NovelToon NovelToon
Langit Yang Menyimpan Janji

Langit Yang Menyimpan Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia kultivasi terbagi menjadi banyak sekte dan keluarga besar. Orang-orang berlomba mencapai tingkat tertinggi demi keabadian.
Tapi protagonis kita?
Seorang pemuda biasa yang dianggap sampah oleh semua orang.
Dia nggak punya bakat kultivasi yang bagus. Bahkan keluarganya sendiri malu mengakuinya.
Sampai suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis dari sekte besar.
Cantik, dingin, berbakat, dan statusnya jauh di atasnya.
Awalnya mereka saling benci.
Lalu mulai saling peduli.
Lalu muncul masalah...
Si gadis ternyata sudah dijodohkan dengan seorang jenius dari sekte lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Pagi menyingsing terlalu cepat.

Shen Yunche sama sekali tidak memejamkan mata semalaman. Dia hanya duduk mematung di sudut jendela, menatap kosong ke arah halaman yang perlahan tersiram cahaya fajar. Liontin hitam peninggalan ayahnya tergeletak begitu saja di atas meja kayu—sama sekali tak tersentuh.

Sejak kegelapan malam membungkus Kota Qinghe, satu nama terus bergema tanpa henti di dalam kepalanya: Gu Tianming. Ayah kandung Gu Qingli. Pria yang dituduh sebagai sosok pembunuh ayahnya.

Yunche memejamkan mata rapat-raptar, meremas jemarinya sendiri. Seketika, bayangan Gu Qingli berputar di benaknya—senyum tipisnya yang langka, tatapannya yang seolah dingin namun penuh perhatian, hingga bisikan lembutnya: 'Aku akan terus-menerus mengobatimu.'

"Tidak..." Yunche menggelengkan kepala keras-keras. "Aku tidak percaya begitu saja."

Memang benar suara gaib dari liontin itu menuding Gu Tianming sebagai dalang pembunuhan Shen Tianyu. Namun, Yunche tidak menyaksikannya dengan matanya sendiri. Lagi pula, selama belasan tahun tumbuh besar, Patriark Gu tidak pernah sekalipun menunjukkan gelagat buruk kepadanya. Hubungan antara Keluarga Shen dan Keluarga Gu pun terjalin amat erat.

Jika Gu Tianming memang benar-benar pembunuh ayahnya... lantas apa alasannya? Apa motif di balik pengkhianatan sekejam itu?

Yunche beranjak berdiri dari kursinya. "Aku harus mencari tahu kebenarannya sendiri."

Tetapi, bagaimana caranya? Dari mana dia harus mulai melangkah? Yunche menghela napas panjang, kepalanya terasa amat berat.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan pelan di pintu kamarnya membuyarkan lamunan Yunche. Dia menoleh cepat. "Siapa?"

Hening, tak ada sahutan dari luar.

Tok! Tok!

Yunche melangkah mendekat lalu menarik pintu kamarnya lebar-lebar. Lorong di luarnya kosong melompong, tak ada sesosok manusia pun di sana. Namun saat Yunche menurunkan pandangannya, dia menemukan sebuah benda tergeletak di lantai depan pintu: sebuah gulungan surat.

Yunche mengambil surat tersebut. Tanpa nama pengirim, tanpa alamat tujuan. Begitu dia membukanya, hanya ada satu kalimat singkat yang tertera di sana:

Datanglah ke Hutan Bambu Utara sebelum matahari terbenam. Sendirian.

Yunche mengerutkan kening. Namun, matanya mendadak membelalak saat melihat ukiran simbol misterius di pojok bawah kertas—sebuah pola ukiran yang persis sama dengan simbol pada liontin hitam peninggalan ayahnya.

Tubuh Yunche membeku seketika. "Siapa... siapa yang mengirimkan surat ini?"

Siang harinya di Kediaman Keluarga Gu.

Gu Qingli berdiri termenung di tengah halaman latihan. Tangan kanannya menggenggam erat gagang pedang, namun tubuhnya bergeming. Pikirannya melayang jauh dari tempat itu.

Sejak mendengarkan percakapan rahasia ayahnya semalam, seluruh dunianya seolah jungkir balik. Shen Yunche, Shen Tianyu, dan masa lalu yang tersembunyi... semuanya bagaikan potongan teka-teki rumit yang tak mampu dia susun. Dan yang paling menghujam lubuk hatinya saat ini hanyalah satu ketakutan besar: Jika suatu hari Yunche tahu kebenarannya, apakah pemuda itu akan membencinya?

Gu Qingli memejamkan mata menghalau sesak di dadanya.

"Qingli."

Gu Qingli tersentak lalu menoleh. Gu Tianming sudah berdiri anggun tak jauh di belakangnya.

"Ayah..."

"Mengapa kau melamun dan tidak berlatih?" tanya Gu Tianming memperhatikan putrinya.

"Sedang tidak ingin saja," jawab Gu Qingli singkat.

Kening Gu Tianming bertaut halus. "Jarang sekali kau bersikap seperti ini."

Gu Qingli menatap lurus ke arah ayahnya, keberanian mendadak menyusup ke dalam dadanya. "Ayah."

"Hm?"

"Apakah Ayah... pernah membunuh seseorang?"

Gu Tianming membeku seketika. Meski hanya berlangsung sepersekian detik sebelum pria itu menguasai diri kembali, perubahan mikro pada raut wajah ayahnya tak luput dari pengamatan tajam Gu Qingli.

"Kenapa kau mendadak menanyakan hal sepele seperti itu?" tanya Gu Tianming datar.

"Jawab saja, Ayah."

Gu Tianming membisu sejenak sebelum bersuara dingin, "Setiap orang yang meniti jalan kultivasi pasti pernah menumpahkan darah."

"Bukan itu maksudku," potong Gu Qingli cepat.

"Lantas?"

Gu Qingli mengunci pandangannya pada mata sang ayah, menyuarakan satu nama yang menghantuinya semalaman. "Shen Tianyu."

Atmosfer di sekitar mereka seketika membeku. Nama itu seolah membawa hawa dingin yang mencengkeram udara siang itu. Gu Tianming menatap putrinya dalam-dalam. "Siapa yang memberitahumu nama itu?"

Reaksi sang ayah membuat Gu Qingli sadar bahwa kecurigaannya sama sekali tidak salah. "Jadi... itu benar?"

"Qingli..."

"Ayah mengenalnya, kan?" tuntut Gu Qingli.

"Tentu saja aku mengenalnya."

"Lebih dari sekadar kenalan seperti yang Ayah ceritakan selama ini?"

Gu Tianming memilih untuk tidak menjawab. Gu Qingli menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyuman pahit yang sarat akan kekecewaan.

"Semua orang ternyata tahu sesuatu..." gumam Gu Qingli menatap ayahnya nanar. "Dan semua orang kompak menyembunyikan hal itu dariku."

"Qingli, dengarkan Ayah—"

"Kenapa harus dirahasiakan?" sela Gu Qingli.

Gu Tianming melangkah maju, wajahnya menegang. "Ini sama sekali bukan urusanmu!"

"Shen Yunche adalah temanku!" seru Gu Qingli, suaranya bergetar menahan emosi.

Langkah Gu Tianming terhenti seketika. Sorot matanya berubah drastis—jauh lebih tajam dan menekan. "Jangan pernah berhubungan terlalu dekat lagi dengannya."

"Kenapa?"

"Karena..." Gu Tianming menggantung kalimatnya, kepalan tangannya menyempit di balik jubah. "Karena Keluarga Shen dan Keluarga Gu..."

"Akan bermusuhan?" tembak Gu Qingli langsung.

"Belum saatnya."

"Kalau begitu, apa alasannya Ayah melarangku?"

Gu Tianming menatap putrinya dengan raut wajah yang amat berat. "Jika kau terus-menerus berada di sisinya... pada akhirnya kau sendiri yang akan terluka, Qingli."

Gu Qingli tersenyum miris mendengar kalimat yang sudah terlampau sering mampir di telinganya itu. "Ayah... rasanya semua orang selalu mengucapkan kalimat yang sama kepadaku."

Gu Tianming bungkam. Gu Qingli berbalik dan melangkah pergi melewatinya begitu saja. Namun tepat sebelum melangkah lebih jauh, gadis itu menyempatkan diri menoleh sebentar.

"Jika pada akhirnya aku memang harus terluka..." bisik Gu Qingli dengan nada dingin namun mantap, "...maka setidaknya, aku ingin tahu alasan pasti di balik rasa sakit itu."

1
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
lanjut lagi
Alia Chans
Datang tiba-tiba, tujuan nya Darah 😭😭
apa gk syok tuh thor
obeng min
luar biasa
obeng min
hurra
obeng min
josss
obeng min
mana nih ketua
DeZigur: besok bang. 5 bab crazy up.
total 1 replies
obeng min
joss
obeng min
mantap
obeng min
lanjut thor
obeng min
gas thor mantap💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Semoli Ginon
blom waktunga yunche. sabar 🤭
Semoli Ginon
🤣🤣
Semoli Ginon
duh yunche celamitan pula/Cry/
Semoli Ginon
dasar mc koplak emang 🤣
Semoli Ginon
merepet aja mulutnya yunche. husss diam dulu
Semoli Ginon
sangat tidak sopan 🤣
Semoli Ginon
mc nya rada koplak ini ya? 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!