NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Ikrar

Rahasia Dibalik Ikrar

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Ketos / Enemy to Lovers
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

"Gue sudah menepati janji untuk nikahin lo, dan lo juga harus menepati janji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun tentang kita di sekolah. paham!" ucap pria bernama Arga

Argantara antariksa Grahana namanya. sosok paling tampan dan populer di SMA Cakrawala. karna insiden malam itu membuat Arga harus menikahi teman kelasnya yang bernama Freya Dinata Frankie, biasa di panggil dengan sebutan Reya. anak keempat dari tuan Pramandika Frankie.

Akankah Freya bisa meluluhkan hati pria itu? ikuti yok

Slow up

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekutu Freya

"Kenapa? Kenapa kau membantuku?" tanya Freya, air matanya mulai menetes karena terharu sekaligus takut.

Clara mengambil nafas dalam-dalam. "Aku tahu tentang Alan. Aku juga tahu bagaimana Ayahmu mencintai Mama-mu. Aku tidak setuju dengan hukuman yang diberikan Ayahmu. Tapi aku tahu satu hal,Anak ini adalah satu-satunya kesempatanmu untuk bebas. Jika kau kehilangan dia karena tekanan Arga, kau akan hancur. Dan aku tidak mau melihatnya."

Clara mencondongkan badan. "Aku akan menjadi mata dan telingamu di sekolah. Aku akan memberi peringatan jika Alice mendekat, atau jika Arga sedang mengawasi. Sebaliknya, kau harus bersumpah Jangan pernah memberi tahu Arga atau siapa pun tentang bantuanku. Dia tidak boleh tahu kau punya sekutu."

Freya mengangguk, terisak. "Aku bersumpah, Clara. Terima kasih. Terima kasih."

“Sekarang, minumlah suplemen itu,” perintah Clara. "Dan kita bicara tentang jadwal makan siangmu yang baru.

Freya meninggalkan Lab Komputer dengan ransel yang terasa lebih berat, tetapi jantungnya terasa sedikit lebih ringan. Ia kini memiliki sekutu.

Pada jam pelajaran terakhir, Freya berusaha keras menyerap pelajaran. Arga duduk di depan, dan Freya merasakannya dari waktu ke waktu.

Saat bel pulang berbunyi, Arga segera membereskan bukunya. Freya juga bersiap, memastikan tasnya tertutup rapat.

Saat Freya berjalan menuju mobil Arga, Clara berjalan melewatinya.

"Aku kirim pesan lewat email. Baca setelah kau sampai rumah," bisik Clara tanpa menoleh.

Di dalam mobil, Freya segera menyadari ada yang berbeda. Arga terlihat lebih tegang dari biasanya.

"Ada apa, Arga?" tanya Freya.

Arga menoleh, raut wajahnya serius. "Gue dengar dari Daren—adiknya Alice—bahwa Alice mulai aneh. Dia mulai bertanya-tanya kenapa gue dan Lo terlihat seperti punya rahasia. Dia bahkan bertanya ke gurunya tentang riwayat absensi Lo."

Freya menegangkan. Alice sudah mulai menyelidiki.

“Dia tidak curiga tentang pernikahan kita, kan?” tanya Freya cemas.

"Belum. Tapi dia curiga Lo punya pengaruh aneh ke gue. Alice tahu gue membenci Lo. Tapi dia tidak mengerti ada yang kita rahasiakan ," kata Arga, nadanya terdengar bingung dan kecewa.

"Mulai besok, kita harus mengubah sandiwara," kata Arga sambil menatap Freya tajam. "Kita tidak bisa lagi menjadi musuh. Alice tidak akan percaya aku akan bergaul dengan musuh yang aku benci."

"Lalu?"

"Mulai besok, di sekolah, Lo adalah budak gue. Lo akan menjadi asisten pribadi gue. Lo harus selalu berada dalam jarak pandang gue, tapi dalam posisi merendah. Lo akan melakukan apa pun yang gue suruh. Dengan begitu, Alice akan melihat Lo hanyalah pelayan yang gue pekerjakan, bukan istri kontrak yang gue lindungi."

Freya tercengang. Dari istri yang diasingkan, kini ia harus turun menjadi pelayan suami di sekolah. Hukuman Arga tidak ada habisnya. Namun, ia tahu, ini adalah cara paling efektif untuk menjaga jarak Alice dari kebenaran yang sebenarnya.

“Baik,” jawab Freya, menekan rasa sakit di jantungnya. "Aku akan menjadi budakmu."

Sesampainya di rumah, sebelum Arga kembali dari kamar mandi, Freya segera menyambar ponselnya. Ia membuka email dari Clara.

Clara: Aku tahu kau akan menjadi 'pelayan' Arga. Itu sandiwara yang bagus, karena itu menjelaskan mengapa dia mengawasi dan membuatmu marah—dia seorang tiran. Ini yang harus kamu lakukan: 1. Selalu bawa ransel yang longgar. aku akan menaruh bekalmu atau suplemen tanpa Arga sadari. 2. Jika mual datang, pura-puralah sedang membersihkan sesuatu atau mengikat tali sepatu. Itu akan memberikanmu waktu. 3. Malam ini, aku akan mengirimkan jadwal pergerakan Alice dan Arga di sekolah. Hafalkan. Kau harus lebih pintar dari mereka.

Freya mengangguk membaca email itu. Clara tidak hanya menawarkan bantuan, dia menawarkan strategi perang.

Malam itu, Freya kembali ke sofa, tetapi hatinya lebih siap. Ia tidak lagi tidur karena kepasrahan, tetapi karena persiapan untuk menyetujui yang baru.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi hari di mobil, Arga memberikan daftar perintah yang harus Freya lakukan hari itu.

"Di kelas, Lo catat materi gue. Pulang sekolah, salin catatan itu ke buku gue. Saat istirahat, Lo tunggu gue di depan pintu kelas. Gue mau Lo ambilkan minum gue di kantin," perintah Arga. "Ingat, posisikan seperti ini adalah pekerjaan yang Lo perlukan."

"Baik," jawab Freya singkat.

Ketika mobil Arga berhenti di gerbang sekolah, Arga tidak membiarkan Freya turun sendiri. Ia menunggu Freya, dan saat mereka berjalan masuk, Arga menaruh tumpukan bukunya ke tangan Freya.

"Bawa ini. Dan jangan jatuhkan satu pun," kata Arga dengan nada memerintah, cukup keras agar siswa lain yang lewat mendengarkan.

Mata siswa lain segera menoleh. Bisikan muncul seketika. Freya, yang biasanya dikenal sebagai siswi pendiam dan berprestasi, kini berjalan di belakang Arga, membawa buku-buku tebal, seperti seorang asisten pribadi yang direndahkan.

"Lihat Freya? Dia jadi pelayan Arga?"

"Dia kan anak orang kaya. Kenapa mau jadi budak Arga?"

Freya menunduk, menahan rasa panas di pipinya. Peran ini jauh lebih dari yang ia bayangkan. Tapi ini adalah perlindungan untuk bayinya.

Saat mereka tiba di koridor utama, Alice sudah menunggu Arga.

"Sayang! Kamu lama banget. Dia ini ngapain ngikutin kamu?" tanya Alice sambil menatap Freya dari atas ke bawah.

"Oh, ini Freya," kata Arga santai sambil mengambil buku dari tangan Freya. "Dia asisten pribadi gue yang baru. Dia butuh uang tambahan, jadi gue pekerjakan dia untuk membantu mencatat dan mengurus jadwal gue."

Arga melirik Freya. "Freya, simpan kan buku-buku gue ke loker. Habis itu tunggu gue di depan kelas."

"Baik, Arga," jawab Freya dengan nada yang dipaksakan sopan dan sedikit tunduk.

Alice terkekeh, sepertinya puas. "Oh, aku pikir ada apa. Jangan-jangan dia menguntit kamu lagi, Arga. Pastikan dia tidak mengganggu jadwal kencan kita ya, Sayang."

"Tentu saja tidak," jawab Arga sambil memeluk Alice Mesra. Ia kemudian melirik Freya dengan tatapan mengancam. "Dia tahu tempatnya."

Freya berjalan menjauh, hati perih. Sandiwara itu berhasil. Alice kini tidak curiga, tetapi dia telah kehilangan harga dirinya.

Saat jam pelajaran berlangsung, Freya duduk di belakang Arga dan mencatat dengan rapi. Arga sesekali meluangkan badan, menyuruh Freya menghapus papan tulis atau mengambilkan pulpen yang jatuh.

Freya, yang mengikuti instruksi Clara, tahu ia harus menemukan saat yang tepat untuk mengambil suplemen.

Saat bel istirahat berbunyi, Arga segera memberikan perintahnya yang pertama.

"Freya, ambilkan gue minuman isotonik di kantin. Gue tunggu di sini," perintah Arga, kembali sibuk dengan ponselnya.

Saat Freya berjalan melewati lokernya, ia merasakan seseorang menyenggolnya.

"Maaf," kata Clara, berjalan cepat melewatinya.

Freya melirik ke lokernya. Sebuah botol kecil suplemen mint dan sebungkus kecil biskuit jahe tersembunyi di balik buku pelajarannya. Clara telah beraksi.

Freya segera mengambilnya dan menuju toilet. Ia buru-buru menelan suplemen itu dan mengunyah biskuit jahe. Perutnya yang sempat mual karena stres kini terasa lebih tenang.

Ia kembali ke Arga dengan membawa minuman.

“Lama,” tegur Arga, mengambil botol itu tanpa rasa terima kasih.

Saat Freya ingin kembali ke tempat duduknya, Arga melihat lengan Freya.

“Lengan Lo kenapa?” Arga melihat bekas merah yang ditinggalkan cengkeramannya kemarin belum hilang sepenuhnya.

"Terbentur saat membawa buku-bukumu tadi pagi," Freya berbohong tanpa ragu.

Arga terdiam sejenak, lalu muncul. "Makanya jangan asal-asalan. Gue nggak mau punya asisten yang cacat."

Freya menahan napas. Ia tahu, di balik setiap hinaan, ada keharusan untuk tetap bertahan. Ia adalah istri yang dibenci, bayangan yang melayani suaminya, dan sekutu rahasia bagi seorang siswi cerdas.

Malam itu, saat Freya kembali ke sofa, dia tahu dia tidak lagi bertarung sendiri. Ia memiliki Clara, dan yang paling penting, ia memiliki dia —alasan yang cukup untuk menjalani lima tahun yang kejam ini.

1
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar Arga tak punya hati bukan salah Freya kalo tiba tiba mau pingsan wong emang kondisi lagi hamil muda pasti ada perubahan hormon di tubuhnya 😏
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh .. arga.. Arga..
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh... ada ada saja ya.. Arga ini
yul yul༺⬙⃟⛅
yang kuat Freya.. tetep semangat..
yul yul༺⬙⃟⛅
Halah... tr juga klepek-klepek Luh.. jatuh cinta sendiri.. awas ya.. pegang kata-kata gw..
yul yul༺⬙⃟⛅
baru nikah... udah ngomongin benci...
yul yul༺⬙⃟⛅
keren ya.. aku tunggu selanjutnya...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Arga gue sumpahin Lo suatu saat nanti kau akan jatuh cinta sama Freya dan Freya tidak mau lagi sama kau huffft 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
rasanya mau kutinju saja ini Arga jadi orang kok kasar banget orang memang Freya sakit kepala muak efek dari kehamilan malah dikatain dasarrrr 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Freya kau harus bertahan jangan terlihat lemah di hadapan Arga kau masih punya kakak Alan yang mendukungmu jadi kuatlah dan tetap semangat menjalani hari
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian Freya ternyata diam diam dari dulu suka sama Arga tapi sepertinya Arga tidak dan mungkin juga Arga menyukai orang lain Alice.....
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduh begitu dimintai tanggung jawab kagak mau ini Arga padahal kan kau yang ambil kehidupan Freya😏
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
nasib mu freya cuma ngeliat seseorang yg menyukai org lain
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
untung ada alan bisa sedikit legaa freya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
ta sumpahin arga ini, sosmed bet hd cowo, istri mu loo sekarang freya ini, maso uiya ttp cuekbebek
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
maharnya gede juga cinber brp krt tuhh

freya punya keluarga baru setelah sah jadi istri arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!