NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario

​Malam merambat tenang di atas langit Jakarta. Jam dinding di kamar utama apartemen mewahtu menunjukkan pukul delapan malam.

​Setelah melewati siang yang menguras emosi dimulai dari memantau pengusiran Mama Rahma hingga mendampingi penjemputan Kak Olan dan Ko Felix akhirnya aku bisa bernapas lega. Kak Olan dan Ko Felix baru saja mengantarku kembali ke apartemen Central Park setengah jam yang lalu sebelum mereka berdua kembali ke penthouse Senopati untuk mengurus berkas eksekusi hukum Aris.

​Kini, aku sudah membersihkan diri, mengenakan piyama sutra yang nyaman, dan bersandar santai di atas tempat tidur berukuran king-size.

​Suasana kamar hangat dengan pencahayaan remang-remang yang menenangkan. Di atas layar televisi berukuran 65 inci yang terpasang di dinding depan tempat tidurku, aku menyalakan tayangan film kartun favoritku. Suara melodi jenaka dan petualangan karakter animasi yang lucu menjadi terapi sederhana untuk memulihkan kelelahan mentalku.

​KRINGGG! KRINGGG!

​Suara dering ponsel pintar yang tergeletak di atas nakas memecah ketenangan kamar.

​Aku melirik layarnya. Nama Siska tertera di sana. Aku menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinga.

​"Halo, Siska? Ada apa malam-malam begini?" tanyaku santai.

​"Bu Tita! Ibu lagi di mana sekarang?!" suara Siska di seberang telepon terdengar sangat panik sekaligus geram. "Tolong cepat nyalakan televisi, Bu! Pindah ke saluran Infotainment Line sekarang juga!"

​Aku mengerutkan dahi, bingung dengan intonasi panik asisten pribadiku itu. "Ada apa memangnya, Siska? Ini saya lagi nonton film kartun."

​"Larasati, Bu! Wanita selingkuhan Pak Aris itu lagi diwawancara live oleh wartawan infotainment di depan gedung kepolisian!" cecar Siska penuh emosi.

"Dia benar-benar tidak tahu malu! Dia sengaja bikin konferensi pers darurat dan memfitnah Ibu habis-habisan!"

​Mendengar nama Larasati, rasa santaiku seketika menguap. Aku menyambar remote televisi, mengganti saluran dari film kartun menuju saluran berita infotainment yang disebutkan Siska.

​"Baik, Siska. Saya lihat sekarang," ucapku pelan sebelum mematikan sambungan telepon.

​Layar televisi seketika berubah. Pemandangan kerumunan wartawan dengan kilatan lampu kamera memenuhi layar. Di tengah-tengah kerumunan itu, berdiri sosok Larasati.

​Wanita berusia dua puluh tahun itu mengenakan pakaian longgar yang memperlihatkan perutnya yang sedikit membuncit sengaja menonjolkan kehamilannya untuk mencari simpati publik. Wajah cantiknya dipoles riasan tipis bercampur air mata buatan. Ia memegang mikrofon dengan tangan gemetar, berakting bagaikan korban penindasan yang paling malang di muka bumi.

​"...Saya di sini cuma mau menuntut keadilan untuk bayi yang ada di dalam kandungan saya!" tangis Larasati pecah di depan kamera infotainment, suaranya dibuat-buat sesenggukan. "Mas Aris itu suami saya! Kami memang menikah siri, tapi anak ini butuh nafkah dan kasih sayang seorang ayah! Tapi Mbak Titania... istri sah Mas Aris yang kaya raya itu... sengaja merampas seluruh harta Mas Aris dan memenjarakan suami saya secara sewenang-wenang!"

​Aku menyilangkan tangan di dada, menyunggingkan senyuman dingin menatap kebohongan murah yang sedang dipertontonkan wanita muda itu di layar televisi.

​"Saya ini didzalimi oleh Mbak Titania!" lanjut Larasati dengan nada suara melengking dramatis. "Sebagai sesama wanita dan istri sah yang berkecukupan, harusnya Mbak Titania memberikan kompensasi ganti rugi dan dana jaminan hidup untuk saya dan calon bayi ini! Bukan malah menutup akses rezeki kami dan mengusir keluarga kami! Mbak Tita tidak punya rasa kemanusiaan!"

​Larasati menyapu air matanya dengan tisu, menatap kamera dengan pandangan penuh harapan agar publik iba padanya.

​Namun, drama murahan itu justru menjadi bumerang paling konyol yang pernah kubayangkan.

​Bukannya mendapatkan simpati atau perhatian hangat dari para wartawan di lokasi wawancara, suasana di depan kamera justru diwarnai oleh helaan napas sinis dan celetukan dingin dari para awak media. Tidak ada satu pun wartawan yang memberikan pertanyaan bernada membela atau kasihan pada wanita muda itu. Mereka semua tahu latar belakang kasus penipuan cek kosong Aris Pratama.

​TING!

​Sebuah notifikasi obrolan masuk ke ponselku.

​Aku melirik layar. Kak Olan baru saja mengirimi pesan WhatsApp berisikan sebuah tautan live streaming tayangan wawancara Larasati yang sedang disiarkan ulang secara langsung di platform TikTok dan Instagram.

​[Kak Olan]: Tita, coba kamu lihat komentar di link live ini. Perempuan 20 tahun ini benar-benar mempermalukan dirinya sendiri di depan seluruh rakyat Indonesia.

​Aku menekan tautan yang dikirimkan Kak Olan. Layar ponselku seketika menampilkan siaran langsung tayangan infotainment tersebut lengkap dengan gulir live chat yang meluncur sangat cepat di sisi bawah layar.

​Ratusan ribu netizen sedang menonton live tersebut, dan kolom komentar meledak oleh amukan, hujatan, serta ejekan yang seratus persen ditujukan untuk Larasati.

​@Rina_Anggraini: "Najis banget pelakor jaman sekarang! Udah ngerebut suami orang, ngembat duit perusahaan, sekarang minta kompensasi pulak?! Muka lu terbuat dari semen tahan gempa ya mbak?."

​@Budi_Santoso99: "Umur baru 20 tahun tapi bakat jadi penjahatnya udah pro banget. Lu yang selingkuh, lu yang makan uang haram, terus lu menuduh korban mendzalimi lu?! Waras gak sih nih cewe?."

​@Siti_Khadijah: "Kompensasi jidatmu meledak! Yang harusnya bayar ganti rugi miliaran itu LU sama Aris ke Ibu Tita! Pelakor gak tahu diri, sok-sokan bawa-bawa bayi buat tameng."

​@Dinda_GlowincFans: "Gua kira pelakornya bakal pinteran dikit, ternyata salah alamat wkwkwk! Yang dia serang bukan cewe rumahan biasa, tapi Ibu Titania CEO Glowinc Group! Sekali colek, pengacara kelas atas langsung meratakan hidup lu Mbak Larasati."

​@Rian_Kurniawan: "Wartawannya aja pada males nanggapin wkwk. Drama cewe matre kena batunya. Harta ditarik, laki masuk bui, sekarang ngemis ganti rugi di TV. Benar-benar komedi terbaik malam ini."

​Aku membaca komentar demi komentar yang terus bermunculan tanpa henti.

​Sesuai dugaan, seratus persen netizen Indonesia sama sekali tidak memiliki rasa simpati atau respek pada Larasati. Narasi "istri siri yang terzalimi" yang diusungnya hancur lebur di hadapan fakta bahwa dirinya adalah seorang wanita idaman lain yang menikmati uang hasil penggelapan dana perusahaan milik istri sah.

​Tiba-tiba, notifikasi akun Instagram pribadiku meledak hebat. Ribuan panggilan dan sebutan (tag) dari netizen memenuhi akun sosial mediaku.

​Aku membuka aplikasi Instagram-ku. Kolom komentar di unggahan foto terakhirku dibanjiri oleh puluhan ribu pesan dari masyarakat umum dan para pengikut setia produk Glowinc Group.

​@Netizen_Maju12: "Ibu @Titania_Pratama tolong jangan kasih ampun sama pelakor di TV itu Bu! Laporkan juga media infotainment yang kasih panggung buat penjahat kayak Larasati."

​@Maya_BeautyCare: "Bu Tita, kita semua netizen di belakang Ibu! Tolong tuntut balik Larasati atas pencemaran nama baik dan ujaran kebencian! TV kok malah nampilin pelakor ngemis kompensasi, gak edukatif banget."

​@Pengamat_Hukum_ID: "Secara hukum tindakan Larasati di wawancara ini sudah masuk unsur fitnah dan UU ITE. Bu Tita tinggal melambaikan tangan, stasiun TV-nya sama Larasati bisa kena sanksi KPI dan pidana."

​Melihat gelombang dukungan yang begitu luar biasa dari seluruh masyarakat Indonesia, aku menyandarkan tubuhku di kepala tempat tidur sembari menghembuskan napas panjang.

​Dahulu, ketika aku masih dibutakan oleh cinta untuk Aris, aku selalu takut pada pendapat publik. Aku selalu khawatir jika skandal rumah tanggaku terbongkar, reputasi perusahaan dan keluargaku akan tercoreng.

​Namun malam ini, aku menyadari satu hal penting, Kebenaran tidak pernah salah menemukan jalannya.

​Larasati yang berniat memanfaatkan media massa untuk mengintimidasi dan merusak citraku justru secara tidak sadar menggali lubang kuburnya sendiri. Masyarakat zaman sekarang sudah sangat cerdas untuk membedakan siapa korban yang sebenarnya dan siapa penjahat yang berakting menjadi korban.

​Ponselku kembali bergetar. Kali ini nama Ko Felix yang tertera di layar.

​Aku menggeser ikon hijau. "Halo, Ko Felix?"

​"Kamu sudah lihat siaran di TV?" tanya Ko Felix langsung tanpa basa-basi, suaranya di seberang telepon terdengar sangat tenang namun membawa hawa dingin yang mematikan.

​"Sudah, Ko. Siska dan Kak Olan baru saja mengirimi saya tautannya," sahutku jujur.

​"Bagus," balasan Ko Felix singkat. "Tim hukum saya di Jakarta baru saja merampungkan draf laporan polisinya. Tindakan Larasati bicara di TV malam ini memberi kita amunisi tambahan untuk menjeratnya dengan pasal fitnah, pencemaran nama baik melalui media elektronik, serta pasal pencucian uang sebagai penampung dana kejahatan Aris."

​Aku menelan ludah parau, bisa merasakan betapa mengerikannya kecepatan kerja Ko Felix.

​"Ko Felix mau melaporkan Larasati malam ini juga?" tanyaku memastikan.

​"Bukan cuma Larasati," potong Ko Felix dingin. "Saya juga sudah memerintahkan tim hukum untuk melayangkan surat teguran keras dan somasi terbuka kepada jajaran direksi stasiun televisi yang menyiarkan wawancara itu. Jika dalam waktu satu kali dua puluh empat jam mereka tidak meminta maaf secara terbuka kepada kamu dan Glowinc Group, izin siar mereka akan kami tuntut di pengadilan."

​Aku tertegun sejenak. Ancaman Ko Felix tidak pernah main-main. Pria Tionghoa berdarah dingin itu sanggup mengguncang sebuah stasiun televisi nasional hanya karena mereka memberikan panggung pada wanita yang mencoba memfitnahku.

​"Terima kasih banyak ya, Ko Felix... Kak Olan... karena selalu menjaga Tita," ucapku tulus.

​"Kamu tidak perlu berterima kasih," jawab Ko Felix datar. "Tugas kamu malam ini cuma satu, matikan televisi itu, istirahat yang cukup dan biarkan kami yang membersihkan sisa kotoran ini besok pagi."

​"Baik, Ko," anggukku.

​Setelah menutup sambungan telepon dari Ko Felix, aku mematikan siaran berita di televisi menggunakan remote control, lalu mengembalikan salurannya ke tayangan film kartun yang lucu.

​Aku mematikan lampu nakas, merapatkan selimut sutra hangat yang membungkus tubuhku, dan memejamkan mata dengan perasaan sangat damai.

​Di luar sana, di bawah sorotan lampu kamera dan hujatan ratusan juta netizen Indonesia, Larasati mungkin sedang menangis ketakutan meratapi kehancuran rencananya. Ia baru saja menyadari bahwa berurusan dengan Titania dan dua singa pelindung di belakangku adalah kesalahan terbesar yang menuntun hidupnya menuju kehancuran total.

​Malam semakin larut, dan aku tertidur lelap dengan senyuman tenang di bibirku.

1
Noey Aprilia
Udh nebak dr awl kl felix emng ada rsa sm tita...kl ga mh,ga mngkn rela ninggalin smuanya dmi mmbela tita...ykin bgt kl smua prosesnya cpt krna cmpr tngan dia.....😁😁😁....
tp bgus lh...saatnya ngejar cntamu kmbli y felix...
Noey Aprilia
Do'amu d kbulkn y jesika....bntr lg klian bkl ktmu sm mntan,bedanya sma2 jd gembel.....😛😛😛
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wega Luna
babat habis orang kayak mereka yg maunya instan dan gratisan🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha nikmati saat terakhir kamu Reno, kamu dan mama kamu juga akan jadi gembel
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai, terima saja konsekuensinya 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Nmanya hkum tabur tuai...
dlunya nabur kjhtan,skrng mnuai akibtnya....slmt jd gembel.....😛😛😛
Muft Smoker
dtggu season si Jessica tinggal di kolong jembatan kak 😒😒😒😒
Noey Aprilia
Ngsih mkan ank2nya dr hsil nipu sih,jdinya ya ky gt....yg 1 d sel,yg 1 mlah ga mau nampung emaknya....dfnisi hkum krma ta smnis kurma.....😛😛😛
Anita Rahayu
Thor adiknya masa gk kena miskin sih thor gk adil dong masa berat sebelah penebusan karmanya😤😤😤😤😤😤😤😤😤
blcak areng: sabar kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Aku lg byangin....hkumn apa yg bkl mreka ksih????d gebukin dlu,atw pke balok gt...ga mngkn sling jmbak kn y,scra bkn emak2 yg lg lbrak pelakor.....🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah semoga jantung si Aris Bae Bae aj ,,
😂😂😂 jgn sampe deh pindah ke jempol kaki ,, 😁😁😁😁
Muft Smoker: hadiiir kakk ,, duh jgn panggil2 gt doonk ,, gx kmn2 koq ,, msh di pantau si Aris dr sini ,, 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
aduuh si Aris otw jd perkedel niih ,,
tu laa akibat dr keserakahan berkedok pengen punya anak ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
waaah raja singa yg sesungguh ny ,, msh otw ke jakarta ,,
😱😱😱😱😱
Muft Smoker
bagus tita ,, hama Kya mereka yg gx pandai bersyukur mending hempas kan saja ,,
pdahl msh byk cara lain supaya punya anak ,, bisa adopsi anak kn ,, emnk dasar pgen selingkuh aj ,, 😒😒😒😒
Noey Aprilia
tragis jg y nsib mreka.....stlh msuk bui,gliran emaknya otw jd gmbel...
tp yg pling ngeri,nsibnya aris d pnjra.....scra kknya tita udh blik buat ngsih doa pljran......
Wega Luna
💪💪💪tita kamu keren perempuan kuat GK akan mengisi penghianatan,
Noey Aprilia
Ga msti viral krna jambak2an,toh akhrnya mreka kalah sndri....tkang tipu vs korban tipu...😛😛😛
Muft Smoker: kompak kn mereka kak ,, sang penipu dan si tertipu ,,
😂😂😂😂
total 1 replies
Lee Mba Young
keren istri sah🔥🔥🔥🔥
Noey Aprilia
Ckkk.....abg labil....
udh buka aib sndri,skrng mlah msuk kandang singa......ga ykin kl pad kluar dia msih utuh.....🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!