NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Level Dewa

Sistem Ayah Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Bapak rumah tangga
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Surya Mandala

"Arya Pratama adalah mahasiswa miskin yang hidup pas-pasan. Satu-satunya kebanggaannya adalah Kirana, pacar tercantik di kampus.

Namun segalanya hancur saat Kirana datang dengan kabar: ""Aku hamil."" Keluarga Kirana yang kaya raya menghina dan mengusirnya.

Dunia Arya runtuh—hingga sebuah sistem misterius aktif di kepalanya: [Sistem Ayah Level Dewa]. Setiap langkah tanggung jawabnya sebagai ayah diganjar hadiah luar biasa: uang miliaran, saham, teknologi canggih.

Kini Arya berjuang melawan preman, fitnah, dan musuh politik, sambil membangun kerajaan bisnis. Bisakah ia membuktikan bahwa menjadi ayah muda bukanlah akhir—melainkan awal dari segalanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Surya Mandala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Bab 004 - Badai Pertama

Ponsel Kirana terus bergetar di atas meja.

Mama.

Kirana duduk di tepi ranjang Apartemen Grand Surya Residence, Tower A Lt.16. Selimut masih menutup kakinya. Wajahnya pucat.

Arya berdiri di dekat pintu kamar.

"Angkat," katanya pelan.

"Aku belum siap."

"Kalau tidak diangkat, Ibu Ratna akan makin curiga."

Kirana memejamkan mata. Panggilan berhenti. Tiga detik kemudian, ponsel itu bergetar lagi.

Mama.

Kirana mengusap pipi, lalu menekan tombol terima.

"Halo, Ma."

Suara Ibu Ratna Sari terdengar kecil dari speaker, tetapi cukup jelas untuk membuat Kirana kaku.

"Kirana, kamu di mana? Mama telepon dari tadi. Semalam kamu juga balas WhatsApp pendek sekali."

"Aku... di tempat teman, Ma."

"Teman siapa?"

Kirana menatap Arya.

Arya menggeleng pelan. Jangan bohong terlalu jauh.

"Teman kampus. Aku ada tugas."

Di seberang sana hening sebentar.

"Suaramu kenapa? Kamu sakit?"

"Cuma capek."

"Kirana, jangan bohong sama Mama. Kamu kalau capek suaramu tidak seperti itu."

Kirana menggigit bibir sampai hampir berdarah.

Arya melangkah mendekat, tetapi tidak menyentuh ponsel. Ia hanya duduk di sampingnya.

"Ma, aku baik-baik saja."

"Kamu sudah makan?"

"Sudah."

"Uang bulanan masih ada?"

"Masih."

"Kalau ada masalah, bilang. Mama bisa datang ke Surabaya."

Kalimat itu membuat mata Kirana basah.

"Jangan, Ma. Mama istirahat saja. Lutut Mama sering sakit."

"Mama lebih takut kalau anak Mama kenapa-kenapa."

Kirana menutup mulut dengan tangan. Bahunya mulai bergetar.

Arya mengambil tisu dan menyerahkannya.

"Ma, nanti aku telepon lagi ya. Aku mau mandi."

"Kirana."

"Iya, Ma?"

"Kamu yakin tidak ada yang kamu sembunyikan?"

Kirana menahan napas. Beberapa detik berlalu tanpa suara.

"Aku cuma lelah."

Ibu Ratna menghela napas. "Baik. Jangan lupa sholat. Jangan telat makan. Mama sayang kamu."

Panggilan berakhir.

Kirana menatap layar ponsel yang sudah gelap. Lalu tangisnya pecah.

"Aku jahat, Arya. Aku bohong ke Mama."

Arya duduk di lantai di depan Kirana, agar tidak membuatnya merasa terpojok.

"Kita akan bilang. Tapi jangan lewat telepon saat kamu masih gemetar."

"Dia kerja dari subuh buat aku. Dia jual kue sampai tangannya kasar. Dia selalu bilang aku harus hidup lebih baik dari dia." Kirana menekan dadanya. "Sekarang aku hamil sebelum lulus."

"Kamu tetap akan lulus."

"Kamu bisa janji begitu?"

"Bisa. Aku bantu semua yang bisa aku bantu."

"Kamu tidak tahu Mama."

"Aku akan mengenalnya. Dan aku akan minta maaf langsung."

Kirana melihat Arya lama. Ada marah, takut, dan harapan di matanya.

"Kalau dia membencimu?"

"Aku terima."

"Kalau dia membenciku?"

"Aku berdiri di sampingmu sampai dia lelah membenci."

Kirana menunduk. Tangisnya mereda pelan.

Arya berdiri, mengambil air mineral, lalu membuka obat yang tadi mereka beli. Ia menyusun semuanya di meja: asam folat, vitamin, jadwal kontrol, map hasil pemeriksaan.

"Hari ini kamu istirahat. Aku ke kampus sebentar ambil beberapa berkas. Setelah itu kita ambil barangmu di kos."

"Jangan lama."

"Tidak."

Sebelum pergi, Arya mengecek pintu, kunci balkon, dan nomor resepsionis apartemen. Ia meninggalkan GR Supra di basement dan memesan ojek online ke kampus agar tidak menarik perhatian.

Ia belum tahu, perhatian sudah bergerak lebih cepat daripada dirinya.

Di Universitas Surya Laut, kabar kecil mulai berputar dari mulut ke mulut.

Kirana jarang masuk kelas.

Kirana terlihat di rumah sakit.

Kirana dijemput Arya.

Kirana masuk mobil mahal.

Di kantin fakultas, Denny Hartono mendengar semuanya dari seorang junior yang biasa ia traktir kopi.

Denny duduk dengan kemeja putih mahal dan jam Rolex di pergelangan tangan. Di meja depannya ada gelas kopi yang belum ia sentuh.

"Ulangi," katanya.

Junior itu menelan ludah. "Katanya Mbak Kirana keluar dari RS Darmo sama Arya. Terus ada yang lihat mereka naik mobil sport abu-abu."

"Mobil sport?"

"Iya, Kak. Tapi saya belum yakin."

Denny tertawa pendek.

"Arya Pratama? Anak kos itu?"

Junior itu mengangguk takut.

Denny mengambil ponsel dan membuka foto lama Kirana dari akun Instagram kampus. Di foto itu Kirana tersenyum saat menerima penghargaan mahasiswa berprestasi.

Rahang Denny mengeras.

Selama dua semester, ia mengirim bunga, tiket konser, tas mahal, undangan makan di hotel. Kirana selalu menolak dengan sopan. Ia mengira Kirana menjaga diri karena punya standar tinggi.

Sekarang nama Arya masuk di tengah cerita.

Anak kos, motor tua, wajah biasa, keluarga biasa.

Denny menaruh ponsel dengan keras.

"Cari tahu mobil itu punya siapa."

Junior itu ragu. "Kak?"

"Dan cari tahu Arya tinggal di mana sekarang."

"Baik."

"Satu lagi," kata Denny. "Cek parkiran RS Darmo. Kalau benar ada mobil sport, cari plat nomornya."

Junior itu ragu. "Itu agak susah, Kak."

Denny meletakkan kartu debit hitam di atas meja. "Susah biasanya cuma kata lain untuk kurang mahal."

Junior itu menelan ludah, lalu mengambil kartu itu.

Di grup WhatsApp angkatan, satu foto buram mulai beredar. Kirana tampak masuk ke mobil abu-abu di area parkir rumah sakit. Wajah Arya samar. Jaketnya sama dengan yang sering ia pakai di kampus.

Komentar muncul cepat.

Siapa itu?

Kirana sakit?

Itu Arya?

Mobil siapa?

Denny membaca semuanya tanpa berkedip. Ia tidak menulis satu kata pun di grup. Ia lebih suka orang lain menyalakan api, lalu ia datang membawa bensin.

Ia mengirim foto itu ke kontak lain.

Cari platnya. Cari pemiliknya. Sekarang.

Lima belas menit kemudian, balasan masuk.

Plat terdaftar baru. Nama pemilik: Arya Pratama.

Denny menatap layar lebih lama. Anak kos dengan mobil sport atas nama sendiri. Cerita ini mulai terasa seperti tantangan pribadi.

Denny berdiri. Dua teman yang sejak tadi duduk di meja lain langsung mengikuti.

Di parkiran fakultas, Porsche Cayenne milik Denny mengilap di bawah matahari. Ia masuk ke kursi pengemudi, lalu menelepon seseorang.

"Gue butuh data mahasiswa. Arya Pratama. Fakultas IT. Angkatan akhir."

Suara di seberang bertanya sesuatu.

"Alamat kos, keluarga, nomor telepon, apa pun. Hari ini."

Denny menutup telepon.

Temannya di kursi belakang memberanikan diri bertanya, "Memangnya kenapa, Den?"

Denny menatap kaca depan. Senyumnya tipis.

"Ada orang miskin yang lupa tempat."

Sementara itu, Arya baru tiba di gerbang kampus. Ia berjalan cepat menuju fakultas, memegang map skripsi dan ponsel.

Sistem tidak memberi peringatan apa pun.

Namun di tempat lain, Denny sudah menerima pesan pertama.

Nama lengkap: Arya Pratama.

Kos lama: Gang Mawar 3.

Asal keluarga: Solo.

Program studi: Informatika.

Status ekonomi keluarga: biasa.

Catatan kendaraan kampus: Honda Beat tua, warna hitam.

Denny membaca data itu dan tertawa pelan.

"Besok," katanya kepada orang di telepon. "Atur. Aku mau ketemu Arya Pratama."

1
Ria Gazali Dapson
kirana bnyak tanya ya, udh untung arya mo tanggung jawab, dg fasilitas wow , ga da rasa syukur nya ,cuma penasaran⁹ doang , liatin ja dulu , bersama dg waktu akn mnjawab semua , karena suatu anugerah, sedang tercurah k arya
Maulana Sejati
buruk
Maulana Sejati
ni yg nggak masuk akal, punya sistem,sdh tau ada ancaman tpi trnyata msh dbuat cerita yg bgini...prettt
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
sitanggang
gak seru, kok system org Lain ad yg tau🤣🤣🤣🤣🤣
σяιмσтσ (^• . •^)
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!