Seorang siswa yang terlambat ke sekolah berpindah ke dunia lain bersama dengan dua orang yang tak dikenalnya, setelah mereka ditabrak truk secara tidak sengaja.
Menurut suara misterius yang mereka dengar saat baru sampai di dunia itu, mereka harus menyelamatkan dunia itu dari kekacauan.
Kehidupan mereka berubah sejak mereka bertemu dengan seorang lelaki yang mengaku sebagai orang terkuat di dunia itu dan mereka belajar tentang keabadian dari orang itu.
Ikuti perjalanan mereka di dunia yang tak terduga, penuh darah, pertarungan, dan pengkhianatan itu.
[1 chapter untuk satu hari, dimohon bersabar...
Ada beberapa adegan garing, kalo gk lucu dimohon jangan ketawa...
Apabila terdapat kesamaan nama orang, lokasi, ataupun jurus, mohon maaf karena itu adalah ketidaksengajaan, beberapa disengaja ;)
Original story by Slitherio/Rio Andriana]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slitherio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09. Purple Jade Sect
“Aku takkan memercayai cerita itu...” Agus menunjuk Ray, “Kalau benar begitu, bukankah kau harus menjadi lebih kuat untuk melindungi pedang itu?”
Mira memijat keningnya, ia baru tau kalau ada seorang pemilik yang harus melindungi senjatanya, bukan senjatanya yang melindungi pemiliknya. Ia baru tau...
“Oke, menurut kakek itu yang mengaku sebagai Raja Petir Biru Tianyun, ada tujuh pedang yang tersebar di seluruh dunia yang disebut bisa membuka pintu dimensi lain. Aku berpikir kalau dimensi yang dimaksud adalah dunia kita, tetapi ia tak memberitahu dimana pintu dimensi itu...” ujar Ray.
Mereka berada di sebuah kedai makan yang ada di dekat pintu keluar Jade City. Mereka sedang menunggu Zen yang sedang melaporkan hasil misinya.
“Zen lama sekali, ya?” keluh Agus. Ia sudah memakan lima roti daging selama menunggu.
“Mungkin ada hal yang perlu ia lakukan setelah itu, sehingga lupa memberitahu pada kita...” jawab Ray berusaha berpikir positif. Mereka membayar makanan mereka lalu keluar dari kedai makan itu.
Tak lama, seseorang dengan jubah berwarna ungu datang ke kota itu, mencari tiga orang yang bernama Ray, Gustav, dan Mira.
“Gustav? Siapa itu?” gumam Agus, tanpa ia ketahui kalau itu adalah akal-akalan Zen yang merasa aneh dengan nama Agus.
“Itu kami bertiga!” Ray mengangkat tangannya dan mendekati orang itu.
Ray memeriksa praktik orang itu dan melihat kalau orang itu adalah seorang praktisi dengan praktik Mortal World Mid Stage. Kalau dihitung dengan sang Raja Petir Biru, mungkin dia adalah orang terkuat ketiga setelahnya dan Tianyun.
Kenapa Ray dihitung menjadi terkuat kedua di kota itu? Karena praktik Ray yang merupakan Self Forging tingkat ke-14 membuatnya bisa mengalahkan seseorang dengan praktik Mortal World.
Meskipun Mortal World termasuk dalam praktik World Foundation, tetap saja kekuatan itu didapatkan dengan sebuah pil. Yaitu Mortal World Pill.
Pil ini dibuat dulu oleh seseorang dengan praktik yang terhambat di Self Forging tingkat ke-10. Karena tak bisa menembus tingkat ke-10, ia menciptakan sebuah pil yang bisa membuatnya mencapai World Foundation dan nama tingkat itu sekarang adalah Mortal World.
Karena dari pil, kekuatan Mortal World bisa dibilang lebih lemah dari Self Forging tingkat ke-15. Tetapi jelas kenaikan alam bisa membuat jangka hidup seseorang bertambah, pil ini dicari oleh semua orang yang praktiknya terhambat.
Ray tak berniat memiliki pil itu meski ia dulu sempat terhambat di Self Forging tingkat ke-10, tetapi ia berniat menjadi penguasa mutlak dunia ini dan mencari jalan pulangnya.
Gurunya pernah mengatakan, kalau kemungkinan Mortal World naik ke tingkat Spirit Forging itu hanya 1%. Kalaupun berhasil, biasanya akan ada luka dalam yang tak bisa disembuhkan karena memaksa tubuh untuk melewati tembok pembatas yang amat kuat.
“Baiklah, kalian ikut kami ke Purple Jade Sect...” ujar orang itu lalu melesat pergi duluan dan berperan sebagai pemandu jalan. Ray, Mira, dan Agus mengikuti dari belakang.
***
Situasi di Aliran Hitam berubah setelah kabar empat dari The Nine Blood Beast dihabisi oleh seseorang.
Tentu tak ada yang menyangka hal itu karena yang bisa melakukannya hanya sang Pendekar Jubah Merah dan seorang lagi yang memiliki julukan Raja Petir Biru.
Keduanya termasuk dalam Aliran Netral dan takkan menyerang aliran manapun, kecuali diserang. Mereka pasti akan melawan.
Kabar itu membuat kekuatan Darkness Blood Sect berkurang lumayan banyak. Selain The Nine Blood Beast, ada Ketua Sekte mereka yang dikenal dengan nama Raja Darah Kegelapan dan juga Tetua Tertingginya yang dikenal dengan nama Cakar Darah.
Sekte terkuat kedua di Aliran Hitam, yaitu Hell Demon Castle menjadi sekte terkuat menggantikan Darkness Blood Sect.
Dan saat ini, sedang ada sebuah pertemuan di sebuah hutan angker yang menjadi markas utama Darkness Blood Sect.
“Ketua, kalau terus begini, bisa-bisa Aliran Putih bisa memanfaatkan situasi ini untuk menyerang Aliran Hitam karena pendukung terkuat Aliran Hitam, yaitu kita sendiri sedang melemah...” ujar Tetua Tertinggi mereka yang bernama Heinz.
“Masih ada sepuluh praktisi yang kita simpan, bukan?” tanya Ketua mereka. Ia bernama Jun.
“Meski begitu, mereka telah terhambat di praktik Soul Rebirth tingkat World Ruler Stage...” ujar Heinz.
“Kalau memang begitu, bukankah lima dari The Nine Blood Beast juga sedang terhambat praktiknya di Soul Rebirth World Ruler Stage? Tinggal kemampuan mereka yang kita tingkatkan...” jawab Jun santai.
“Mengatakan menaikkan kemampuan mereka itu memanglah mudah, tetapi melakukannya sedikit sulit...” ujar Heinz. Ia merasakan sendiri kesulitan saat menaikkan kemampuan The Nine Blood Beast yang terdahulu ini.
“Kalau begitu, biar kita yang menyerang Aliran Putih duluan...” ujar Jun, “Lalu kirim sepuluh praktisi ini untuk turun menaklukan wilayah Aliran Putih...”
Aliran Hitam berada di Night Cloud Empire dan Aliran Putih ada di Blue Sky Empire. Ada beberapa wilayah di Benua South yang belum dijelajahi meskipun dunia praktik sudah berlalu lebih dari ribuan tahun.
“Baiklah, panggil Raja Iblis, Ratu Bunga Neraka, Raja Petir Hitam, Ratu Ular, dan Raja Racun Ungu untuk melakukan pertemuan denganku...” ujar Jun lalu menyeringai lebar.
“Oh ya, bagaimana dengan cucu Ketua? Bukankah ia sudah mencapai Self Forging tingkat ke-15 sejak dua bulan lalu?” tanya Heinz. Jun kemudian berpikir sebentar.
“Dia mengatakan ingin memantapkan praktiknya, tak baik bagi kita untuk mengganggunya karena ia akan menjadi salah satu pilar Darkness Blood Sect...” jawab Jun sambil memikirkan tentang cucunya, yaitu Jen.
***
Ray, Agus, dan Mira menatap gerbang besar di depan mereka saat ini. Gerbang ini adalah pintu masuk dari Purple Jade Sect.
Zen sudah menunggu di gerbang itu bersama dua orang lainnya yang terlihat lebih muda dari Zen. Ray tak bisa menebak dua orang itu.
“Merekakah orang yang membantu Murid Zen menyelesaikan misinya?” tanya salah satu orang itu.
Zen mengangguk. Ray dan dua temannya sampai di depan Zen dan dua orang yang terlihat tua itu.
Adu kemampuan mendeteksi tingkat praktik terjadi dan kelompok Ray menang. Dua orang tua itu tak bisa membaca praktik kelompok Ray yang terlihat misterius itu.
Sebelumnya, di Jade City penampilan Agus terlihat mencolok karena tongkat yang dibungkus kain putih yang dibawanya di punggungnya. Penampilan Ray terlihat normal karena banyak praktisi yang membawa pedang mereka di punggung atau di pinggang mereka.
“Salam senior, terima kasih telah membantu murid kami dalam menyelesaikan misi dari sekte kami...” ujar salah satu orang tua itu, “Namaku adalah Verou, tetua dari Purple Jade Sect...”
Ray menggelengkan kepalanya, “Kami bukan senior anda, yang ada malah anda adalah senior kami...” Ray membungkuk sedikit.
Ray tak tahu peraturan tak tertulis dunia praktik, yaitu umur tak mempengaruhi segalanya. Hanya kekuatan yang bisa berbicara.
“Oh, tetapi kami mengira kalau kalian adalah senior kami mengingat kami tak bisa membaca praktik kalian...” jawab Verou, “Mari...”
Verou tak bisa bersikap tak sopan pada Ray dan temannya. Ditakutkan kalau dugaan sebelumnya benar, ia lebih lemah dari Ray dan temannya.
Ray kemudian teringat sesuatu, “Aku tak sengaja melibatkan Purple Jade Sect dalam urusan pribadiku!” batin Ray setelah melihat Ketua Purple Jade Sect yang terlihat kuat dan memiliki praktik Earth World Late Stage. Ia menyesal telah melibatkan Purple Jade Sect secara tak sengaja.