Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 SEBUAH PERTEMUAN PERTAMA
semua para tamu berdatangan dengan pakaian gaun indah yang di pakai para wanita muda atau tua seperti seorang artis pada umumnya. sedangkan untuk para pria dengan pakaian jas berwarna hitam rapi elegan. Terlihat rumah Luna banyak yang datang untuk mengucapkan selamat atas ulang tahun nya ke 25 tahu. semua para tamu satu persatu berjabat tangan dan menyapa dengan Ramah sembari tersenyum manis.
Rajab dan keluarga nya melangkah jalan mendekat menghampiri Luna yang sedang berjabat tangan dengan seorang tamu undangan nya.
"Selamat malam, Luna! ". Sapa Oma senyum ramah ia merasa bangga dan senang bisa di undang oleh keluarga Luna, di tambah Rajab ikut bersama nya tentu saja, sebagai Oma merasa senang sekali bisa mempertemukan Rajab dan Luna lagi. Oma menyodorkan tangan kanannya pada Luna sembari tersenyum senang.
"malam juga Oma, selamat datang di acara saya, terimakasih sebelum nya sudah datang". Jawab Luna senyum manis pada mereka bertiga
Tampilan Luna begitu cantik dan elegan dengan yang ia kenakan gaun indah berwarna merah muda dan anting-anting di telinga Luna sisi kiri dan sisi kanan berkelip cantik. Rambut terurai panjang sepunggung di ujung rambut terikal dan dua kaki sudah pakai sepatu hak tinggi berwarna Hitam bermerek YSL elegan. Luna adalah seorang model terkenal di kotanya memiliki perusahaan cukup terkenal yang di milik ayahnya, Luna.
Tiba ayahnya, Luna yaitu Pak Johan melangkah menghampiri keluarga Rajab dan Anaknya yang sedang asik mengobrol.
"oh! Om, apa kabar? ". Senyum Rajab menyodorkan tangan nya pada Johan
" baik! ". Johan pun menerima jabat tangan Rajab dengan senyum ramah.
" Ayo! masuk". Ajak Johan pada keluarga Rajab dengan sambutan baik.
****
****
****
Mobil hitam mewah berhenti di depan pintu rumah Luna, Pintu mobil terbuka berlahan kedua kaki keluar terlihat sepatu hak tinggi berwarna hitam menampak di bawah lantai. Sebuah kipasan rambut berterbangan bergelombang aroma wangi dan bibir merah muda dengan wajah ikonik nya terlihat elegan. Dia melangkah jalan dengan sexy di dampingi Denis. dia adalah Vendra dengan menebarkan senyum sembari melangkah jalan dan pegang pergelangan tangan Denis seperti merangkul layak nya seorang kekasih.
Akhirnya Vendra sudah bisa masuk dan hadir di acara ulang tahun Luna bersama dua teman nya yaitu Denis dan Sita. Senyum lega dan senang merasa rencana yang ia buat saat ini harus sukses dan berhasil.
Melihat suasana di dalam pesta ulang tahun sangat luar biasa mewah banyak para undangan hadir di tempat. Vendra Terperangah dengan dekorasi ulang tahun nya Luna.
"ayo! ". ajak Sita pada mereka berdua
mereka berdua pun mengikuti Sita melangkah jalan mencari tempat duduk.
Kemudian akhirnya mereka bertiga mendapatkan tempat duduk depan meja melingkar. Denis tarik kursi untuk Sita dengan perhatian. Vendra yang melihat sikap Denis hanya heran, Soal perempuan cantik pasti bersikap manis dan tengil tapi kalau soal dirinya bukan lagi manis melainkan ledek suka bercanda. Bukan masalah cemburu bagi Vendra tapi soal sikap Denis yang aneh dan heran di mata nya.
Vendra duduk di kursi begitu juga dengan Denis sembari tersenyum senang. Saat Denis melihat ke kanan samping nya. Wajah Vendra langsung sinis melihat Denis tengil. Denis pun langsung terkejut melihat Vendra sinis seakan-akan dirinya merasa berbuat salah tapi tidak tahu salah apa diri Denis. Denis hanya bersikap bingung ketakutan. setelah di tatap oleh Vendra yang menakutkan.
"Kalo soal cewek cantik, sexy beda lagi, iya. sikap nya, sok lembut dan perhatian!".Senyum Vendra menyindir Denis. " DASAR TENGIL! ".Tegas Vendra kesel merasa tidak di perhatikan.
Denis pun langsung gegep ketakutan setelah di sentil oleh Vendra dengan wajah bete.
Lama menunggu untuk mulai acara, tampaknya para tamu undangan belum sepenuhnya datang, Vendra merasa ingin ke toilet.
"Aku mau pergi ke toilet! ". Pamit izin pada mereka berdua.
Mereka berdua mengangguk kepala mengizinkan Vendra untuk pergi. Vendra beranjak melangkah jalan pergi melewati setiap para tamu yang sedang duduk di depan meja itu. Merasa tidak tahan ingin ke toilet Vendra bergegas membelok ke kanan dan_____
Bruk
"aduhhh! ". Tubuh Vendra seketika merasa menubruk seseorang merasa seperti menabrak tembok yang keras seluruh tubuh Vendra merasakan sakit Kebanting langkah mundur. " kalau jalan lihat-lihat dong! SAKIT! ". Saat melihat wajah orang yang menebarkan dirinya. ternyata Rajab yang menabrak tubuh Vendra, ia dengan gagahnya berdiri tegak sembari menatap mata tajam seperti ingin marah.
" Kenapa jadi saya yang salah? anda sendiri tidak lihat jalan! ". Jawabnya tegasin dengan ekpresi datar
" kamu ini manusia bukan sih? badan mu kayak tembok! sampai-sampai badan ku terpental langkah mundur! ". Yang tadinya terburu-buru ingin ke toilet secara tidak kebetulan merasa tidak ingin ke toilet setelah bertubrukan dengan seorang pria di depan nya itu. " iiihhh DASAR! ". Sentil tegas Vendra pada Rajab sembari melangkah melewati Rajab dengan ekpresi wajah Sinis.
Ekpresi wajah Rajab hanya berdiri terdiam sembari melihat wajah Vendra. Seketika Rajab tersenyum tipis di bibir nya sembari geleng-geleng kepala heran.
" Hmmm! mirip Kasih! ". Rajab berkata dengan nada pelan berbicara diri sendiri sembari melangkah jalan. Ia merasa sikap Vendra mirip seperti adik perempuan nya yang ada di rumah sifat tengil dan suka nyindir seseorang itu membuat Rajab terhibur.
Di tempat lain terlihat Luna bersama teman perempuan nya yaitu, Jihan.
"Kamu sama Rajab bagaimana?? ". Tanya Jihan rasa ingin tahu hubungan temannya sama Rajab. saat ini mereka berdua sedang berdiri berhadapan sembari memainkan ponsel.
Luna berhenti main ponsel menoleh melihat wajah Jihan di hadapan nya.
"hmmm! aku tidak tahu, sebenarnya aku tidak niat untuk perjodohan ini, tapi Ayah dan Oma nya, Rajab sangat dekat. Oma nya ingin aku menutup bayang-bayang mantan calon istri nya dulu" Menghela nafas berat Luna merasa dirinya tidak bisa melakukan keinginan Oma nya Rajab terlalu berat bagi Luna. "lagi pula aku tidak terlalu dekat dengan Rajab. iya aku memang mengenal Rajab saat kami SMA dulu sekolah yang sama. kebetulan kami berdua selalu dapat kelompok yang sama, tapi saat itu hanya fokus belajar tidak sampai akrab juga!. " Ujar Luna merasa tidak nyaman dengan keinginan Ayah-nya.
"tapi Rajab tampan dan gagah! memang tidak ketertarikan sama dia? agak aneh juga. iya orang kayak kamu! ". Tanya Jihan merasa aneh. sebagai perempuan pasti sangat tertarik dengan pria tampan kaya dan keren. menurut Jihan seorang perempuan dari segi mana pun pasti tertarik dengan pria yang di ingin kan. tapi melihat reaksi dan keinginan Luna sangat berbeda.
"Aku! ? Aneh! ? hmmm! bukan aneh lebih ke..., memikirkan kalir tentang masa depan model nanti. Huuufftt! ". menghela nafas panjang dengan berat ia merasa bingung harus bagaimana kedepan nya nanti.