa telah terjadi.

Tubuh Meridian Naga Langit yang tadinya tingkat 3 kini sudah naik menjadi tingkat 4. Meridian emas di dalam tubuhnya yang tadinya selebar sungai besar kini selebar lautan yang tidak berujung, mengalir dengan deras dan mengeluarkan auman naga yang sangat agung di setiap tarikan napasnya.

Kultivasinya yang kemarin turun menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak karena kehilangan setetes Darah Naga Murni, kini tidak hanya pulih total, tapi bahkan naik pesat menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat enam! Naik tiga tingkat sekaligus hanya dalam satu malam!

Dan di dalam benaknya, Teknik Pedang Embun Beku yang tadinya hanya tingkat mahir puncak kini sudah mencapai tingkat sempurna, tingkat tertinggi yang bahkan pencipta teknik itu sendiri belum tentu bisa capai.

Semua ini adalah hadiah dari Sesi Penyembuhan Terakhir dan Ikatan Jiwa dengan Istri Kaisar pertamanya.

Arya menoleh ke samping.

Di sampingnya, masih tertidur pulas dengan wajah yang damai dan bahagia, adalah Sekar Embun.

Rambut hitam panjangnya yang biasanya tergerai rapi kini sedikit berantakan dan tergerai indah di atas bantal putih, wajahnya yang biasanya dingin seperti gunung es kini memerah dengan senyum bahagia yang sangat indah dalam tidurnya, napasnya teratur dan tenang tanpa sedikit pun rasa sakit yang biasanya mengganggunya setiap malam selama dua puluh dua tahun.

Tubuh Meridian Embun Bekunya yang sudah menyiksanya selama dua puluh dua tahun kini sudah sembuh total, tidak ada lagi es yang membeku di meridian terdalamnya, tidak ada lagi rasa sakit dingin yang menusuk jiwa setiap malam. Kultivasinya yang sudah lama tertahan di Alam Raja Langit tingkat satu puncak kini sudah stabil di Alam Raja Langit tingkat tiga, bahkan sedikit menyentuh ambang tingkat empat.

Dan yang paling penting, di dahinya yang putih bersih, ada sebuah tanda kecil berbentuk bunga teratai es berwarna biru es dengan corak sisik naga emas di tengahnya yang berkilauan pelan di bawah cahaya matahari pagi. Tanda itu adalah Tanda Istri Kaisar, tanda bahwa jiwanya sudah terikat sepenuhnya dengan jiwa Arya seumur hidup, tidak akan pernah terpisah bahkan setelah kematian.

Tanda yang sama juga ada di dahi Arya, tapi warnanya emas dengan corak teratai es biru di tengahnya, Tanda Kaisar.

Arya menatap wajah tidur Sekar Embun yang cantik dan damai itu dengan penuh rasa cinta dan rasa tanggung jawab yang sangat besar. Dia mengulurkan tangannya yang hangat dan dengan lembut menyentuh pipi dingin Sekar Embun yang memerah itu.

Sentuhan hangat itu membuat Sekar Embun sedikit mengerutkan keningnya dalam tidur dan perlahan lahan membuka matanya yang indah.

Mata biru esnya yang baru bangun itu menatap mata emas naga Arya yang sudah bangun lebih dulu.

Untuk sesaat, keduanya hanya saling menatap tanpa berkata apa apa, hanya ada keheningan yang hangat dan bahagia di antara mereka.

Lalu, wajah Sekar Embun yang baru bangun itu langsung memerah total hingga ke lehernya saat ingatan tentang apa yang terjadi semalam kembali muncul di benaknya.

Sesi Penyatuan Jiwa, pelukan, janji seumur hidup, dan panggilan istriku yang membuatnya menangis bahagia semalam.

"Ka... kamu sudah bangun..." Sekar Embun berbisik dengan suara yang sangat kecil dan malu, buru buru menarik selimut putih untuk menutupi wajahnya yang memerah seperti seorang gadis kecil yang malu, sama sekali tidak terlihat seperti Bidadari Pedang Embun yang ditakuti banyak orang.

Arya tertawa kecil melihat tingkah malu malu istri pertamanya itu. Dia menarik selimut itu dengan pelan dan menatap mata Sekar Embun yang masih memerah itu dengan lembut.

"Selamat pagi, istriku," sapa Arya dengan suara lembut dan penuh cinta.

Panggilan istriku itu membuat tubuh Sekar Embun bergetar pelan dan wajahnya semakin memerah, tapi kali ini dia tidak menghindar, dia hanya menundukkan kepalanya dengan malu dan mengangguk kecil.

"Selamat pagi... suamiku..." jawab Sekar Embun dengan suara yang hampir tidak terdengar, tapi cukup jelas untuk membuat jantung Arya berdegup kencang dengan bahagia.

Di dalam kepala Arya, suara sistem yang sudah menunggu sejak pagi itu akhirnya berbunyi dengan sangat meriah, bahkan lebih meriah dari kembang api di festival tahun baru.

[DING! Selamat Tuan Rumah! Sesi Penyembuhan Terakhir Penyatuan Jiwa Es dan Naga selesai dengan sempurna!]

[Kepercayaan Sekar Embun: 100%! Status: Istri Kaisar Pertama! Tanda Istri Kaisar aktif!]

[Tubuh Meridian Embun Beku Sekar Embun sembuh total! Kultivasi Sekar Embun: Alam Raja Langit tingkat 3 puncak!]

[Hadiah Utama untuk Tuan Rumah: Tubuh Meridian Naga Langit naik ke tingkat 4! Kultivasi naik ke Alam Jiwa Kesatria tingkat 6! Teknik Pedang Embun Beku naik ke tingkat sempurna!]

[Hadiah Tambahan Ikatan Jiwa: Teknik Kombinasi Suami Istri - Pedang Naga Es Penghancur Dunia! Teknik ini hanya bisa digunakan bersama Istri Kaisar Sekar Embun, kekuatannya setara dengan serangan Alam Raja Langit tingkat 6!]

[Hadiah Tambahan: 2000 Poin Takdir!]

[Poin Takdir saat ini: 6200!]

Arya membaca semua hadiah itu dengan mata yang berbinar. Teknik kombinasi suami istri yang kekuatannya setara dengan Alam Raja Langit tingkat 6! Dengan teknik itu, bahkan jika Tetua Agung Darah Hitam yang Alam Raja Langit tingkat 8 datang sekarang, dia dan Sekar Embun bersama sama masih bisa melawannya!

Pada saat itu, suara lonceng besar yang sangat keras dan agung tiba tiba menggema ke seluruh Perguruan Langit Biru, membangunkan semua murid yang masih tertidur.

GONG! GONG! GONG!

Tiga kali lonceng berbunyi. Itu adalah tanda bahwa ada pengumuman yang sangat penting dari Pemimpin Perguruan yang harus didengar oleh semua murid dan tetua di Balai Utama.

Arya dan Sekar Embun yang masih berbaring di tempat tidur itu saling menatap dengan sedikit kaget.

"Lonceng Balai Utama? Apa yang terjadi? Apakah Sekte Darah Hitam menyerang lagi?" tanya Sekar Embun dengan wajah yang kembali serius, Bidadari Pedang Embun yang dingin itu kembali muncul.

Arya menggelengkan kepalanya. Melalui ikatan jiwa mereka, dia bisa merasakan bahwa tidak ada aura bahaya di sekitar perguruan.

"Sepertinya bukan serangan, tapi pengumuman penting. Mungkin tentang Kompetisi Puncak Langit yang akan dimajukan? Ayo kita pergi melihatnya, istriku," kata Arya sambil bangun dari tempat tidur dan mengambil jubah biru mudanya yang bersih yang sudah disiapkan Sekar Embun di samping tempat tidur.

Sekar Embun juga bangun dengan wajah masih memerah, mengambil gaun putihnya dan mengenakannya dengan cepat. Saat dia mengenakan gaunnya, tanda teratai es di dahinya berkilauan pelan dan menghilang, menyembunyikan dirinya agar tidak dilihat orang lain. Tanda itu hanya akan muncul saat dia dan Arya berdekatan atau saat mereka menggunakan teknik kombinasi.

Setelah berpakaian rapi, mereka berdua berjalan keluar dari pondok bambu.

Begitu mereka keluar, mereka tertegun melihat pemandangan di depan mereka.

Seluruh Puncak Embun yang biasanya hanya putih karena salju, kini penuh dengan lautan bunga teratai es yang mekar dengan indah di mana. Bunga bunga itu berwarna putih bersih dengan sedikit semburat biru es dan emas, memancarkan aroma harum yang menenangkan dan membuat seluruh puncak terasa seperti surga.

Sekar Embun menatap lautan bunga itu dengan mata yang berbinar penuh kebahagiaan. Dia tahu bunga bunga itu mekar karena kehangatan cinta mereka semalam.

"Indah sekali..." bisik Sekar Embun dengan pelan.

Arya menggenggam tangan dingin Sekar Embun dengan lembut. "Tidak seindah kamu, istriku."

Wajah Sekar Embun memerah lagi mendengar gombalan itu, tapi dia tidak melepaskan genggaman tangan Arya, justru menggenggamnya lebih erat.

Mereka berdua terbang dengan pedang es mereka menuju Balai Utama di kaki gunung, bergandengan tangan di atas lautan bunga teratai es yang mekar di bawah cahaya matahari pagi, seperti sepasang dewa dan dewi yang turun dari langit.

Di Balai Utama, semua murid dan tetua sudah berkumpul dengan wajah tegang.

Di depan Balai Utama, berdiri Pemimpin Perguruan Langit Biru dengan wajah serius, di sampingnya ada Luna Maheswari dengan gaun putih teratai emasnya yang anggun, dan di belakang mereka ada beberapa tetua inti, termasuk Tetua Lotus yang wajahnya terlihat pucat dan gelisah sejak kemarin setelah gagal mendapatkan Bunga Teratai Suci 1000 tahun, dan Kezia Adinegara yang berdiri di belakang Tetua Lotus dengan wajah hitam karena malu setelah dipermalukan Arya di Gudang Obat kemarin.

Melihat Arya dan Sekar Embun datang bergandengan tangan dan mendarat dengan anggun di depan Balai Utama, semua mata langsung tertuju kepada mereka.

Banyak murid pria yang menatap Arya dengan mata penuh iri dan cemburu karena bisa menggandeng tangan Bidadari Pedang Embun yang selama ini tidak pernah membiarkan pria mana pun mendekat dalam jarak tiga meter.

Banyak murid wanita yang menatap Sekar Embun dengan mata penuh iri karena bisa mendapatkan murid jenius seperti Arya Langit yang kemarin baru saja membunuh Alam Raja Langit tingkat tiga.

Dan Luna Maheswari yang melihat Arya dan Sekar Embun bergandengan tangan itu, matanya sedikit berkaca kaca dengan rasa cemburu, tapi dia tersenyum tulus dan mengangguk kecil kepada Sekar Embun, memberi selamat kepada teman barunya itu.

Sekar Embun yang melihat anggukan Luna itu juga mengangguk kecil dengan wajah sedikit malu, mengakui bahwa Luna adalah teman, bukan musuh.

Pemimpin Perguruan yang melihat Arya dan Sekar Embun datang, dia tersenyum dengan puas dan bahagia. Dia sudah mendengar dari penjaga gudang tentang apa yang terjadi kemarin di Gudang Obat dan dia tahu Sekar Embun sudah sembuh total dan kultivasinya naik ke Alam Raja Langit tingkat tiga puncak. Semua ini berkat murid jenius di depannya ini.

"Baik, karena semua sudah berkumpul, aku akan mengumumkan dua hal penting," kata Pemimpin Perguruan dengan suara yang keras dan agung hingga terdengar ke seluruh perguruan.

"Pertama, seperti yang kalian lihat semalam, Tetua Darah dari Sekte Darah Hitam berani menyerang Puncak Embun kita di siang bolong dan sudah dibunuh oleh murid Puncak Embun, Arya Langit! Ini adalah provokasi besar dari Sekte Darah Hitam terhadap Perguruan Langit Biru kita! Oleh karena itu, mulai hari ini, Perguruan Langit Biru kita akan menyatakan perang terhadap Sekte Darah Hitam! Semua murid yang bertemu dengan anggota Sekte Darah Hitam di luar, bunuh tanpa ampun!"

Sorak sorai keras dan penuh semangat langsung meledak dari semua murid yang mendengar pengumuman perang itu. Mereka sudah lama membenci Sekte Darah Hitam yang kejam itu.

"Kedua," Pemimpin Perguruan melanjutkan setelah sorak sorai itu reda, suaranya menjadi sedikit lebih serius. "Karena ancaman Sekte Darah Hitam yang semakin besar, dan karena permintaan dari Istana Teratai Suci dan Kekaisaran Langit Biru, Kompetisi Puncak Langit yang seharusnya dilakukan satu bulan lagi, akan dimajukan menjadi sepuluh hari lagi! Dan hadiah untuk juara pertama kompetisi kali ini bukan hanya posisi murid inti nomor satu, tapi juga..."

Pemimpin Perguruan berhenti sejenak dan menatap Luna Maheswari di sampingnya, lalu tersenyum.

"Hadiahnya adalah kesempatan untuk memasuki Kolam Teratai Suci di Istana Teratai Suci bersama Putri Suci Luna Maheswari untuk melakukan kultivasi bersama selama satu bulan! Ini adalah kesempatan yang tidak pernah ada dalam seratus tahun terakhir!"

Begitu pengumuman kedua itu keluar, seluruh Balai Utama meledak dengan keributan yang sepuluh kali lipat lebih keras dari sebelumnya.

Kultivasi bersama dengan Putri Suci di Kolam Teratai Suci selama satu bulan! Itu adalah impian dari semua pria di wilayah ini!

Bahkan Kezia Adinegara dan Rafa Adiputra yang tadinya wajahnya hitam karena malu, kini mata mereka berbinar dengan ambisi yang sangat besar. Jika mereka bisa memenangkan kompetisi dan memasuki Kolam Teratai Suci bersama Luna, mereka bisa mendapatkan Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa milik Luna!

Arya yang mendengar pengumuman itu, matanya juga berbinar, tapi bukan karena ambisi untuk mendapatkan Luna, tapi karena dia tahu ini adalah kesempatan terbaik untuk menggagalkan rencana Sekte Darah Hitam yang akan menculik Luna di dalam Kolam Teratai Suci nanti.

Sepuluh hari lagi, bukan satu bulan lagi. Waktunya semakin singkat.

Di sampingnya, Sekar Embun yang mendengar bahwa suaminya akan berkultivasi bersama dengan Luna Maheswari selama satu bulan di kolam yang sama, tangan yang menggenggam tangan Arya itu sedikit mengencang dengan cemburu, kukunya sedikit menusuk telapak tangan Arya.

Arya yang merasakan cubitan cemburu dari istri pertamanya itu hanya bisa meringis kecil menahan sakit sambil tersenyum kecut.

Sepertinya sepuluh hari ke depan akan menjadi sepuluh hari yang sangat sibuk dan sangat penuh dengan perang cemburu di antara istri pertama dan calon istri keduanya.

Dan di dalam kerumunan, Tetua Lotus yang mendengar bahwa kompetisi dimajukan menjadi sepuluh hari lagi, wajahnya yang pucat itu sedikit tersenyum licik.

Sepuluh hari lagi, di dalam Kolam Teratai Suci, rencana mereka yang sebenarnya akan dimulai, rencana yang jauh lebih besar dan lebih mengerikan dari sekadar menculik Luna Maheswari.

Rencana untuk membangkitkan Leluhur Darah Hitam yang sudah tertidur selama seribu tahun dengan menggunakan darah dari semua jenius yang masuk ke dalam Kolam Teratai Suci nanti sebagai tumbal.

Kompetisi Puncak Langit yang akan datang, bukan lagi sekadar kompetisi untuk menentukan murid terkuat, tapi akan menjadi medan pembantaian yang akan menentukan nasib seluruh Perguruan Langit Biru dan Istana Teratai Suci.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!