NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Mobil Kanaya akhirnya memasuki halaman rumah dengan kecepatan yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Sejak menerima pesan dari Bu Cintia, hatinya tidak pernah benar-benar tenang. Berbagai kemungkinan terus bermunculan di kepalanya sepanjang perjalanan.

Namun begitu pintu mobil terbuka dan kakinya menginjak halaman rumah, seluruh tubuhnya langsung membeku.

Di sana, Arkana berdiri tegak di teras rumah. Pria yang selama lima tahun terakhir berusaha ia kubur dari hidup dan ingatannya. Orang yang pernah menjadi pusat dunianya. Pria yang juga menjadi sumber luka terdalam yang pernah ia rasakan.

Untuk sesaat dunia di sekitar Kanaya seolah menghilang. Suara angin, bunyi kendaraan yang lalu lalang, Bahkan suara napasnya sendiri, memuanya mendadak lenyap. Yang tersisa hanya wajah Arkana yang berdiri beberapa meter di depannya.

Rasa sakit yang selama ini Kanaya pendam rapat-rapat mendadak menyeruak keluar seperti bendungan yang jebol. Semua kenangan itu kembali datang tanpa diundang.

Kenangan pernikahan mereka yang mendadak dan sederhana, tetapi membahagiakan. Walau hidup begitu sederhana, tetapi keduanya selalu bahagia. Sampai penghinaan yang menghancurkan hidupnya. Hari ketika ia pergi membawa hati yang sudah remuk berkeping-keping, tanpa disadari olehnya.

Tangan Kanaya perlahan mengepal. Jika bisa memilih, semua ingatan itu menghilang dari kepalanya.

Sementara itu, di sisi lain, Arkana hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Wanita yang berdiri didepannya itu benar-benar Kanaya. Kali ini bukan bayangan, juga bukan mimpi, tetapi nyata..

Jantung Arkana berdegup begitu keras. Matanya langsung memanas. Kerinduan yang selama ini tertahan akhirnya menemukan jalannya untuk keluar.

"A-Aya ...." Suara Arkana bergetar dengan bibir berusaha untuk tersenyum.

Air mata yang menggenang di pelupuk mata pria itu jatuh begitu saja tanpa sempat ia sadari. "Aya ...."

Panggilan itu membuat rahang Kanaya mengeras. Dulu, suara itu selalu membuat hatinya hangat dan jatuh cinta. Namun, sekarang justru terasa seperti pisau yang menggores luka lama.

"Mau apa kamu ke sini?" tanya Kanaya dingin.

Nada suara Kanaya begitu sinis hingga membuat Bu Cintia, Pak Adjie, dan Shaka terkejut. Selama ini mereka mengenal Kanaya sebagai perempuan yang lembut. Perempuan yang selalu berbicara dengan sopan. Bahkan saat sedang marah pun Kanaya masih berusaha menjaga ucapannya. Namun, sekarang berbeda. Tatapan matanya tajam dan nada bicaranya dingin.

Kemarahan yang selama ini tidak pernah mereka lihat terlihat jelas di dari sinar matanya. Saat itulah mereka semakin yakin, pria ini memang orang yang pernah menghancurkan hidup Kanaya.

Di tengah ketegangan itu, Abinaya segera menarik tangan Anaya. "Ayo!"

"Kemana, Abi?" tanya Anaya bingung.

"Kita ke Bunda."

Tanpa menunggu jawaban, Abinaya langsung membawa saudara kembarnya mendekati Kanaya. Begitu sampai di depan ibunya, keduanya langsung mencium tangan Kanaya seperti kebiasaan mereka setiap kali Kanaya pulang atau pergi bekerja.

Kanaya otomatis membalas dengan mengusap kepala kedua anaknya. Hanya sentuhan kecil itu saja sudah cukup membuat hatinya sedikit tenang. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Karena suara Arkana kembali terdengar. "Aya ... Aku selalu mencarimu selama ini."

Kalimat itu akhirnya berhasil keluar dari tenggorokan Arkana setelah lima tahun menahannya. Suara pria itu terdengar serak penuh penyesalan dan penuh kerinduan.

Namun, semua itu tidak mampu menggoyahkan hati Kanaya. Justru membuat luka lama kembali berdenyut. Kanaya menatapnya dingin.

"Mencariku? Setelah menghancurkan hidupku? Setelah membuatku pergi dalam keadaan hancur? Setelah membuatku membesarkan anak-anak seorang diri?" batin Kanya

Kanaya ingin tertawa. Tertawa karena ironisnya keadaan. Namun, sebelum ia sempat menjawab, suara polos Anaya terdengar.

"Kenapa Om panggil-panggil Aku? Kita kan tidak kenal." tanya Anaya dengan ucapan polos itu membuat tubuh Arkana tersentak.

Semua orang menoleh. Anaya menatap Arkana dengan wajah bingung. Dadanya terasa diremas begitu kuat. Anak perempuannya sendiri malah tidak mengenalnya. Bahkan tidak tahu siapa dirinya.

Arkana menelan ludah dengan susah payah. "Om panggil istri—"

"Jangan mengaku-ngaku." Potong Kanaya memotong dengan nada tegas. Hubungan kita sudah lama putus!"

Tatapan tajamnya langsung tertuju kepada Arkana. Kalimat itu menghantam Arkana seperti palu godam. Wajahnya langsung memucat.

Sementara Kanaya terus menatapnya tanpa belas kasihan. "Aku sudah bukan siapa-siapamu."

"Aya, dengarkan aku dulu—"

"Cukup." Suara Kanaya meninggi.

Untuk pertama kalinya sejak datang, Arkana melihat amarah yang selama ini disimpan perempuan itu

"Aku tidak punya hal apa pun untuk dibicarakan denganmu.

"Aya, aku mohon."

"Aku bilang cukup!"

Suasana mendadak hening. Bahkan Anaya yang biasanya cerewet ikut terdiam. Abinaya langsung menggenggam tangan adiknya lebih erat.

Kanaya memejamkan mata sesaat. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi. Ia tidak ingin kedua anaknya melihat pertengkaran ini.

Mereka tidak pantas menjadi saksi dari luka masa lalu orang tuanya. Karena itu, Kanaya menoleh kepada Shaka. Hanya satu lirikan. Satu kode sederhana yang langsung dipahami oleh pria itu. Shaka mengangguk pelan.

"Ayo, Abi ... Aya, kita mainannya banyak."

Abinaya langsung mengerti. Namun sebelum pergi, anak laki-laki itu sempat menatap Arkana dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ada marah. Ada bingung, sda penasaran, tetapi juga ada luka yang selama ini tidak pernah diketahui siapa pun.

"Ayo," ulang Shaka lembut.

"Tapi Bunda—"

"Pergi dulu sama Om Shaka, Sayang," ucap Kanaya sambil berusaha tersenyum.

Meski senyum itu terlihat sangat dipaksakan. Setelah memastikan kedua anak itu menjauh bersama Shaka masuk ke dalam rumah, Kanaya kembali mengalihkan pandangannya kepada Arkana. Kini tidak ada lagi yang perlu ia sembunyikan. Tidak ada lagi alasan untuk menahan emosinya.

Lima tahun lalu pergi tanpa sempat mengatakan semua yang ada di dalam hatinya. Namun, hari ini berbeda.

Hari ini, pria yang menjadi sumber seluruh penderitaannya berdiri tepat di depan mata. Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Arkana bisa melihat dengan jelas betapa besar luka yang pernah ia tinggalkan di hati perempuan yang paling dicintainya.

1
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Kayana sekarang jadi pengusaha sukses ya tapi gak mungkin dech dia memberikan anaknya kartu hitam yang isinya milyaran kira2 dapat darimana tuch kartu🤔
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Oalahh kanaya ternyata punya anak kembar ya😲
Muajidah Firdausi
Black Card si Kembar. blm dijelaskan drmana
Muajidah Firdausi
black card kan ada Jo PINnya ya

kok karyawan itu bs tahu isi saldo nya
Muajidah Firdausi
mama atau Bunda
Darti abdullah
luar biasa
v_cupid
penyesalan mmg sll dtg terlambat
🌸🍣わたなべ_Ryuzu👘🌸
👍💪
LibraGirls
Makasih Thor 👍🏻🙏
ayu cantik
bagus
Ummee
waahhh... gk kerasa uda tamat aja, Alhamdulillah... makasih kak author, sehat selalu...
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Nikmati penyesalan Arkana sampai 5 tahun pun kamu masih terus dibayangi rasa bersalah tak sebanding dengan luka yang didapat Kanaya karena kebohonganmu
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
hancur banget hati Kanaya mendengar kenyataan bahwa cuma dijadikan taruhan 😢😢
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
pertemanan sesat bukannya ngajak kebaikan malah ngajak taruhan😠
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
mampir thor🙋‍♀️
itin
happy happy happy
v_cupid
👍
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Nar Sih
alhamdulilah ending yg 👍👍👍👍kak ,ahir nya arkana dan kanaya bahagia dgn ank,,mereka juga keluarga mereka 👍☺️
Nar Sih
alhamdulilah selamat ya kak🙏q bca semua ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!